
sudah 2 hari Cia berada disana dia sebenarnya di perlakukan dengan baik bahkan Maria tidak diizinkan menemuinya
Mark memang kejam tapi dia tidak ingin menyakiti anak kecil
dia membawa Cia hanya untuk menggertak Dion dan Leo agar menyerahkan harta peninggalan Alexander
Meskipun saat ini identitas Leo belum diketahui publik tapi dia takut usaha yang dia kelola sejak puluhan tahun akhirnya harus jatuh ke tangan ahli waris yang asli
padahal jika di bicarakan baik baik pun Leo pasti akan memberikannya toh dia juga punya perusahaannya sendiri dan malah memilih cabang di Indonesia
Cia terus saja menangis lukanya sudah sembuh perban juga sudah di buka tapi dia terlihat kurus karena tidak mau makan sedikit pun
Orang yang merawatnya kehabisan akal untuk membujuk Cia yang terus memanggil Nindy
" Anak baik makan ya nanti biar ada tenaga biar cepet ketemu mama" Cia masih menutup mulutnya rapat
Cia memakan habis makan dan minumnya
entah ide dari mana dia memecahkan piring dan memotong tali dengan sebelah tangan yang sudah terbuka karena untuk memudahkannya makan sendiri
tali berhasil terpotong dia mencari kesekeliling
tidak ada jendela atau celah untuknya kabur
Di tempat seperti gudang itu ada banyak drum besar Cia masuk ke salah satu drum yang memiliki penutup
dia pernah dengar anak buah Mark akan membuang drum drum itu ke tempat sampah
Cia sengaja bersembunyi di sana agar dapat keluar dengan aman
dan benar saja orang orang itu masuk untuk membuang drum itu
"Hei anak itu kabur cepat cari sebelum bos datang" teriaknya
Semua anak buah Mark mencari Cia kesana kemari
mereka tidak terpikirkan untuk mencari di antara drum drum itu karena mustahil juga Cia masuk kesana karena drumnya tinggi
padahal demi bisa masuk ke sana Cia memanjat tiang beton di samping drum lalu masuk
Cia berdoa dalam hatinya dia sangat ketakutan
ada getaran dan suara mobil sepertinya drum sudah diangkut oleh mobil
Karena lamanya perjalanan akhirnya Cia tertidur
.
.
Di rumah Bryan bunda dan ayah yang sudah keluar penjara karena Leo sangat mengkhawatirkan cucunya dan juga Nindy yang lemas karena tidak mau makan
Nindy terus menangis menyebut nama Cia
Akhirnya setelah mendapat izin dari Leo bunda dan ayah pergi ke rumah Damar untuk ikut merawat Nindy
Di perjalanan ayah mengemudi sangat kencang agar segera sampai di rumah Damar
di pertigaan jalan seorang anak kecil tiba-tiba keluar membuat ayah mengerem mendadak
anak itu ketakutan meringkuk di bawah
__ADS_1
bunda segera turun menghampiri
"Nak kamu gak apa apa?" tanya bunda
Anak itu masih menutupi telinganya menenggelamkan kepalanya di kedua lutut
bunda menenangkannya dan mengajaknya masuk kedalam mobil
dia berniat membawa bocah itu meskipun dengan keadaan kotor berlumuran oli wajahnya pun tidak terlihat jelas
karena ternyata drum yang di naikin Cia adalah drum bekas oli
Sesampainya disana bunda menggendong anak itu tidak perduli bajunya kotor atau jijik
karena anak itu terus menangis
"Hallo jeng selamat datang" ucap mama Damar
Mereka berkenalan sejenak Mama Damar menatap heran mengapa mereka membawa anak yang kotor dan dia tidak berhenti menangis
Menyadari tatapan bingung mama Damar bunda tersenyum
"Saya dan suami hampir menabrak anak ini, saya tidak tau siapa dia di tanya pun tidak menjawab dia terus menangis" jelas bunda
"Sebaiknya di bersihkan dulu jeng kasihan ucap mama Damar
Belum sempat bunda bicara Bryan memanggilnya
