Dijodohkan Dengan Ketos Galak

Dijodohkan Dengan Ketos Galak
eps 69


__ADS_3

Dara berada di sebuah gubug di tengah hutan yang tidak begitu rimbun


Dia duduk menatap sekelilingnya yang hanya di terangi lampu kecil yang bahkan terlihat akan padam karena cahayanya yang sangat redup


dia mengetik sebuah nama di ponselnya dan langsung menelpon nomer tersebut


"Hallo, Leo tolong aku" suara Dara terisak


"Kamu dimana? aku cari di rumah gak ada ini udah malem" Leo yang khawatir tidak mendapat kabar seharian dari Dara akhirnya memutuskan pergi ke rumahnya


"Aku.. aku gak tau ada dimana" isak tangis Dara terdengar semakin memilukan


"Jangan buat aku khawatir sekarang share lokasi, aku kesitu jemput kamu" Belum selesai Leo bicara Dara sudah mematikan teleponnya dan mengirim sebuah pesan


"Cepet kesini aku udah share lokasinya, aku takut sendirian kayaknya di luar ada orang dan jangan telepon HP aku abis daya"


"Sial siapa yang berani macem macem sama Dara"


Leo bergegas pergi menuju alamat yang Dara berikan


dengan tidak sabarannya dia terus menekan klakson di tengah kemacetan


"Sial kenapa bisa macet malem malem gini" Leo menggerutu sambil melihat jam di tangannya yang menunjukan pukul 23:00


"Sabar sayang, kamu gak akan kenapa napa aku janji" Leo kembali melesat saat keadaan jalan sudah lenggang


karena menggunakan motor dia bisa menyalip jadi tidak terlalu lama terjebak macet


Sesampainya di sebuah bangunan Leo masuk dengan sangat hati hati


dia juga mengacungkan pistol di depan dada sebelah kanannya


Leo mengendap ngendap dan mengintip terlihat sosok Dara yang hanya duduk di kursi tanpa di ikat dan tidak seperti orang yang ketakutan


"Aneh" gumam Leo


Lalu leo menghampiri Dara di saat bersamaan Nindy juga muncul di pintu yang berbeda


Leo dan Nindy saling menatap dengan tatapan bingung


dan keduanya sama sama mengacungkan pistol di depannya


takut mereka saling menyakiti Dara menghampiri mereka dan mengambil pistol di tangan keduanya


"Sini pistolnya" Dara meraihnya dan menyimpan ke dalam tasnya


"Jadi dia yang sekap lo/kamu? " ucap Leo dan Nindy bersamaan


"Bukan" jawab Dara menggeleng


"Terus kenapa lo ada disini? jangan maen maen deh" gerutu Nindy

__ADS_1


"Jadi bukan lo yang culik Dara? " tanya Leo


"Ya kali gue culik dia bisa jebol duit belanja gue"


"Ya elo gitu banget sama gue" Dara menggaplok lengan Nindy


"Akkhh sakit bege"


"Sekarang jawab ngapain kamu disini? " Leo menatap dengan dalam membuat yang di tatap merasa gugup dan hanya bisa nyengir kuda


"Ayo pulang" Leo menarik tangan Dara


"Tunggu dulu" Dara melepaskan tangan leo


"Aku sengaja panggil kalian kesini supaya kalian bisa akur lagi, Nindy sahabat terbaik aku dan kamu orang yang sangat aku sayang aku gak bisa liat kalian ribut, bagaimana pun kalian sodara tidak ada yang bisa membantah itu"


"Maaf kalo aku lancang tapi yang bersalah disini orang tua kalian, kalian gak salah kalian tidak tau apapun aku harap kalian bisa saling menyayangi seperti dulu" Dara mengakhiri perkataannya dan menatap mereka bergantian


Wajah Nindy terlihat sedang menahan tangisnya sementara Leo hanya menunduk sambil memejamkan matanya


sesaat kemudian mata mereka bertemu Leo dengan wajah mengeras menatap dalam manik mata Nindy begitu pun Nindy menatap dengan tatapan penuh kasih sayang bak mata sang ibu yang Leo rindukan


Leo yang sedari dulu tidak sanggup melihat air mata dan kesedihan Nindy sepertinya mulai melunak


Wajahnya tidak sekeras tadi jika di lihat dengan benar Leo juga mulai berkaca kaca namun dia pandai menyembunyikannya


Leo mendekat ke arah Nindy dan melayangkan tangannya di udara


Dara terkejut dia menyangka Leo hendak menampar Nindy yang hanya diam dan memejamkan matanya seolah siap menerima pukulan Leo


