
Dara dan Reno sudah berada di halaman rumah Damar
Reno berjalan terlebih dulu sementara Dara mengikuti dari belakang
seperti biasa Dara tidak memperhatikan langkahnya karena terlalu fokus melihat anak buah Leo
saking fokusnya dia tidak menyadari bahwa Reno berhenti di hadapannya
Dara menabrak punggung Reno sampai terjatuh duduk di lantai
Saat Reno hendak menolong mengulurkan tangannya tapi Leo lebih dulu mengulurkan tangannya
Reno mengurungkan niatnya dan berjalan kembali ke ruang tengah dimana disana sudah ada semua keluarga kecuali Cia karena sudah tidur
"Are you okay? " ucap Leo ketika Dara sudah berdiri dan Dara menjawab dengan anggukan
.
.
"Dimana Dara? " tanya Nindy saat menghampiri keluarga Damar dan Bryan
"Di belakang" jawabnya
Tidak lama setelah itu Leo berjalan bersama Dara membuat Nindy langsung berdiri menghampiri Dara
"Di lihat lihat kalian cocok juga" bisik Nindy pada Leo lalu menggandeng tangan Dara bergabung bersama yang lain
"Wiihhh ada yang bersemu merah nih" sindir Damar ketika melihat wajah Leo merona
"Apaan sih gak jelas lo" Leo mengusap wajah Damar
"Aduh maaf ya semua anak anak ini memang kalo ketemu gak pernah akur" ucap mama Damar
"Gak apa apa jeng malah seru rumah jadi rame" ucap bunda
"Bun sepertinya kita harus pulang udah sore" ucap ayah
"Sayang bukannya bunda gak kangen bunda harus pulang besok bunda mau pulang kampung dulu untuk mengecek pabrik yang sudah lama terbengkalai niatnya bunda mau buka lagi, minta do'anya dari semua" ucap bunda
"Doa anak anak bunda selalu menyertai, mudah mudahan pembukaan kembali pabrik ayah bunda lancar dan sukses kedepannya, Amiiinnn" ucap Nindy seraya merangkul bunda
"Amiiinnn" ucap semua orang disana
.
.
Di suatu tempat Mark sedang memarahi anak buahnya
"Kenapa kalian bisa kehilangan seorang anak kecil, bagaimana anak sekecil itu bisa kabur dari penjagaan yang ketat? " bentak Mark
Plak plak plak plak
Semua anak buahnya yang berbaris di tampar satu persatu
Mark menghancurkan semua barang yang ada di sana
"Arrrggghhh"
"Sayang ada apa ini? " tanya Maria yang baru saja datang
" Kau tau mereka tidak becus mengurus seorang anak kecil" tunjuk Mark pada anak buahnya
"Apa??? bagaimana bisa seorang anak kecil bisa kabur dari sini? " tanya Maria
"Tenang sayang aku akan membantumu, sekarang waktunya kita senang senang" ucap Maria dengan tidak tau malunya mencium Mark di hadapan anak buahnya
Anak buahnya bubar dari sana menyisakan Maria dan Mark yang sedang bercint*
.
__ADS_1
.
