Dijodohkan Dengan Ketos Galak

Dijodohkan Dengan Ketos Galak
eps 6


__ADS_3

Sudah 2 hari Nindy dan bryan tidak masuk sekolah membuat Meira semakin curiga


hari ini Bryan sudah merasa lebih baik dan memutuskan akan masuk sekolah


seperti biasa Nindy bangun lebih awal sekarang dia sedang menyiapkan sarapan untuknya dan Bryan


"Tinggal mandi deh" ucap Nindy seraya menepuk nepukan tangannya


Setelah selesai mandi Nindy memakai seragam


sedikit memoles wajahnya


setelah dirasa cukup sekarang tinggal membangunkan Bryan


" Hey bangun tukang tidur" ucap Nindy menggoyang goyangkan lengan Bryan


Tidak ada respon dari Bryan membuat Nindy kesal


Nindy mempunyai ide untuk membangunkan Bryan


dia duduk di samping Bryan


mengelus rambut Bryan dan membisikkan sesuatu


" Sayang bangun dong, kalo gak bangun aku cium" bisik Nindy


" Eemmhh " Bryan menggeliat


" Sayang" bisik Nindy mencium telinga Bryan dan berniat akan lari


tapi Bryan menangkap tangan Nindy


Nindy membelalakan matanya membelakangi Bryan


Bryan menarik tangan Nindy


Nindy pun terjatuh di pelukannya


Nindy berontak tapi Bryan semakin mengeratkan pelukannya


Nindy memukul lengan Bryan


" Bryan lepasin nanti seragam gue kusut" ucap Nindy berontak


" Biar gini dulu nin" ucap Bryan menyembunyikan wajahnya di tengkuk Nindy


" Nanti kesiangan, ohh gue lupa belum matiin kompor" bohong Nindy


" Lo udah bangunin adek gue" bisik Bryan membuat Nindy bergidik ngeri


Nindy menggigit Bryan setelah Bryan melepaskan pelukannya Nindy menendangnya sampai terjatuh dari ranjang


Nindy berhasil kabur dan berteriak


" Cepetan mandi nanti telat" teriak Nindy dari luar kamar


" Duuhhh Nindy sial dia mancing mancing abis itu gue di tendang" ucap Bryan mengelus pantatnya


Bryan sudah siap kini mereka sedang makan


Bryan melirik Nindy yang lahap makan di hadapannya


Nindy belum menyadari dirinya di tatap Bryan


saat Nindy selesai makan dia mendongak


Bryan mengisyaratkan ada sesuatu di dekat bibir Nindy


Nindy menautkan alisnya seolah bertanya ada apa


" Sini" ucap Bryan dan Nindy pun memajukan wajahnya


ccuupp


"Morning kiss" ucap Bryan lalu pergi meninggalkan Nindy yang membeku


Nindy menyentuh bibirnya


dia merasa tidak takut ketika Bryan menyentuhnya


berbeda dengan lelaki lain


Nindy membereskan bekas makan mereka


lalu menghampiri Bryan di depan


" Mobil siapa ini Bryan?" tanya Nindy


" Mobil gue lah" jawab Bryan


" Jadi Lo mau berangkat naik mobil?" tanya Nindy lagi


" Iya, ayo berangkat entar kesiangan" jawab Bryan


" Gak ah gue mau naik motor aja" ucap Nindy


" Loh kok gitu bunda kasih mobil ini biar kita berangkat naik mobil" ucap Bryan


" Nanti mereka curiga Bryan, udah gue mau berangkat aja, bye" ucap Nindy


Nindy pergi dengan motornya membuat Bryan menggeleng


ternyata tidak salah orang tuanya memilihkan istri untuknya


Nindy gadis yang baik tidak matre bahkan uang jajan saja tidak minta dari Bryan


"Pagi cewek cewek cantik" sapa Nindy pada sahabatnya di parkiran


" Lo kemana aja sih? emang Lo abis diapain sampe GK masuk dua hari" ucap Wina


" Dih p.a Bryan jatuh dari motor terus kakinya bengkak" jelas Nindy lalu menoyor kepala wina


