
Di hari minggu yang cerah keluarga Nindy datang berkunjung ke mansion Leo
setelah mendapat kabar dari Dara Nindy memutuskan berkunjung di hari minggu
sesampainya disana Nindy masuk tapi di ruang depan tidak ada siapa siapa
"Assalamu'alaikum.. kak kakak ipaarr" teriak Nindy
"Waalaikumsalam, adiknya tuan ya? " tanya bi sumi
"Iya, mereka ada bi? " tanya Nindy
"Sudah di tunggu di ruang makan, silakan" bi sumi menunjukan arah
"Kakak ipar gue kangen" Nindy berhambur memeluk Dara
Nindy belum mengetahui ada Meira dan Dara di sana
dia masih memeluk Dara menggoyangkannya kekiri dan ke kanan
"Mommy gak peluk cia? " ucap Cia dengan wajah pura pura sedih
"Ouhh anak pintar" Dara menggendong Cia mengecup pipinya kiri kanan
"Sama adik ipar gak kangen nih? " Bryan mulai merentangkan tangannya namun Leo yang masuk ke pelukannya
"Selamat datang adik ipar" ucap Leo menepuk keras pundak Bryan membuat semuanya tertawa
"Duduk ayo makan sama sama" ajak Dara mereka mulai mendekati kursi
"Loh kok ada kalian? " tanya Nindy heran
"Makan dulu nin nanti ngobrolnya" ucap Dara
Selesai makan Leo dan Bryan kebagian mengasuh Cia sebagai janji waktu itu Leo akan memberikan 5 ice cream
sementara Nindy dan Dara berada di taman belakang
Meira sedang membantu ibunya berbaring di kamar
Nindy dan Bryan membicarakan banyak hal terutama urusan ranjang
"Gue turut prihatin soal malam itu, tapi lo maafin kakak gue ka" tanya Nindy
"Awalnya susah buat nerima tapi entah dorongan apa yang buat gue jatuh lagi dan lagi kakak lo kayak punya daya tarik gitu, dia bisa rayu cewek buat cewek itu gak sadar daratan" jawab Dara
"What? sehebat itu kakak gue? " Nindy tak percaya kakaknya pandai menaklukkan hati wanita
"Cerita cerita gimana pas dia pulang mabuk" lanjut Nindy
"Gue gak tau pasti pulang pulang dia udah gak pake baju narik gue yang lagi nonton tv dan parahnya lagi dia ngelakuin hal seintim itu di depan pelayan gue, lo bayangin dong malunya gue saat itu" tutur Dara
"Tapi lo suka kan? " goda Nindy seraya mencuil dagu Dara
"Suka apaan dia maksa gue sebelum nikah dan lo tau gue pingsan karena ulah dia"
"Kok bisa? " ucap Nindy membelalakkan matanya jiwa kepo Nindy mulai keluar
"Anjiirrr gede banget sumpah, gak cukup sekali lagi lo bayangin badan gue yang sekecil ini rasanya remuk ancur badan gue" ocehan Dara membuat Nindy terbahak bahak
"Lo gak nipu gue kan? " ucap Nindy sambil tertawa
"Ngapain gue boong, dia sendiri yang bilang lakuin itu 5 kali malam itu bahkan saat gue pingsan, gila gak tuh? gue ampe kesulitan jalan 2 hari mana dia pergi lagi 3 hari waktu udah ngelakuin itu sama gue"
__ADS_1
"Lo nyariin gak? " tanya Nindy
"Enggak, cuma pikiran gue tuh dia kabur gitu gak mau tanggung jawab gue udah waswas"
"Tapi ternyata 3hari dia ngilang buat nikahin gue, se so sweet itu kakak lo" Dara tersenyum penuh kebahagiaan saat menceritakannya
Seseorang di balik pintu mendengar percakapan mereka
dia meremas bajunya dengan air mata yang sudah tumpah sedari tadi
semakin lama perasaannya pada Leo semakin
nyata bahkan Meira dengan beraninya mengatakan
Ituu terang terangan membuat Leo merasa tidak nyaman
Leo sudah menyuruh Dara mengusir mereka tapi Dara ingin membuat Meira kapok dengan cara halus
Meira yang tadinya ingin bergabung mengurungkan niatnya dia kembali ke kamar
"Kenapa Meira dan mamanya bisa disini? " tanya Nindy
