Dijodohkan Dengan Ketos Galak

Dijodohkan Dengan Ketos Galak
eps 12


__ADS_3

Nindy tertidur di mobil Bryan memindahkannya ke kamar dengan menggendongnya


Bryan menidurkan nindy di ranjang setelah itu dia ikut berbaring


Bryan memandangi wajah Nindy


lalu Bryan mencium kening nindy


Bryan mulai jahil awalnya hanya mencium kening tapi ciumannya menjalar ke seluruh wajah Nindy


membuat Nindy terusik


" Bryan Lo apaan sih" ucap Nindy kesal


Bryan malah semakin gencar menciumi wajah Nindy membuat Nindy semakin kesal


" itu pelajaran karena gak sopan sama suami, Lo gue Lo gue apaan" ucap Bryan


" suruh siapa gangguin orang tidur" ucap Nindy seraya tidur menutupi tubuhnya dengan selimut


Bryan gemas di peluknya erat yang berada di bawah selimut


Nindy meronta ronta sementara Bryan hanya tertawa


tangan Nindy keluar menjambak rambut Bryan sampai bryan berhenti memeluknya


" pengap tau by" ucap Nindy manja membuat Bryan senang


" sini" ucap Bryan membuka tangannya memeluk Nindy


Nindy masuk ke dalam pelukan Bryan


Nindy menyembunyikan wajahnya di dada Bryan


tanpa Bryan sadari Nindy menggigit dada Bryan sampai berbekas


" duh duuududu sakit tau" ucap Bryan mengusap dadanya


" balas dendam " ucap Nindy mendorong tubuh Bryan


Bryan bangkit menindih Nindy dan menahan tangan Nindy ke atas


Bryan duduk di paha Nindy


" ini baru balas dendam" ucap Bryan seraya menciumi wajah leher dan tubuh Nindy, Nindy tertawa karena geli


" papa bahagia punya kamu sama mamamu" ucap Bryan lalu ikut tidur


hari ini Bryan dan Nindy mulai sekolah


Nindy menyiapkan sarapan lalu menyiapkan baju untuk Bryan


setelah selesai sarapan Nindy berangkat bersama Bryan


Bryan sengaja memilih universitas yang dekat dengan sekolah Nindy


sebenarnya orang tua bryan menawarkan untuk kuliah di luar negeri tapi Bryan tidak mau meninggalkan Nindy yang sedang hamil


" yang nanti kalo udah pulang kasih tau ya" ucap bryan membuat Nindy melongo karena panggilan yang Bryan ucapkan


" oh iya iya" ucap Nindy


ketika Nindy hendak pergi membuka pintu mobil


Bryan menahan tangan Nindy


Nindy berbalik menatap Bryan


" apa lagi?" ucap Nindy Bryan tidak menjawab dia hanya mengulurkan tangannya


" apa ini?" ucap Nindy


" Salim" ucap Bryan singkat


" ohh iya lupa" kata Nindy nyengir kuda


" kebiasaan bukan lupa" ucap Bryan


ketika Nindy hendak berbalik Bryan menahan tangan Nindy lagi


Nindy berbalik dengan malas

__ADS_1


" apa lagi sih" ucap Nindy kesal


cuupp


Bryan mencium kening Nindy membuat Nindy malu malu


wajah Nindy memerah Bryan selalu memperlakukannya dengan manis


di kelas Nindy terlihat lesu dia hanya meletakkan kepalanya di meja dilipatan tangannya


" Lo kenapa sih nin?" ucap Wina


" gak tau gue lemes banget" ucap Nindy


" Lo gue anter ke UKS " ucap dara


" gak usah bentar lagi masuk, gue mau ke kamar mandi dulu deh" ucap Nindy seraya pergi


di lorong dekat kamar mandi Nindy merasa pusing dia memegang kepalanya


Nindy limbung dia jatuh terjengkang kebelakang


tapi ada orang yang menangkapnya dari belakang


"Lo gak apa apa?" tanya orang itu


" enggak, makasih ya " ucap Nindy seraya pergi ke kamar mandi


" cantik" gumamnya


selesai dari kamar mandi Nindy kembali ke kelas


tidak berselang lama guru masuk memperkenalkan murid baru


" selamat pagi anak anak hari ini kita kedatangan murid baru dari Bandung, silahkan masuk" ucap guru nya


di kelas


" hai semua gue damar semoga kita bisa berteman baik" ucap damar lalu guru menyuruh damar duduk di sebrang bangku Nindy


selama pelajaran damar sering mencuri pandang pada Nindy


ketika jam istirahat damar menghampiri Nindy


"hai Lo yang tadi hampir jatuh y" ucap damar


" eh iya thanks ya soal tadi" ucap Nindy


"gue damar" ucap damar seraya mengulurkan tangannya


" gue Nindy ini Wina dan ini dara" ucap Nindy memperkenalkan sahabatnya juga


"kalo ada yang gak gue ngerti gue bisa tanya sama kaliankan?" tanya damar


" bisa banget " ucap Wina


sepulang sekolah Nindy menunggu Bryan di gerbang sekolah


universitas Bryan ada di sebrang sekolah Nindy


dari sebrang jalan sekelompok pemuda memperhatikan Nindy


Bryan kebetulan lewat di dekat mereka


Bryan di buat geram karena mereka membicarakan Nindy


"Lo liat cewek SMA yang di sebrang? gue udah naksir lama sama dia udah cantik bodynya sekarang makin waaaww" ucap leo senior Bryan