"Oohh gue kirain hahaha" ucap wina


" Yuk ah masuk" ajak dara


Tanpa mereka sadari dari balik pohon ada yang mendengar percakapan mereka


yaitu Meira sekarang dia semakin penasaran pada Nindy


Meira mengepalkan tangannya lalu pergi ke kelas


Saat belajar Bryan melewati ruang kelas Nindy


siswi perempuan saling berbisik membicarakan Bryan


ada yang berkhayal menjadi pacarnya, istrinya bahkan ada yang mau menjadi selingkuhannya


sungguh memalukan


" Pada lebay deh " ucap Nindy yang di dengar Wina


" Lo cemburu ya? " ucap Wina


"Gk, gue merasa mereka memalukan masa demi cowok yang belum suka sama mereka, mereka rela lakuin apa aja" ucap Nindy


" Eemmhh iya juga sih, untung Bryan bukan playboy ya " ujar Wina


" Hhmm" singkat Nindy


Bel istirahat berbunyi Nindy dan sahabatnya pergi ke kantin

__ADS_1


Wina memesan makanan sementara Dara dan Nindy menunggu di meja


mereka selalu bergantian memesan makanan


ketika mereka sedang menikmati bakso yang di pesan Wina tiba tiba Meira datang menggebrak meja Nindy


Nindy menatap Meira tidak suka begitu pun Meira


" Ada hubungan apa Lo sama bryan" tanya Meira


"GAK ADA" Nindy memperjelas perkataannya


" Lo bohong gue denger sendiri temen temen Lo bilang Lo abis di apain sama Bryan waktu itu juga gue nelpon pagi dan ada suara Lo, apa Lo suka rela di apain aja sama Bryan?" ucap Meira kini murid lain juga mengerumuni mereka karena penasaran


"Terserah Lo deh lagian bukan urusan Lo juga mau gue pacaran sama Bryan kek sama tukang parkir kek gak ada sedikit pun hak Lo buat tau" jawab Nindy lalu berbalik badan hendak pergi tapi Meira menahan tangan Nindy


Nindy berbalik lalu Meira menampar pipi Nindy hingga berbekas merah


Bryan muncul dari kerumunan membawa Nindy ke pelukannya


"Apa ini? apa kalian.." ucap Meira tergantung


" Iya Nindy pacar gue" ucap Bryan membuat para siswi patah hati masal


" Dan Lo jangan ganggu kita lagi" ucap Bryan menunjuk muka Meira


Bryan menangkup wajah Nindy melihat bekas tamparan


mengelusnya membuat para siswa disana bersorak heboh


Meira pergi dengan hati yang kecewa dan malu


" Udah Bryan gue malu" ucap Nindy menurunkan tangan Bryan


" Bryan sweet banget" ucap salah satu siswi


" Gue rela jadi yang ke 2" sahut yang lain


Sekarang hubungan Nindy dan Bryan sedang menjadi topik pembicaraan di sekolah


Hendrico pun semakin geram


jika dia tidak bisa memiliki Nindy maka orang lain pun tidak ada yang boleh memilikinya


" Pantas saja mereka selalu berdua" gumamnya seraya mengepalkan tangan


waktu para murid pulang


lagi lagi Nindy mendengar tuduhan siswi lain yang mengatakan jika Bryan mau jadi pacar Nindy karena Nindy sudah menyerahkan semuanya pada Bryan termasuk kehormatannya


begitu banyak pendengaran yang membuatnya sakit hati


mereka mengelu elukan Bryan sementara dirinya malah di hujat


" Gue udah yakin bakal begini kalo mereka tau" Nindy berjalan gontai


Tiba tiba sebuah kaki membuat Nindy jatuh tersandung


bbrruukkkkk


Nindy jatuh dan di tertawakan siswa lain


karena Dara dan Wina sudah pulang tidak ada yang membela Nindy


Meira dan murid lain tertawa mencemooh


Meira menyiram Nindy dengan seember air lalu siswa lain ikut melemparinya dengan kertas, tissue dan barang lain yang mereka pegang


Nindy bangkit dan berlari ke toilet setelah mengunci pintu sember air kembali mengguyur tubuhnya