dia baru saja bertemu ayahnya yang sedang mengobrol bersama Leo dan ayah Damar
"Nindy dimana nak?" tanya bunda
"Ada di kamar keadaannya memperihatinkan dia tidak mau makan"
Mereka semua terkejut Bryan segera mengambil anak itu dari gendongan bunda
dan mengelap wajahnya dengan tisu
"Cia anak papa , bunda ketemu dimana?" Bryan menciumi Cia meskipun wajahnya masih kotor
"I..ini cucuku?" bunda menceritakan semuanya air mata bunda tidak terbendung lagi dia memeluk Bryan dan Cia
Mama Damar yang terharu juga ikut meneteskan air mata
dia mengusap punggung bunda
"Ayo Bun kita bawa ke atas" mereka berbondong-bondong pergi ke kamar Nindy
"Sayang bangun lihat siapa yang datang" ucap Bryan
Tidak ada jawaban dari Nindy matanya terpejam namun air matanya terus mengalir
Bryan melepaskan Cia anak itu berlari memeluk Nindy yang masih enggan membuka matanya
"Mama Cia takut" Isak Cia
Seketika Nindy langsung membuka matanya dia memegang kedua bahu Cia menatapnya lekat lekat karena di penuhi oli di sekujur tubuhnya
"Ini kamu nak? ini anak mama? ya Allah terimakasih" Nindy menangis sesenggukan
Bryan menghampiri mereka dan memeluk mereka
__ADS_1
semua yang ada disana ikut meneteskan air mata
bunda dan ayah juga melangkah mengusap kepala Nindy membuatnya mendongak
"Ayah bunda disini?" tanya Nindy
"Iya bunda yang nemuin Cia di jalan" ucap Bryan
"Sekarang jangan tanya apa apa dulu Cia biar mandi, makan terus istirahat biar kita tanya setelah dia tenang" ucap bunda
"Mau Oma mandikan?" Cia menggeleng
"Gak apa apa Bun biar Nindy aja, makasih Bun udah bawa Cia kesini" ucap Nindy
Mereka semua kembali ke bawah sementara Bryan dan Nindy memandikan Cia
setelah selesai mereka membawa Cia turun dan menyuapinya makan Cia makan dengan lahap
"Kamu tau nak? sekarang kamu punya mama papa sungguhan" ucap Nindy
"Aku diadopsi? hoorrreeeee" Cia berjingkrak jingkrak turun dari kursi
Melihat kegembiraan Cia Nindy kembali menangis
anak sekecil itu tau apa itu adopsi dia berpikir bagaimana jika Cia lebih dulu di adopsi orang dia melihat keinginan Cia di adopsi sangat besar
"Mama jangan nangis, Cia nakal ya?" ucap Cia mengusap air mata Nindy
"Enggak sama sekali sayang, ini air mata bahagia.. kamu gak di adopsi kamu beneran anak mama sama papa nanti kita ke panti buat urus surat surat" ucap Nindy mencium kening Cia
Di kantor Reno memanggil Dara untuk ke ruangannya
Dara seperti biasa berjalan dengan malas
dia sering di kerjai oleh Reno membuatnya jengah
"Permisi pak" ucapnya lemas
"Kenapa kamu gak punya semangat gitu kamu tau Nindy sudah bertemu dengan anaknya?" ucap Reno
Dara yang tadinya lemas berjingkrak dan langsung memeluk Reno
Reno mematung Dara menyadari kebodohannya melepaskan Reno dan berulang kali meminta maaf
"Maaf pak saya kelewat seneng" ucap Dara
"Saya boleh kan pak pulang lebih awal? pleaaasseee" ucap Dara mengatupkan kedua tangan nya
"Boleh tapi kamu harus ikut sama saya dulu" ucap Reno membuat Dara kembali melemah
" Gak jadi deh pak" Dara malas berurusan dengan Reno
"Kamu gak mau ke rumah Nindy?" tanya Reno membuat Dara langsung bersemangat
"Kalo itu mau pak, saya kira bapak mau ngerjain saya lagi" ucap Dara
"Kurang kerjaan banget saya ngerjain kamu" ucap Reno sinis
"Emang gak ada kerjaan kan, kerjanya cuma nyuruh nyuruh orang?" gumam Dara pelan tapi masih bisa di dengar Reno
"Apa kamu bilang?"
__ADS_1
"Enggak ada pak, saya permisi sampai ketemu di jam pulang" Dara secepat kilat keluar dari ruangan Reno