DENDAM YANG MEMBARA

DENDAM YANG MEMBARA
107.


__ADS_3

Sementara itu,Argana tertegun mendengar perkataan ibunya Yasmin.Dia pun langsung merasa bersalah pada keluarga Bima.Walau bagaimana pun, keluarganya dan keluarga Yasmin ikut bersangkutan atas semua masalah ini.


Tapi, apakah dia pantas disalahkan? Padahal dia juga korban dari kebiadaban mereka.Karena mereka,kedua orang tua nya harus tewas dalam tragedi semalam itu.Dan Argana harus menjadi anak yatim piatu, tidak lama setelah dilahirkan.


"Ibu,kenapa berkata seperti itu? Bang Argana tidak ada sangkut pautnya dengan semua ini."ucap Farisham sambil menenangkan ibunya


"Bagaimana mungkin kau berkata seperti itu nak? Karena ibunya yang menjelma menjadi setan gentayangan itu lah,bapak dan nenek mu menjadi tiada."sahut Yuanika dengan emosional


"Bu,ini sudah takdir yang Allah gariskan.Kita hanya bisa berpasrah diri menerima kenyataan ini."ucap Farisham terus membujuk ibunya agar sadar,jika ini memang takdir Allah SWT.


"Tidaakk....!! Karena dia,keluarga kita jadi begini."ucap Yuanika tetap mempertahankan argumen nya


Yasmin hanya bisa menatap sendu pada ibu nya dan Argana.Dia bingung harus membela siapa? Karena,walau bagaimanapun mereka adalah orang yang sangat dia cintai.


"Bu....tenang bu, sebaiknya kita lanjutkan membaca Yasin.Kasian jenazah bapak dan nenek jika harus mendengarkan pertengkaran ini.Sudah cukup yaa,kita duduk dulu."ucap Yasmin lembut pada ibunya


Sementara itu,pak kades bersama ustadz Mirza dan ustad Saman hanya diam menatap Argana yang terlihat merasa bersalah.Pak kades juga berpikir,jika Argana tidak lah bersalah.Karena pemuda itu hanyalah korban dari seluruh warga desa beringin.Seharusnya,Yuanika tidak menyalahkan nya.


"Bu Yuanika, benar yang dikatakan oleh Farisham.Jika Argana tidak bersalah,dia hanya korban.Korban dari kesalahpahaman warga desa beringin yang dihasut oleh suami mu.Andai saja warga tidak terpengaruh saat itu,mungkin Fandi dan Arum masih hidup.Dan Argana pasti sangat bahagia hidup bersama kedua orang tuanya."ucap Pak kades yang membela Argana,dia kasihan pada pemuda yang dia kagumi itu.Sejak tadi terus disudutkan dan disalahkan oleh Yuanika.Seakan-akan pemuda itu menjadi penyebab nya,padahal dia hanya lah korban.


"Kenapa pak kades membela pemuda itu,dia yang menyebabkan suami dan mertuaku yang mati secara mengenaskan."ucap Yuanika dengan air mata yang sudah mengering di pipinya


"Maaf,maaf jika kedatangan ku membuat suasana hati kalian menjadi buruk.Aku minta maaf yang sebesar-besarnya kepada kalian,maaf...Maaf!"ucap Argana dengan kedua tangan menyatu di dadanya


Pak kades dan Yasmin serta Farisham menggeleng-gelengkan kepala mereka,bagi mereka Argana tidak lah bersalah.Ini memang sudah takdir yang Allah tentukan.Siapa yang bisa menentang takdir yang Allah buat,tidak ada ada.


"Bagus akhirnya kau sadar diri.Tapi,beribu kali pun kau meminta maaf.Kau tidak akan bisa membangun kan suami dan mertuaku."ucap Yuanika lirih sambil menatap tubuh suami nya yang tertutup itu.Setelah menatap tubuh suaminya,Yuanika menatap Argana dengan tajam dan berkata. "Pergi kau dari sini,kau hanya pembawa sial.Dan aku mengutuk hidup mu,semoga kau tidak bahagia selamanya."


Semua orang yang berada disana terkejut dengan perkataan Yuanika.Kedua anak nya sampai tidak habis pikir,kenapa ibu mereka bisa Setega itu.Sedangkan pak kades dan ustadz Mirza serta ustadz Saman hanya bisa beristighfar.


"Astaghfirullah,...mengucap istighfar Bu Yuanika.Jangan sampai kau terlena oleh pengaruh syaitan.Sesungguhnya,tidak baik menyumpahi hidup seseorang."ucap ustadz Saman


"Hati-hati dalam mengucap sumpah,sumpah itu bisa berbalik pada diri sendiri."ucap pak kades


"Aku tidak peduli,aku tidak akan hidup dengan tenang.Jika pemuda itu bahagia, sementara hidup ku telah hancur semenjak kepergian suamiku."ucap Yuanika


Argana hanya bisa diam dan tidak tahu harus berkata apa lagi.Karena dia telah diliputi oleh rasa bersalah yang begitu besar.