'Nindy menangis dia kesal tapi apa boleh buat melawan pun hanya akan lebih di rundung teman temannya


tepat di jalan yang Pernah memberikan kesan buruk untuknya Hendrico mencegatnya


"Nin Lo kenapa?" tanya Hendrico


" GK apa apa, permisi kak gue mau pulang" jawab Nindy hendak melajukan motornya kembali tapi Hendrico mencabut kuncinya


Nindy turun hendak mengambil kunci tapi Hendrico sengaja membawanya ketempat sepi


Nindy awalnya tidak menyadari karena ingin kuncinya kembali dia mengikuti Hendrico


setelah sampai di tempat sepi kemarin saat dia di lecehkan oleh orang tidak dikenal


Hendrico menyudutkan Nindy di dinding


ingatan Nindy kembali pada hari itu


dia mulai berteriak tapi Hendrico tidak melepaskannya


Hendrico hendak mencium paksa Nindy


ingin melawan tapi tangan Nindy di cekal Hendrico di atas kepalanya


saat Nindy sedang berteriak teriak seperti orang gila seseorang datang memukul Hendrico dari belakang


" Bangs*t" Hendrico kembali bangkit akan membalas tapi kalah telak


" Pergi dari sini dan jangan ganggu Nindy lagi atau Lo gue habisin" ancam Bryan membuat Hendrico kabur


"Nin Lo GK apa apa?" ucap Bryan tapi Nindy masih ketakutan


Nindy berjongkok menutupi kepala dengan lengannya


Bryan ikut berjongkok dan memegang kedua bahu Nindy


tapi Nindy masih ketakutan


Bryan yang bingung harus melakukan apa


Akhirnya dia memeluk Nindy erat meskipun Nindy berontak tapi Bryan masih memeluknya


Bryan menenangkan Nindy dia meyakinkan Nindy cukup lama tapi akhirnya Nindy lebih tenang


Nindy pulang naik mobil bersama Bryan sementara motornya diantar Reno kerumah


Nindy tertidur di mobil mungkin karena terlalu lelah


Bryan yang tidak tega akhirnya menggendong Nindy ke kamarnya


Bryan mengganti baju nindy yang basah


lalu ikut tidur di sampingnya


Nindy bergumam tapi Bryan memeluknya mencium kening Nindy mereka berdua kini terlelap


saat Nindy bangun betapa terkejutnya Nindy karena pakaiannya sudah di ganti


dia tau ini pasti kerjaan Bryan


"Bryaaaaannn, Lo apain gue" teriak Nindy membuat Bryan yang kaget langsung terduduk


Dengan mata sayu Bryan mengucek matanya


mengumpulkan kesadarannya


" Apa sih nin pekak nih kuping gue" ucap Bryan


" Siapa yang gantiin baju gue" tanya Nindy


" Lo gitu aja pake nanya siapa lagi kalo bukan gue" jawab bryan

__ADS_1


" Aaarrrggghhhhh Bryan Lo kurang ajar ya, pasti Lo pegang pegang gue ya?" teriak Nindy


" Ya kalo GK di pegang gimana gantinya nin? lagian cuma ganti baju doang Lo heboh" jawab Bryan membuat Nindy semakin murka


"Bryan gue merasa ternodai tau ga mana Lo buka br* gue lagi Lo kurang ajar banget sih" Nindy masih mengomel


" Nindy Lo denger ya niat gue itu baik takut Lo masuk angin jadi gue gantiin GK semuanya kok tuh celana dalem Lo masih aman" ucapan Bryan yang frontal membuat Nindy melotot bak singa yang akan menerkam


" Bryaaaaannn Lo bener bener kurang ajar ya, sini Lo gue mau bikin perhitungan sama Lo" Nindy memukuli Bryan dengan bantal


Mereka berlari saling mengejar seperti anak kecil


Bryan terus berlari karena Nindy terus memukulinya


karena jarang berolahraga Nindy kewalahan mengejar Bryan


dia berhenti dengan nafas ngos-ngosan memegangi kedua lututnya


"Udah lah nin cepat atau lambat gue juga bakal liat, sekarang atau nanti sama aja Lo gitu banget sama suami" ucap Bryan yang tak kalah ngos-ngosan


