
Setelah kepergian Argana,Yasmin semakin kepikiran dengan pemuda itu.Hati nya juga diliputi rasa bersalah,sama hal nya seperti yang dirasakan oleh Argana.Karena ayah nya lah,kedua orang tua Argana menjadi tiada.
Yasmin melihat jam di dinding dirumah nya,pukul tiga dini hari.Mata nya sangat mengantuk,tapi rasanya dia sangat sulit memejamkan matanya.Sebab,terus memikirkan hal ke depannya.Bagaimana nasib percintaan nya yang telah kandas? Padahal mereka masih saling mencintai satu sama lain.
Dan bagaimana kehidupan yang akan dijalani oleh ibu dan adiknya serta dirinya nanti? Apakah mereka akan dikucilkan warga. Karena saat ini,semua warga sudah mengucilkan keluarga mereka.Bahkan,tidak ada satu orang pun yang hadir dan ikut membantu keluarganya.Selain pak kades dan ustadz Mirza.
Kenapa kehidupan nya begitu cepat berubah? Dan Yasmin selalu mempertanyakan pada dirinya sendiri. Kenapa hanya ayah nya saja yang disalahkan? Padahal,warga desa beringin juga ikut terlibat dalam kejadian yang menimpa kedua orang tua Argana.
Memikirkan semua itu,membuat kepala Yasmin terasa pusing.Dari pada terus larut memikirkan permasalahan ini, mungkin sebaiknya dirinya memejamkan mata.
Mayat Bima dan ibunya akan dimandikan dan dikuburkan sebelum Dzuhur.
*********
Ayam berkokok dengan lantang dan membangunkan semua orang.Begitupun Argana yang tidur beberapa jam yang lalu.Kini dia sudah bangun dan mereka ingin mandi,namun dia tidak membawa baju ganti.
"Sudah jam enam,aku ingin sekali mandi,namun aku tidak membawa pakaian ganti.Rasa nya aku gerah sekali."ucap Argana pada dirinya sendiri
Tiba-tiba saja Argana teringat dengan Yasmin,gadis itu terlihat sangat sendu.Argana masih sangat mencintainya,bahkan cinta gadis itu belum bergeser sedikit pun dari hatinya.Tapi, mengingat perkataan ibunya malam tadi.Hati Argana sakit sekali,wanita itu merasa paling tersakiti.Padahal dia juga sama-sama menjadi korban akibat perbuatan Bima dan warga desa beringin.
Jika memikirkan itu terus menerus,hati Argana selalu diliputi rasa bersalah dan tidak tenang. Dan sekarang,dia kepikiran dengan paman dan kedua kakeknya.Entah dimana mereka sekarang dan apa yang mereka lakukan? Begitu lah yang ada dalam pikiran Argana.
Lalu dia memeriksa ponsel miliknya dan mencari nomor telepon Johan.Dan dia menekan tombol telepon, tersambung namun sang kakek tidak mengangkat nya.Kemudian dia menelpon sang kakek kembali, sambungan kedua langsung diangkat Johan.
"Assalamualaikum. Kakek dimana?"ucap Argana langsung
"Waalaikumsalam. Kakek sedang berada didalam mobil bersama Kakek dan paman mu. Ada apa nak?"ucap Johan dan bertanya balik
"Sebaiknya kalian ke rumah yang dekat dengan gerbang desa beringin ini kek."ucap Argana
"Kerumah itu,untuk apa?"tanya Johan dengan nada heran
"Beberapa bulan yang lalu,aku membeli rumah ini kek.Karena disini dulu,rumah ayah dan ibu dibangun.Jadi aku membelinya.Begitu lah ceritanya,jadi segera kesini."ucap Argana
"Ohhh begitu, yasudah.Aku dan mereka akan segera kesana."ucap Johan
"Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam."
Setelah panggilan berakhir,Argana teringat jika dia dan kedua sahabatnya mempunyai toko disini.Dan didalam toko mereka ada berbagai macam-macam jenis barang yang dibutuhkan untuk kehidupan sehari-hari.Seperti nya dia harus segera kesana saja bersama sang kakek.Lalu dia menelpon kakeknya kembali dan langsung diangkat.
