
...***...
Sebelum Yamazaki Yui membawa Hasegawa Yuuto keluar dari rumah sakit itu, akan tetapi pada saat itu perseteruan. tentunya mereka yang masih saja meributkan masalah identitas asli dari Hasegawa Yuuto.
"Tunggu dulu!. Dia ini adalah hasegawa yuuto!. Bukan mikoto hase!." Natsume Sensei terbawa amarah.
"Aku tidak peduli." Balasnya dengan sangat cueknya.
"Maaf nona yamazaki. Ini adalah kebenarannya. Bukankah kau telah mengetahui sendiri bahwa adikku telah tiada enam tahun yang lalu?." Hase Sensei mencoba untuk menenangkan suasana. "Jadi rasanya tidak mungkin adikku itu hidup lagi." Lanjutnya dengan perasaan yang sangat sedih. "Memang, orang-orang yang terlibat dengan adikku enam tahun yang lalu mengatakan hal yang seperti itu jika melihat hasegawa yuuto." Hatinya merasa sedih.
"Mereka yang terlibat di masa lalu?." Yamazaki Yui menyimak dengan baik apa yang telah dikatakan Hase Sensei. "Apakah itu ada hubungannya dengan kabar meninggalnya yukihara, nakisa, kentaro, juga tsuruhima?." Ada perasaan benci yang ia ungkapkan pada saat itu.
"Jadi kau telah mendapatkan kabar itu?." Natsume Sensei sangat terkejut.
"Heh!." Ia mendengus kesal. "Mulanya aku berniat datang ke sini untuk balas dendam pada orang-orang yang telah membuat hase bunuh diri!." Ucapnya dengan penuh kemarahan yang sangat luar biasa. "setelah aku berhasil menyelidikinya, dan aku telah mengetahui siapa yang telah mendorongnya untuk bunuh diri." Ia menatap tajam ke arah Natsume Sensei. "Aku sangat sakit hati setelah mengetahuinya. Aku telah bersumpah akan membunuh mereka." Hatinya benar-benar diisi oleh dendam yang sangat tidak. "Tapi aku malah mendapatkan kabar yang sangat aneh, jika mereka mengatakan. Orang-orag yang telah membuat mikoto hase bunuh diri telah mendapatkan karmanya. Tapi bagiku masih ada orang yang masih belum mendapatkan karma atas apa yang telah terjadi di masa lalu." Sorot matanya semakin tajam.
"apa yang kau katakan nona yamazaki?. siapa ang belum mendapatkan karma itu?." Hase Sensei memberanikan dirinya untuk bertanya.
"Dia." Yamazaki Yui menunjuk ke arah Natsume Sensei. "Dia telah menyembunyikan kebenaran dibalik bunuh diri hase. Dia yang telah melindungi mereka hanya karena mereka adalah anak orang kaya. Dia yang harus bertanggungjawab, karena dia yang tidak mau menceritakan kebenaran itu. Dan aku rasa itulah alasan kenapa hase bisa hidup saat ini." Hatinya saat itu semakin membara.
Deg!.
__ADS_1
Natsume Sensei sangat terkejut dengan apa yang telah dikatakan Yamazaki Yui. Begitu juga dengan Hase Sensei.
"Aku tidak peduli dia siapa saat ini." Ucapnya sambil menghampiri Hasegawa Yuuto yang sedang terbaring di ranjang pasien. "Aku harus menolongnya. Dia tidak boleh pergi dengan cara yang sangat menyakitkan, hanya karena dia menjadi korban bully." Hatinya sangat sedih mengingat kejadian masa lalu. "Aku pasti akan melindunginya." Ia berusaha menahan tangisnya. "Setelah ia sembuh, aku akan memindahkannya ke tempat yang lebih nyaman untuk bersekolah. Cukup hase saja yang menderita di depan mataku saat itu." Dengan perasaan hancur ia mencoba menyentuh tangan Yuuto yang terasa dingin. "Aku selama ini sangat menderita, karena aku tidak bisa mencegahnya pergi dengan cara yang menyakitkan. Hase!. Maafkan aku." Ia menangis pilu saat itu.
"Nona yamazaki." Dalam hati Hase Sensei tidak menduga akan melihat hal yang mengharukan seperti itu.
Deg!.
