
...***...
Hase sensei dan Natsume sensei sangat terkejut ketika mendengarkan nama Mikoto yang disebutkan oleh Yuuto?. Bahkan mereka melihat arah pandangan Yuuto ke arah sampingnya, seakan-akan ia memang sedang berbicara dengan ses di sebelahnya?.
Tapi kita lihat lanjutannya?.
"Hem. Kenapa kau malah menyebut namaku, kau ini nekat sekali yuuto xixixixi." Mikoto tertawa aneh karena tingkah Yuuto yang tak terduga, ia tidak menyangka Yuuto akan menyebut namanya disaat kondisi seperti ini
"Aa gomen mikoto kun." Seakan memang ada sosok Mikoto Yuuto meminta maaf pada Mikoto dengan wajah bercanda, tanpa memperdulikan Hase Sensei dan Natsume Sensei yang menatap aneh padanya
"A-apa yang kau katakan hase-kun?." Cukup lama keterkejutan Hase Sensei, mana mungkin ada Mikoto di sini sementara ia tidak melihat apapun?. Apalagi yang dilakukan oleh Hasegawa Yuuto?.
"Ano ne, hase sensei. Sejak sensei memberikan seragam ini saya terhubung dengan mikoto, dan dia ada di ruangan ini, berdiri di sampingku." Yuuto menunjuk ke sampingnya bahwa ada sosok Mikoto Hase yang hanya dilihat oleh dirinya saja.
"Sejak memakai mikoto hase adikku?." Antara percaya dan tidak, namun Hase Sensei ingin tau juga apa yang dikatakan oleh Yuuto, namun ia ingat bahwa memang ia menyerahkan seragam adiknya pada Yuuto saat pertama kali mereka bertemu, tapi tidak menyangka akan seperti ini?.
"Berhentilah membodohiku HASEGAWA YUUTO!. Mana mungkin orang yang sudah lama mati masih ada di sini, berhentilah membual, dan akui saja perbuatanmu." Natsume Sensei sangat emosi, jelas-jelas tidak ada siapapun di sini kecuali mereka bertiga.
"Aku heran kenapa natsume sensei bersikeras sekali menyalahkan Hase Kun, sebenarnya ada apa natsume sensei." Hase Sensei jadi keheranan melihat sikap Natsume Sensei pada Yuuto yang seakan memiliki dendam. Natsume Sensei tidak menanggapi apa yang dikatakan oleh Hase Sensei, matanya hanya terpaku pada Yuuto.
Yuuto menatap Natsume Sensei dengan senyuman ramah. "Ne natsume sensei. Mikoto hase memang ada di sini loh?." Ucapnya dengan tenang sambil melirik ke arah Mikoto. "Ne mikoto, coba kamu ambil buku itu." Lanjut Yuuto sambil menunjuk buku catatan siswa yang berurusan dengan guru BK.
Mikoto melihat ke arah Yuuto. "Kau serius yuuto?. Jangan nyesal loh?." Mikoto memperingati Yuuto, ia tidak tau apa yang ada dipikiran Yuuto saat ini, tapi rasanya menyenangkan juga mengikuti permainan Yuuto saat ini.
"Um, biar mereka percaya bahwa kau itu ada di sini." Balas Yuuto dengan santainya, ia malah tertawa geli melihat ekspresi Mikoto yang kebingungan.
"Haik wakarimashita, yuuto sama." Mikoto mengerti, ia akan turuti apa yang diinginkan oleh Yuuto, seperti janjinya bahwa ia akan melakukan apapun yang Yuuto inginkan, termasuk hal sederhana seperti ini.
Hase Sensei dan Natsume Sensei memperhatikan apa yang akan terjadi berikutnya. Mereka berdua terkejut karena buku catatan siswa itu terbang melayang tanpa di sentuh oleh siapapun, percaya atau tidak itulah yang mereka lihat.
__ADS_1
"Masih belum percaya?." Yuuto tertawa geli melihat ekspresi Hase Sensei dan Natsume Sensei yang takut.
"Hase kun, adikku itu kah kau?." Dengan hati-hati Hase Sensei bertanya, apakah adiknya jadi arwah gentayangan?.
"Yuuto, kenapa kau bisa bersama mikoto?." Natsume Sensei jadi penasaran kenapa arwah Mikoto Hase dapat dilihat oleh Yuuto?
"Ne yuuto, katakan pada kakakku bahwa aku masih hidup bersama dendamku. Jadi jangan halangiku untuk balas dendam." Mikoto menaruh kembali buku yang ia pegang pada tempatnya, ia melihat serius ke arah Yuuto.
"Mikoto bilang ia masih hidup dengan dendamnya, juga dendamku. Jadi jangan halangi kami membalas mereka, sensei." Yuuto menyampaikan apa yang dikatakan oleh Mikoto, namun menambahkan kata kami, membuat Hase Sensei dan Natsume Sensei terkejut.
PLAK!.
Tanpa pikir panjang lagi Natsume Sensei menampar keras pipi Yuuto, ia benar-benar tidak tahan lagi.
