Dijodohkan Dengan Ketos Galak

Dijodohkan Dengan Ketos Galak
eps 76


__ADS_3

Hari ini adalah perjalanan yang melelahkan sepulang dari kampung halaman Dara


Leo membawa Dara ke apartemennya karena sesampai disana sudah larut malam


"Dara bangun" ucap Meira mencolek bahu Dara


"Gak usah di bangunin" ucap Leo yang muncul di pintu samping Dara


"Gue.. gue.. pulang sama siapa? " tanya Meira gugup


"Sendirilah, gue cape mau istirahat" Leo menggendong Dara keluar dari mobil


"Gue takut kejadian kemarin terjadi lagi" Meira mengikuti Leo dari belakang


"Ya udah lo boleh tidur disini malem ini, lo tidur di kamar Nindy " ucap Leo ketika di dalam lift


'Sepertinya Leo sangat mencintai Dara, dia tidak keberatan sama sekali menggendong Dara padahal dia masih bisa di bangunkan' gumam Meira dalam hati


"Lo bisa pake kamar yang di depan" Ucap Leo sambil berlalu pergi ke kamar belakang


"Lo tidur dimana? " tanya Meira setengah berteriak


"Bukan urusan lo" jawab Leo masuk ke kamarnya


"Harusnya gue udah tau" lirih Meira


Malam semakin larut Meira terbangun dari tidurnya melihat jam ternyata sudah jam 02:30


dia merasa haus dan memutuskan pergi ke dapur


di tengah perjalanannya Meira terhenti di pintu kamar Leo yang hampir berdekatan dengan dapur


"Kamu apaan sih, diem aku ngantuk" terdengar suara Dara yang masih parau


"Aku gak bisa tidur temenin aku" jawab Leo


"Ini udah jam berapa cepetan tidur gak baik bergadang" ucap Dara


"Aku gak mau"


"Hahha geli Leo"


"Panggil aku apa? "


"Leo haha geli"


"Panggil aku"


"Sayang muuaaacch "


Sepi tidak terdengar suara apapun lagi entah apa yang membuat Meira begitu penasaran hingga mendekatkan telinganya ke dekat pintu


" sayang jangan " lirih Dara


Meira yang merasa panas segera pergi ke dapur mengambil minumnya dan kembali ke kamar dengan cepat


yang terjadi sebenarnya


Leo terus menggelitik Dara sehingga membuatnya terbangun dari tidurnya


Leo meminta Dara menemaninya bergadang tapi Dara menolak dan langsung menggelitiknya


Dara melihat bayangan dari bawah pintu membuat ide jahilnya muncul

__ADS_1


Dara membekap mulut Leo dan langsung berbicara sendiri seolah sedang terjadi sesuatu


suara ciuman itu juga berasal dari Dara yang menciumi telapak tangannya seraya Mend***h mendayu dayu


Setelah bayangan itu pergi Dara tertawa cekikan Leo hanya bisa menggeleng menyaksikan ke jahilan calon istrinya tersebut


"Kenapa menatapku seperti itu? " tanya Dara melihat Leo menatapnya sedari tadi


"Kenapa kamu melakukannya? dia bisa salah paham" ucap Leo


"Apa kamu takut dia cemburu? " tanya Dara sinis


"Bukan begitu sayang, aku cuma gak mau dia berpikir kamu wanita yang bisa di ajak macam macam" jawab Leo seraya mencium pipi Dara


"Aku kira kamu takut di jauhi dia"


"Kamu cemburu? " goda Leo


"Tidak sama sekali"


"Kenapa tidak membuat adegan sungguhan saja kenapa harus berpura pura seperti tadi? "


"Maksudnya? " meletakkan kepalanya di dada bidang Leo yang tidak memakai baju


"Aku suka aromanya" Dara mencium wangi tubuh Leo


"Jangan seperti itu aku laki laki normal, aku takut tidak bisa menahannya" ucap Leo


"Baiklah baiklah" Dara melepaskan pelukannya dan Leo beralih memeluknya


"Kenapa kamu bisa menahannya saat bersamaku? " tanya Dara


"Aku ingin menghormati wanita yang aku cintai, peluk cium sudah cukup bagiku" Leo sedang memainkan jemari Dara yang berbaring membelakanginya


"Apa kamu bisa merasakannya"


"Kamu? " tanya Dara berbalik menatap celana pendek Leo yang menjulang


"Ini yang aku rasain kalo deket kamu cuma aku gak mau kamu lihat tapi sekarang kamu melihatnya bukan? masih bilang aku gak normal? " tanya Leo menyeringai


"Aku.. aku.. " Dara gugup menjauhkan dirinya dari Leo


"Kamu takut? tenang aku bukan laki laki bajingan yang mudah meniduri wanita, kalo aku laki laki seperti itu sudah dari awal aku melakukankannya" Leo kembali menarik Dara kedalam pelukannya


"Apa itu sakit? " tanya Dara


"Mungkin sedikit sesak".jawab Leo dengan terkekeh mencium kening Dara


" Kamu takut? " tanya Leo namun Dara hanya menggeleng


"Aku percaya sama kamu " Dara memeluk erat tubuh Leo dan keduanya tertidur


.