Saat itu Yamazaki Yui seperti sedang terseret oleh sebuah dimensi lain. Saat itu matanya menangkap seseorang yang sangat ia lihat setelah sekian lama tidak bertemu.
"Hase-kun?." Bibirnya bergetar saat menyebut nama itu. Perasaannya saat itu bercampur aduk, seakan-akan ada yang sedang mempermainkan dirinya.
"Apakah itu kau?. Hase-kun?." Ia berusaha untuk menguatkan langkahnya untuk mendekati Mikoto Hase yang terlihat sangat pucat.
"Ya, ini aku." Jawabnya. "Apakah kau tidak ingat denganku?." Ia terkekeh kecil.
Yamazaki Yui memeluk erat Mikoto Hase, ada perasaan rindu yang ingin ia sampaikan pada Mikoto Hase setelah sekian lama tidak bertemu. "Kenapa kau pergi meninggalkan aku?. Apakah aku tidak bisa mengurangi beban sakit yang kau rasakan saat itu?." Ucapnya dengan terisak. Ia tak dapat lagi menahan tangisnya, dadanya terlalu sesak untuk menyimpan semua itu. "Kau mengatakan padaku, jika kau akan mengahadapi masalah itu dengan kuat!. Tapi kenapa kau malah mengakhiri hidupmu?. Apakah kau tidak mengerti bagaimana perasaan menderita yang aku rasakan hingga saat ini?. Karena aku tidak bisa membantumu keluar dari masalah yang kau hadapi?. Hase-kun." Ia sampaikan semuanya pada Mikoto Hase yang mungkin pada saat itu masih hidup di dalam pikirannya?.
Sementara itu di dunia nyata?. Hase Sensei dan Natsume Sensei mendengarkan itu dengan sangat jelas, ada perasaan penyesalan yang mendalam yang dirasakan oleh Yamazaki Yui.
"Aku tidak menduga, masih ada orang yang peduli padamu hase kun." Dalam hati Hase Sensei dapat merasakan bagaimana kesedihan yang dirasakan oleh Yamazaki Yui. Sebagai seorang kakak, tentunya ia sangat memahami bagaimana kesedihan itu.
__ADS_1
"Apa yang dia inginkan sebenarnya dengan berkata seperti itu?. Apakah dia benar-benar menganggap yuuto adalah mikoto hase yang telah meninggal enam tahun yang lalu?." Dalam hati Natsume Sensei merasa heran dengan apa yang sebenarnya yang ingin dilakukan oleh Yamazaki Yui.
Kembali ke alam bawah dasar Yamazaki Yui.
"Mereka mengatakan jika orang yang aku selamatkan adalah hasegawa yuuto. Apa maksudnya itu hase-kun?. Apakah kau bisa menjelaskan padaku?." Ia ingin memastikan langsung dari Mikoto Hase.
"Dia memang hasegawa yuuto." Jawabnya. "Dia memiliki nasib yang sama denganku enam tahun yang lalu. Karena itulah yui-chan, aku mohon jaga dia selma dia koma. Jangan biarkan ada satu orangpun yang menyakitinya. Hanya kau saja orang yang bisa aku percayai keselamatannya." Sorot mata itu memang meminta bantuan.
"Tapi berikan aku penjelasan yang lebih masuk akal. Aku juga sangat cemas dengan keadaanmu." Ucapnya dengan penuh kecemasan yang sangat luar biasa.
"Rawatlah dia. Jika dia bangun nanti, maka aku akan menceritakannya semuanya padamu." Balasnya dengan senyuman kaku.
"Baiklah. Akan aku lakukan apapun yang kau minta." Yamazaki Yui tentunya akan menuruti permintaan dari Mikoto Hase.
"Terima kasih, yui-chan." Ucapnya dengan senyuman yang ramah. Setelah itu perlahan-lahan ia menghilang dari hadapan Yamazaki Yui.
"Aku akan melakukannya hase-kun. Karena aku ingin bertemu denganmu sekali lagi." Dalam hatilah telah bertekad bahwa ia akan melakukan itu. "Kali ini aku harus bisa melakukannya. Aku tidak ingin kau pergi lagi dariku." Hatinya sangat sedih dengan kepergian Mikoto Hase dengan cara yang sangat menyakitkan.
Simak terus ceritanya.
...***...
__ADS_1