"Arga, sebaiknya kita pergi dari sini."ucap Takeshi pada sahabat nya ini,dia tidak tega melihat sahabatnya perlakukan seperti itu.Menurut Takeshi, perkataan ibunya Yasmin sudah keterlaluan.


"Tidak Takeshi,aku tidak akan pergi dari sini.Jika kau ingin pergi, silahkan saja."ucap Argana pada sahabat nya


"Cepat bawa teman mu itu pergi,aku sudah muak melihat nya."ucap Yuanika

__ADS_1


Takeshi menjadi geram sendiri pada ibunya Yasmin.Lalu dia maju selangkah dan berkata dengan lantang."Yang seharusnya muak itu adalah kami.Aku muak melihat wanita angkuh seperti anda.Seharusnya anda sadar diri,jika permasalahan yang menimpa kalian adalah perbuatan suami anda.Jangan hanya menyalahkan sahabat ku,dia hanya korban.Coba bayangkan,jika putri anda seperti ibunya Argana yang baru melahirkan dan dia berbahagia dengan suaminya.Baru sebentar dia bahagia, kemudian datang orang memfitnah suaminya.Dan tanpa mau mendengar kan sedikit pun penjelasan Yasmin dan suaminya.Lalu mereka membakar Yasmin dan suaminya.Bagaimana perasaan anda,jika putri anda menjadi korban seperti itu?"ucap Takeshi panjang lebar dan bertanya pada Yuanika


"Tentu saja aku akan marah pada mereka."ucap Yuanika


"Takeshi,kenapa Lo berkata seperti itu.Apa yang ibu nya Yasmin katakan memang benar,karena orang tuaku.Bapak dan neneknya Yasmin harus tewas tadi."ucap Argana


"Tidak Arga,Lo tidak bersalah."ucap Takeshi lalu dia menatap Yuanika."Nah,begitulah yang di rasakan oleh kakeknya Argana.Dia harus bersedih selama dua puluh tahun,karena putrinya tewas.Dan dia tidak tahu,jika Argana cucunya ini ada dan dirawat oleh orang lain.Seandainya dia tahu,jika Argana selamat dari kebakaran itu.Mungkin dia tidak akan terpuruk dalam amarah dan kesedihan selama itu.


Dan bibi,baru saja sehari kehilangan suami dan mertua.Kini menyalahkan Argana yang sejati nya tidak bersalah sedikitpun.Dimana hati nurani bibi, seharusnya yang marah itu adalah Argana dan keluarganya.Karena mereka adalah korban yang sebenarnya."ucap Takeshi menjelaskan semuanya dengan menggebu-gebu


Semua orang menatap Argana sedih,kasihan dia.Dia yang menjadi korban harus dipersalahkan.


"A-aku..."ucap Yuanika tidak bisa menyambung perkataan nya lagi,dia sadar dia telah egois mengatakan hal yang tidak baik pada Argana.Dia terlalu dikuasai oleh amarah,sehingga tanpa sadar.Dia telah melukai perasaan Argana yang merupakan korban saja.


Namun,dia tidak ingin meminta maaf pada pemuda itu.Untuk apa? Tidak ada gunanya dia meminta maaf, suaminya tidak akan hidup jika dia minta maaf pada Argana.


"Maafkan ibuku bang Arga."ucap Farisham


"Tidak Faris,ibu mu tidak bersalah.Aku lah yang bersalah dan aku memang seharusnya ikut mati saja bersama kedua orang tua ku saat itu."ucap Argana yang terus menyalahkan dirinya sendiri,dia mundur beberapa langkah dari rumah Yasmin.


Takeshi mendekati Argana dan berkata."Argana,hei..!! Lo tidak bersalah,kenapa Lo nyalahin diri Lo sendiri sih? Yang patut disalahkan itu adalah ayah nya Yasmin.Karena dia yang menyebabkan kedua orang tua Lo meninggal."ucap Takeshi menyadarkan Argana yang masih diliputi rasa bersalah.


Argana melangkahkan kakinya pergi dan Takeshi pun pergi mengikuti nya.Sementara itu,ustadz Mirza mengikuti Argana dan Takeshi.Kini tinggallah mereka yang berada dalam rumah.


Kenapa harus seperti ini sih? Kenapa ? Batin Yasmin menjerit kecil


Lalu Yasmin menatap mayat bapaknya dan berkata dalam hati.


Kenapa bapak melakukan ini semua? Kenapa pak ? Lihatlah pak,akibat perbuatan bapak.Bukan hanya hati ibu yang hancur setelah kepergian bapak.Hatiku pun ikut hancur setelah berpisah dari bang Arga.Rasa nya aku juga ikut bersalah padanya.Dia terlalu baik dan aku....aku harus apa sekarang.Apalagi hubungan kami telah berakhir beberapa jam yang lalu.


