Dijodohkan Dengan Ketos Galak

Dijodohkan Dengan Ketos Galak
eps 82


__ADS_3

Taksi yang di tumpangi Dara melesat dengan cepat membuat Nindy kehilangan jejak


sepanjang perjalanan Dara menangis tersedu sedu


sampai sopir yang membawanya pun bingung ketika di tanya mau kemana Dara hanya menjawab jalan saja


"Neng ini udah jauh" tanya supirnya


"Belok kanan pak" jawabnya tersedu sedu


"Neng sebenarnya kenapa? " tanya bapaknya mulai kepo


"Gak ada pak, cuma saya lagi nyesek aja" Dara masih tersedu sedu


"Baju pengantin yang tadi kemana neng? " memang bapak itu di minta Dara menunggu di depan rumah Meira


"Itu dia pak saya gak jadi nikah, cowok saya selingkuh huwaaaa" tangis Dara semakin pecah membuat bapak itu menghentikan mobilnya


"Aduuh maaf ya neng bapak banyak nanya, ini tissu" bapak itu memberi satu pack tissu


"Gak apa apa pak, makasih"


"Pantai yang itu bapa tau kan yang jalannya dua belokan lagi? " tanya Dara


"Iya tau neng, mau ngapain ke pantai neng? jangan aneh aneh ya ini udah jam 5 sore" ucap bapaknya takut Dara bunuh diri


"Gak pak saya masih waras" jawab Dara


Sesampainya di sana Dara turun dan memberikan ponselnya pada supit setelah membuka SIM card nya


"Pak saya gak bawa uang, ini ponsel saya tapi nanti kalo mau di pake tolong di format dulu datanya" Dara memberikan handphonenya


"Tapi inikan handphonenya mahal neng sayang kembaliannya masih banyak bahkan bapak gak bisa ngasih kembaliannya semua" tanya pak supir polos


"Ambil aja pak itu dari mantan saya, saya sedekahin buat bapak" ucap Dara lalu pergi meninggalkan supir yang sedang melongo mendapatkan rezeki nomplok hari ini


Dara duduk di tepi pantai merasakan hembusan angin pantai yang menerpa tubuhnya


dia memandangi matahari yang perlahan mulai turun bersembunyi di balik lautan luas


"Kenapa Tuhan kenapa harus gue" teriaknya


"Gue gak pernah Terima cowok mana pun karena takut sakit hati, tapi gue di buai gue seakan terbang kelangit ketujuh dan di hempas begitu aja, sakit.


Sakit tuhaaaannnnn apa kau sengaja mempermainkan hambamu ini? kenapa kau menimpakan rasa sakit dan malu bersamaan? bagaimana aku menghadapi kedua orang tuaku bagaimana aku menghadapi dunia tuhaann, bagaimana... " teriaknya lalu lirih di akhir kalimatnya tangisnya begitu pilu menyayat hati siapa saja yang mendengarnya


"Aku sudah memimpikan masa depan indah namun harus kandas dengan cara seperti ini, tidakkah takdir berbelas kasihan padaku? hidup ini sungguh Brengsek" lirihnya membiarkan ombak di laut menerpa kakinya


Semakin malam ombak semakin pasang di tempat Dara duduk tadi awalnya hanya ujung kakinya yang tersapu ombak hingga sekarang seluruh tubuhnya basah di terjang ombak tapi dia hanya diam mematung tidak merasakan hawa dingin sedikitpun


.


.


Di kediaman Damar semua orang panik handphonen Dara tidak bisa dihubungi


orang tuanya menangis meratapi nasib anak semata wayangnya


tapi mereka cukup bijak tidak menyalahkan keluarga Leo apa lagi sampai marah marah


"Bu saya minta maaf atas kelakuan anak saya, sekali lagi saya mohon maaf" ucap Dion benar benar merasa di tampar di hadapan umum oleh kenyataan

__ADS_1


"Tidak apa pak, kami hanya ingin anak kami pulang" ucap ayah Dara dengan air mata bercucuran


Nindy yang merasa iba melihat dua orang tua renta yang ia anggap seperti orang tuanya sendiri menangis


Nindy bersimpuh dihadapan mereka membuat semua orang terkejut


"Ibu, ayah Nindy mau minta maaf tadi Nindy gak bisa cegah Dara pergi" lirih Nindy menangis di bawah kaki kedua orang tua Dara


"Neng jangan begini ibu sama ayah mah tau neng sama keluarga eneng mah gak salah, semua salah si aa kalau memang dari awal sukanya sama orang lain kenapa ngajak nikah anak ibu terus di tinggal pas hari pernikahan" ibu Dara membangunkan Nindy seraya memeluknya


"Nindy malu bu, Nindy malu sama ayah, ibu sama Dara juga" Nindy terisak


"Ibu mau pulang neng siapa tau sekarang Dara udah ada di rumah"


"Biar Nindy yang anter bu"


"Gak usah ibu sama ayah bisa naik taksi"


"Gak bu, Nindy sama suami Nindy akan antar ibu" Nindy dan Bryan pun mengantar itu dan ayah Dara pulang ke rumah Dara


.


.


