Dijodohkan Dengan Ketos Galak

Dijodohkan Dengan Ketos Galak
eps 80


__ADS_3

Di sebuah minimarket Nindy sedang belanja beberapa cemilan untuk Cia


Nindy terus mundur sambil memerhatikan rak yang di penuhi cemilan mencari cemilan pesanan Cia


Bruukkk


Nindy menabrak seseorang hingga keranjang yang di tentengnya terjatuh berserakan


"Ouh maaf tuan saya tidak sengaja, biar saya bantu" Nindy memasukan kembali barang barangnya ke keranjang


"Tidak apa apa nona" sepersekian detik laki laki itu menatap Nindy seraya ikut memungut barangnya


Nindy mendongak dan memberikan keranjangnya seraya tersenyum


orang tersebut menatap mata Nindy yang bulat seperti bersinar


'mata itu' gumamnya dalam hati


"Sekali lagi saya minta maaf tuan" ucap Nindy


"Tidak apa apa nona"


"Saya permisi kalau begitu" ucap Nindy lalu pergi ke kasir


Lama Nindy di dalam mobil menjawab sebuah telepon


setelah mematikan teleponnya Nindy menghidupkan mobilnya hendak pulang


di ujung jalan dia melihat pria yang tadi di minimarket


"Tuan sedang menunggu siapa? " Nindy membuka jendela mobilnya


"Saya nunggu taksi"


"Tujuannya kemana? "


"Ke blok M"


"Kebetulan kita searah kalo mau bisa barengan"


"Tidak usah nona nanti merepotkan"


"Tidak sama sekali, kebetulan rumah saya lewat jalan itu"


"Baiklah, saya ucapkan terimakasih sebelumnya " Ashok naik ke mobil Nindy


.


.


Di rumah Damar Leo sedang beres beres baju di bantu Dara


setelah sebelumnya dari rumah Dara mengemas baju Dara juga


"Apa kamu udah beli rumah? " tanya mama Damar


"Iya kita mau pindah sekarang biar nanti udah nikah tinggal masuk aja gak perlu ngurus apa apa lagi" jawab Leo


"Lo segitunya takut ke ganggu Le sampe harus pindah? " tanya Damar yang baru saja masuk


"Gue gak mau tinggal satu atap sama tukang ngintip dan nguping" jawab Leo


"Maksud lo? " Damar pura pura bodoh

__ADS_1


"Jangan pura pura bego, lo pernah ngintip Nindy sama Bryan gila" sarkas Leo


"Itu bukan ngintip cuma kebetulan lewat" jawab Damar merasa benar


"Kebetulan lewat tapi kuping ampe nempel di pintu? "


"Hehehe lo kalo bahas aib orang gak pernah tanggung tanggung langsung ke akarnya" Mereka bertiga hanya geleng geleng kepala


"Mama ngapain sih ngintilin anak muda ganggu mereka bercocok tanam" Damar menguncupkan tangannya dan mengadu ujung jarinya


"Ayo keluar Damar laper ma" Damar menarik bahu mamanya


"Bercocok tanam apaan sih? kalian mau berkebun? " tanya mama Damar pada Dara dan Leo


"Jangan dengerin anak tante dia emang rada rada" jawab Leo


"Iya tante aja sampe amit amit takut punya anak gitu lagi" ucap Mama Damar


"Mama tega amat ama anak sendiri, udah ayo Damar laper ma masakin apa kek" gerutu Damar mendorong bahu mamanya seperti main kereta keretaan


"Gak nyangka banget Damar segokil itu" Dara menggeleng


"Kamu dulu sempet suka sama Damar yang cool? " tanya Leo memicingkan matanya


"Ya secara dulu cowok keren dan hits di SMA cuma Bryan Reno dan Damar" ucap Dara tanpa melihat ke arah Leo


"Jangan jangan kamu juga pernah suka sama Reno? atau sekarang masih sama? " Dara sontak berbalik


