Dijodohkan Dengan Ketos Galak

Dijodohkan Dengan Ketos Galak
eps 53


__ADS_3

sudah 2 hari Cia berada disana dia sebenarnya di perlakukan dengan baik bahkan Maria tidak diizinkan menemuinya


Mark memang kejam tapi dia tidak ingin menyakiti anak kecil


dia membawa Cia hanya untuk menggertak Dion dan Leo agar menyerahkan harta peninggalan Alexander


Meskipun saat ini identitas Leo belum diketahui publik tapi dia takut usaha yang dia kelola sejak puluhan tahun akhirnya harus jatuh ke tangan ahli waris yang asli


padahal jika di bicarakan baik baik pun Leo pasti akan memberikannya toh dia juga punya perusahaannya sendiri dan malah memilih cabang di Indonesia


Cia terus saja menangis lukanya sudah sembuh perban juga sudah di buka tapi dia terlihat kurus karena tidak mau makan sedikit pun


Orang yang merawatnya kehabisan akal untuk membujuk Cia yang terus memanggil Nindy


" Anak baik makan ya nanti biar ada tenaga biar cepet ketemu mama" Cia masih menutup mulutnya rapat


Cia memakan habis makan dan minumnya


entah ide dari mana dia memecahkan piring dan memotong tali dengan sebelah tangan yang sudah terbuka karena untuk memudahkannya makan sendiri


tali berhasil terpotong dia mencari kesekeliling


tidak ada jendela atau celah untuknya kabur


Di tempat seperti gudang itu ada banyak drum besar Cia masuk ke salah satu drum yang memiliki penutup


dia pernah dengar anak buah Mark akan membuang drum drum itu ke tempat sampah


Cia sengaja bersembunyi di sana agar dapat keluar dengan aman


dan benar saja orang orang itu masuk untuk membuang drum itu


"Hei anak itu kabur cepat cari sebelum bos datang" teriaknya


Semua anak buah Mark mencari Cia kesana kemari


mereka tidak terpikirkan untuk mencari di antara drum drum itu karena mustahil juga Cia masuk kesana karena drumnya tinggi


padahal demi bisa masuk ke sana Cia memanjat tiang beton di samping drum lalu masuk


Cia berdoa dalam hatinya dia sangat ketakutan


ada getaran dan suara mobil sepertinya drum sudah diangkut oleh mobil


Karena lamanya perjalanan akhirnya Cia tertidur


.


.


Di rumah Bryan bunda dan ayah yang sudah keluar penjara karena Leo sangat mengkhawatirkan cucunya dan juga Nindy yang lemas karena tidak mau makan


Nindy terus menangis menyebut nama Cia


Akhirnya setelah mendapat izin dari Leo bunda dan ayah pergi ke rumah Damar untuk ikut merawat Nindy


Di perjalanan ayah mengemudi sangat kencang agar segera sampai di rumah Damar


di pertigaan jalan seorang anak kecil tiba-tiba keluar membuat ayah mengerem mendadak


anak itu ketakutan meringkuk di bawah

__ADS_1


bunda segera turun menghampiri


"Nak kamu gak apa apa?" tanya bunda


Anak itu masih menutupi telinganya menenggelamkan kepalanya di kedua lutut


bunda menenangkannya dan mengajaknya masuk kedalam mobil


dia berniat membawa bocah itu meskipun dengan keadaan kotor berlumuran oli wajahnya pun tidak terlihat jelas


karena ternyata drum yang di naikin Cia adalah drum bekas oli


Sesampainya disana bunda menggendong anak itu tidak perduli bajunya kotor atau jijik


karena anak itu terus menangis


"Hallo jeng selamat datang" ucap mama Damar


Mereka berkenalan sejenak Mama Damar menatap heran mengapa mereka membawa anak yang kotor dan dia tidak berhenti menangis


Menyadari tatapan bingung mama Damar bunda tersenyum


"Saya dan suami hampir menabrak anak ini, saya tidak tau siapa dia di tanya pun tidak menjawab dia terus menangis" jelas bunda


"Sebaiknya di bersihkan dulu jeng kasihan ucap mama Damar


Belum sempat bunda bicara Bryan memanggilnya


dia baru saja bertemu ayahnya yang sedang mengobrol bersama Leo dan ayah Damar


"Nindy dimana nak?" tanya bunda


"Ada di kamar keadaannya memperihatinkan dia tidak mau makan"