Nindy yang kesal melemparnya dengan bantal


dan mengenai wajahnya


telpon Bryan bergetar karena silent Bryan hendak ngambilnya tapi handphonenya sudah mati


dia urung mengambil handphone di sakunya


masalah baru bagi Nindy di mulai


Bryan tidak sengaja menjawab telepon


dan handphonenyaa kini masih di sakunya


" Bryan udah gue cape, gue lemes" ucap Nindy seraya duduk di sofa


" Gitu aja lemah, Lagian Lo garang banget" ucap Bryan


" Bisa patah tulang gue lama lama sama Lo" ucap Bryan lalu mereka tertawa


Bryan menghampiri Nindy di sofa


dan duduk di sebelahnya


menempel pada lengan Nindy


seperti kucing yang menggesekkan tubuh di Majikannya


" Apa lagi sih Bryan, gue udah cape jangan mulai lagi deh" ucap Nindy malas Bryan membuat ulah lagi


" Ambilin gue minum dong by" ucap bryan manja


"Apaan bi bi.. babi?" ucap Nindy seraya mendelik


" Bukan lah itu panggilan sayang. baby" ucap Bryan membuat Nindy terbahak


"Hahaha mual gue dengernya" ucap Nindy sambil terbahak bahak


" Jangan jangan kamu hamil by" ucap Bryan membuat Nindy mencubit perut Bryan


Meira yang merasa kecewa pada Bryan menangis


pasalnya dia teman Bryan dari kecil


dulu mereka akrab tapi setelah Meira mengungkapkan perasaannya Bryan semakin menjauh


" Dasar j*l*Ng" gumam Meira


kembali ke Bryan dan Nindy


"Sembarangan kalo ngomong, gue masih perawan ya" ucap Nindy


" Eemmhh mau aku per*w*n*n gak by" bisik Bryan di telinga Nindy


Wajah Nindy memerah menahan malu


dia menyesali perbuatannya tidak menolak Bryan


Bryan menyandarkan kepalanya di sofa


dia seperti sedang menahan sesuatu


"Guu.. guuee mau masak dulu" ucap Nindy lalu pergi


"Sial nanggung banget" ucap Bryan lalu pergi mandi


Di dapur Nindy menyibukkan diri memasak


terlintas di benaknya bagaimana Bryan memperlakukannya dengan lembut


seperti sihir yang membuatnya mengikuti keinginan Bryan


Nindy menggeleng gelengkan kepalanya berusaha mengusir pikirannya


Bryan turun dia hanya mengenakan celana pendek tanpa memakai baju


Nindy yang melihat Bryan bertelanjang dada menjadi gugup


wajahnya memerah


Bryan berdiri tepat di samping Nindy mengambil apel di meja lalu mencium pipi Nindy dan pergi begitu saja


Nindy menyentuh bekas ciuman Bryan senyumnya mengembang


setiap Bryan memperlakukanya seperti itu hatinya tak karuan


ada debaran yang sulit di artikan


" Bryan nakal" gumam Nindy seraya tersenyum miring


Setelah makan malam Nindy memutuskan ke kamarnya untuk menonton Drakor kesukaannya


sementara Bryan sedang belajar


Bryan melihat Nindy yang sedang tengkurap sesekali mengayunkan kakinya


"Nin belajar jangan maen hp Mulu" ucap Bryan


"Iya bentar lagi" jawab Nindy


lama Bryan belajar tidak terdengar suara Nindy


Bryan mendekati Nindy ternyata dia tidur dengan nyenyaknya


Bryan membetulkan posisinya lalu ikut berbaring dan menyelimuti dirinya dan Nindy


Bryan memberi ciuman di sekitar wajah Nindy


di kening , pipi dan bibir Nindy


"good night, pantesan di gantiin baju gak sadar orang tidurnya kayak ******" ucap Bryan seraya menggeleng


Bryan ikut terlelap memeluk Nindy


entah besok akan ada kejadian apa di sekolah


yang jelas masalah menanti Nindy besok


hai guys biar aku tambah semangat up nya dukung terung karyaku ya


like ,komen dan vote 😍😍😍😍😍😍

__ADS_1


__ADS_2