*********


Argana terus melangkah tak tentu arah dan akhirnya dia berhenti dibawah sebuah pohon.Lalu dia mendudukan pantatnya dan terus menerus teringat dengan perkataan ibunya Yasmin.


"Untuk apa kau kesini? Kau kesini ingin mentertawakan penderitaan kami kan? Karena suamiku yang menyebabkan kedua orang tua mu telah meninggal.Iyakan?"ucap Yuanika tajam


_


"Ibu,kenapa berkata seperti itu? Bang Argana tidak ada sangkut pautnya dengan semua ini."ucap Farisham sambil menenangkan ibunya


"Bagaimana mungkin kau berkata seperti itu nak? Karena ibunya yang menjelma menjadi setan gentayangan itu lah,bapak dan nenek mu menjadi tiada."sahut Yuanika dengan emosional


"Bu,ini sudah takdir yang Allah gariskan.Kita hanya bisa berpasrah diri menerima kenyataan ini."ucap Farisham terus membujuk ibunya agar sadar,jika ini memang takdir Allah SWT.

__ADS_1


"Tidaakk....!! Karena dia,keluarga kita jadi begini."ucap Yuanika tetap mempertahankan argumen nya


_


"Pergi kau dari sini,kau hanya pembawa sial.Dan aku mengutuk hidup mu,semoga kau tidak bahagia selamanya."


Perkataan Ibunya Yasmin terus terngiang-ngiang dalam pikiran Argana.Dan dia makin menyalahkan dirinya sendiri,karena keluarga nya ayah dan neneknya Yasmin menjadi tiada.


Sementara Argana yang terus bergelut dengan pikirannya,Takeshi mendekati sahabatnya itu dan duduk dihadapan Argana."Arga."panggil nya


Argana mengangkat kepalanya yang sedari tadi tertunduk menatap Takeshi."Takeshi,Lo tau kan kalau gua bersalah?"tanya Argana dengan ekspresi yang menyedihkan


Takesh saja sedih melihat Argana Seperti itu."Arga,Lo harus ingat satu hal.Lo tidak bersalah,Lo hanya korban dari perbuatan ayah nya Yasmin dan warga desa beringin.Jangan menyalahkan diri Lo sendiri,please.Lo enggak bersalah sedikitpun."ucap Takeshi meyakinkan Argana


"Tapi,ibunya Yasmin tadi berkata jika gua..." Belum sempat Argana melanjutkan perkataannya,Takeshi langsung menyela."Lo enggak harus merasa bersalah.Lo sahabat terbaik gua,dan jangan terus menyalahkan diri Lo sendiri.Oke!"


Setelah cukup ditenangkan,akhirnya Argana tidak menyalahkan dirinya lagi.Takeshi melirik ke jam tangan nya,ternyata sudah dini hari.


Lebih tepatnya pukul 02.00 dini hari.


"Gua ngantuk banget bro,pengen baring.Tapi,baring dimana?"ucap Takeshi pada Argana


Argana tersenyum dan merasa bersalah pada sahabatnya,karena permasalahan dia.Sahabat nya harus ikut terseret-seret.Lalu Argana bangkit dari tempatnya dan berkata."Lo ikut gua,gua punya rumah disini."


"Serius Lo?"tanya Takeshi dan dibalas anggukan kecil Argana


Lalu Argana melangkahkan kakinya menuju ke rumahnya yang pernah didiami oleh Marni dahulu.Setelah tiba dirumah itu,Argana mengambil kunci rumah dari kantongnya.Beruntung dia selalu membawa kunci rumah itu kemarin.


Setelah pintu terbuka,Argana dan Takeshi langsung masuk.


"Kok rumah nya angker banget sih?"tanya Takeshi sambil mengusap lehernya pelan


"Pemilik rumah ini dahulu adalah seorang wanita yang memuja setan dan menumbalkan bayi pada setan itu."ucap Argana menjelaskan


"Hiiii kok serem sih,kenapa Lo mau beli rumah ini sih?"tanya Takeshi heran pada sahabat nya


"Karena tanah yang dia bangun rumah ini adalah dimana kedua orang tua gua menikah dan membangun rumah disini.Diatas tanah ini lah rumah orang tua gua dibangun dan gua juga dilahirkan didesa ini.Dan harus Lo tahu,jika ditempat ini lah kejadian naas tersebut terjadi."ucap Argana menjelaskan. "Dan Yasudah lah,mari kita beristirahat! Gua juga ngantuk ini."ucap Argana lagi dan Takeshi hanya mengangguk


Kemudian mereka beristirahat dan segera memejam mata.


*********


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2