Mereka semua terkejut Bryan segera mengambil anak itu dari gendongan bunda


dan mengelap wajahnya dengan tisu


"Cia anak papa , bunda ketemu dimana?" Bryan menciumi Cia meskipun wajahnya masih kotor


"I..ini cucuku?" bunda menceritakan semuanya air mata bunda tidak terbendung lagi dia memeluk Bryan dan Cia


Mama Damar yang terharu juga ikut meneteskan air mata


dia mengusap punggung bunda


"Ayo Bun kita bawa ke atas" mereka berbondong-bondong pergi ke kamar Nindy


"Sayang bangun lihat siapa yang datang" ucap Bryan


Tidak ada jawaban dari Nindy matanya terpejam namun air matanya terus mengalir


Bryan melepaskan Cia anak itu berlari memeluk Nindy yang masih enggan membuka matanya


"Mama Cia takut" Isak Cia


Seketika Nindy langsung membuka matanya dia memegang kedua bahu Cia menatapnya lekat lekat karena di penuhi oli di sekujur tubuhnya


"Ini kamu nak? ini anak mama? ya Allah terimakasih" Nindy menangis sesenggukan


Bryan menghampiri mereka dan memeluk mereka

__ADS_1


semua yang ada disana ikut meneteskan air mata


bunda dan ayah juga melangkah mengusap kepala Nindy membuatnya mendongak


"Ayah bunda disini?" tanya Nindy


"Iya bunda yang nemuin Cia di jalan" ucap Bryan


"Sekarang jangan tanya apa apa dulu Cia biar mandi, makan terus istirahat biar kita tanya setelah dia tenang" ucap bunda


"Mau Oma mandikan?" Cia menggeleng


"Gak apa apa Bun biar Nindy aja, makasih Bun udah bawa Cia kesini" ucap Nindy


Mereka semua kembali ke bawah sementara Bryan dan Nindy memandikan Cia


setelah selesai mereka membawa Cia turun dan menyuapinya makan Cia makan dengan lahap


"Kamu tau nak? sekarang kamu punya mama papa sungguhan" ucap Nindy


"Aku diadopsi? hoorrreeeee" Cia berjingkrak jingkrak turun dari kursi


Melihat kegembiraan Cia Nindy kembali menangis


anak sekecil itu tau apa itu adopsi dia berpikir bagaimana jika Cia lebih dulu di adopsi orang dia melihat keinginan Cia di adopsi sangat besar


"Mama jangan nangis, Cia nakal ya?" ucap Cia mengusap air mata Nindy


"Enggak sama sekali sayang, ini air mata bahagia.. kamu gak di adopsi kamu beneran anak mama sama papa nanti kita ke panti buat urus surat surat" ucap Nindy mencium kening Cia


Di kantor Reno memanggil Dara untuk ke ruangannya


Dara seperti biasa berjalan dengan malas


dia sering di kerjai oleh Reno membuatnya jengah


"Permisi pak" ucapnya lemas


"Kenapa kamu gak punya semangat gitu kamu tau Nindy sudah bertemu dengan anaknya?" ucap Reno


Dara yang tadinya lemas berjingkrak dan langsung memeluk Reno


Reno mematung Dara menyadari kebodohannya melepaskan Reno dan berulang kali meminta maaf


"Maaf pak saya kelewat seneng" ucap Dara


"Saya boleh kan pak pulang lebih awal? pleaaasseee" ucap Dara mengatupkan kedua tangan nya


"Boleh tapi kamu harus ikut sama saya dulu" ucap Reno membuat Dara kembali melemah


" Gak jadi deh pak" Dara malas berurusan dengan Reno


"Kamu gak mau ke rumah Nindy?" tanya Reno membuat Dara langsung bersemangat


"Kalo itu mau pak, saya kira bapak mau ngerjain saya lagi" ucap Dara


"Kurang kerjaan banget saya ngerjain kamu" ucap Reno sinis


"Emang gak ada kerjaan kan, kerjanya cuma nyuruh nyuruh orang?" gumam Dara pelan tapi masih bisa di dengar Reno


"Apa kamu bilang?"

__ADS_1


"Enggak ada pak, saya permisi sampai ketemu di jam pulang" Dara secepat kilat keluar dari ruangan Reno


__ADS_2