DENDAM YANG MEMBARA

DENDAM YANG MEMBARA
96.


__ADS_3

Saat ayam berkokok,Yasmin sudah terbangun dan dia pun sudah selesai mandi.Sekarang dia sudah sibuk dengan aktivitasnya di dapur.Selesai menanak nasi,dia melalap sayur bayam dan memotong tempe dengan irisan sedang.Kemudian dia menggoreng tempe terlebih dahulu,kemudian tiriskan dan diaduk dengan sambal.


Setelah itu,dia pun mengambil panci dan memasukkan air,garam besar dan Ajinomoto dengan bawang yang sudah diiris tebal.Setelah di meletakkan panci ke api dan menunggu air nya mendidih.Saat air mendidih dia memasukkan sayur bayam tadi,hingga matang.


Kemudian dia memasak telur ceplok ke minyak yang sudah panas,setelah selesai dia meletakkan nya ke atas piring.Tempe pun dia masukkan ke dalam piring juga.Sementara itu,sayur bayam tadi dia masukkan ke dalam mangkuk.


Makanan pun sudah siap dan dia letakkan diatas nampan besar.Kemudian dia pergi ke kamar ibunya,dan dia melihat ibunya terlihat nyenyak sekali tidur.Rasa nya dia tidak ingin membangunkan ibunya.Namun dia merasa ganjil, keganjilan itu adalah dia tidak melihat ayahnya.


"Bapak kemana yaa? Kok tidak ada? Tapi malam tadi masih ada dirumah."gumamnya


"Yasmin,sedang apa kau disana nak?" Terdengar suara ibunya Yasmin yang sudah bangun dari tidurnya,dan Yuanika heran melihat anak nya yang berada dipintu kamarnya.


"Yaa ibu,maaf Bu.Sebenarnya aku tadi ingin membangunkan ibu,tapi sepertinya ibu enak sekali tidurnya.Jadi,aku tidak ingin menganggu tidur ibu yang nyenyak."ucap Yasmin


"Ohh begitu,ibu kira ada apa, sampai-sampai kau berada disitu."sahut ibunya Yasmin


"Ohh yaa Bu,bapak kemana?"tanya Yasmin


"Bapak? Lho,emang nya bapak mu tidak ada diluar? Ohh tuhan,ibu ingat! Malam tadi bapak mu pergi dan berarti dia tidak pulang-pulang sampai sekarang?"ucap Yuanika yang teringat suaminya pergi ke luar


"Pergi kemana bu dan jam berapa bapak pergi?"tanya Yasmin yang ikut terkejut mendengar penuturan ibunya


"Seingat ibu,bapak mu keluar tepatnya jam sepuluh malam.Dan dia tidak bilang mau pergi kemana."sahut Yuanika,dia sedikit risau setelah mengetahui jika suaminya belum pulang.


"Mungkin bapak ke rumah temannya Bu,dan tidak sempat pulang.Lalu dia menginap di rumah temannya.Lebih baik ibu lekas bangun,aku sudah menyiapkan makanan."ucap Yasmin begitu melihat ibunya yang sudah khawatir


Yuanika mengangguk,lalu dia beranjak dari tempat tidur.Dan dia pun mengambil handuk lalu segera menuju ke kamar mandi.


Sedangkan Yasmin dia menyapu rumahnya,dan dia melihat adiknya yang sudah siap untuk berangkat kerja.


"Bapak kemana kak?"tanya Farisham pada kakaknya


"Kata ibu,tadi malam bapak keluar dan pergi entah kemana.Dan sampai sekarang belum pulang."jawab Yasmin


"Mungkin saja bapak ke rumah temannya dan dia tidak sempat pulang,lalu bapak menginap dirumah temannya."ucap Farisham


"Kakak juga berpikir begitu dan kakak juga mengatakan hal itu kepada ibu."ucap Yasmin


"Semoga saja bapak baik-baik saja."


"Amiinnn."


Selesai menyapu,Yasmin menuju ke dapur dan disana sudah ada ibu dan adiknya.Lalu mereka mulai sarapan bersama.


