
Tin tong tong tong
"Bi tolong buka pintunya" ucap Dara
Bi sumi membuka pintu dan membungkukkan badan saat Damar masuk
Bi sumi mempersilahkan masuk lalu kembali ke dapur
"Siapa Bi? " tanya Dara saat bi sumi melewati meja makan
"Den Damar sama perempuan"
"Ohh" Dara ber oh ria lalu mengupas mangga kembali dan membaginya ke piring Nindy
"Cewek SMA mana lagi yang di bawa si kampret" ucap Nindy
"Dia beneran pacaran sama anak SMA? " tanya Dara
"Iya "
"Ngomongin apaan nih seru banget" ucap Damar yang baru saja datang
"ngomongin lo Mar" jawab Nindy santai
"Dasar biang gosip"
"Kata bi sumi lo bawa cewek Mar? " tanya Dara
"Yap... kalian pasti terkejut dan menjerit jerit"
"Sok misterius lo" sungut Nindy
"Ye beneran, ssssttt sini" Damar melambaikan tangan pada Wina yang sibuk menatap sekeliling
Wina muncul di balik dinding membuat Dara dan Nindy langsung beranjak dari duduknya dan berhambur memeluk Wina
"Aaaaa Wina gue kangen" ucap Dara dan Nindy bersamaan
"Gue gak di peluk nih? kan udah bawa dia kesini" seru Damar
Ketika Dara dan Nindy melepaskan pelukannya Wina merentangkan tangan hendak melangkah ke arah Damar
tapi Nindy menarik ujung kerah bajunya
"Lo masih aja polos" ucap Nindy berhasil membuat Wina mundur
"Ya pelit lo jadi gagal gue dapet pelukan" Damar pura pura kecewa
"Kasihan nin" ucap Wina membuat Dara dan Nindy menepuk jidat
"Udah biarin"
"Gue mau ketemu Leo aja deh, lo pada gak asyik" Damar berlalu ke ruang kerja Leo
"Lo kemana aja? kita kangen tau" Dara membawa Wina duduk di sofa
"Usaha bokap bangkrut dan gue sekarang lamar kerjaan di tempat Damar"
"Rumah lo gede banget Dara kayak istana, lo beruntung banget dapet suami tajir" lanjut Wina
"Ya gue bersyukur untuk itu tapi dapetin ini semua gak mudah win banyak rintangannya" ucap Dara
"Lo balik lagi sama kak Bryan nin? " tanya Wina
"Ya dan lo ketinggalan banyak berita " ucap Nindy
"Waah lo enak banget punya semuanya, cowok tajir, ganteng, cool, penyayang tapi bukannya kak Leo dulu suka sama lo nin? emang gak apa apa gitu kalo ketemu tiap hari? " tanya Wina
__ADS_1
"Gak apa apa kok malah gue bisa peluk dia setiap hari kalo gue mau" jawab Nindy membuat Wina tercengang, matanya membulat dengan mulut menganga
"lo jadi pelakor terang terangan? " pekik Wina membuat Dara dan Nindy tertawa
"Bukan, Leo itu kakaknya Nindy" jawab Dara
"Kok bisa? " tanya Wina dengan wajah bingung
"Ceritanya panjang otak lo gak akan nyampe " jawab Nindy
"Pokoknya Leo itu kakaknya Nindy dan sekarang gue jadi iparnya"
"Waaaww kebayang gak sih sekaya apa lo Nindy? kakak kaya suami kayak kenapa lo seberuntung itu? " ucap Wina dengan menggebu gebu
"Lo cuma liat senengnya aja win kalo lo ngalamin di posisi kita gue yakin lo bakal ngubur diri lo hidup hidup" ucap Nindy
"Mama... Cia mau keluar sama bi inem boleh? " Cia baru saja keluar menuntun tangan inem
"Mau kemana? "
"Mau ke mini market bentar beli ice cream"
"disini gak ada stok ice cream ra? " tanya Nindy pada Dara
"Gak ada belum belanja cemilan, ya udah Cia beli aja minta antar sama pak supir di pos satpam ya"
"Oke mommy" jawab Cia menadahkan tangan ke hadapan Nindy
"Apa? " tanya Nindy
"Uang mama masa mau minta di beliin bi inem"
"Ya udah nih, sekalian beli jajan buat kamu nem sama buat bibi yang lain" Nindy memberikan uang 200rb
