Dijodohkan Dengan Ketos Galak

Dijodohkan Dengan Ketos Galak
eps 48


__ADS_3

Nindy makan sambil sesekali melirik Bryan yang sedang menatapnya dengan tajam


Nindy membuang muka saat tatapan mereka beradu


"Siapa Richard?" tanya Bryan


"Temen kuliah" singkat Nindy


"Apa kalian dekat? punya hubungan apa kalian? kenapa sampai dia menyusulmu kesini? apa cuma mau diajak jalan atau ada urusan lain? apa dia tau Lo udah punya suami?" Bryan sudah seperti mengintrogasi tersangka


Nindy memutar bola matanya jengah sekarang dia tau kenapa dengan sikap Bryan yang berubah dalam sekejap


alasannya karena cemburu pada Richard


"Gue gak tau pasti dia kesini mau ngapain kalo soal janji ajak jalan ya itu karena waktu itu dia kayak penasaran aja makanya gue ngomong gitu gue kira dia cuma iseng iseng ternyata beneran kesini " Nindy berusaha menjelaskan


"Apa kalian dekat? apa dia tau Lo punya suami?" Bryan menegaskan pertanyaannya lagi


"Deket banget enggak kami cuma berteman, dia baik banget sama gue bantu segala hal waktu gue disana, dan soal gue punya suami dia belum tau" ucap Nindy


"Kenapa? apa Lo malu ketauan punya suami atau Lo malah sengaja gak ngasih tau biar tambah Deket dan kalian pacaran gitu?" nada bicara Bryan mulai meninggi


"Hey calm down" Nindy berbicara sambil melirik sekitarnya pengunjung mulai menatap mereka


"Gue gak ngasih tau karena dia gak nanya, siapa gue gitu tiba tiba bilang 'hey gue udah punya suami' kesannya kayak gue kepedean banget gitu" ucap Nindy pelan


"Tapi Lo bisa kan jujur aja biar dia gak deketin lo" ucap Bryan pelan tapi penuh penegasan


"Dulu gue berpikir Lo udah seneng seneng sama cewek lain dan apa salahnya kalo gue punya temen cowok" ucap Nindy


"Jadi Lo berniat gantiin posisi gue sama orang lain?"


"Bryan please jangan marah marah cuma karena masalah kayak gini, gue gak pernah sedikitpun Deket sama cowok lain lebih dari sekedar teman"


"Gue mau Lo jujur kalo kita ketemu dia dan Lo gak usah ajak dia kemana pun"


"Oke oke" Nindy pasrah dengan kemauan Bryan


'Cemburunya merepotkan' batin Nindy


.


.


"Hallo apa ada kabar bagus?" Maria menelpon seseorang


"What? jadi merek lagi cari anaknya? Waaww menarik, ikuti terus kasih kabar selanjutnya" ucap Maria lalu menutup teleponnya


"Sebentar lagi kalian akan merasakan kehilangan anak untuk yang kedua kalinya dan kali ini gue gak perlu turun tangan" gumam Maria


.


.


Di tempat lain Leo sedang mengintai tempat disekapnya orang tua Meira


tidak butuh waktu lama akhirnya orang tua Meira dapat diselamatkan


tubuhnya penuh luka mungkin karena di siksa oleh Maria


Leo membawanya pulang disana sudah ada Meira yang berjalan mondar mandir menunggu kepulangan ibunya

__ADS_1


"Mamaaaaa" teriak Meira memeluk ibunya


"Terimakasih" ucap Meira pada Leo


"Kalau bukan Nindy yang meminta saya membebaskan dan melindungi kalian saya tidak Sudi, Nindy terlalu baik untuk orang kotor seperti kalian" hardik Leo lalu pergi dengan anak buahnya


Meira menitikkan air mata menatap punggung Leo yang sudah masuk ke dalam mobil


Leo benar Nindy orang baik dia harusnya tidak menghancurkan hidup Nindy


"Ma kita harus minta maaf sama Nindy "


"Iya nak mama sudah banyak menyakitinya, mana papa kamu?" tanya Tamara


"Jangan cari tua Bangka itu lagi bisanya dia cuma pergi keluyuran dan pulang mabuk mabukan dia bahkan tidak khawatir dengan keadaan mama" ucap Meira


.


.