*********


Bimasena merasakan tubuhnya sakit sekali dan dia merasa haus serta lapar.Para pria yang menyiksanya itu benar-benar menuruti perintah dari saudara kembar Fandi,yaitu Jefri.Mereka tidak memberikan dia sedikitpun air,padahal dia merasa haus sekali.

__ADS_1


Sudah seharian semalam dia dikurung disini dan Bima hanya bisa memejamkan matanya sambil menahan rasa sakit diseluruh tubuhnya.


Dia mengutuk Fandi. Semua ini karena Fandi,bahkan dia yang sudah mati saja.Ada saja keluarga nya yang datang membalaskan dendam kepadanya.Bima kesal sekali,apalagi sekarang anak sulung nya mencintai putra Fandi itu.


"Benar-benar sialan!" umpatnya


"Siapa yang sialan?"tanya seseorang yang tiba-tiba masuk ke dalam ruangan itu,dan Bima melihat siapa pemilik suara itu.Siapa lagi kalau bukan Jefri,saudara kembar si Fandi sialan.umpat Bima dalam hatinya


Bima memandang Jefri dengan tatapan tajam,namun sayang sekali.Jefri tidak merasa terintimidasi dengan tatapan Bima itu.Malah dia tertantang dengan tatapan Bima,bagi nya itu adalah hal yang bagus.


"Kenapa kau memandang ku seperti itu, hehehe!! Apa kau merasa kesakitan dan kelaparan?"tanya Jefri sambil terkekeh kecil begitu Melihat keadaan Bima yang kesakitan


"BANGSAT! LEPASKAN AKU."ucap Bima menggeram menahan amarah


"Lepaskan? Haha tidak semudah itu,ini belum seberapa dengan hal yang kau lakukan kepada adik dan adik ipar ku."ucap Jefri dengan sarkastik


"Lepaskan aku,mari kita bertarung."sentak Bima


"Jangan mimpi. Kau tidak akan bisa lepas dari sini,sampai aku yang mengizinkan."ucap Jefri tersenyum jahat,lalu dia mengeluarkan pisau dan satu buah jeruk nipis.


Bima bingung melihat apa yang berada di tangan Jefri.


Jeruk dan pisau,untuk apa? Batin Bima berucap


"Kau pasti bertanya-tanya kan,untuk apa pisau dan jeruk ini? Tentu saja ini adalah hadiah yang akan aku berikan kepadamu."ucap Jefri dengan senyum lebar


Lalu Jefri berdiri dan menghampiri Bima yang sedang terikat dan tidak berdaya sedikit pun.Sebab dia merasa kelaparan dan kesakitan saat ini.


"Tentu saja aku ingin bersenang-senang,dan kau pasti akan merasakan sensasi yang berbeda setelah ini."ucap Jefri


Jefri merobek baju belakang Bima dan dia mengiris jeruk nipis itu,kemudian dia memeras jeruk itu pada bekas cambukan anak buahnya tadi.


"ARGGHHHHHH.......APA YANG KAU LAKUKAN?"teriak Bima dengan keras


Perih.


Itulah yang Bima rasakan saat ini.Sedangkan Jefri,dia sangat senang melihat Bima kesakitan.Jiwa psikopat nya sudah timbul.


"Perih sekali."lirih Bima


"Hanya begitu,kau sudah merasakan perih? Lalu bagaimana dengan Argana keponakan ku yang kehilangan orang tua sejak dia dilahirkan? Apakah kau tidak berpikir,jika anak mu diperlakukan oleh orang lain seperti itu.Apakah kau akan diam saja,tentu tidak kan?"bentak Jefri dengan amarah yang menguasai dirinya.Lalu dia menekan pundak Bima dengan keras.Tepat dibagian luka yang menganga.


"Arrhhhhhh..... Hentikan! "Ucap Bima yang merasakan sakit


Jefri ingin sekali melenyapkan Bima saat ini,namun kematian sangat mudah untuk nya.Dia tidak ingin membunuh Bima,dia ingin Bima mengakui perbuatannya kepada warga desa beringin.Dia ingin nama adik dan adik iparnya bersih dari fitnah yang dilontarkan oleh Bima.


