
Nindy dan dara sudah sama sama berkemas untuk keberangkatan mereka
dengan segala Dramanya Leo mengulur ngulur waktu
Dara yang sudah bertekad untuk berangkat pun mengatakan bersedia berangkat sendiri tanpa harus di temani Leo
Dan akhirnya untuk kesekian kalinya lelaki itu mengalah
mereka berangkat penerbangan pagi
senyum terus mengembang di bibir Dara selalu menempelkan kepalanya di lengan suaminya
Sementara Nindy wanita itu sedang memberangus kesal
kenapa selalu ada ulat bulu di antara dia dan Bryan
Bryan yang menyadari hal itu segera menukar tempat duduknya dengan Nindy
Wanita yang bernama Nayla itu entah mengapa juga ada di pesawat yang sama
dia duduk persis di sebrang Bryan dengan terang-terangan wanita itu menatap nakal Bryan membuat Nindy ingin sekali meninju wajahnya itu
"Sayang... " Nindy tidak bergeming
"Kita tukar tempat duduk aja sama Cia" ucap Bryan lagi membuat Nindy langsung mengukir senyumnya
Cia berada di kursi depan dengan si bibi bersebrangan dengan kursi Dara
Nindy dan Bryan meminta mereka pindah awalnya Cia menolak tapi melihat wajah kesal mamanya dia langsung mengalah
"Oke ibu hamil yang suka marah marah kita pindah" ejek Cia
Cia berjalan ke kursi belakang wajar saja ibunya itu meminta pindah
Cia menatap tajam Nayla yang tersenyum manis padanya
"Pantesan mama mau pindah ada ulet bulu" ucap Cia
"Siapa non? " tanya bibi
"Tuh" Cia menunjuk dengan lidahnya yang menyembul di dalam pipi
"Abisnya Tuan ganteng makanya banyak yang mau" ucap Bibi hanya terkekeh mendengar penuturan Cia
...^^^πππππππππππππππ^^^...
Sementara itu Wina tidak keluar kamar sejak pulang dari kantor
melewatkan makan malam bahkan pagi ini dia juga terlambat sarapan dan tidak pergi ke kantor
mama Damar khawatir dengan menantunya itu segera memeriksanya ke kamar
Wina masih terbungkus selimut sebatas dada mama Damar bisa melihat berapa banyak tanda yang di buat anaknya
melihat pakaian berserakan di bawah sudah dapat di pastikan sekarang Wina sedang telanjang
"Sayang bangun dulu" mama Damar mengusap kepala Wina
"Nnggg" Wina melenguh mengucek matanya berkali kali
__ADS_1
"Ma.. mma ma" Wina panik ibu mertuanya melihat keadaannya yang sangat berantakan
"Tidak apa apa, mama juga pernah muda... maaf mama lancang masuk kesini mama cuma khawatir kamu belum makan dari semalam" ucap mama Damar tersenyum
"Mandi dulu terus makan, mama keluar dulu" ucapnya lagi
"Awww" pekik Wina saat menggerakkan tubuhnya
Mama Damar yang semula akan keluar kembali menghampiri Wina
Wina sudah duduk di tepi ranjang terlilit selimut Wina mencengkram selimutnya
"Sayang kenapa? " mama Damar membantu Wina berdiri
"Gak ma gak papa" wajah Wina memerah menahan malu
Mama Damar menoleh kebelakang ada bercak merah disana, mama Damar tersenyum mencium kening Wina membuat Wina tercengang
"Segera kasih mama cucu"
Setelah mandi Wina makan dengan lahapnya sungguh dia sangat kelaparan dan lelah
Damar tidak membiarkannya tidur semalaman
Setelah melahap semua makan yang di hidangkan mertuanya Wina menghampiri mama mertuanya di ruang keluarga
"Ma.. maaf ya Wina gak bantuin mama pagi ini" ucap Wina duduk di sebelah Mama Damar
"Gak apa apa sayang kalian disini nemenin mama aja mama udah seneng" Mama Damar membelai rambut Wina
"Wina beruntung dapat mama mertua yang baik" semenit kemudian Wina memeluk mama Damar yang ada disampingnya