"Hallo, sekarang lagi dimana? kapan pulang?" Leo menelpon Nindy


"Lagi siap siap mau pulang" jawab Nindy


"Gimana lancar?" tanya Leo


''Awalnya susah tapi di bolehin dengan catatan..." Nindy menggantung ucapannya


"Ada apa? " tanya Leo


"Apapun nanti hasilnya kalo pun positif dia anak gue, gue gak boleh nemuin dia" Nindy mulai terisak


"Lagi teleponan sama siapa?" Bryan menegur Nindy dan mengambil handphonenya


"Hallo, Nindy lagi istirahat gak boleh di ganggu" ucap Bryan tiba tiba tanpa melihat nama kontak si penelepon


"Posesif" ucap Leo lalu mematikan teleponnya


Bryan yang mendengar suara Leo mematung


dia malu terlalu mencurigai Nindy


Nindy menatapnya datar merebut kasar handphone dari tangan Bryan


dengan wajah tanpa dosa Bryan berjalan melewati Nindy dan tidur memunggunginya


"Kenapa malah tidur bukannya kita harus pulang?" tanya Nindy


Bryan membulatkan matanya karena kelakuannya dia malu sendiri sampai sampai lupa niatnya ke kamar untuk mengambil barang barang


tapi karena terlanjur cemburu akhirnya dia jadi salah tingkah sendiri


"Aahh iya gue barusan cuma pegel aja makanya tiduran" ucap Bryan dengan wajah yang terlihat bodoh


"Gue bawa barang barang duluan " lanjut Bryan


"Kita gak bawa apapun Bryan , cuma dua paper bag doang" Nindy mengangkat paper bag nya


Tanpa menjawab Bryan meraih paper bag nya lalu ke luar dari kamar


Nindy mengerutkan keningnya lalu menggeleng

__ADS_1


"Malu kan " gerutu Nindy lalu pergi mengikuti Bryan


Sebelum melanjutkan ke kota D mereka pulang terlebih dahulu ke rumah mereka


di perjalanan sepertinya mobil Bryan diikuti oleh mobil hitam dari belakang


Bryan menjalankan mobilnya pelan serta kencang dan mobil itu mengikuti laju mobil Nindy


"Sepertinya mobil itu ngikutin kita, pake sabuk pengaman" ucap Bryan


Nindy memakai sabuk pengaman dan Bryan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi


Nindy berpegang pada pintu mobil sambil memegangi perutnya


dia juga mengerjapkan matanya karena kepalanya terasa pusing


"Pelan pelan aja kepala gue pusing" Bryan melirik Nindy di sampingnya dengan wajah pucat dan memejamkan matanya


Akhirnya dia mengurangi kecepatan dan sengaja mencari tempat ramai di depan sebuah minimarket


tanpa di duga mobil tersebut menabrakkan body mobil sampingnya ke kap mobil Bryan


hingga mobilnya oleng dan menabrak trotoar


Orang orang yang ada di minimarket berhambur memeriksa mobil Bryan dan meneriaki mobil yang menyerempetnya karena kabur


Nindy memegang kepalanya yang berdarah karena terkena dashboard mobil


Nindy membuka sabuk pengaman saat hendak berhenti sebelum mobil itu menabrak mereka


"Sayang lihat aku, kamu baik baik aja?" Bryan menangkup wajah Nindy yang pucat lalu Nindy kehilangan kesadarannya


Bryan bergegas turun untuk memanggil taksi karena mobilnya rusak


Bryan di bantu orang orang yang ada disana memanggilkan taksi dan memindahkan barang bawaannya


"Kep*r*t Baj*ng*n siapa yang berani main main sama gue" Bryan mengumpat melihat wajah istrinya yang pucat


.


.


Sesampainya di rumah sakit Nindy sudah selesai di periksa


Bryan menggosok tangan Nindy sesekali menciumnya


tangannya perlahan bergerak


"Eemmhh dimana ini?" Nindy baru saja membuka matanya


"Ini dirumah sakit, kamu gak apa apa?" tanya Bryan lembut


Nindy menggeleng sebagai jawaban


Bryan mengelus kepala Nindy lalu mengecupnya


Nindy hanya diam mendapatkan perlakuan manis dari Bryan


tiba tiba Bryan memeluk Nindy dan membaringkan kepalanya di dada Nindy


"Aku takut kehilangan kamu sama anak kita lagi" Nindy bisa merasakan bahwa sekarang Bryan sedang menangis

__ADS_1


__ADS_2