"Maafin gue yang egois cuma nurutin emosi gue" ucap Leo yang berkali kali mencium kening Nindy


"Gue sayang sama lo" Nindy mengeratkan pelukannya


Dara mengusap air matanya yang perlahan jatuh


Leo membuka sebelah tangannya meminta Dara juga masuk ke dalam pelukannya


Dara berhambur memeluk Leo dan Nindy


"Makasih Dara lo emang ipar terbaik" Nindy menggenggam tangan Dara lalu memeluknya


"Ada satu lagi kejutan" ucap Dara melepaskan pelukannya


Mark kemudian datang dengan tersenyum ke arah mereka


Wajah Leo kembali mengeras melihat kehadiran Mark


dia maju mengepalkan tangannya Dara seolah tau apa yang hendak kekasihnya lakukan segera memeluk Leo dari depan dan mengusap ngusap punggungnya


Nindy pun menghampiri Mark dan memeluk sebelah lengan Mark

__ADS_1


"Sabar sayang sabar, kita bicara dulu baik baik


" Bicara baik baik sama bajingan seperti dia? " Leo dengan senyum meledeknya


"Kak dengerin dulu, Da.. ddady " Nindy menatap mark saat menyebut kata Daddy dan Mark mengangguk


"Daddy akan mempertanggung jawabkan semuanya, dia akan menyerahkan diri ke polisi dan semua aset ayahmu akan di kembalikan dia hanya ingin maaf darimu agar nanti hidupnya tenang" ucap Nindy


"Lo hidup tenang? jangan mimpi, nyawa harus di bayar nyawa" bentak Leo membuat Dara tersentak


"Sayang please maafin ya, hidup kita juga akan tenang kalo kita gak naruh dendam pada siapa pun kita buka lembaran baru " Dara mengusap wajah Leo yang otot ototnya sudah mengeras


"Jadi kamu panggil aku kesini cuma buat ini? gak ada gunanya" bentak Leo lalu menarik lengan Dara untuk pergi


Nindy hendak bicara namun Mark menahan tangannya dan menggeleng


Mark tau Dara yang bisa meluluhkan hati Leo selain Nindy


Apa dia bisa bersikeras sementara dia bidadarinya memohon


"Aku gak bisa hidup sama orang pendendam, aku takut kalau aku melakukan kesalahan kamu akan mengingatnya dan selalu memojokan aku sampai aku mati" Dara melepas paksa tangan Mark yang mencengkramnya erat


Leo terkejut begitu pun Nindy yang kini menganga menutup mulutnya


"Kamu ini bilang apa sih?" tanya Leo mengguncang lengan Dara


"Aku manusia aku bisa salah seperti hal ayah Nindy terlepas dari kesalahannya besar atau kecil aku cuma takut kamu akan mengingat kesalahanku dan


membalasnya sampai aku mati"


"Itu gak akan pernah terjadi, aku.. aku gak mungkin lakuin itu sama kamu" Leo memegangi kedua pundak Dara


"Dendam itu gak baik lebih baik kita memaafkan itu akan membuat hidup kita tenang musuh pun sebaliknya akan malu karena perlakuan jahatnya kita balas dengan kebaikan" kini mata Dara dan leo saling menatap


Lama Leo berpikir sampai akhir dia menghembuskan nafasnya kasar dan memaafkan Mark dengan sebuah syarat


"Baiklah aku memaafkanmu dengan catatan jangan kecewakan adikku, dan satu lagi jangan lupa mempertanggung jawabkan kesalahanmu pada yang berwajib" Leo menunjuk ke arah Mark


"Tentu saja aku akan berjanji padamu, sekarang aku tenang setelah aku bebas nanti aku akan memanfaatkan sisa umurku untuk membahagiakan putri cantikku" Mark merangkul bahu Nindy


"Baiklah dan aset itu aku tidak berminat kau bisa memilikinya, aku punya perusahaan yang lebih besar, ayo sayang kita pulang" Leo sesumbar


"kita pamit dulu"


"Gak usah" Leo tidak ingin berbicara lebih banyak lagi tapi Dara terus saja mengulur waktu sampai akhirnya Leo mengangkat Dara seperti karung beras di pundaknya


Dara meronta menggoyang goyangkan kakinya tapi Leo tidak mau dengar


Nindy menggeleng melihat pasangan itu dia jadi teringat akan suaminya


Nindy dan Mark pun juga pergi dari sana menuju rumah sakit

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, VOTE YA 😍😍😍


KASIH SUPPORT AUTHOR BIAR UPNYA GAK MALES MALESAN 😁


__ADS_2