"Kemarin Leo menceraikannya, dia bawa ibunya kesini karena nanyain Leo terus, lo bisa liat sendiri ibunya sudah tua punya penyakit leukemia pula mau jujur gue gak tega takut dia shok" ucap Dara
"Terus rencana lo? " tanya Nindy
"Biarin dia pergi dengan sendirinya, dia mau pergi ke luar negeri untuk melakukan pengobatan'' ungkap Dara
" Semoga secepatnya, gue takut Meira tidak terkendali" ucap Nindy
"Gue harus siaga 24 jam " lalu Dara terkekeh
Hari semakin terik para pria dan anak kecil itu baru saja kembali
"Sayang kamu mau tetep disini atau ikut? " tanya Bryan
"Mau kemana? " Nindy balik bertanya
"Mengecek sekolah habis itu kita ke cafe" jawab Bryan
"Horeee hari ini sepuasnya jalan jalan " seru Cia
"Ya udah kita langsung pamit aja ya" Nindy memeluk Dara dan Leo bergantian
"Hati hati sering sering main kesini" Dara melambaikan tangan kala mobil itu mundur perlahan
"Sayang"
"Jangan begini" Dara menjauhkan wajah Leo
"Lalu bagaimana? " Leo menggoda Dara
"Nanti mereka datang tiba tiba aku malu" ucap Dara
"Ikut aku" Leo menarik pinggang istrinya agar mendekat
"Kamar? mau apa? " tanya Dara
"Aku mau emm kamu tau lah" Leo menyeringai menaik turunkan alisnya
"Tapi aku.... " belum sempat Dara bicara Leo sudah mengangkat tubuhnya
Leo menjatuhkan Dara di ranjang dan mengungkungnya,
__ADS_1
Dara hendak mengatakan sesuatu namun Leo terus membungkam mulutnya
Kresek kresek
Leo menghentikan perbuatannya menatap dalam mata Dara
dan Dara mengangguk dengan pasti
Leo menarik nafas kasar menetralkan nafasnya yang masih memburu
"Kenapa gak bilang? " tanya Leo dengan suara berat
"Kamu gak kasih kesempatan aku ngomong" ternyata Dara sedang datang bulan membuat kepala Leo berdenyut
.
.
Meira yang baru saja mengantar mamanya kontrol duduk disofa merebahkan tubuhnya di sandaran sofa
bi Sumi baru saja datang membereskan sisa cemilan dan minuman bekas Nindy dan Dara tadi
"Bi Dara kemana? " tanya Meira
"Mungkin nyonya ikut non Nindy saya kurang tau" jawab bi sumi
Dara melihat pintu kamar Leo sedikit terbuka dia naik ke lantai atas untuk sekedar melihat apa yang sedang Leo lakukan karena dia mengira Dara ikut Nindy sesuai yang di beritahukan bi Sumi
Meira membuka sedikit pintunya menyembulkan sedikit kepalanya
Leo tampak sedang memejamkan mata dengan di tutup selimut hingga dadanya
Leo tampak seperti gelisah dia meracau dengan mulut sedikit terbuka dan sesekali menggigit bibir bawahnya tapi matanya terpejam
'Sungguh seksi' pikir Meira
"cepat sayang" Leo semakin menggigit bibirnya
"Leo apa lo sakit? " tiba tiba suara Meira membuat seseorang berhenti di bawah sana
Dara keluar dari selimut dan menutup Leo dengan tubuhnya
bahkan tubuh Dara sama polosnya dan hanya di tutupi selimut
mata Meira membulat sempurna melihat penampilan Dara yang berantakan keluar dari bawah selimut
"Lo ng.. ngapain disini" ucap Dara
"Gue.. gue.." Meira tidak bisa menjawab
"Bisa tolong pergi Meira lo ganggu" pinta Leo
Seketika Meira dengan wajah merah padamnya keluar dari kamar
dia menutup pintu kamar dan masih bersandar di sana dengan jantung dag dig dug
menetralkan keterkejutannya Meira masih bersandar di pintu memegangi knop pintu
Meira semakin terbakar api yang dia nyalakan sendiri
sudah tau pasangan pengantin baru lagi asyik asyiknya malah dia diem di depan kamarnya
membuat hatinya sakit sendiri
__ADS_1