
Selama pernikahan berlangsung Wina masih tampak bingung
sampai di salami para tamu Wina masih memperlihatkan wajah bingung
menatap Damar di sampingnya orang tuanya juga sahabat sahabatnya dan para tamu
Wina duduk setelah menerima begitu banyaknya tamu dadakan yang hadir karena ada yang live video dari awal sampai akhir di acara pernikahan hari ini
Para kolega dan teman teman Damar mendadak datang melihat video itu sudah di bagikan sebagian orang
menambah daftar tamu yang datang
Damar menoleh ke arah Wina yang memijat kepalanya
dia segan untuk sekedar bertanya dia kembali memalingkan wajahnya ke arah lain
"Wina lo bagian keluarga kita sekarang" pekik Nindy langsung memeluk Wina dengan Dara
"Damar lo keren sumpah gue suka " Nindy mencubit kedua pipi Damar
"Diih sakit gila lo" Damar menurunkan tangan Nindy
"Gue gak nyangka lo se gentle ini Mar, gue tau lo udah suka dari awal kan? " bisik Leo di akhir katanya
"Gue emang gentle, gak perlu pacaran langsung gue jadiin istri" sombong Damar seraya merapikan jasnya
"Itu juga karena gak jadi coba kalo jadi lo gigit jari Mar" celetuk Nindy yang masih memeluk sahabatnya
"Tinggal satu lagi nih yang belum laku" sindir Bryan menyenggol lengan Reno
"Papa kan om Reno sukanya sama mommy tapi keduluan sama daddy" celetuk Cia membuat semuanya menatap Cia dan Reno bergantian
Leo menatap tajam Reno tapi yang di tatap biasa saja
"Itu masa lalu Leo tenang aja gue gak suka istri orang" ucap Reno
"Bagus deh" jawab Leo sok cool
"Ini bocil mulutnya kayak emaknya" bisik Reno pada Bryan
"Sialan istri gue tuh, tapi bener juga" mereka saling berbisik lalu sama sama terkekeh
Setelah semuanya selesai keluarga Wina dan Damar berkumpul
membahas bagaimana kedepannya mereka akan menjalani hidup bersama
sekaligus mengucapkan terimakasih pada Damar yang sudah mau menggantikan mempelai wanita
"Sebelumnya ayah mau berterimakasih pada nak Damar sudah membuat keluarga ini terhindar dari rasa malu"
"Ayah hanya ingin bertanya apa nak Damar sungguh sungguh dengan anak kami dan akan seperti apa kehidupan kalian kedepannya" lanjutannya
"Saya akan menjalaninya seperti air yang mengalir mengikuti arus saja, saya tau ini berat untuk Wina mungkin dia juga masih bingung saya akan mencoba menjadi suami yang baik namun jika Wina tidak bisa menerima saya dan meminta perpisahan di antara kami saya akan menuruti keinginannya, tapi perlu ayah dan ibu ketahui saya menyayangi Wina" ucap Damar kembali membuat keluarganya termasuk keluarga kecil Leo dan Nindy berdecak kagum
"Kami amat sangat berterimakasih, kami akan menasehati Wina agar berusaha menjadi istri yang baik" ucap keluarga Wina
"Tapi jika Wina tidak bersedia saya minta jangan paksa dia, biarkan dia mengutarakan keinginannya" ucap Damar
setelah pembicaraan keluarga selesai
__ADS_1
kedua keluarga hendak meninggalkan hotel, termasuk Nindy karena dia mengeluh sakit di pinggangnya dan hanya Damar dan Wina yang menginap disana
"Mar udah minum obat kuat belum? " bisik Leo membuat Damar memukul lengannya
"Alaahh sok polos lo " hardik Leo
"Jangan kalah Mar gue aja malam pertama 5 kali ampe pingsan istri gue" bisik Leo cekikikan
"Gila lo emang stress otak lo" gerutu Damar
"Ngomongin apaan sih? " tanya Dara mendengar suaminya cekikikan sendiri
"Kata suami lo, goyang lo kurang hot" ucap Damar
Dara wajahnya langsung memerah melotot menatap Leo horor
"Gak dia bohong sayang, sumpah aku gak ngomong gitu" Leo menggerakkan tangannya kekiri dan kanannya
"Tau ah kesel aku sama kamu" Dara mendorong tubuh Leo lalu pergi dengan cemberut
"Waah cari perkara lo Mar bisa gak dapet jatah gue" Leo menoyor kepala Damar lalu mengejar Dara
Damar tertawa melihat Leo panik mengejar Dara
Damar kembali ke kamar dia melihat Wina yang membelakangi pintu duduk di tepi ranjang
