DENDAM YANG MEMBARA

DENDAM YANG MEMBARA
CHAPTER 47


__ADS_3

...


...


...***...


Malam itu mereka masih berada di ruangan perawatan Hasegawa Yuuto. Ada yang merasa menyesal, karena tidak bisa membantu orang yang paling mereka cintai?.


"Mikoto sangat tertutup padaku." Ucapnya dengan perasaan sedih yang sangat luar biasa. "Mungkin saat itu hase mendapatkan ancaman dari ibuku." Ia masih ingat dengan kejadian itu.


"Apakah karena hase berasal dari wanita yang telah merusak rumah tangga orang lain?. Hase dicap sebagai anak haram. Sehingga diperlakukan dengan sangat kejam seperti itu?." Entah kenapa hatinya sangat sakit saat berkata seperti itu. "Aku tidak salah. Harusnya aku lebih memperhatikan hase." Hase Sensei sangat menyesal. "Jika saja aku lebih perhatian padanya, mungkin have tidak akan meninggal dengan kondisi yang mengenaskan." Itu adalah ungkapan penyesalan yang la rasakan saat itu. "Kini hase adikku gentayangan di dalam diri hasegawa yuuto. "Lanjutnya.


"Gentayangan di dalam tubuh hasegawa yuuto?." Ia terlihat terkejut.


"Ya. Adikku hase gentayangan di dalam tubuh hasegawa yuuto." Ucapnya sambil memperhatikan Yuuto.


"Kenapa itu bisa terjadi?." Itulah pertanyaan yang ada di dalam pikirannya. "Bagaimana mungkin itu bisa terjadi?. Apakah kau bisa menjelaskan sesuatu padaku?." Perasaan penasaran itu sangat besar.


"Aku juga tidak tahu, Kenapa itu bisa terjadi. Hanya saja saat ini hase memang bersama yuuto." Jawabnya dengan perasaan aneh.


"Lantas?. Jika memang hase berada di dalam tubuh anak itu?. Bagaimana dengan hase saat ini?. Apakah dia juga akan tertidur?." Itulah pertanyaan yang muncul di dalam kepalanya saat itu.


"Itulah yang membuat aku penasaran. Apakah hase masih akan Menggunakan tubuh yuuto atau tidak" Ucapnya sambil memperhatikan Yuuto yang masih terbaring lemah.


"Aku juga penasaran dengan itu." Dalam hati Natsume Sensei mengamati Yuuto.


"Aku akan merawatnya dengan baik. Aku penasaran. Apakah benar hase bersama anak ini?." Yamazaki Yui tersenyum kecil. "Aku sangat ingin bertemu denganmu hase." Lanjutnya.


...***...

__ADS_1


Sementara itu di alam bawah sadar Hasegawa Yuuto


"Maafkan aku yuuto." Ucapnya dengan penuh penyesalan. Maafkan aku, karena aku tidak bisa melindungi mu." Lanjutnya.


"Jangan terlalu dipikirkan mikoto-kun." Ucapnya dengan senyuman manis. "Aku rasa ini bukanlah sesuatu yang ada kita sesali. Anggap saja pada saat ini kita sedang beristirahat karena telah membuat mereka ketakutan." Mungkin itu adalah sebuah hiburan yang ia tunjukkan pada Mikoto.


"Tapi, jika keadaanmu seperti ini kau tidak akan bisa balas dendam." Itulah yang ia khawatirkan saat itu.


"Aku tidak apa-apa, aku yakin aku bisa membalaskan dendam ini pada mereka." Balasnya lagi. "Tentunya kita bisa melakukan balas dendam yang membara ini." Lanjutnya dengan sangat yakin.


"Lantas apa yang akan kita lakukan sekarang?. Tentunya aku tidak akan bisa melakukan apapun jika kau terbaring lemah seperti ini." Ada perasaan cemas yang ia rasakan saat itu.


"Seperti yang aku katakan sebelumnya. Anggap saja ini kita sedang beristirahat." Ucapnya dengan terkekeh kecil. "Aku yakin saat ini mereka merasa puas karena telah berhasil melukai aku." Entah kenapa perasaannya mengatakan seperti itu.