"Baik non, terimakasih"
"Lo liatin apaan? " tanya Dara
"Itu siapa? " tanya Wina
"Dia anak gue " jawab Nindy
"Anak? tapi dia juga panggil Dara mommy" Wina bingung
"Ya emang gitu, tapi itu anak yang gue kandung waktu SMA" jawab Nindy
"Udah gede ya, lo kapan punya Dara? " tanya Wina
"Mungkin sekitar 7 atau 8 bulan lagi" jawab Dara
"Lo lagi hamil? " tanya Wina
"Tumben langsung nyambung" sindir Nindy
"Iihh gue serius"
"Iya gue sama Nindy lagi hamil"
"Iihh gue jadi pengen hamil juga" seru Wina
"Nikah makanya, bukannya lo punya tunangan? "
"Iya gue nikah bulan depan" jawab Wina
"What? kalo lo mau nikah kenapa cape cape cari kerja? " pekik Nindy
"Dia gak sekaya suami kalian, makanya gue mau bantu dia cari tambahan buat resepsi nikah " lirih Wina
__ADS_1
"oohh.... tenang win gue bakal bantu bikin acara nikah lo meriah" ucap Nindy
"Lo mau nyumbang dana? " tanya Wina
"Gak, gue mau sumbang topeng monyet" jawab Nindy lalu tertawa bersama Dara
"Jahat lo" Wina merajuk
"Gue becanda, pasti gue sama Dara bantu siapin pernikahan lo"
"Mmm makasih" Wina memeluk kedua sahabatnya
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Waktu terus berputar setelah bertemu mereka sering meluangkan waktu bersama untuk sekedar belanja dan makan
seperti sekarang mereka sedang belanja di mall bak anak abg mereka tampil kasual dan mempesona
saat berjalan seperti biasa Wina tidak pernah memperhatikan jalannya dia berjalan mundur menghadap Dara dan Nindy sambil tertawa
entah apa yang mereka tertawakan
Bruukkk
Wina menabrak seseorang membuat barang bawaannya berhamburan
"Aduuhh sorry sorry" Wina, Dara dan Nindy membantu memungut barangnya
"Gak apa apa" orang itu juga sibuk memunguti barangnya yang keluar dari paperbag
"Ehh meira, apa kabar? " sapa Wina
"Baik, gue duluan ya" ucap meira terburu buru saat melihat Dara
"Dara lo nakutin orang" ucap Wina saat mengikuti arah pandang meira
"Itu karena leo, dia nyuruh meira jauhin gue dalam jarak 200 meter" jawab Dara
"kok bisa? " tanya Wina
"Gak usah banyak tanya Wina, yok ah pulang" Nindy menggandeng keduanya keluar mall
"Hidup lo terlalu sempurna Dara, lo bisa dapetin hati leo dan sahabat yang selalu ada" gumam Meira yang melihat mereka dari kejauhan
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Malam ini seperti biasa Damar pergi ke club malam bersama teman temannya
dari meja bartender dia yang sedang mengobrol santai seperti melihat seseorang yang tidak asing bersama wanita
saat mempertajam penglihatannya teman Damar mengajaknya bicara
sekejap mata orang itu hilang
Damar memperhatikan sekeliling tapi saat itu keadaan club sangat ramai
"Kemana orang itu? apa wanita yang bersamanya itu Wina?" gumamnya
Damar tidak memperdulikannya lagi dia melanjutkan acara minumnya dengan teman temannya hingga larut malam
kebiasaan Damar setelah dari club tidak akan pulang ke rumah karena pasti Mamanya akan mengomelinya habis habisan
dia memilih pergi ke penginapan terdekat karena sudah tidak bisa menyetir untuk pulang ke apartemen
Sebelum masuk ke kamar yang dia sewa dia melihat lelaki bersama wanita itu masuk ke salah satu kamar
"Apa itu Wina ? " Damar tidak melihat wanita itu dengan jelas karena sudah masuk memapah tunangan wina
__ADS_1