"APA KAU INGIN MENJADI SEORANG KRIMINAL?!. HAH?!." Natsume Sensei hampir gila karena ucapan Yuuto barusan, ada apa dengan anak ini?.
Sedangkan Mikoto yang melihat itu refleks memasuki tubuh Yuuto, dan menatap tajam ke arah Natsume Sensei, mata itu memerah serta seringaian yang mengerikan.
"Ne. Natsume Sensei,,, apakah kau selama ini peduli padaku, atau akan aku katakan pada semua orang bahwa kau adalah,,,," Yuuto yang suaranya bersatu dengan Mikoto menambah suasana semakin merinding.
"KATAKAN SAJA, KATAKAN APA YANG INGIN KAU KATAKAN, KARENA ITU HENTIKAN SEMUA PERBUATANMU" teriak Natsume Sensei sudah tidak tahan lagi, biar saja orang tau apa hubungannya dengan Yuuto, jika itu membuat Yuuto berhenti melakukan kejahatan
"Natsume Sensei" Hase Sensei jadi serba salah mau membela siapa, tapi ia juga tidak mau Yuuto melakukan kejahatan.
"Aaa gomen nasai Natsume Sensei, aku rasa belum saatnya, lagipula kau juga yang mengajariku melakukan kejahatan" kali ini suara Yuuto yang terdengar jelas, seakan mereka sedang bertukar posisi dalam satu tubuh saat ini
"Apa maksudmu, kau ingin menyalahkan aku?" Natsume Sensei tidak mengerti jalan pikiran Yuuto, kenapa anak ini keras kepala sekali? Mengalah saja dan akui perbuatannya, jadilah anak yang baik, apakah ia tidak bisa melakukan itu?
"Ne, Natsume Sensei, meninggalkan, membiarkan, sekaligus mengabaikan aku itu termasuk kejahatan loh" tatapan mata merah itu bercampur kesedihan yang mendalam
__ADS_1
"Anak ini" batin Natsume merasa terpukul keras batinnya dengan ucapan Yuuto. Apakah anak ini mau mengancamnya dengan kejadian masa lalu?
"Ne Hasegawa Kun, Hase Kun, jika kalian memang berdua merasa sakit kenapa tidak berbicara padaku" Hase Sensei cukup untuk diam memperhatikan pembicaraan mereka, ia tidak tau apa yang terjadi antara Yuuto dengan Natsume Sensei, tapi jika berhubung dengan kejahatan, ia tidak akan membiarkan ini terjadi.
"Gomen ni san, tidak mudah meski aku mengatakan semuanya padamu, aku harap nii san tidak mengganggu kami" kali ini Mikoto yang mengambil alih tubuh Yuuto.
"Hase Kun, aku mohon dengarkan aku, ceritakan semuanya agar aku dapat mengurangi bebanmu Hase Kun, jangan libatkan Hasegawa" Hase Sensei berusaha membujuk Mikoto adiknya agar tidak melanjutkan dendamnya. Masih ada cara lain agar mereda dendam, ia harap adiknya tidak melakukan kejahatan apapun walaupun telah menjadi arwah gentayangan
"Berbicara tidak akan membawa apa-apa, dendam masa lalu dan masa kini telah terhubung, kami telah menyatu" dari tubuh Yuuto keluar aura gelap hitam yang membuat Natsume Sensei dan Hase Sensei terkejut hingga mereka mundur beberapa langkah
"Kalian tidak akan mengerti rasa sakit yang kami alami" suara itu semakin berat, namun pilu untuk didengar, "kami menyimpan rasa sakit itu hingga kami berakhir seperti ini, jadi kata-kata tidak ada gunanya " setengah berteriak suara itu menguar di dalam ruangan BK
"Hummm" Yuuto menyeringai lebar, membuat bulu kuduk merinding. "Kami akan balas dendam pada mereka yang pernah menyakiti kami,,, jadi harap berhati-hati karena kami melakukannya kapan saja" setelah berkata seperti itu Yuuto pergi meninggalkan ruang BK
"Tunggu,,,," ketika Hase Sensei dan Natsume Sensei mau mengejar Yuuto, pintu ruangan BK terkunci dengan sendirinya
"Yutoooo" teriak Natsume Sensei dengan suara keras, ia tidak percaya jika Yuuto akan mengatakan ancamannya seperti itu
"Hasegawa, Mikotoooooo" Hase Sensei mencoba membuka paksa pintu namun terkunci, tidak ada gunanya dibuka
Apa yang akan mereka lakukan? Apa yang akan mereka lakukan jika Yuuto melakukan apa yang ia katakan? Apakah mereka akan melaporkan masalah ini kepada kepala sekolah? Tapi Yuuto akan dikeluarkan dari sekolah,,, dan masa depan nya akan terancam
Jika tidak dilaporkan, akan ada siswa yang menjadi korban dari Yuuto dan Mikoto. Mereka tidak bisa memilih salah satu tapi mereka harus menghentikan Yuuto
Apakah yang akan terjadi selanjutnya?
Mengapa Yuuto mengatakan rencananya pada Natsume Sensei dan Hase Sensei? Apakah Yuuto tidak takut? Apa yang direncanakan oleh Yuuto sebenarnya?.
...***...
__ADS_1