Dijodohkan Dengan Ketos Galak

Dijodohkan Dengan Ketos Galak
eps 49


__ADS_3

"Gak akan terjadi apa apa selama kita selalu menguatkan satu sama lain" ucap Nindy membelai rambut Bryan


"Eehhmm" Leo yang baru saja datang mengagetkan keduanya


"Kakak kok tau gue disini?" tanya Nindy


"Adik ipar yang kasih tau" jawab Leo


Leo mendekati Nindy dan mengelus kepalanya


tapi Bryan segera memukul tangan Leo


dia tidak rela istrinya di pegang laki laki lain meskipun itu Kakaknya sendiri


"Ciihh posesif" ucap Leo tersenyum mengejek


"Lo akan tahu rasanya cemburu kalo Lo udah ketemu orang yang bener bener buat Lo bucin" ucap Bryan


"Halah bucin mh cuma buat orang orang kayak Lo " hardik Leo


"Ngomong sama jomblo akut mah susah" sindir Bryan


Nindy hanya bisa menggeleng melihat kakak dan suaminya yang tidak pernah akur


.


.


Setelah di perbolehkan pulang Nindy keluar bersama Bryan terlebih dulu dan Leo menebus obat


saat Nindy berjalan di belakang Bryan tiba tiba sebuah peluru melesat


sedikit lagi mengenai tubuh Nindy tapi untungnya Nindy berjongkok mengambil barangnya yang jatuh


Praaannngggg


Kaca rumah sakit pecah membuat Nindy dan Bryan terlonjak


Nindy yang berjongkok langsung menutupi telinganya


Bryan berlari memeluk Nindy yang terlihat gemetar ketakutan


"Lo gak apa apa?" tanya Leo yang ngos-ngosan karena berlari mengkhawatirkan Nindy


Leo mencari kesekeliling siapa orang yang meluncur tembakan


dan siapa yang menjadi targetnya


Leo melihat seseorang di atas balkon yang dengan santainya mengacungkan senjata ke arah Leo dan pergi begitu saja


"Kurang ajar" Leo mengumpat karena tahu orang yang menjadi sasarannya adalah Nindy


"Cepat pergi dari sini" titah Leo


Bryan membawa Nindy dalam dekapannya masuk ke dalam mobil Leo


di perjalanan Nindy masih merasa syok karena peluru tadi nyaris mengenai dirinya


"Gue hampir mati" ucap Nindy tiba tiba


"Gak akan terjadi apa apa, sebaiknya Lo pulang ke rumah Damar dan jangan keluar dari sana " ucap Leo


"Tapi dia istri gue apa dia gak bisa tinggal di rumah gue? tanya Bryan


"Lo milih keselamatan Nindy apa keegoisan Lo, Lo gak tau apa apa turutin aja perintah gue" tegas Leo


Mau tidak mau mereka pulang ke rumah Damar

__ADS_1


sesampainya disana hanya ada mama Damar yang menyambut mereka


"Gimana kabar kamu sekarang sayang?" tanya mama Damar sambil memeluk Nindy


"Mendingan Tan"


"Ayo masuk " Mama Damar menuntun Nindy di ikuti kedua lelaki di sisinya


"Damar dimana Tan?" tanya Leo


"Belum pulang tadi ikut papanya ke kantor, mau kemana lagi Le? " tanya mama Damar saat melihat Leo keluar


"Mau Nyusul Damar bentar, titip Nindy Tan" suaranya agak kencang karena sudah keluar rumah


"Tan kita ke kamar dulu " ucap Nindy menuntun tangan Bryan


"Sebenarnya ada apa ini?" tanya Bryan saat sudah sampai di kamar


"Ini yang gue maksud waktu gue bilang kalo anak kita ketemu identitasnya jangan sampai ada yang tau"


"Gue sama kak Leo lagi di incar orang yang kita sendiri gak tau maunya itu orang apa" jelas Nindy


"Ini gak bener kita harus lapor polisi" ucap Bryan


"Gak bisa Bryan mereka seperti punya kekuasaan bahkan dulu gue pisah sama kak Leo juga karena orang yang sama sepertinya"


"Apa yang harus kita lakukan sekarang? Apa yang bisa kita bantu?" tanya Bryan


" Entahlah kita tunggu kabar dari kak Leo aja"