Suara pintu rumah Damar di ketuk Wina berdiri untuk membukakan pintu
"Cari siapa? " tanya Wina kepada gadis SMA yang masih memakai seragam
"Cari kak Damar nya ada gak kak? " jawabnya
"Ada perlu apa? adek nya masuk aja dulu" Wina mempersilahkan gadis itu masuk
"Siapa sayang? " tanya mama Damar melihat seorang gadis mengikuti Wina
"Katanya mau ketemu kak Damar ma" ucap Wina
"Ada perlu apa dek? " tanya mama Damar
"Gini.. gini.. tante jadi.. " gadis itu terlihat gugup meremas jemarinya
"Jadi apa? " tanya Wina
"Saya hamil" ucapnya
Mama Damar terkejut bukan main berbeda dengan Wina yang menatap heran
"Loh dek kalo hamil kerumah sakit bukan kesini suami saya bukan dokter" ucap Wina membuat mama Damar memijat pelipisnya
"Ini anak kak Damar kak, saya datang kesini untuk meminta pertanggungjawaban"
Deg
__ADS_1
Wina berjalan mundur beberapa langkah dengan wajah tercengang
mulutnya yang menganga ia tutupi dengan tangan
dia menatap Mama Damar Seolah meminta penjelasan
"Tenang sayang ini pasti ada kesalah pahaman" ucap mama Damar mengelus lengan Wina
"Sebentar kalian duduk tenang dulu mama akan telepon Damar" mama Damar merasa kepala akan pecah sekarang
"Pulang cepat Wina sakit" hanya itu yang di ucapkan mamanya
Dengan secepat kilat Damar mengendarai mobilnya pulang karena cemas dengan Wina
sesampainya di rumah Damar membuka pintu dan melihat Wina menutup wajahnya dengan tubuh bergetar
dia tahu istrinya pasti sedang menangis
"Sayang kamu sakit apa? apa semalam aku terlalu memaksa kamu? " Damar duduk di samping Wina dan memeluknya
tanpa ia sadari di hadapannya seorang gadis sedang menangis melihatnya memeluk Wina
Wina membuka penutup wajahnya dan menyingkirkan tangan Damar yang memeluknya
"Dasar bajingan plak" satu tamparan dari Wina membuat Damar tersentak
"Nana kamu kenapa? " tanya Damar seraya berdiri
"Dia... bahas urusan kalian berdua aku tidak mau ikut campur" ucap Wina lalu pergi ke kamar mengunci pintunya dengan cepat
"Mama kecewa sama kamu Mar" mama Damar hendak pergi namun Damar menahannya
"Duduk ma kita selesai ini" ucap
"Kamu sudah dari kemarin aku beri tahu, kamu anak sekolah lagi pula anak sebesar kamu masa tidak tahu apa yang sudah kamu lakukan? " ucap Damar tegas
"Maksudnya gimana Mar? " tanya mamanya
"Aku sama dia udah putus beberapa bulan lalu dan kita juga udah gak ketemu sekitar 3 bulan kalo di hitung sama putus ya kurang lebih 5 bulan kita gak ketemu kemarin dia juga nemuin Damar bilang hamil 2 bulan, logikanya itu bukan anak Damar" jelas Damar
"Tapi kamu yang ambil kesucian aku kak" ucapnya sambil terisak
"Kita lakukan sama sama suka tidak ada paksaan bahkan kamu yang selalu menggoda aku bukan berarti kamu hamil sama pria lain bisa minta tanggung jawab sama aku, jelas dia bukan darah daging aku"
"Siapa lelaki yang terakhir berhubungan denganmu? " tanya mama Damar
"Tapi aku mau kak Damar yang bertanggung jawab, aku cinta sama kak Damar" lirihnya
"Aku akan cari siapa lelaki itu, dan maaf aku pria beristri sekarang aku akan mengatakan ini pada orang tuamu dan menyuruh mereka menikahkan mu" ucap Damar berlalu pergi ke kamar
"Kak aku mau kamu yang bertanggung jawab kak" teriaknya
"Cari laki laki yang menghamili kamu, jangan ganggu Damar lagi hidupnya sudah bahagia sekarang"
"Silahkan kamu pergi sekarang" lanjut mama Damar membukakan pintu
"Tante aku cinta sama kak Damar" rengeknya
"Tapi Damar tidak"
__ADS_1