"Jhony."panggil Jefri pada salah satu anak buahnya

__ADS_1


"Iya tuan."ucap Pria berbadan besar itu menghadap Jefri


"Beri dia minum dan makan,jangan biarkan dia mati secara mengenaskan.Lalu obati luka nya,aku tidak ingin dia mati secepat itu.Karena dia masih diperlukan untuk membersihkan nama adik dan adik ipar ku."ucap Jefri memberi perintah pada Jhony


"Baik tuan."ucap Jhony patuh


"Bagus,aku akan keluar dulu.Jika ada apa-apa, segera hubungi aku."ucap Jefri sambil menepuk bahu anak buah nya,dan Jhony pun mengangguk cepat.Jefri pun meninggalkan tempat itu ,dia akan pulang ke rumahnya.


*********


Argana memasuki rumah dengan lesu,bukan karena kecapekan.Tapi dia masih dilema dengan perkataan sahabatnya.


Tapi tetap saja om Bima ikut andil dalam kejadian itu,dan pelaku utamanya adalah dia sendiri.Karena dia tega memfitnah ayah dan ibu Lo,Arga.Lo harus tau,jika fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan."ucap Takeshi dan dibalas anggukan Marcelian.


Kalau menurut gua sih,yaa terserah elu."ucap Takeshi


"Kalau gua jadi elu,gua gak akan tinggal diam.Gua akan balas perbuatan om Bima dan gua akan buat perhitungan sama dia."ucap Marcelian dengan menggebu-gebu


"Bisa aja lu."sahut takeshi


"Yaa dong."


Mendengar ucapan sahabat-sahabatnya,Argana jadi semakin dilema.


Harus kah dia mengakhiri hubungan nya dengan Yasmin? Jika dulu dia tidak mendapat kan restu dari Bima,sekarang keluarganya sangat menentang hubungan nya.


"Kalau gua jadi elu,yaa tinggal putusin aja tuh si Yasmin. Masih banyak gadis lain bro."ucap Marcelian yang makin membuat Argana dilema


"Harus yaa gua akhiri hubungan gua dengan Yasmin?"tanya Argana


"Kalau menurut gua sih yaa,masa lu tega menentang keinginan keluarga elu hanya gara-gara gadis itu.Cinta yaa cinta,tapi pakai logika juga.Jangan sampai elu menyesal suatu hari nanti dan kepikiran. ' Kok gua mau yaa nikah sama Yasmin,padahal ayah nya telah ikut andil dalam kejadian yang menimpa ayah dan ibuku. ' setelah itu,Lo dihantui rasa penyesalan."ucap Marcelian yang semakin membuat Argana dilema


Perkataan sahabatnya terus terngiang-ngiang di pikiran nya.Begitu pula perkataan kakeknya,yang ikut-ikutan bermain dalam pikiran nya.


Kakek,apa yang harus aku lakukan? Bagaimana dengan hubungan ku dengan Yasmin? Harus kah aku mengakhiri nya?"tanya Argana pada Johan


"Arga,untuk saat ini aku memohon padamu.Aku tidak bisa menerima gadis itu menjadi cucu menantu ku.Maaf...!!"ucap Johan


Argana berpikir, Haruskah dia merelakan gadis itu begitu saja?


"Maaf Argana ,bukan maksud kakek ingin menyakit hatimu.Walaupun kakek tahu,jika ayah nya yang melakukan itu semua.Tapi tetap saja dia adalah anak dari pria yang menjadi penyebab kematian ayah dan ibu mu."ucap Johan


"Aku akan memikirkannya kakek."ucap Argana lalu berjalan menuju ke kamarnya


Akhir nya Argana menghela nafas berat.Dia pun segera memasuki rumah dan segera menuju ke kamar mandinya.Lalu dia mandi menggunakan air dingin,rasa nya sejuk sekali.


Selesai mandi,dia langsung berwudhu dan memakai pakaiannya.Kemudian dia mengerjakan shalat dengan khusyu.

__ADS_1


*********


BERSAMBUNG


__ADS_2