
Leo sengaja menyuruh Nindy membawa Cia ke kantor Bryan
karena di kantor akan mengadakan meeting dengan beberapa pihak perusahaan Asing
Leo ingin tahu apakah Mark adalah orang yang menculik Cia
sebab Cia bercerita orang orang itu berbicara dengan bahasa asing
Kecurigaan Leo semakin kuat pada Mark
Nindy Leo dan cia berada di ruangan lain saat meeting itu di adakan
Cia menatap satu persatu orang yang duduk berbaris
"Ada yang pernah Cia lihat? " tanya Leo menunjuk satu persatu orang tersebut
"Gak ada" Cia menggeleng
"Mark gak datang" bisik Leo pada Nindy
"Sebenernya yang namanya Mark itu yang mana? " tanya Nindy
Leo membrowsing tentang perusahaan Ayahnya
disana terpampang wajah Mark sebagai pengelola sementara perusahaan itu
Nindy hanya mengangguk angguk dengan sesekali menggeser gambar
"Kira kira apa mungkin orang ini dalang dari semuanya? " tanya Nindy
"Tapi kenapa di hadapan media seakan akan dia terpukul dengan hilangnya keluarga kita? bahkan dia masih mencari kita sampai sekarang" pikir Nindy
"Bisa saja dia hanya berpura pura, kita tidak boleh terlalu percaya pada seseorang"
"Cia mana kak" Nindy menengok Cia yang tadi sedang main di belakang
" Jangan jangan masuk ke ruangan Bryan"
Mereka keluar mencari Cia dan menanyakan pada setiap staf yang lewat
Nindy yang panik berlari keruangan Bryan
dia langsung membuka pintu dengan keras untung saja meeting sudah selesai dan para klien sudah keluar
"Ada apa? " Bryan menghampiri Nindy yang terlihat panik dengan nafas tersengal
"Cia kesini gak? dia gak ada" mata Nindy sudah berkaca kaca
"Gak ada, ini aja baru selesai meeting" ujar Bryan
Nindy sudah lemas dia merosot bersimpuh di lantai
Bryan memeluknya dan membangunkannya dia memapahnya ke kursi dan memberinya minum
"Tenang dulu kalo kamu gini gimana kita mau cari Cia"
" Ayo kita cari" Nindy menghapus air matanya dan menariknya keluar
Baru saja berjalan beberapa langkah dari ruangan Bryan
handphone Nindy sudah berdering itu panggilan dari Leo
"Hallo kak, udah ketemu? " tanya Nindy
"Dia ada di pantry, gue liat dari CCTV"
"Ya ampun kenapa gue gak inget kesitu sih, dia pasti laper" Nindy bergegas pergi melupakan Bryan yang tadi dia tarik tarik
"Gue di lupain'' Bryan menggelengkan kepala mengikuti Nindy
Sesampainya disana dia melihat Cia sedang makan di temani OB
__ADS_1
OB itu segera berdiri kala melihat Nindy dan Bryan datang
" Ada yang bisa saya bantu Bu/pak? tanyanya
"Tidak terimakasih, saya hanya mencari anak saya" OB itu pergi setelah kedatangan mereka
"Kamu kenapa keluar gak bilang?" Nindy berlutut mensejajarkan dirinya dengan Cia
"Tadi Cia bilang tapi mama sama daddy gak dengerin jadi Cia kesini sendiri"
"Mama ketakutan setengah mati tau gak nyariin kamu" ucap Nindy dengan nada agak tinggi
"Maaf" ujar Cia menunduk dengan mata berkaca kaca
" Sayang mama gak bermaksud " Nindy hendak menyentuh Cia tapi anak itu berlari memeluk kaki Bryan yang sedari tadi bersandar di ambang pintu
Nindy berjalan mendekat tapi Bryan menahan dengan tangannya
menyuruh Nindy membiarkan Cia sejenak agar tenang
Bryan menggendong Cia dan mengelus kepalanya
"Cia sayang sama mama? " tanya Bryan dan Cia hanya mengangguk
"Mama juga sayang sama Cia, mama bukan marah itu hanya ungkapan rasa ketakutan mama, Cia mau kan maafkan mama? " ucap Bryan dan lagi lagi Cia mengangguk
Bryan memanggil Nindy dengan melambaikan tangannya
Nindy mendekat memeluk Bryan dan Cia Bryan mencium keduanya bergantian
"Maafin mama ya" ucap Nindy
"Cia juga minta maaf" Cia beralih ke pangkuan Nindy
"Ayo bidadari bidadariku yang cantik siapa yang mau ice cream ? " tanya Bryan
"Mauuu" seru Nindy dan Cia bersamaan
.