"Hallo Arga,ada apa lagi."ucap Johan
"Sebaiknya kakek ke toko milik aku dan sahabatku saja kek,kita bertemu disana saja.Tidak jauh dari rumah yang aku beli ini."ucap Argana
"Baiklah,untung kami belum berangkat."
"Hehe iya kek."
Setelah telepon berakhir, Argana membangun kan Takeshi.
"Woyy....bangun." Argana membangun kah sahabatnya itu,namun bukan nya bangun.Takeshi malah menyahut dengan mata terpejam. "Hmmm....nanti saja mama.Keshi masih ingin tidur,ngantuk banget."ucap Takeshi
__ADS_1
"Bangun Lo,Alifa nyariin Lo tuh."ucap Argana
Takeshi terkejut dan langsung bangun dengan mata setengah terpejam."Dimana Alifa? Lo gak bercanda kan?"ucap Takeshi yang masih mengumpulkan nyawanya
"Gak ada."sahut Argana santai
"Sialan! Lo bohongin gua."sahut Takeshi menggerutu kesal
"Yaa lagian Lo susah banget dibangunin,sekali gua nyebut nama Alifa.Lo langsung bangun,pasti Lo asik mimpi jorok yaa?"tanya Argana usil
"Mulut Lo yang kotor. Gua malah mimpi serem tau."sahut Takeshi
"Seseram apa sih mimpi Lo? Ketemu sundel bolong?"ucap Argana sambil meledek sahabat nya
"Bukan."ucap Takeshi
"Terus?" Ucap Argana heran dan penasaran
"Gua mimpi,jika ayah nya Yasmin dan neneknya jadi setan gentayangan.Mereka meneror warga desa beringin,dan mereka menuntut balas atas kematian mereka.Hiii sumpah serem banget!"ucap Takeshi
DEG.
Argana juga memimpikan hal yang sama."Kok mimpi Lo dan gua bisa kebetulan sih?"tanya Argana
"Nah,ini paling mengejutkan.Apa jangan-jangan mereka bakal neror warga ? Jika beneran,wah pasti serem."ucap Takeshi yang sedikit merinding
"Tapi,gua berharap jika itu cuma bunga tidur saja.Kalau beneran terjadi,gua gak bisa bayangin bagaimana menderita nya keluarga Yasmin.Malam tadi saja,mereka sudah di kucilkan."ucap Argana
"Menurut gua,warga desa ini jahat dan kejam banget.Jika ada yang berbuat masalah,bukan nya diberi kesempatan malah diberi hukuman yang sadis.Contoh nya, dibakar. Gak habis pikir gua sama pemikiran mereka."ucap Takeshi
"Ehh gua lupa,pasti kakek dan paman gua tiba di toko milik kita."ucap Argana dan beranjak dari tempat duduknya
"Maksud Lo apaan?"tanya Takeshi
"Kita akan pergi ke toko , disana kita bisa mandi dan memasak.Di toko itu kan keperluannya cukup."ucap Argana
"Bener juga yaa omongan Lo,kok bisa gua lupa yaa.Seharusnya malam tadi kita menginap disana.Pasti enak kita tidur."gerutu Takeshi
"Udah ,jangan banyak omong.Cepat bangun,kita akan segera kesana."ucap Argana dan berlalu duluan
"Hmm iya iya,bawel Lo."sahut Takeshi
Mereka berdua pun keluar dari rumah dan menuju ke toko.
Sementara itu,Johan yang telah selesai bertelepon dengan Argana tadi.Dia langsung membangun kan Ibrahim dan Jefri.
"Heii...kalian berdua,cepat bangun."ucap Johan
"Hmm.....aku masih ngantuk paman."ucap Jefri yang menguap dan langsung menutup mulutnya
"Ayolah,Argana menyuruh kita untuk pergi ke toko milik dia dan kedua sahabatnya."ucap Johan
"Ngapain kita kesana."tanya Ibrahim
__ADS_1
"Entahlah,cepatlah kalian bangun dan setir mobil kalian.Aku akan pindah ke mobil kami."ucap Johan
Lalu dia keluar dari mobil Jefri dan masuk ke dalam mobilnya sendiri.Kemudian dia duduk dibalik kemudi dan menghidupkan mesin mobil.Dia mengarahkan mobil nya ke lokasi yang Argana katakan.