sepertinya dia sudah mandi, punggungnya bergetar menandakan dia sedang menangis
Damar menghela nafas lalu mendekatinya
"Masih nangisin cowok bajingan itu? " tanya Damar membuat Wina menghapus air matanya dan menggeleng
Wina menghapus air matanya mendengar perkataan Damar
Damar benar dia gak perlu nangisin laki laki bajingan itu harusnya dia bersyukur bisa secepatnya tau betapa bajingannya dia
Wina merebahkan tubuhnya namun tidak bisa memejamkan matanya
pintu kamar mandi terbuka sosok Damar keluar hanya mengenakan celana pendek tanpa baju
"Aaaaaaaaaa" Wina berteriak menutup wajahnya
"Kenapa? ada apa? " Damar mendekati Wina dan duduk di ranjang sebelah Wina menyentuh bahunya karena Wina membelakanginya sekarang
"Kenapa gak pake baju? " tanya Wina
"Aku gak bawa baju, kamu gak pernah liat tubuh laki laki? " tanya Damar
"Pernah sih waktu nonton film dewasa sama Nindy dan Dara" celetuknya membuat Damar tercengang
"Lalu apa yang mereka lakukan? " goda Damar berbisik pada Wina
"Mereka.. mereka... " Wina mengingat ucapannya yang sembarangan langsung memukul mukul bibirnya
"Mereka kenapa? " bisik Damar
Hembusan nafas Damar menyapu telinga Wina membuat Wina merasakan gelenyar aneh
Wina malah menutup matanya merasakan hembusan nafas Damar di belakangnya
__ADS_1
Damar bisa melihat Wina sedang menutup matanya mulai menggoda Wina
"Damar sorry aku belum siap" ucap Wina dengan segera
"Oh ya tapi kenapa? " Damar menyeringai membuat Wina beringsut duduk tersudut di kepala ranjang karena Damar mendekatinya perlahan
"Aku.. aku.. " Wina tidak bisa melanjutkan perkataannya kala wajah Damar berada sangat dekat dengan wajahnya
"Kamu sering ciuman ya? " pertanyaan Damar membuat wajah Wina memerah
"kamu gak perlu jawab aku udah tau" Damar kembali mencium Wina menekan tengkuknya
Kali ini Wina diam saja membiarkan Damar menyesap dan memainkan lidahnya di rongga mulutnya tanpa membalas
"Aku kira kamu sepolos itu tapi... ahh sudah tidurlah" Damar menjauh dan tidur membelakangi Wina
"Tapi? tapi apa Damar? kamu berpikiran aku sudah melakukannya? " Damar tercengang mendengar perkataan Wina yang menyangka Damar menuduhnya sudah pernah tidur dengan mantan pacarnya
Damar tidak menyinggung kesana dia hanya membahas tentang ciumannya tapi siapa sangka Wina membuka pembicaraan ke arah sana
sekalian saja Damar ingin menggoda istrinya yang tulalit itu
"Kau bilang belum siap melakukannya sekarang denganku, apa karena belum bisa melupakan mantanmu itu? " ucap Damar di buat seperti sedang merajuk
"Aku cuma belum bisa melakukannya, aku malu" teriak Wina
"Tidak usah teriak teriak aku juga dengar, kamu pernah tidurkan dengan mantanmu? " tanya Damar
"Apa kau bilang? aku masih virgin Damar" bentaknya tidak Terima
"Tapi aku gak percaya, di zaman sekarang banyak wanita yang merelakan tubuhnya untuk pacarnya"
"Tapi aku enggak"
"Mana aku tau kalo gak periksa"
"Ya udah periksa aja kalo agak percaya, jangan asal nuduh orang"
Damar bangun dan duduk di hadapan Wina yang bersandar di kepala ranjang
"Kamu mau ngapain? " Wina menutupi tubuhnya dengan selimut
"Aku mau periksa, bukannya kamu udah ngizinin" Damar menarik selimutnya dan menjatuhkannya
"Tapi.. tapi gimana? aku gak mau" Wina menutupi pahanya dengan bantal
"Atau kamu mau aku bilang sama orang tua kamu kalo kmu pernah tidur sama mantan kamu" ucapan Damar membuat Wina panik
Wina segera menahan tangan Damar yang hendak melangkah pergi'
"aku belum pernah ngelakuin itu Damar gimana aku harus ngomong biar kamu percaya" ucap Wina
"Aku percaya kalo udah ada buktinya" ucap Damar
"Ya udah kamu periksa aja" ucap Wina putus asa,
Wina mendorong Damar saat dia ingin menyentuhnya lalu tidur menyembunyikan wajahnya di bantal
suara tawa Damar memenuhi kamar mereka Wina hanya merutuki dirinya yang bodoh bisa bisanya di permainkan oleh Damar
__ADS_1