
Nindy mendapat telepon dari Leo untuk menemani Dara di rumah
Leo menceritakan semuanya pada Nindy dia khawatir Meira kembali ke rumah dan melakukan sesuatu yang bisa melukai Dara
"Lalu kenapa lo gak bawa dia ke kantor? " tanya Nindy
"Gue gak mau dia kecapean"
"Tapikan dia bisa istirahat di kantor, dari pada gak di awasin"
"Disana juga ada bibi tapi gue gak tenang aja"
"Iya iya gue kesana sekarang tapi gue harus jemput Cia dulu "
"Jangan kelamaan"
"Iya bawel"
Nindy menjemput Cia terlebih dahulu ternyata di sekolah dia menunggu sekitar 30 menit
setelah itu dia melesat ke mansion Leo
sesampainya disana benar saja terdengar keributan dari dalam
Nindy bergegas masuk menuntun Cia yang berlari menyesuaikan langkahnya dengan sang ibu
"Ra ada apa ini? " Nindy bertanya pada Dara yang sudah duduk memegangi kepalanya
"Kenapa sih Meira harus ribut ribut di rumah orang" Nindy merangkul bahu Dara yang nafasnya sudah terengah menahan amarahnya
"Gara gara dia lo tau mama gue down, kenapa Leo harus lebih memilih wanita yang tidak ada apa apanya ini, di banding dia gue lebih baik dalam segala hal" Meira mulai marah marah
"Sayang masuk ke kamar dulu ya bawa mommy" Nindy menyuruh Cia
"Iya ma, ayo mom Cia bantu" Cia menuntun Dara ke kamarnya
"Lo tau Meira kenapa kak Leo lebih milih Dara? karena Dara gak pernah melukai orang lain gue tau dia memang tidak lebih baik dari lo segi fisik tapi hati dia jauh sangat sangat beda jauh sama lo"
"Apa lo gak sadar selama ini dia diam saat lo melakukan hal licik untuk menarik perhatian Leo?
dia bahkan mengizinkan lo dan mama lo tinggal disini karena kasihan dengan kondisi mama lo gue gak yakin kalo lo di posisi dia lo bisa nerima dia dengan baik"
"Lo seorang dokter Meira harusnya lo tau yang lo lakuin selama ini berbahaya buat kandungan Dara, cukup dulu lo sama maria buat gue menderita stop Meira stop mencintai milik orang lain"
__ADS_1
"Lo gak bisa berharap lebih sekarang ada anak diantara mereka gue mohon jangan pisahkan sebuah keluarga
karena gue udah ngalamin semua itu bahkan saat gue masih kecil, lo gak akan tau gimana hancurnya perasaan seorang anak yang melihat orang tuanya berpecah belah, lo bisa benci sama orang tuanya tapi lo harusnya mikirin gimana nasib anaknya nanti, buang rasa egois di hati lo harusnya lo malu, gue kira lo udah berubah ternyata gue salah "
"Apa salah gue mencintai seseorang? apa salah kalo gue berusaha mendapatkan apa yang gue mau? apa salah kalo gue pengen ngerasain bahagia kayak kalian? " teriak Meira
"Lo gak salah sama sekali tentang semua yang lo rasain tapi lo harus tau pada siapa lo harus menempatkan semua itu, gak bisa lo cinta lo bahagia di tengah hancurnya rumah tangga orang lain, bangun Meira bangun lo cantik lo seorang dokter banyak lelaki single yang mau sama lo jangan milik orang lain"
"Karena lo temennya Dara Nindy lo bisa bilang gitu" ucap Meira
"Bukan karena itu tapi karena lo salah Meira bahkan jika Dara ada di posisi lo gue juga akan melakukan hal yang sama, apalagi kalo dia sahabat gue, gue gak rela dia berada terus di jalan yang salah"
"sekarang gue mohon beresin barang kalian dan pergi secepatnya dari sini, dan satu lagi kak Leo gak akan cabut biaya berobat nyokap lo dengan catatan berhenti ganggu rumah tangganya bawa secepatnya agar segera ditangani "
"Tunggu meira... satu hal lagi jangan selalu menyalahkan orang lain buat semua kesalahan lo, lebih banyak introspeksi diri" ucap Nindy saat Meira mulai melangkah pergi
Nindy mendengar teriakan dari kamar belakang dan benar saja para pelayan ini di kunci di kamar
Nindy membuka pintu kamar itu mereka bergegas keluar langsung menanyakan keadaan Dara
"Nyonya gimana keadaan nyonya non? "
"Dia ada di kamarnya, kenapa kalian bisa terkunci?