Leo sudah sampai di kantor papanya Damar


tanpa mengetuk pintu dia langsung masuk begitu saja


dia langsung membungkuk dan meminta maaf karena ternyata disana sedang ada tamu


Mark menyunggingkan senyumnya tapi ada yang aneh dengan senyuman itu


'Apa dia sudah tentang gue' batin Leo


"Siapa ini tuan?" tanya Mark


"Ohh perkenalkan ini Leo keponakan saya pemilik perusahaan Alexander" ucap papa Damar


"Senang berkenalan dengan anda" ucap Leo menjabat tangan Mark


"Alexander nama itu sama dengan nama seseorang " ucap Mark


"Mungkin saya salah satu dari segelintir orang yang mempunyai nama itu" jawab Leo


"Baiklah tuan semoga kerjasama kita berjalan lancar, saya permisi" Mark dan sekretarisnya pergi


(Ini percakapan sama si Mark pake bahasa Inggris ya cuma othor gak bisa 🤣)


"Mar kenapa dia ada disini?" tanya Leo


"Dia mau kerjasama dan sepertinya itu akan mempermudah kita buat nyelidikin dia" ucap Damar


"Tapi apa mungkin dia dalang dari semua ini? " Leo tidak yakin karena Mark masih mencari mereka sampai saat ini


"Jangan bodoh Leo kita selikidi pelan-pelan"


"Selidiki beg* "hardik Leo


"Iye selidiki maksud gue, kalo gak terbukti ya kita biarin kalo terbukti dia dalang dari semuanya kita abisin" ucap Damar


"Maen abisin emang Lo berani?" tanya Leo

__ADS_1


"Kita liat aja entar, Gue cabut dulu mau jemput yang beb" ucap Damar seraya membenarkan jasnya


"Diihh pacar Lo yang masih bocah?" ledek Leo


"Ya mending dari pada jomblo" ucap Damar lalu berlari karena Leo melemparkan bantal sofa kearahnya


"Hallo bagaimana keadaan disana?" tanya Leo pada Roy di telepon


"Tidak ada yang mencurigakan bos" jawab Roy


"Sepertinya dia sudah tau, bawa semua Anak buahmu kemari"


"Baik bos saya pastikan malam kami sudah berada di sana" ucap Roy


.


.


Di tempat lain Maria sedang berada di apartemen seseorang


apartemen yang mewah dan megah membuat Maria takjub


''Selamat datang nona" Mark menyambut Maria dengan menggunakan topeng


'bagian mata dan hidung ditutup topeng tapi di lihat dari bawah pun sepertinya orang ini cukup tampan meskipun sudah tua' batin Maria


"Kau terpesona hingga menatapku seperti itu?" tanya Mark membuat Maria terlonjak kaget


"Ma.. maaf tuan" ucap Maria


"Siapa anda sebenarnya?" tanya Maria


"Tidak perlu tahu siapa aku, aku hanya ingin mencari tau tentang Cecilia"


"Nindy maksudmu?" tanya Maria


"Ya mungkin itu namanya sekarang" jawab Mark


"Anak buahku kemarin dapat info ternyata Nindy sedang hamil anak kedua, dan sekarang dia sedang mencari anak pertamanya"


" Masih dalam pemantauan anak buahku sisanya akan aku beritahukan padamu nanti" ucap Maria


"Baiklah" Mark menyodorkan amplop tebal membuat Maria mengernyitkan keningnya


"Itu untukmu anggap bayaran untuk informasi yang kau dapatkan"


"Ini banyak sekali tuan" ucap Maria


"Aku akan memberi lebih banyak dari ini setelah kita melenyapkan semua keluarga Alexander"


'Alexander? sebenarnya apa hubungannya dengan keluarga Nindy ' batin Maria bertanya tanya


"Apa uang itu kurang?" tanya Mark melihat Maria mematung


"Tidak tuan ini lebih dari cukup" ucap Maria


"Ada yang bisa saya bantu tuan lagi?" lanjut Maria


Mark menatap Maria dari atas sampai bawah


matanya memandang dengan tatapan nakal


Maria tahu apa yang sedang di pikirkan Mark


dia merencanakan sesuatu untuk Mark


"Apa anda butuh saya tuan?" ucap Maria perlahan mendekati Mark dan duduk di pangkuannya

__ADS_1


"Nampaknya kau tau apa yang aku mau" Mark segera mengangkat Maria dan melemparnya ke ranjang


__ADS_2