
Kini mereka bertiga berhadapan di sebuah cafe di samping boutique
Dara menatap sebal pada Meira yang memesan makanan sama dengan yang di pesan Leo
Dara makan dengan kasar membuat Leo menahan rasa ingin tertawanya
"Pelan pelan makannya" Leo mengusap sisa makanan di bibir Dara
Dara tidak menjawab dia menepis tangan Leo kasar
ingin rasanya Dara memaki Meira yang ada di hadapannya
"Tadi bukannya lo bilang ada kerjaan di RS? " tanya Dara
"Iya tapi kayaknya bisa nunggu beberapa waktu lagi" jawab Meira
"Nunggu apa dulu? " tanya Dara tanpa melihat ke arah Meira
"Emm itu... "
"Aku udah selesai, kamu mau pulang sama aku apa Meira? " tanya Dara pada Leo
"Kenapa gak sekalian aja? " jawab Leo yang sengaja ingin menggoda Dara
"Gak usah aku bisa bareng sama pak Reno" ucap Dara pergi ke arah kursi Reno dan Bryan berada
Sementara dari tadi Nindy juga di buat gedeg dengan wanita yang sedang meeting dengan suaminya
pertama saat Bryan menarik kursi untuk Nindy malah wanita itu yang mendudukinya
Dan sekarang Bryan tampak tidak tenang dalam duduknya
dia seperti gelisah sesekali melirik ke arahnya
dengan sengaja Nindy menjatuhkan tasnya ingin melihat apa yang terjadi di bawah sana
Mata Nindy terbelalak melotot dengan sempurna melihat tangan wanita itu mengusap paha suaminya meskipun Bryan terus menepis tangan itu
Nindy menyimpan tangannya di paha Bryan dan wanita itu otomatis memegang tangannya
Dengan beraninya wanita itu menakutkan tangannya dengan tangan Nindy yang dia sangka adalah tangan Bryan
Nindy yang semakin dongkol amarahnya sudah di ubun ubun menarik tangan wanita itu dari kolong meja
Membuat wanita tersebut terjatuh dari kursinya dan berhadapan dengan wajah Nindy yang sedang menyeringai jahat
"Nona apa anda baik baik saja? " ucap Nindy yang baru saja berdiri
"Nona anda kenapa? " tanya salah seorang klien lainnya
Bryan yang tahu itu pasti perbuatan Nindy hanya memijat pelipisnya
Nindy lagi lagi menyeringai kalau wanita tersebut bangkit membersihkan bagian roknya yang sangat minim
dia membersihkan bagian lututnya otomatis dia yang memakai baju ketat dan belahan dadanya amat rendah
memperlihatkan p*y*d*ranya yang besar menggelayut manja
__ADS_1
"Saya permisi ke toilet dulu" ucap Bryan
"Saya juga" ucap klien laki laki
"Nona Sandra anda cantik, tubuh anda bisa dikatakan bagus kenapa anda punya hobby yang sangat jelek? " sindir Nindy
"Maksud anda? " wanita itu pura pura bodoh
"Memegang sesuatu yang bukan milik anda tanpa seizin pemiliknya apa itu hobby yang bisa di katakan bagus? "
"Saya masih berbaik hati menarik anda hingga jatuh sekali lagi anda menggoda suami saya, saya pastikan akan memotong jari jari anda perlahan" lanjut Nindy menyeringai menyeramkan seraya memotong steaknya pelan tapi penuh penekanan
Sandra menelan salivanya dengan susah payah dia meremehkan Nindy yang terlihat lemah padahal dia salah dia sudah membangunkan macan yang sedang tertidur
melihat lawannya gentar Nindy bersorak dalam hatinya
"Maaf Bu saya terlambat" ucap Reno pada Nindy
"Tidak apa apa duduklah" Nindy menunjuk kursi di sebelah Sandra
Meeting kembali dilanjutkan setelah Bryan dan klien lainnya datang
Bryan tidak heran melihat Sandra lebih banyak diam pasti itu ulah istrinya
setelah meeting selesai Nindy di kejutkan dengan kedatangan Dara yang menarik kursinya dengan kasar sambil cemberut dan di kejar Leo
"Kenapa lo? " tanya Nindy