"Hufh!." Mikoto Hase sedikit menghela nafasnya. "Kau ini selalu saja mengejutkan aku." Ucapnya sambil menepuk pundak Yuuto. "Terkadang aku bertanya pada diriku. Yang lebih sadis itu kau atau aku?. Karena kau memiliki ide yang sangat gila luar biasa." Pada saat itu ia ingin tertawa dengan keadaan yang terjadi, akan tetapi pada di sisi lain ia ingin mengungkapkan bagaimana rasa simpati yang ia rasakan terhadap temannya itu.


Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Simak terus ceritanya.


...***...


Kembali ke alam nyata.


Natsume Sensei pamit. Karena ada hal pentingnya akan ia lakukan pada saat itu. "Sebenarnya aku merasa kepadatan, akan tetapi aku lakukan ini karena demi kesehatannya, maka akan aku biarkan kau membawanya." Ucapnya dengan perasaan yang sangat berkecamuk. "Tapi jangan halangi aku untuk selalu menemuinya. Karena dia masih dalam pengawasan kami." Itulah yang ia katakan pada saat itu.


"Aku tidak akan menghalangi siapapun yang ingin bertemu dengannya. Tapi aku akan membunuh siapa saja yang berani mencoba untuk mencelakainya." Ucapnya dengan nada penuh ancaman.


"Kalau begitu aku pergi dulu." Setelah berkata seperti itu ia pergi meninggalkan ruangan itu.


"Namaku mikoto mikami. Kakaknya mikami hase." Hase Sensei kembali memperkenalkan dirinya. "Aku sangat khawatir dengan keselamatan siswaku. Akan tetapi demi keselamatannya akan aku serahkan semuanya padamu." Ucapnya dengan penuh permohonan.

__ADS_1


"Tenang saja. Jika itu ada hubungannya dengan hase, maka aku tidak akan sungkan-sungkan untuk membantumu. Jadi serahkan semuanya padaku." Itulah yang ada di dalam pikirannya saat itu.


"Terima kasih banyak, karena kau telah bersedia membantu kami." Hase Sensei sangat senang dengan itu.


"Tentu saja. Karena bagiku hase adalah seseorang yang ingin aku lindungi." Ada perasaan sedih yang dirasakan.


"Kalau begitu aku permisi dulu. Selamat malam." Dengan nada bersahabat ia berkata seperti itu.


"Selamat malam." Balasnya.


Hari ini ia menceritakannya, menceritakan masa lalunya dengan Mikoto Hase. Hatinya sangat sakit saat itu, karena Mikoto Hase bunuh diri. "Hase kun?." Yui mendekati Yuuto. Hatinya pada saat itu sangat bergetar, hatinya sangat sakit mengingat apa yang telah terjadi di masa lalu. Ia sungguh tidak menduga sama sekali, jika Mikoto Hase?. "Bagaimana mungkin kau bisa gentayangan seperti itu?. Apakah kau mencoba untuk melakukan sesuatu dengan anak ini?." Ucapnya sambil menyentuh tangan Yuuto.


Deg!.


Saat itu ia kembali diseret oleh dimensi yang sangat aneh. Sungguh, perasaanya sangat heran ketika ia melihat ada dua orang anak remaja yang memiliki wajah yang hampir sama?.


"Kalian siapa?." Tanpa sadar ia bertanya seperti itu.


"Apakah kau tidak kenal denganku yui-chan?." Mikoto Hase terlihat sedikit kecewa. "Bukankah sebelumnya kita bertemu di alam ini?." Ia mencoba untuk tersenyum walaupun kaku.


"Hase kun." Rasanya ingin ia menangis dengan apa yang telah terjadi. "Kenapa kau bisa bersama dengannya?." Itulah yang ingin ia tanyakan.


"Aku bersamanya karena dia memiliki nasib yang sama denganku." Jawabnya. "Kami memiliki kemalangan hidup yang sama. Jadi sudah sewajarnya aku membantunya." Ucap Mikoto Hase sambil menepuk pundak Yuuto.


"Apa yang akan kau lakukan dengannya?. Apakah kau bisa menjelaskan padaku?." Yui sangat penasaran dengan alasan Mikoto Hase bersama Hasegawa Yuuto. "Katakan padaku semuanya. Aku sangat ingin mengetahui semuanya." Yui hampir saja menangis.


Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Simak terus ceritanya.


...***...

__ADS_1


__ADS_2