"Sekarang tinggal nunggu berita yang sebentar lagi akan BOOM meledak" Maria tertawa keras merasa hebat dengan rencananya


"Satu, dua, tiga, hhaha banyak hati yang terluka " Maria sudah seperti orang gila


Flashback on


Leo sedang dalam perjalanan subuh itu menuju gedung


dia memang tidur di apartemen semalam karena ada kerjaan mendesak


Otomatis Leo berhenti niat hati ingin membantu mereka dulu


tapi nahas dari belakang dia di pukul dengan balok kayu hingga pingsan


dan di bawa orang suruhan Maria kerumah Meira yang sudah lebih dulu di bius lalu membuka pakaian mereka


Flashback off


.


.


Sementara Nindy memaki Leo dalam telepon karena dirinya sekarang Dara tidak tahu dimana keberadaannya


Leo semakin kacau mendengar hal ini dari Nindy


setelah ijab kabul bersama Meira Leo pergi ke rumah yang dia beli untuk Dara dan benar saja Dara tidak ada disana


Sampai malam hari Leo mencari kesana kemari tapi tidak di temukan Leo berhenti sejenak mentap layar ponselnya yang centang satu mengirim pesan pada Dara


Beberapa saat kemudian sang supir menyalakan hotspot untuk mengkoneksi handphone Dara


disitu semua pesan masuk dan Leo pun melihat centang satu itu berubah dua dan biru setelah di baca


Leo segera menelpon no Dara menggunakan Whatsapp


"hallo"

__ADS_1


"Iya hallo"


"Siapa kau kenapa kau menjawab panggilan istriku"


"Maaf tuan istri anda yang memberikan ponselnya dia bilang tidak sudi memakai barang pemberian mantannya"


"Apa kau tau? aku yang dia sebut mantan"


"Oohh jadi anda yang sudah menghianati nona tadi dasar bajingan, brengsek, keparat kenapa tidak mati saja kau membuat seorang gadis tidak berhenti menangis dan memintaku untuk mengantarnya ke laut S, tidak punya hati dasar brengsek"


"Kenapa kau memaki aku... "


Tuut tuut


Supir itu mematikan teleponya


Leo bergegas menyusul Dara kesana sesuai yang supir itu katakan


meskipun mendapat umpatan dan makian setidaknya Leo bisa tau lokasi Dara sekarang


Sesampainya di pantai Leo mencari kesana kemari tapi tidak di temukan


Leo terus menyusuri bibir pantai sampai yang tergelap


disana terlihat seorang wanita duduk di bawah sinar bulan memeluk lututnya di terpa ombak namun hanya diam saja


Hati Leo mencelos melihat wanita di hadapannya


dia sendiri sangat sakit dihatinya apalagi wanita itu


ini pengalaman pertamanya mengenal cinta tapi sudah memberi kesan cukup menyakitkan


"Aku malu Tuhan bagaimana aku bisa menghadapi semuanya setelah ini? aku akan menjadi bahan olokan dan cemoohan semua orang"


"Aku malu... aku malu.. aku sakit" teriak Dara dan melemah di akhir katanya


**Deg**


Leo merasakan bagaimana rasa sakit Dara sekarang setelah mendengar teriakan dan isakannya yang pilu


Leo berlari mendekati Dara dan memeluknya dari belakang


menyembunyikan wajahnya ke ceruk leher Dara


Dara bisa merasakan bahwa sekarang Leo sedang menangis


airmatanya hangat jatuh di pundaknya tapi Dara enggan bicara dia hanya diam juga tidak menghempaskan tangan Leo


"Sayang pulang, kamu bisa sakit" ucap Leo menyentuh tangan Dara yang sudah dingin


"Kamu pulang saja biarkan aku disini, lagi pula ini malam pertama kamu eemm maksudku malam kedua" ucap Dara terdengar menyindir


"Aku bersumpah aku gak pernah sentuh dia, aku bisa merasakannya, aku di jebak sayang" Leo mengeratkan pelukannya untuk menghangatkan Dara


"Pergilah aku ingin sendiri" ucap Dara memandang lurus kedepan


"Aku ceraikan dia kita bisa menikah lagi sayang, bahkan setelah akad aku meninggalkannya, jika bukan karena warga aku tidak mungkin menikahinya" ucap Leo kemudian melepas jaketnya memakaikannya di depan Dara


"Pulanglah istrimu menunggu, tidak baik seseorang yang sudah memiliki istri berduaan dengan wanita lain" ucap Dara yang terlihat tegar di depan Leo tidak sedikit pun mengeluarkan air mata


"Aku cuma akan tinggal satu atap sama kamu, aku akan ceraikan dia sekarang juga tapi kamu harus ikut aku" pinta Leo

__ADS_1


"Dan kamu akan mempermalukan aku lagi? Dara yang gagal menikah lalu merebut kembali mantan calon suaminya yang sudah beristri.. apa kamu mau membuat aku di gosipkan seperti itu? " lagi lagi Leo mematung tidak bisa menjawab pertanyaan Dara


"Sayang.. " ucapan Leo terhenti saat tiba tiba tubuh Dara ambruk begitu saja dengan cepat Leo membawanya ke mobil dan akan membawanya pulang ke mansion mereka berdua


__ADS_2