"Ohh pantes" lanjut Nindy saat melihat Meira menguntit di belakang Leo
"Kenapa ninggalin sih? " Leo duduk di dekat Dara sementara Meira berdiri karena tidak ada kursi lagi
"Ini juga mau pergi kesana" jawab Meira
"Sekalian gue numpang kita searah" ucap Reno
"Ya udah ayo, semuanya gue pamit pulang duluan ya" ucap Meira
"Iya hati hati ya" ucap Nindy Seraya tersenyum
Nindy melihat Dara menatap sebal kepergian Meira mengerti bahwa Dara sedang kesal pada Meira
sudah bisa di pastikan Meira selalu ikut kemana mereka pergi
"Dara sesekali lo harus tegas, kalo dengan omongan gak mempan mungkin bisa sedikit pakai ancaman" ucap Nindy tiba tiba membuat Bryan geleng geleng kepala
"Kayaknya harus di coba" jawab Dara melirik leo di sampingnya
"Gue baru aja basmi satu serangga" celetuk Nindy membuat semua orang memandang Bryan
"Apa? " tanya Bryan yang di pandang bagaikan sedang di interogasi polisi
"Huft, adik lo parah banget dia narik orang sampe ngejungkel dari kursi " ucap Bryan menarik nafas sebelum bicara
"Kamu gak bertindak tegas bisa bisa pelakor semakin senang dong, itu gak bisa di biarin" Nindy sedikit memekik
"Adik gue emang top" leo mengacungkan kedua jempolnya
__ADS_1
"Itu juga berlaku buat cewek yang deketin lo mulai sekarang" Ancam Nindy dan di angguki Dara
"Cowok kayak mereka mungkin seneng seneng aja di godain pelakor, merasa sok ganteng" ucap Dara seraya mencebikkan bibirnya
"Emang kita ganteng" jawab Leo dan Bryan bersamaan
Mereka berdua mendapatkan tamparan dari pasangannya masing masing
Nindy dan Dara memilih pergi berdua meninggalkan dua laki laki yang terbengong memegangi pipinya
"Menarik, Meira lo terpaksa harus jadi kambing hitam lagi" ucap seseorang yang mengikuti Dara sedari tadi memakai hoodie dan masker mendengarkan percakapan mereka
.
.
Nindy dan Dara satu mobil sementara Leo dan Bryan berada di mobil Bryan
"Lo gak sama Bryan kesini? " tanya Dara
"Gue sengaja ngikutin dia ternyata bener ada uler keket disana, kalo lo liat tadi gimana dia pucet karena ancaman gue gue yakin lo bakal ngakak 100%"
Drrttttt drrttttt
"Hallo dad"
"Iya kesana sekarang" Nindy menutup telepon
"siapa? " tanya Dara
"Daddy Dion dia suruh kita kesana" jawab Dara
"Tapi gue masih ada kerjaan"
"Gue anterin lo ke kantor dulu nanti sore lo le rumah Damar sama kak Leo"
Sesampainya di kantor Bryan Dara duduk di kursinya dan menyelesaikan pekerjaan yang sempat tertunda
tiba tiba sebuah tangan melingkar di lehernya dan seseorang mencium sebelah pipinya
"Astaga ngagetin aja" Dara memukul lengan Leo
"Masih marah? " tanya Leo mencium pipi Dara sekali lagi
"Kamu bisa gak sih gak selalu ajak dia, kamu gak tau apa kalo dia suka sama kamu? " kesal Dara melepas tangan Leo
"Aku cuma mau kasih pelajaran sama dia, aku juga mau lihat seperti apa wanitaku mengusir hama hama itu, apa akan sekasar adikku atau bermain secara lembut" bisik Leo sedikit menggigit telinga Dara membuatnya merinding
"Udah sana aku mau kerja" Dara mendorong wajah Leo yang nangkring di pundaknya kebelakang
"Kamu harus pergi sama aku Daddy datang dan mau bertemu calon menantunya" ucap Leo menarik Dara agar berdiri
"Kamu mau apa? " pekik Dara saat Leo duduk di tempat duduknya dan memangku dirinya
"Leo ini gak bisa gini, nanti ada yang lihat" Dara berusaha bangkit namun Leo memeluknya erat
"Pulang sekarang atau begini terus sampai sore" Leo menyembunyikan wajahnya di tengkuk Dara
__ADS_1
"Dasar pemaksa"