.


Hujan lebat dengan suara petir menggelegar malam itu


membuat dua rumah berbeda tempat juga berbeda nasib itu punya ceritanya sendiri


Di rumah Bryan


Nindy masih marah perihal kejadian di kantor waktu itu

__ADS_1


Bryan berusaha membujuk Nindy tapi sepertinya dia bahkan tidak ingin mendengar apapun


"Sayang capek gak? mau aku pijat? " tanya Bryan mulai memegang lengan Nindy yang tidur membelakanginya


"Gak perlu, aku gak mau bersentuhan sama laki laki yang sudah di sentuh wanita lain" jawab Nindy ketus


"Ayolah sayang, aku sudah berendam selama satu jam bahkan kamu menambahkan sabun yang sangat banyak aku yakin aku sudah bersih" bujuk Bryan


"Berarti otak kamu yang belum bersih, bisa bisanya otak kamu yang pintar itu tidak bepikir apa yang akan terjadi kalo aku liat kamu di raba raba wanita seperti itu, menjijikan" gerutu Nindy


"Aku cuma mau buat kamu cemburu sayang gak lebih? "


"Aku cuma mau buat kamu cemburu" Nindy kembali mengulang perkataan Bryan dengan nada di buat seperti ejekan


"Kamu aja gak tau aku kekantor kan? gimana kamu mau buat aku cemburu itu cuma akal akalan kamu aja, apa susahnya sih minta maaf dan mengakui kesalahan kamu? " lanjut Nindy dengan suara keras bersahutan dengan petir yang menggelegar


"Ya udah aku minta maaf aku memang salah udah tergoda sama wanita itu, sekarang kamu maafin aku akan? " Ucap Bryan membalikan tubuh Nindy


Nindy duduk menghadap Bryan dan langsung menampar pipinya cukup keras


Bryan yang di tampar mengelus pipinya seraya meringis


"Kenapa kamu nampar aku? " tanya Bryan mengelus pipinya yang terasa perih


"Kamu ngaku sendirikan kamu tergoda sama wanita itu dasar brengsek bajingan" Nindy kembali memukul Bryan bertubi tubi


"Huuft serba salah lagi" pikir Bryan dalam hati


"Mamaaaa Cia takut" Saat sedang memukuli Bryan tiba tiba Cia membuka pintu dan langsung melompat ke ranjang di tengah tengah mereka


"Kenapa sayang? " tanya Nindy memeluk anaknya sambil berbaring


"Cia takut petir ma, Cia bobo disini ya"


"Oke, sekarang baca doa dulu terus bobo" Nindy mengelus kepala Cia dan merapihkan rambut Cia yang berantakan


Tidak lama setelah itu Cia terlelap di pelukan Nindy


karena tidur Cia tidak bisa diam berguling kesana kemari dan posisi tidur yang tidak beraturan membuat Bryan terjatuh dari tempat tidur akibat tendangan Cia


Bryan mengalah akhirnya berpindah tidur di belakang Nindy namun hal sama terjadi Nindy juga menendangnya hingga jatuh


"Sayang aku mau tidur" ucap Bryan


"Tidur di kamar lain" ketus Nindy


Akhirnya Bryan mengalah berjalan dengan gontai keluar kamarnya


sesekali menatap kedua bidadarinya yang sedang tidur


"Mereka kejam sekali" lirihnya sambil menutup pintu


Berbeda dengan keluarga Bryan rumah Maria bocor sana sini dia sampai tidak bisa tidur nyenyak


sedangkan Ashok tidak pulang entah kemana


Maria menggerutu dan memaki hidupnya juga orang orang yang membuatnya hidup menderita


"Sialan kalian pasti sedang tidur nyenyak dengan ranjang dan selimut yang nyaman, tunggu pembalasanku" teriak Maria dengan diikuti suara petir yang menggelegar


***Like komen dan vote😍😍😍


Jangan lupa dukungannya buat author dong

__ADS_1


buat kalian pembaca setia yang udah berbaik hati like komen dan vote author ucapin I LOVE YOU BEBELEGUDAN πŸ₯°πŸ₯°πŸ˜˜πŸ˜˜***


__ADS_2