Dijodohkan Dengan Ketos Galak

Dijodohkan Dengan Ketos Galak
eps 94


__ADS_3

Dara baru saja masuk bertemu dengan Damar di meja makan


kebetulan Leo sedang pergi ke kamar untuk mandi


Dara dan Damar hanya berdua di sana


"Lo lagi hamil ra? " tanya Damar


"Iya, baru 6 minggu..lo dari mana? " tanya Dara


"Gue baru pulang, oohh ya tadi gue ketemu Wina"


"Wina? lo ketemu dimana? " tanya Dara dengan ekspresi senang


"Di bandara, katanya dia udah lama gak punya kontak kalian dan main sosial media jadi sudah buat hubungin"


"Iiss kenapa gak bawa kesini aja si? "


"Ada tunangannya anjir nanti gue kena gibeng"


"Dia udah tunangan ya, cowoknya cakep gak? " tanya Dara kepo


"Gantengan gue kemana mana" jawab Damar dengan pedenya


"Dih pede akut lo" ucap Dara lalu mereka tertawa berdua


Tamara yang baru saja keluar kamar melihat Dara dan Damar akrab merasa ini bisa di jadikan masalah untuknya


apa lagi melihat Damar seperti tidak ada ke canggungan dengan Dara


tamara terus mengawasi di depan pintukamarnya


"Lo gak ngilu makan gituan? gigi gue ikut ngilu" tanya Damar melihat Dara memotong mangga muda


"Jadi bener dia hamil" gumam Tamara


"Gak Mar lo mau nyoba? " Dara memberi potongan mangganya


"Gak gue gak ngidam"


"Ayo Mar coba dikit" pinta Dara


"Gak mau Dara" tolak Damar


"Damar ayo aaa buka mulutnya" Dara menghimpit kepala Damar dengan lengannya memaksa Damar membuka mulut..


"Ayo Damar iihh" Dara merengek


"Leo tolong istri lo gila" teriak Damar saat Leo baru saja turun


"Sayang itu anak orang mau diapain? " Leo melihat Dara menghimpit kepala Damar


"Dia gak mau makan ini, aku mau liat Damar makan dikit aja" rengek Dara


"Istri orang tuh gak baik terlalu dekat sama temen suami" ucap Tamara yang mendekat menyindir dara


"katanya di sayang sama suami kelakuan di belakang kaya gitu, kayak deket banget gak pantes takutnya ada setan lewat"

__ADS_1


Sontak Dara melepaskan kepala Damar dari dekapannya


Wajah Dara di tekuk dia menjauh dari Damar


suasana hatinya bisa berubah dengan cepat dia mungkin juga karena hormon kehamilannya


tak tega melihat wajah Dara yang murung


Leo turun sambil tersenyum lalu berdiri di belakang Damar


"Ayo sayang biar aku pegangin" Leo memegang kepala Damar yang meronta


"Fyuhh fyuh" Damar memuntahkan mangga yang Leo suruh kunyah


"Suami istri gila" ucap Damar yang melihat Leo memeluk Dara yang tertawa senang


"Lama lama gue di sini bisa ikutan gila" gerutu Damar pergi kedapur untuk berkumur


"Saya masih menghormati anda, jangan bicara sembarangan yang bisa membuat dia jadi sedih, dia memang istri saya yang saya sayangi dan dia sedang mengandung anak saya, saya cukup berbaik hati selama ini saya harap anda bisa menghormati saya dan istri saya" ucap Leo lalu pergi membawa Dara menuju tangga


"Makanya bu jangan suka nyiyir" sindir Damar sambil berlalu pergi


"Apa kamu tidak menghargai saya dan Meira? kamu tidak menyayangi Meira? " Tamara mengejar Leo dan menahan tangannya


"Maaf jawabannya ada pada anak anda, tanyakan saja padanya, yang perlu anda tau sekarang saya hanya memiliki satu istri"


"Sebenarnya saya tidak ingin mengatakan ini tapi tingkah laku anda dan anak anda membuat saya muak, berterima kasih lah pada istri saya yang sudah menginginkan kalian tinggal disini, saya rasa tidak ada lagi yang harus di bicarakan saya permisi, ayo sayang" Leo membawa Dara ke kamarnya


