
Hari demi hari berlalu pernikahan Dara dan Leo akan di gelar 2 minggu lagi
mereka mulai di sibukan dengan berbagai persiapan
hari ini Dara dan Leo berencana mencoba gaun pengantin yang sudah di rancang desainer
"Hallo, sayang kamu pergi duluan aku ada kerjaan sedikit lagi" Leo menelpon Dara
"Oke, kita ketemu disana jangan lama lama aku belum makan siang" jawab Dara
"Kita makan siang setelah mencoba gaunnya"
Dara berangkat sendiri menggunakan taksi saat hendak masuk tiba tiba seseorang juga membuka pintu yang lain dan masuk di samping Dara
"Bapak Reno yang terhormat kenapa anda ikut di taksi saya? " tanya Dara
"Antar saya kedepan ada meeting Bryan sudah menunggu " ucap Reno dengan bahasa formalnya
"Haish, jalan pak"
Sepanjang perjalanan Reno mencuri pandang pada Dara yang berada di sampingnya
sadar dirinya di perhatikan Reno Dara membuang pandangannya ke luar jendela
Dari kaca mobil Dara bisa lihat Reno menatap kearahnya
"Ada masalah apa ya pak? " tanya Dara Reno hanya menautkan kedua alisnya
"pak gak ada kerjaan apa liatin orang kayak gitu" gerutu Dara
"Kamu terlalu percaya diri siapa juga yang liatin? orang saya lihat keluar " sahut Reno
Merasa malu sendiri akhirnya Dara memilih diam
jelas jelas Reno memandangi Dara tapi dia tidak mau mengaku gengsinya terlalu tinggi apalagi sekarang Dara calon istri orang lain
"Sampai mana pak ini udah jauh" tanya Dara
"Terus " singkat Reno
Sesampainya di boutique Dara hendak turun dan memberi uang tapi Reno menahan tangan Dara dan memberi uang pada supir
"Baiklah terimakasih, hari ini saya berhemat 50rb" ucapnya tersenyum lalu pergi
Dara hendak menyebrang dan Reno masih ada di sampingnya
Dara menatap Reno tajam mengapa asisten bosnya ini mengikutinya sampai sini
"Bapak ngikutin saya? " tanya Dara
"Apa kamu terlalu berharap sama saya sampai sampai menuduh saya ngikutin kamu?" Reno malah balik bertanya
"Gak sama sekali" ucap dara mengggedikkan bahunya
Dara menyebrang dan Reno pun ikut menyebrang kali ini Dara tidak menegur Reno dia mendiamkannya
Tapi ternyata memang Dara salah di samping boutique itu ada sebuah Cafe Reno masuk kesana disana juga ada mobil Bryan
"Malu banget njiirr" gumam Dara sambil masuk
__ADS_1
Dara sudah memakai gaunnya dia sedikit berputar di depan cermin
"Cantik" suara berat itu membuat Dara mendongak dan tersenyum melihat pantulan laki laki tampan yang berjalan menghampirinya
Dara berbalik tapi sekarang wajah yang berseri mulai suram
pasalnya di belakang Leo ada Meira yang mengikuti langkah Leo
"Hai" sapa Meira samping tersenyum melambaikan tangannya
"Hai" Dara juga tersenyum menyembunyikan rasa kesalnya
"Kalian barengan? " tanya Dara
"Iya sayang, mobil aku tiba tiba mogok ada Meira jadi aku minta dia anterin ke sini" jawab Leo
"Dari kantor? " tanya Dara
"Iya, aku mau coba setelan jasnya dulu" ucap Leo lalu pergi ke ruang ganti
"Meira kenapa lo ada di kantor Leo? " tanya Dara setelah Leo pergi
"Gue.. gue.. cuma" Meira terbata bata
"Gue harap lo jangan temuin Leo kalo gak ada kepentingan, lo bukan temennya dan kita pun gak berteman dekat jadi gak ada alasan buat lo selalu deket deket sama kita" ucapan Dara bagaikan belati yang menusuk hati Meira
