
...***...
Tsuruhima melirik jam tangannya, 30 menit berlalu, namun Nakisa belum juga kembali. Tentunya itu membuat mereka semua sangat cemas dengan keadaannya.
"Ada apa tsuruhima san?." Kentaro melihat Tsuruhima yang sedang mencemaskan sesuatu. "Dari tadi kau melihat jam terus. Apakah kau masih gelisah dengan keputusan dari natsume sensei?." Lanjutnya.
"Bukan itu yang aku cemaskan. Nakisa san belum juga kembali. Apakah mungkin dia tersesat?." Jawabnya sambil melihat ke arah Nakisa pergi meninggalkan mereka tadi.
"Jangan-jangan terjadi sesuatu padanya?." Kentaro dan Tsuruhima jadi berpikiran yang buruk tentang kondisi Nakisa.
"Kalau begitu kita beritahu natsume sensei." Tsuruhima memang sangat khawatir.
Setelah itu mereka langsung memutuskan untuk masuk ke ruang UKS dengan paksa.
BRAK
Tsuruhima membuka paksa pintu ruang UKS membuat Hase Sensei dan Natsume Sensei terkejut. Mereka sedang berbicara serius, akan tetapi malah diganggu?.
"Ada apa?. Apakah terjadi sesuatu?." Natsume sensei mendekati mereka.
"Nakisa san belum kembali. Kita harus mencarinya sensei." Ada perasaan takut tergambar di wajahnya saat ini, sedangkan Natsume Sensei langsung beranjak dari tempat duduknya.
"Ayo kita cari." Natsume Sensei langsung menuju ke kamar mandi cewek yang berada di lantai dua yang tak jauh dari ruang biologi.
"Baiklah." Keduanya mengerti.
"Hase sensei, tolong panggil hasegawa yuuto. Kita harus menyelesaikan masalah ini segera." Ucapnya lagi sebelum pergi meninggalkan ruangan UKS.
__ADS_1
"Baiklah." Hase sensei hanya menurut saja, karena ia sangat penasaran, apakah benar?. Hasegawa Yuuto yang telah melakukan ini semua?. Tapi kenapa adiknya malah terseret dalam masalah Yuuto?.
"Ayo kita ke sana juga." Tsuruhima menyusul Natsume Sensei yang sedang serius, ia memberi kode pada Kentaro agar mengikutinya, ia takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan ketika mencari Nakisa
"Apa yang terjadi sebenarnya?. Kenapa masalah ini saling terhubung?." Hase Sensei mulai memikirkan apa yang telah terjadi, kepalanya dipenuhi oleh tanda tanya besar di kepalanya. Apa hubungannya Mikoto dengan Hasegawa Yuuto?. Apa hubungan kejadian lima tahun yang lalu dengan masa ini?. Hase Sensei pernah melihat Yuuto berbicara sendirian, mungkin ia akan mengambil foto Yuuto atau memasang kamera?. Tapi ia pernah mengamati Yuuto melalui kamera ponselnya saat melakukan kuis, kan?. Rasanya tidak ada apa-apa di sana. "Katanya kamera ponsel dapat menangkap sosok astral. Tapi aku sama sekali tidak melihatnya." Dalam hatinya semakin heran dengan semua kejadian itu.
Baiklah, yang sekarang temui Hasegawa Yuuto terlebih dahulu, pecahkan satu persatu misteri ini, jangan gegabah menuduh siswanya melakukan kejahatan.
Ayo kita lihat bagaimana pencarian dari Natsume Sensei terhadap Nakisa yang katanya tidak kembali?.
Begitu menuruni tangga, mata mereka terbelalak kaget karena melihat begitu banyak darah, apalagi mata mereka menangkap sosok Nakisa yang tidak bergerak sama sekali.
"Nakisa!." Mereka sangat panik melihat wajah pucat Nakisa, Natsume Sensei sangat panik, ia pangku kepala Nakisa di pangkuannya.
"Nakisa san, bangun!." Tsuruhima tak percaya jika temannya dalam keadaan seperti ini, ia berusaha menyadarkan Nakisa, tapi tidak ada reaski darinya, membuat mereka semua panik.
"Yuuto?. Apakah kau yang melakukan ini?!." Dalam hati Natsume sensei sangat takut jika itu yang terjadi. Karena ia masih bingung, apakah ini ada campur tangan dari Mikoto Hase yang gentayangan?.
"Panggil ambulance!. Dia pasti bisa diselamatkan!." Dalam keadaan panik Tsuruhima mencoba ingin menyelamatkan Nakisa dengan menyuruh Kentaro menghubungi ambulance.
"Ba-baiklah, aku akan menghubungi ambulance." Kentaro segera mengambil ponselnya untuk menghubungi ambulance.