.
mereka terlihat berbincang dan sesekali tertawa
seseorang mengintip dari celah kaca
entah mengapa ada rasa kesal melihat Dara bersama laki laki lain
"Nanti sore ada acara gak? " tanya Leo
"Kosong sih paling mau belanja bulanan aja" jawab Dara
"Aku temenin ya? " Leo menawarkan diri
"Gimana ya.. " Dara ragu
" Sekalian ada yang mau di beli juga" Leo berbohong agar di izinkan menemani Dara
"Ya udah boleh"
Kriiinngg kriiinngg
"Hallo pak, Iya saya bawa sekarang" Dara mengangkat telepon
"Aku lanjut kerja ya" ujar Dara pada Leo
"Oke, sampai jumpa nanti Sore"
"Oke, aku ngasih laporan dulu..bye"
"Bye"
__ADS_1
Dara masuk keruangan Reno membawa berkas laporan
Reno membacanya dengan seksama
dia menggelengkan kepala membuat Dara tidak tenang
"Ini yang kamu bilang laporan? " bentak Reno menjatuhkan berkasnya keras ke meja
"Hari ini juga selesaikan kalau perlu lembur " Dara hanya menunduk dan menghela nafas kala mendengar kata lembur
"Saya bawa kerjaannya kerumah aja ya pak"
"Kamu kira ini pasar maen tawar tawar aja, saya tidak menerima bantahan.. keluar" bentak Reno
Dara bergegas mengambil berkasnya lalu pergi berjalan menghentak hentakan kakinya
Dara menyandarkan tubuhnya dan memejamkan mata sesaat
setelah itu dia kembali membuka berkasnya dan membacanya kembali
.
.
Hari sudah sore Leo yang menunggu Dara di parkiran terus melihat jam di tangannya
lama dia menunggu Dara tidak kunjung keluar
Bryan dan Nindy sudah pulang dari siang
"Hallo, kamu udah pulang? " Leo menelpon Dara
"Belum, ada berkas yang harus di revisi aku harus lembur" Leo mematikan teleponnya membuat Dara menghela nafas kasar
Dara mengira Leo marah padanya karena tidak jadi belanja bersama
Dara sedang mengerjakan pekerjaannya sesekali dia mengacak rambutnya frustasi
" Kamu kenapa" Tanya Leo yang baru saja datang
Dara tersentak kala mendengar suara seseorang
dia melirik ke asal suara dengan rambut berantakan
Leo tersenyum membenarkan rambut Dara yang berantakan dari sebrang meja
"Ada yang bisa aku bantu? " tanya Leo
"Kamu mau bantu? " Leo tidak menjawab pertanyaan Dara
Dia berputar berhenti di belakang Dara dia mengerjakan pekerjaan Dara
posisi mereka sangat dekat bahkan pipi mereka hampir bersentuhan
"Akhirnya selesai, makas.. " Dara menghentikan perkataannya
Mereka saling berhadapan dengan wajah yang sangat dekat
mereka bisa merasakan nafas satu sama lain
lama mereka berhadapan sampai terdengar suara seseorang membuat mereka terkejut
"Kalo mau pacaran di rumah aja, ini kantor tempat kerja bukan tempat pacaran" ujar Reno yang baru saja keluar ruangannya
"Si.. ssiapa yang pacaran" jawab Dara gugup
"Emang kalo pacaran kenapa? ini udah jam pulang kantor juga bebas dong" ujar Leo
"Dan ini tugasnya udah selesai'' Leo melemparkan berkasnya keujung meja
Lalu Leo menarik tangan Dara pergi dari sana
__ADS_1
Reno menatap mereka hingga bayangan mereka menghilang
Reno memukul pintu di belakangnya dia terlihat sangat kesal