"Suka gak ya? " Dara menaruh telunjuknya di dagu dengan mata melirik ke atas


"Jangan macam macam" Leo menarik pinggang Dara merapat ke tubuhnya


"Kalo cuma satu macam? " ucap Dara mengalungkan tangannya ke leher Leo


"Guys makan dulu" Damar tiba tiba masuk tanpa mengetuk pintu


sontak mengejutkan kedua pasangan yang sedang di mabuk cinta


Damar menutup wajah dengan kedua tangannya lalu berbalik membelakangi mereka


"Sorry guys gue gak liat lanjut aja lanjut" Damar bergegas keluar menutup pintu


Dara dan Leo saling pandang dan akhirnya tertawa


Leo mengusap lembut bibir Dara dan merapihkan rambut serta baju Dara


lalu kembali mengecup singkat bibir Dara


"Aku bawa kopernya kamu duluan aja"


Dara turun menuju meja makan dengan tersenyum kikuk


sementara Damar tersenyum penuh arti membuat wajah Dara memerah


di susul Leo turun menenteng kopernya dan ikut bergabung di meja makan


melihat senyum Damar Leo menaik turunkan alisnya seraya tersenyum


"Nah calon pengantin baru harus banyak makan iyakan ma? " tanya Damar tiba tiba


"Iya, sebagai jomblo juga harus banyak makan biar kuat liat orang bermesraan" sindir mama Damar sambil menyendok makanan ke piringnya


"Jleb banget" ucap Damar menyuap makanannya

__ADS_1


.


.


"Bentar lagi Leo sama Dara nikah harapan gue udah pupus, sia sia selama ini gue cari perhatian Leo" lirih Meira


Tring tring


"*Hallo ma"


"baik, gimana mama pengobatan disana? papa kemana?


" ohh.. salam buat papa"


"Gak ada perkembangan apapun ma, Leo sama Dara udah final beberapa hari lagi mereka nikah"


"Aku baik baik aja ma, oke bye ma"


Tamara menelpon Meira karena kini dia sedang berada di luar negeri untuk melakukan pengobatan untuk penyakit kankernya


Meira sempat bercerita tentang dia yang menyukai Leo dan sekarang semuanya sudah berakhir


.


.


Ashok telah sampai rumah dia menaruh belanjaannya lalu menyandarkan diri di kursi tua


menyalakan sebatang rokok dan menyesapnya


"Darimana aja? " tanya Maria


"Minimarket" Ashok menunjuk plastik belanjaannya


"Kenapa wajahmu muram begitu? "


"Aku bertemu seseorang" jawab Ashok


"Lalu? "


"Wajahnya, matanya aku seperti melihat dia ada di dalam dirinya"


"Aku tidak mengerti" ucap Maria


"Sudahlah kau tidak akan paham, aku harus pergi itu persediaan untuk seminggu ke depan aku tidak akan pulang" ucap Ashok lalu pergi


"Terserah mau pulang atau enggak yang penting gue makan dan masih bisa punya tempat tinggal" gumam Maria


Hari berlalu begitu cepat semua persiapan pernikahan hampir rampung


keluarga Dara dan Leo sedang dalam masa sibuk sibuknya mengatur semua kesiapan acara


gedung mewah nan megah yang siap menampung tamu undangan dengan jumlah yang fantastis termasuk awak media


Leo ingin hari yang bahagia ini di publikasikan dan menjadi momen terindah sepanjang hidupnya


meskipun Dara menyarankan agar tidak terlalu megah tapi Leo ingin pernikahannya dapat di kenang seumur hidup


"Aku kangen" Leo menelpon Dara


"Tinggal beberapa hari lagi, sabar" jawab Dara


"Setelah acara selesai aku tidak akan membiarkanmu keluar, kita akan menghabiskan hari hari di dalam kamar" celoteh Leo

__ADS_1


"Dasar gila" ucap Dara seraya tertawa


__ADS_2