Dara sedang duduk sendiri di pinggiran kolam dengan kaki menyentuh air
Nindy duduk disampingnya menepuk pundak Dara
"Hayo lagi ngelamunin apa? " goda Nindy
"Apaan sih orang gue kekenyangan makanya nyari angin gerah" ucap Dara yang memang selesai makan malam di sana
"Lo masih sendiri? " tanya Nindy
"Tumben tumbenan nanya masalah asmara gue" Dara menatap penuh selidik
"Nanya aja, tapi kayaknya lo cocok deh sama kak Leo" ucap Nindy
"Masa? gue gak tau nin tapi gue belum mau aja mikirin soal percintaan" jawab Dara
"Come on Dara umur lo aja udah mau tua, gimana bisa lo bilang belum kepikiran ke arah sana? " ucap Nindy
"Sialan lo bilang gue tua, gue gak mau sakit hati aja"
" Tapi kalo dia deketin lo gak akan nolakkan? ya berawal dari teman siapa tau nyaman" ucap Nindy
"Kalo soal itu boleh lah " jawab Dara
"Masuk gih gak baik ibu hamil kena angin malam" lanjut Dara
"Dan satu lagi entar pulang biar kak Leo anter, jangan nolak" ucap Nindy sebelum pergi
"Serah lo deh" ucap Dara
Tidak menunggu lama setelah Nindy masuk Dara juga masuk
Nindy sudah masuk ke kamarnya sementara Bryan dan Reno masih di ruang kerja
para anak buah Leo berjaga di luar
"Mau pulang sekarang? " tanya Leo yang baru saja dari dapur
"I.. iya" jawab Dara ragu
Dara berjalan mengikuti Leo keluar Reno yang baru saja keluar dari ruang kerja Bryan mematung menatap kepergian mereka
Bryan keluar menepuk bahu Reno
"Kalo suka jangan galak galak amat entar keduluan yang lain nyesel" ucap Bryan
"Apa sih bapak bapak sotoy banget" jawab Reno
"Anjiirr gue di bilang bapak bapak"
"Lah bukannya emang bener anak aja udah mau dua, merasa Abg lo? " sindir Reno
"Tapi kita kan seumuran, kalo di luar juga gak bakal keliatan punya anak" ucap Bryan seraya menaik turunkan alisnya
"Apaaa? bilang apa barusan kurang kenceng " tanya Nindy yang baru saja keluar dari kamar
"Mampus lo" ucap Reno
Nindy menghampiri Bryan dan menjewer telinganya
"Ampun sayang gak gitu aku cuma becanda" ucap Bryan meringis
"Gue gak ikutan ya, permisi gue mau pulang" ujar Reno perlahan mundur lalu lari keluar
Nindy terus mengomeli Bryan tidak henti hentinya
Bryan sesekali menutup kupingnya saat nada bicara Nindy mulai tinggi
"Udah marahnya? sini sayangnya aku nanti cape jangan marah marah" Bryan duduk di sisi ranjang dan mendudukan Nindy di pangkuannya
__ADS_1
"Aku gak mungkin macem macem 6 tahun aja aku tahan mana mungkin ada kamu aku macem macem"
"Beneerrrr? " tanya Nindy dengan manja
"hhmm" Bryan mulai menciumi tengkuk Nindy
Nindy hanya diam membiarkan Bryan menggerayanginya
Bryan mendorong Nindy perlahan keranjang hingga Nindy tidur terlentang
Bryan semakin leluasa mencium setiap inci tubuh Nindy
saat akan memulainya Bryan di buat dongkol dengan sikap Nindy
"Sayang aku mau ke kamar mandi dulu" ucap Nindy
"Jangan lama lama" Bryan memegang tangan Nindy
Nindy tidak menjawab dia melangkah pergi tapi bukan ke kamar mandi
melainkan ke pintu keluar dan mengunci Bryan dari luar
kemudian dia pergi ke kamar dimana Cia sedang tidur
"Arrrggghhh gue di tipu" ujar Bryan frustasi
.
.
Leo dan Dara sudah sampai di depan rumah Dara
Leo membukakan pintu mobilnya untuk Dara
"Makasih kak udah mau nganterin pulang"
"Sama sama, kamu tinggal sendiri? "
"Iya, orang tua aku di kota lain"
"Mandiri juga ya kamu"
"biasa aja kak, aku bukan dari keluarga kaya makanya harus bisa mandiri kan" ucap Dara
"Besok malam ada acara gak? " tanya Leo
"ah eh gimana ya ? " jawab Dara gugup
"Ada atau enggak? aku mau ajak kamu jalan jalan atau makan mungkin" ajak Leo
"Kayaknya enggak, emang kak Leo gak malu jalan sama aku? " tanya Dara
"Kenapa harus malu? kamu cantik, mandiri, aku suka wanita seperti itu" ucap Leo membuat Dara tersipu pipinya memerah
"Kak Leo bisa aja"
"Jadi gimana mau Gak? "
"Boleh" jawab Dara
"Ya udah besok aku jemput, selamat malam mimpi indah" ucap Leo mengacak pelan pucuk kepala Dara
"Selamat malam, byeee" Dara melambaikan tangannya kala mobil Leo sudah bergerak
"Iihh ni tangan kenapa sih gak tau malu" Dara memukul mukul tangannya yang lancang melambai
Dara masuk dan berbaring di kasur dengan menghentak hentakan kakinya
tubuhnya seperti cacing kepanasan
"Ya ampun mimpi apa gue di deketin cowok bule Aaaaa" gumam Dara berguling kekiri dan kekanan
__ADS_1