Bryan yang mendengar itu segera menghampiri Nindy dia kesal mereka membicarakan Nindy dengan mesumnya


saat bryan sudah dekat dengan Nindy damar tiba tiba datang memberi sebotol minuman pada Nindy membuat Bryan cemburu


" panas ya nin? nih minum biar seger" ucap damar


" iya nih panas banget, thanks ya" ucap Nindy


nindy akan meminumnya tapi Bryan tiba tiba datang menyambar botol yang di pegang Nindy


dan menengguknya sampai habis


damar menatap Bryan dengan heran

__ADS_1


" ohh kenalin damar ini Bryan pacar gue" ucap Nindy


" gue Bryan pacar Nindy" ucap Bryan menekankan kata pacar seraya mengulurkan tangannya


" gue damar kak, salam kenal" ucap damar


" damar sorry gue pulang duluan ya" ucap nindy karena tangannya di tarik Bryan


" Lo ke duluan sama junior le" ucap teman teman Leo di sebrang sana


" sial masa gue kalah sama junior gue sih, pokoknya gue harus deketin tuh cewek gue jadi penasaran" ucap leo


" nyari masalah Lo le" ucap yang lain


" gue gak takut" ucap leo


Nindy yang di tarik Bryan masuk ke dalam mobil


Bryan menjalankan mobilnya kencang membuat Nindy panik


nindi berpegang sambil terus mengoceh pada Bryan


Bryan lalu menghentikan laju mobilnya


" kamu apa apaan sih? kamu gak sayang sama aku sama anak kita?? " ucap Nindy yang jantungnya masih berdebar


" kamu kok gitu Deket Deket sama cowok? jadi gitu ya gak ada aku kamu genit sama cowok lain" ucap bryan


" yang ada kamu yang apa apaan kamu Deket juga sama Meira dan Maria, malah di apartemen berani peluk peluk saat ada aku" ucap Nindy


"kamu gak tau yang sebenarnya, bukan aku yang mau Deket sama mereka" ucap Bryan


" kamu juga gak tau kan apa yang terjadi? kamu malah gak nanya sama sekali, dia murid baru dan Aku sama sekali gak ada deketin dia" ucap Nindy


sejenak mereka terdiam Nindy menyandarkan tubuhnya dan menatap ke arah jendela


Bryan kembali melajukan mobilnya sesampainya di apartemen Nindy pergi ke kamar tanpa bicara sepatah kata pun


Bryan menahan tangan Nindy memeluknya dari belakang


" maaf" hanya itu yang keluar dari mulut Bryan


Nindy membalikkan tubuhnya menghadap bryan Nindy mengalungkan tangannya di leher Bryan mengecup bibir Bryan


" aku tau kamu cemburu tapi seenggaknya kamu bertanya dulu, dan satu lagi kamu jangan Deket Deket sama cewek lain" ucap Nindy


Bryan kembali mengecup bibir Nindy


mereka berpelukan


Bryan menyesal karena rasa cemburunya dia hampir membuat Nindy dan anaknya celaka


" jangan marah lagi ya" ucap Nindy manja membuat bryan gemas


Bryan membopong tubuh Nindy ke sofa dia duduk dan meletakkan Nindy di pangkuan nya


Bryan memasukan tangannya ke dalam baju Nindy


membuat Nindy terlonjak kaget


" gak apa apa aku cuma mau pegang bayi kita" ucap Nindy


" o.. okee hanya itu" ucap Nindy


" kenapa belum bergerak ya? " tanya Bryan


" ya ampun mau bergerak apanya ini aja baru 2 bulan Bryan" ucap Nindy seraya tertawa


Bryan memindahkan tangannya ke atas membuat Nindy terkejut


" awas ihh geli" ucap Nindy


" ini hukuman karena kamu gak sopan sama suami" ucap Bryan


" gak sopan gimana? emang aku ngapain?" tanya Nindy


" tadi bilang apa? gak sopan banget panggil nama" ucap Bryan


" ooooo iy iya sorry sayy Yaang aku lupa" membuat Nindy Saat baru saja akan memulai tiba tiba pintu apartemen Bryan di ketuk


" oo my God, siapa sih bikin naik darah aja deh" ucap Bryan menghentikan aksinya

__ADS_1


__ADS_2