Tamara dengan kesal pergi ke kamar Meira


sebenarnya dari tadi meira mendengar apa yang mereka bicarakan tapi dia terlalu malu untuk keluar


"Jelaskan semuanya meira? " bentak Tamara buang melihat Meira sedang menangis


"mereka benar ma aku dan leo sudah lama bercerai, Leo tidak pernah mencintaiku dia bahkan tidak pernah melirikku sedikitpun, aku tidak ada artinya buat dia ma, dia mengijinkan kita disini hanya karena kasihan pada mama" Meira menangis meluapkan segala yang dia sembunyikan selama ini


"Kenapa dari awal kamu bawa mama kesini kalo kamu memang sudah bercerai? "


"Justru saat aku bawa mama kesini Leo menceraikan aku dan menunjukkan buku nikah mereka"


"Keterlaluan dia hanya mengambil hal berharga dari kamu lalu mencampakkan kamu begitu? "


"Bukan ma bukan gitu"


"Mama akan beri pelajaran mereka" tamara bergegas ke kamar Leo


...********...


Di kamar dara dan Leo sedang bersenda gurau


Leo menggelitik Dara dengan menciumi seluruh tubuhnya membuat Dara tertawa


Leo mengungkung tubuh Dara dari atas dan mulai menempelkan kening mereka berdua


Brak


pintu di buka dengan kasar membuat mereka terkejut

__ADS_1


melihat posisi Leo berada di atas Dara membuat Tamara semakin naik pitam


"Apa ini yang kalian lakukan pada anakku? selalu menyakitinya, bahkan kau mengambil kesuciannya lalu meninggalkan dia sesukamu" teriak Tamara dengan bercucuran air mata


Leo mengerutkan keningnya mendengar ucapan Tamara


dia membangunkan Dara dan merapihkan rambutnya


"Anda tau anda bicara apa? apa terbukti saya yang mengambil kesuciannya? " tanya leo


"Karena gadis murahan ini kamu meninggalkan anak saya" Tamara menunjuk Dara


"Jangan berani menyebut istri saya dengan sebutan hina, bukankah anak anda yang berusaha memisahkan saya dengan Dara? " Leo turun dari ranjang mengambil sesuatu di dalam laci


"Leo jangan gue mohon" ucap Meira


"Kesalah pahaman ini terlalu rumit, kalo gak di selesaikan maka kesehatan Dara akan terganggu"


"Silahkan anda lihat sendiri" Leo menyerahkan sebuah amplop coklat


Meira segera merampasnya dan tamara kembali merampasnya


terjadi tarik menarik diantara mereka dan amplop tersebut sobek isinya berhamburan keluar


Tamara memungut salah satu foto yang menunjukkan Meira sedang bersama lelaki tua di dalam hotel


Tamara memungutinya satu persatu sampai foto terakhir


Leo di angkat beberapa lelaki kerumah Meira


Brukk


Tubuh Tamara ambruk seketika membuat Meira menjerit memanggil mamanya


"Tolong mama tolong" Leo mengangkat tubuh Tamara ke dalam mobil untuk di bawa ke rumah sakit


"Sayang tunggu di rumah ya aku anter dulu mereka" ucap Leo membelai rambut Dara namun Dara menggeleng


"Damar aja" ucap Dara manja menarik ujung baju Leo


"Baiklah" Leo memeluk dan mencium Dara membawanya masuk


Meira melihat itu dari dalam mobil hatinya semakin sakit


sepertinya mereka benar benar tidak peduli pada Meira dan ibunya


"Kalian benar benar jahat, kalian bahkan tidak memiliki rasa simpati sedikitpun" gumam Meira mengepalkan tangannya


Tidak lama kemudian Damar keluar dan masuk ke dalam mobil


Meira tidak berbicara sedikitpun begitu juga Damar


"Sayang kamu baik baik aja? " tanya Leo menidurkan dara di atas tubuhnya


"Cuma sedikit pusing"


"Mau kerumah sakit? "

__ADS_1


"Gak usah, aku mau pegang ini aja"


"Astaga.... nanti aku yang akan pusing" tutur Leo


__ADS_2