Dijodohkan Dengan Ketos Galak

Dijodohkan Dengan Ketos Galak
eps 116 (END)


__ADS_3

Seminggu sudah Nindy dan Leo bergantian merawat Carolina


sampai akhirnya Carolina di perbolehkan pulang oleh dokter dan di bawa pulang ke Mansion Dion


"Selamat datang kembali nyonya" ucap Dion seraya membungkuk


"Tidak perlu Melakukan itu Dion sekarang aku bukan nyonyamu, kau adalah ayah anak anakku.. terimakasih sudah menjaga anakku" sesaat kemudian Carolina memeluk Dion yang mematung


"Aku tidak tahu jika kau tidak membawanya pergi akan seperti apa anakku dulu mungkin dia tidak akan berdiri disini sekarang" lanjutannya seraya


mengusap air mata


"Semuanya sudah berlalu sekarang semua harus memiliki akhir yang bahagia" ucap Dion membalas pelukan Carolina


Mereka semua yang ada disana ikut memeluk Dion dan Carolina, kebahagiaan akhirnya meliputi mereka semua... begitu banyak luka yang mereka alami untuk sampai ke tahap


"Kamu lagi mikirin apa? " tanya Leo memeluk Dara dari belakang


"Aku kangen sama ayah ibu" jawab Dara


" Kita kesana setelah pulang, apa baby menyusahkanmu? " tanya Leo mengelus perut Dara yang sedikit membuncit


"Enggak, dia baik dan pengertian aku gak pernah ngerasa mual atau yang lainnya" jawab Dara


"Hei jauhkan tanganmu dari sana" pekik Dara saat usapannya semakin turun ke bawah


"Pelit" Leo mencebikkan bibirnya lalu mengecupi tengkuk Dara


"Jangan sekarang" Dara menjauh dari Leo


"Kenapa? " Leo mengernyitkan keningnya


"Malu semua orang ada di rumah, masa kita di kamar seharian"


"Daddy ke kantor, mommy istirahat dan Nindy mungkin sedang bersama Cia dan Bryan" ucap Leo kembali menarik Dara hingga duduk di pangkuannya


"Bukan gitu.... " Dara berpikir sejenak


"Lalu? "


"Aku yang males" ucap Dara seraya tertawa kabur ke luar kamar


"Hei jangan lari nanti jatuh" teriak Leo melihat istrinya melesat ke luar


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Nindy menatap Bryan dengan ekor matanya kala suaminya itu menerima sebuah panggilan, Bryan berbicara sambil matanya sesekali melirik Nindy yang menyuruhnya loudspeeker panggilan tersebut


"Ya tuan ada yang bisa saya bantu? " ucap Bryan


"Begini tuan Bryan anak saya meminta anda menemaninya berkeliling dia ingin menikmati liburannya tapi tidak tahu jalan disini" ucap Anwar, Bryan melirik kearah Nindy yang mendelik


"Maaf tuan saya disini juga sedang liburan bersama keluarga saya, saya rasa anda bisa menyewa pemandu saja" jawab Bryan


"Anak saya tidak mau tuan dia ingin anda yang menemaninya"


"Sekali lagi maaf tuan kurang pantas rasanya seorang pria beristri menemani gadis lain jalan jalan, saya tidak bisa meninggalkan istri dan anak saya" tegas Bryan


"Lagi pula anak anda sudah dewasa bukan remaja 18th kebawah saya rasa dia akan tahu tujuannya sendiri, saya tutup teleponnya tuan " Bryan mematikan teleponnya


"Kenapa kamu tolak? " tanya Nindy ketus


"Kamu udah denger sendiri tadi" Bryan beralih memeluk Nindy

__ADS_1


"Kalo gak ada aku pasti kamu mau kan? " ketusnya


"Ya enggak lah " jawab Bryan sewot


"Bohong, pasti dalam hati kamu lagi Seneng banget di ajak jalan sama wanita lain" Nindy melepas pelukan Bryan dan pergi dari kamarnya


"Apa apa salah lagi salah lagi, pusing" gerutu Bryan memijat kepalanya


"Ngapain tuh mulut komat kamit mulu lagi ngafalin mantra? " ledek Dara yang melihat Nindy menggerutu sendiri


"Kesel gue" Nindy menuang air dan meminumnya hingga tandas


" kenapa? " tanya Dara


"Ulet ulet pada gatel masa bapaknya telepon katanya anak dia mau di temenin Bryan jalan jalan kan sialan tuh cewek" gerutu Nindy


"Terus jawaban laki lo? "


"Dia nolak" singkat Nindy


"Terus kenapa masih ngomel? "


"Gak tau kesel aja gitu"


"Aneh... yang harus lo marahin cewek gatelnya bukan Bryan udah jelas dia nolak"


"Iya juga sih tapi tau lah"


Hormon kehamilan Nindy memang membuatnya gampang marah marah, apapun yang menurutnya tidak sesuai kemauannya atau sedikit menyenggol perasaannya maka bibirnya tidak akan berhenti bicara meluapkan kekesalannya