Sementara itu, Yuuto dan Mikoto melihat itu dari jarak yang tak jauh dari mereka?.
"Mereka terlihat sangat panik sekali yuuto." Mikoto sangat senang melihat itu. Wajahnya yang sangat kaku membuatnya terlihat sangat menyeramkan.
"Aku rasa mereka akan semakin ketakutan, setelah dua orang teman mereka mati." Yuuto juga dapat merasakan apa yang dirasakan oleh Mikoto.
__ADS_1
"Aku akan membunuh mereka semua. Mereka harus merasakan apa yang aku rasakan." Ia melirik dengan tatapan dingin ke arah Yuuto. "Kau juga akan balas dendam pada mereka semua." Lanjutnya. "Lalu bagaimana dengan natsume sensei yang telah mengetahui jika kau yang telah kau lakukan pada mereka?." Kali ini ia bertanya pada Yuuto.
"Aku tidak peduli jika dia akan melakukan apa." Jawabnya tanpa perasaan. "Aku harus memanfaatkan kontrak ini denganmu. Aku tidak akan menyia-nyiakan kontrak yang telah aku buat denganmu." Hanya itu yang ia jawab?. "Bukankah lima tahun yang lalu?. Dia sudah ada di sini?." Yuuto juga bertanya.
"Dia juga tidak peduli, meskipun mengetahui jika aku adalah korban bully." Jawab Mikoto.
"Heh!. Dia memang wanita yang tidak memiliki perasaan sama sekali. Itulah kenapa aku ingin membunuhnya. Tapi tidak dalam waktu dekat ini." Ucap Yuuto sambil tersenyum lebar.
"Apapun keinginanmu. Pasti akan aku penuhi, yuuto." Ada sensasi yang aneh yang ia rasakan. "Karena kau adalah bayangan masa lalu ku, maka dendam yang membara ini, akan aku tanggung dan aku salurkan dengan darahmu nantinya." Mikoto adalah alat kekuatan yang digunakan Yuuto untuk balas dendam. Tapi itu tidak secara gratis, karena yang harus dibayar oleh Yuuto adalah nyawanya yang akan ditagih hingga pada saat itu tiba nantinya.
Hari itu sirine Ambulance bergemuruh di sekolah, menjadi pusat perhatian siswa lainnya, mereka bertanya-tanya apa gerangan yang terjadi?. Mereka tidak mendengarkan berita seseorang mengalami sesuatu, tapi kenapa tiba-tiba saja ada ambulance?.
"Kejahatan pasti akan dibayar dengan kejahatan, ia kan?. Yuuto?." Mikoto tersenyum kecil menatap Ambulance yang pergi meninggalkan halaman sekolah.
"Ya. Kau benar sekali, mikoto-kun." Yuuto tentunya dapat merasakan perasaan senang itu dari Mikoto..
"Satu persatu dendam ku terbalaskan, namun hatiku belum juga puas. Sebelum aku membunuh mereka semua." Mikoto Hase memiliki hasrat yang sangat tidak biasa untuk melampiaskan dendam yang membara di dalam hatinya. "Apakah kau mau menjadi wadahku yuuto?. Sebagai gantinya, aku akan membantumu membalaskan semua rasa sakit hatimu pada mereka semua." Itulah janji yang diucapkan oleh Mikoto pada saat itu.
"Haik!. Tentu saja aku akan bersedia menjadi wadahmu, mikoto-kun." Yuuto menganggukkan kepalanya, ia membenarkan apa yang dikatakan oleh Mikoto. "Mari kita balaskan dendam kita. Entah itu dendam di masa lalu, ataupun dendam di masa sekarang." Dengan senang hati ia akan melakukan itu. Suasana hatinya benar-benar sangat berbeda saat itu.
"Baguslah jika memang seperti itu yuuto." Mikoto sangat senang mendengarkan ucapan Yuuto. "Tentu saja kita harus memberi mereka pelajaran yang sangat berharga pada mereka." Mikoto menyeringai lebar menden itu.
Mereka saat ini seperti sedang menikmati sebuah permainan dimana jika kamu pemburu maka kamu akan diburu juga, dan saat ini posisi mereka adalah pemburu, karena sebelumnya mereka adalah mangsa dari dunia yang tak pernah menginginkan kehadiran mereka.
Seperti pepatah, tidak selamanya di bawah dan tidak selamanya seseorang berada di bawah, jadi jangan terlalu bersedih jika dibawah dan jangan terlalu berbahagia ketika di atas, sebab bisa jadi suatu ketika kamu terlalu senang di atas tanpa sadar kamu akan jatuh.
Sama halnya dalam kasus ini, jangan sesekali membuat orang lain sakit hati, sebab dendam itu bisa kapan saja datang pada diri kita tanpa diminta.
__ADS_1
...***...