" Tadi kami berempat ada disini non tapi nyonya bilang mau telepon tuan dulu jadi keluar tau tau pintu di kunci kami kira nyonya lagi ngerjain kita tapi kita denger suaranya ribut ribut " ujar Inem
"Setelah hubungan tuan dan nyonya membaik penjagaan hanya ada di pos depan dan agak jauh "
"Tapi pos Scurity kosong? " ucap Nindy
'Sepertinya Meira menyuruh Scurity pergi membeli sesuatu' gumam Nindy dalam hati
"Ma.... mama... tolongin mommya ma.. " teriak Cia membuat mereka yang sedang berbicara langsung berhambur ke lantai atas
"Kenapa mommy kenapa? " Nindy mengguncang bahu Cia
"Mommy sakit perut ma" Nindy masuk melihat Dara sudah pucat memegangi perutnya
"Dara ayo kita pergi kerumah sakit, nak kamu disini dulu sama bibi ya" Nindy memapah Dara keluar dan menyuruh Inem membantunya
"Sialan si Leo udah tau bini hamil di tinggal tanpa pengawasan bego banget sih" gerutu Nindy memundurkan mobilnya yang hendak keluar halaman
"Woi lo dalam masalah setelah ini" tunjuk Nindy pada Scurity yang baru saja kembali
__ADS_1
"Nyonya jangan bikin Inem panik dong, aduh Inem takut sama tuan" Inem berada di kursi belakang bersama Dara yang tidur di pangkuannya
"Sabar ya Ra bentar, aduuhh bego banget sih nin mobil ngalangin jalan" gerutu Nindy memencet klakson sebanyak-banyaknya agar mobil itu tidak berhenti semaunya
"Anjir kalo mau parkir di depan rumah lo aja jangan tengaj jalan bego di pelihara" umpat Nindy membuka jendela saat berada di samping mobil tersebut
'Adiknya tuan serem juga kalo lagi marah' gumam inem dalam hati
Sesampainya di rumah sakit Dara langsung mendapatkan perawatan
Nindy menelpon Leo tapi tidak kunjung di jawab
Nindy semakin mengumpat kesal dengan Leo
inem hanya mondar mandir mengepal ngepal tangannya
"Duuhh gusti gimana ini inem gak bisa mikir" entah apa yang inem harus pikirkan
"Emang kamu mikirin apa nem? " tanya Nindy
"Inem takut di pecat non" ujar inem tidak berhenti mondar mandir membuat Nindy menggeleng
Setelah beberapa saat Leo baru menjawab telepon Nindy
ternyata dia baru saja selesai meeting dan handphonenya ia tinggal di ruangannya
Leo bergegas ke rumah sakit dengan kecepatan penuh
"Dara dimana? " Leo baru saja datang
"Masih di periksa dokter" jawab Nindy
Terpancar raut wajah marah dan khawatir dari Leo
inem bahkan sampai sulit menelan salivanya melihat kilat kemarahan itu
Leo memandang inem membuatnya bergetar tak menentu
"Kamu kenapa gak bisa jagain nyonya saya udah titip dia sama kalian, kalian kerjaanya ngapain aja sih? " bentak Leo membuat inem semakin gemetar
"Iisshh diem bukan salah mereka, mereka di kunci di kamar sama Meira" Nindy menarik tangan Leo agar duduk
"Lo yang bego penjagaan di rumah gak da, Scurity bisa di kibulin lagi pake mau di suruh Meira"
__ADS_1
"Lo bilang gue bego? gak sopan" Leo menoyor kepala Nindy
"Emang bego" gumam Nindy