Tapi kini mereka bahagia berkumpul dengan keluarganya, tidak ada lagi rahasia yang harus mereka ungkap tidak ada lagi kesalahan pahaman besar mungkin hanya cekcok dalam urusan kecil sebagai bumbu rumah tangga


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Tuan " wanita itu menghampiri Damar


"Ya kenapa? "


"Saya buat kue mungkin tuan ingin mencobanya, ini saya berikan untuk tuan" Staf musuh bebuyutan Wina


"Terimakasih kamu boleh kembali bekerja" ucap Damar mengambil kotak tersebut


"Sayang " Damar berdiri di samping Wina dan meletakkan kue itu di mejanya


"Apa? " ketus Wina mendengus kesal


"Ini buat kamu" Damar menyodorkan kotaknya


"Gak sudi aku makan kue pemberian wanita lain" Mendengar itu Damar mengulum senyumnya


"Kamu cemburu? " Damar menarik kursi Wina hingga menghadapnya


"Aku gak mau makan makanan dari wanita lain aku cuma suka masakan kamu ya walau pun sering keasinan" ucap Damar membuat Wina melotot


Cup


Satu kecupan di bibir Wina membuat wajahnya memerah, dia celingukan menelisik sekitarnya tapi untung tidak ada yang melihat itu Wina memukul bahu Damar namun Damar hanya cengengesan.. bukannya para staf tidak melihat itu mereka hanya pura pura tidak melihat bosnya bermesraan dengan sang istri di tengah tengah mereka


"Jangan aneh aneh Damar aku malu" bisik Wina saat Damar berlutut dan merebahkan kepalanya dipangkuan Wina


"Mereka gak lihat" jawaban santai mengecupi perut Wina


"Bangun Damar, mereka liatin kita" dengan geram Wina mengangkat kepala Damar

__ADS_1


"Apa kalian melihatnya? " teriak Damar masih di posisi yang sama


''Tidak tuan" Jawab mereka membuat Wina mendengus kesal sudah jelas jelas mereka melirik ke arahnya


"Menyebalkan" gerutu Wina


"Kapan kita akan punya baby? " tanya Damar mengecupi perut Wina


"Gak tau sedikasihnya aja" jawab Wina


"Kita honeymoon biar bisa cepet punya baby " Damar mendongak menatap Wina


"Honeymoon emang bisa percepat punya bayi? " tanya Wina


"Bisa... kita bebas melakukannya setiap waktu bahkan kita tidak perlu membawa baju ganti karena 24 jam kita akan bertel****ng" bisik Damar


"Huh disini aja gak tau waktu apa lagi honeymoon, gak mau aku kalo honeymoon cuma gituan doang buat apa " gerutu Wina


"Gituan gimana maksudnya" goda Damar


"Gitu.. ya gitu.. " Wina tidak bisa meneruskan perkataannya


"Yang gitunya itu gimana aku gak ngerti"


"Ahh tau ah aku laper" Wina yang kesal berdiri membuat Damar jatuh terduduk di lantai


Damar yang sedari tadi menahan tawanya kini tertawa nyaring melihat istrinya berjalan dengan kesal ke luar tidak memperdulikan staf lain Damar tertawa sambil mengejar Wina


"Kalian kalau mau ambil aja kuenya" ucap Damar sebelum pergi


"Pak Damar udah ganteng, sosweet, humoris aaa gue juga pengen"


"Iya, beruntung banget Wina dapat suami kayak pak Damar idaman banget"


"Iya apa lagi waktu gantikan pengantin laki-laki duuhh gentle banget"


"Makanya yang sebelah sono jangan sok kegatelan pak Damar kayaknya cinta mati sama Wina"


"Iya buktinya dia mau gantiin mempelai laki laki yang brengsek itu"


"Kalo gue jadi Wina udah gue gampar bolak balik bibit bibit pelakor" sindir mereka membuat staf pelakor itu pergi dari sana


Semua hidup bahagia dan para ulet keket meratapi nasib mereka


Maria mendekam di penjara, Meira sudah gagal dan harus menjaga jarak beratus ratus meter dari Dara dan Leo sementara Nayla wanita itu patah hati di tolak mentah mentah dan tidak mau keluar dari kamunya mengunci diri


...Dan ceritanya selesai...


...TAMAT...


TERIMA KASIH UNTUK KALIAN YANG SUDAH MENJADI SUPPORT SISTEM AUTHOR UNTUK UP


TERIMA KASIH LIKE KOMEN DAN VOTE JUGA DUKUNGAN LAINNYA


SEMOGA KALIAN SEMUA DI BERI KESEHATAN, REZEKI YANG BERLIMBAH DAN SENANTIASA DI LINDUNGI DIMANA PUN KALIAN BERADA


SALAM SAYANG DARI AUTHOR 😍🥰🥰🥰🥰🤗🤗


jangan lupa mampir 👇👇👇👇👇👇



__ADS_1


__ADS_2