Dia amat malu dengan perkataan Dara yang sebenarnya ada benarnya juga
wajah Meira langsung terlihat pucat
terdengar derap langkah Leo keluar dari kamar ganti
Mata kedua wanita itu tidak berkedip melihat Leo dengan setelan jas serba putih
Dara berjalan menghampiri Leo tanpa di sadari Meira juga berjalan mendekati Leo
Leo di apit kedua wanita jelas saja Dara memutar matanya jengah melihat Meira yang bagai tersihir tertegun melihat Leo
"Meira bisa tolong foto" Dara memberikan handphonenya pada Meira sambil tersenyum meskipun hatinya dongkol
"Tentu" jawab Meira tersenyum kikuk
setelah memotret beberapa foto Meira mengembalikan handphonenya Dara
dan pamit pulang karena ada urusan di rumah sakit
"Gue pulang duluan ya ada urusan di rumah sakit" ucap Meira
"Gak sekalian makan siang bareng dulu? gue teraktir
sebagai ucapan terimakasih udah nganter kesini dan jadi fotografer" ucap Leo yang membuat Dara langsung melepaskan tangannya dari lengan Leo
"mau kemana? " tanya Leo yang melihat Dara pergi ke dalam kamar ganti
"Aku mau ganti baju, aku juga gak bisa makan siang bareng ada kerjaan di kantor aku mau berangkat bareng pak Bryan aja yang lagi meeting di cafe sebelah" ucap Dara menepis tangan Leo yang menahan tangannya lalu pergi
Menyadari ada yang tidak beres Leo menyusul Dara masuk ke kamar ganti
Dara terlonjak kaget saat Leo masuk karena dia sudah membuka gaunnya setengah badan
__ADS_1
"Keluar aku mau ganti baju" seru Dara
"Aku mau bantu kamu buka bajunya" Leo kembali menurunkan baju Dara yang kembali Dara naikkan ke bahunya
"Jangan macam macam Leo ini tempat umum"
"Tapi gak ada yang akan masuk kesini kan? "
"Leo Jangan seperti ini" Dara menepis tangan Leo
"Kenapa di tutup seperti itu? aku mau melihatnya "
"Jangan macam macam"
"Cepat atau lambat aku akan melihatnya" ucap Leo
Terdengar suara kecapan dari dalam dan mereka lama tidak juga keluar
entah karena bodoh atau bagaimana Meira malah menunggunya di luar
"Leo berhenti"
Mereka keluar dengan baju mereka kembali Dara menatap Meira datar yang sedari tadi menunggu di luar kamar
"Apa dia itu waras kenapa masih menunggu disini? " Dara membatin
Meira melihat rambut Leo yang berantakan dan lamanya mereka di dalam kamar sudah berpikiran macam macam
Dara mendudukan Leo dan menyisir rambutnya dari depan
Leo memeluk pinggang Dara dan menyembunyikan wajahnya di dada Dara
"Kamu nakal banget, diem rambutnya rapihin dulu" Dara mengangkat wajah Leo dengan menangkup dagunya
"Selesai" Dara hendak melepaskan tangan Leo dari pinggangnya namun Leo malah semakin mengeratkan nya
"Cium dulu"
"Leo ini tempat umum, liat mereka aja liatin kita" ucap Dara
"Biarin, kamu mau lama lama begini? "
"Baiklah" Dara mencium kening Leo namun Leo menggeleng
Lalu mencium pipi Leo juga masih menggeleng cium pipinya satu lagi Leo masih menggeleng
dan terakhir Dara terpaksa mencium bibir Leo
"Aku malu" ucap Dara lalu Leo merangkulnya menyembunyikan wajah Dara di dadanya
Meira oh Meira kamu bagaikan apa ya 🤔
Ada yang tau kah orang yang ngintilin orang pacaran di sebut apa? komen ya 😄
Jangan lupa like komen dan votenya
kasih hadiah lain buat author juga boleh ðŸ¤
asal jangan di kasih harapan palsu aja author gak kuat 🤣🤣
__ADS_1