Sedangkan Jefri dan Ibrahim,mata mereka terpaksa melek.Jefri pun menghidupkan mesin mobil nya dan mengikuti mobil Johan.Tidak lama kemudian,mereka tiba didepan toko milik Argana dan sahabatnya.
Johan sudah turun terlebih dahulu,rupanya Argana dan Takeshi juga baru sampai.Jefri dan Ibrahim pun ikut turun dari mobil.
Argana pun membuka pintu toko,mereka pun masuk ke dalam.
*********
Ustadz Mirza dan istrinya menitipkan anak mereka pada tetangga.Beruntung Mizan mau ditinggal,karena mereka berdua akan pergi ke rumah Bima.Karena pagi ini,jenazah akan segera dimandikan.Mereka pun sudah menyiapkan keperluan yang akan dibawa ke rumah Bima.Seperti Kain kafan dan lainnya.
Setelah tiba di rumah Bima,rumah itu masih terlihat sepi."Umi tidak habis pikir dengan warga,Abi. Kok tega sekali mereka mengucilkan keluarga pak Bima."ucap istri ustadz Mirza kesal
"Abi juga berpikiran begitu Umi,karena tahu mereka dikucilkan.Itu sebab nya Abi membawa umi untuk memandikan jenazah ibunya pak Bima.Sedangkan bapak akan memandikan jenazah Pak Bima nanti."ucap ustadz Mirza
"Umi jadi kasihan pada keluarga mereka,tapi umi juga kesal atas sikap pak Bima."gerutu istri ustadz Mirza
Ustadz Mirza sendiri tersenyum mendengar perkataan istrinya."Umi,gak boleh begitu.Sekarang beliau telah tiada dan alangkah baiknya kita mendoakan supaya dia tenang disisi Allah.Dan semoga Allah melembutkan hati warga sini untuk bersimpati pada keluarga pak Bima."ucap ustadz Mirza
"Amiiinnn,semoga saja Abi."ucap wanita yang berhijab lebar itu
Lalu mereka mengetuk pintu rumah Bima."Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam."sahut seseorang dari dalam,dan pintu rumah dibuka oleh Yasmin
"Silahkan masuk ustadz, ustadzah."ucap Yasmin dan dibalas anggukan oleh pasangan suami istri itu
Mereka berdua mulai memandikan jenazah dan dibantu oleh Yasmin serta Farisham dan ustadz Saman yang masih berada disana.Setelah selesai memandikan jenazah,mereka mulai mengkafani jenazah hingga semua nya selesai.
Setelah itu,mereka akan membawa jenazah Bima dan jenazah ibunya ke surau.Dan pak kades sudah pergi dari rumah itu sebelum jenazah nya dimandikan.Dia memohon bantuan warga yang mau menyolatkan Bima serta ibunya.Dan syukurlah,mereka mau.Pak kades sangat senang sekali.
Pukul delapan,jenazah disholatkan dan setelah selesai.kedua jenazah akan segera dimakamkan.Saat mereka tiba di pekuburan,orang yang disuruh menggali kubur sudah keluar dari sana.Dengan hati-hati mereka memasukkan jenazah ke dalam dua liang lahat itu.Setelah dimasukkan, tiba-tiba entah dari mana.Puluhan kelabang mengerumuni jasad ibu dan anak itu.Semua warga terkejut melihat itu,apalagi keluarga Bima.
"Astaghfirullahal'adzim.....kenapa banyak sekali kelabang?"ucap mereka semua
"Astaghfirullah,bapak ,nenek."gumam Yasmin dan Farisham sedih
Bahkan,saat hendak dikuburkan saja.Mereka juga mendapatkan hukuman alam seperti itu.Sungguh miris sekali.
"Ini pasti akibat dari perbuatan-perbuatan mereka yang tidak baik."
"Iya,karena mereka sudah berbuat jahat semasa hidupnya."
"Hussstt,,,gak boleh begitu! Kasihan keluarga nya yang mendengar perkataan kalian."
Lalu ustadz Saman berdoa pada Allah,agar puluhan binatang itu segera dihilangkan.Dan Alhamdulillah, binatang-binatang itu langsung hilang.
Lalu mereka menimbun liang lahat itu dengan tanah hingga selesai.Ustadz saman pun mulai berdoa dan setelah selesai.Semua warga pergi meninggalkan pekuburan.
*********
__ADS_1
BERSAMBUNG