Dijodohkan Dengan Ketos Galak

Dijodohkan Dengan Ketos Galak
eps 28


__ADS_3

di sebuah tempat dua orang wanita sedang bertemu dengan sekumpulan preman


siapa lagi kalau bukan Maria dan Meira yang berada di tempat kumuh dan jauh dari keramaian


Meira bergidik ngeri di tempat itu dia takut preman itu malah macam macam dengan mereka


berbeda dengan Meira Maria tampak begitu santai


Maria menyerahkan amplop berisi uang yang cukup banyak


Di kediaman Bryan seseorang sedang menonton TV dengan cemilan yang cukup banyak di dekatnya


ya.. siapa lagi kalau bukan Nindy


semakin besar kehamilannya dia semakin susah untuk apapun dia hanya diam di rumah dan terus mengunyah


*T**riinnggg*


Sebuah pesan masuk ke handphone dengan malas dia meraihnya di meja


dia membuka pesan seraya senyum senyum sendiri


*S**uamiku*


nanti malam aku tunggu di cafe seafood jam 8 malam


istriku


mau ngapain emang?


*S**uamiku*


Aku cuma mau dinner aja


Nindy mengacak semua baju yang ada di lemari


semua sudah dia coba tapi tidak ada satu pun yang cocok menurutnya


bunda yang kebetulan lewat melihat pakaian berserakan di lantai


bunda membuka pintu menggeleng menatap Nindy di hadapan cermin


Bunda masuk memunguti pakaian di lantai


Nindy yang menyadari bunda memunguti pakaian dia pun bergegas memungutinya juga


"Gak apa apa Bun biar Nindy aja" ucap Nindy


"Kamu lagi apa sih sayang, kok berantakan banget?" tanya bunda


"Nindy di ajak kak Bryan dinner Bun jadi bingung mau pake baju apa" ucap Nindy tersipu


"Kamu itu cantik sayang pake baju apa aja bagus" ucap bunda bantu pilihkan baju


"hehe bunda bisa aja " ucap Nindy tersipu malu


"Pake ini aja sayang simpel tapi elegan" ucap bunda menenteng gaun


"Apa ini bagus Bun?" tanya bunda setelah memakainya


"Tentu saja" ucap bunda



"Nindy berangkat dulu ya Bun" pamit Nindy mencium tangan mertuanya


"Gak bareng aja sama Bryan nak?" tanya bunda khawatir


"Sekarang diantar supir dulu nanti pulangnya bisa bareng sama kak Bryan Bun" ucap Nindy


"Ya sudah hati hati ya" ucap bunda


Nindy memeluk bunda lama lalu mencium pipi mertuanya itu sebelum pergi


bunda tersenyum seraya menggeleng melihat tingkah laku Nindy


mungkin dia terlalu senang sampai sampai kelakuannya seperti itu pikir bunda


Sesampainya ditempat tujuan Nindy duduk menunggu Bryan


dia memesan minuman terlebih dahulu untuk menemaninya menunggu Bryan


lama Nindy menunggu Bryan tak kunjung datang


Nindy berusaha menelponnya tapi handphone Bryan sepertinya mati


Nindy menunggu sekitar 2 jam di restoran seafood tempatnya janjian


Bryan yang tak kunjung datang membuat Nindy bosan menunggu dan hendak pulang


Baru saja Nindy sampai pintu keluar sebuah pesan masuk ke handphonenya


pesan itu berisi Poto Bryan dengan seorang wanita bertelanjang dada memeluk wanita yang juga sepertinya sama


Nindy meneteskan air mata melihat Poto itu dia tahu betul siapa wanita yang di peluk Bryan sembari tertidur


Nindy menelpon bunda untuk sekedar mengadukan sikap anaknya yang telah mengkhianatinya


"Halo Bun, hiks hiks" ucap Nindy menangis tersedu


"Kenapa sayang? apa yang terjadi?"tanya bunda


"Kak Bryan selingkuh Bun hiks hiks, kak Bryan ternyata gak beneran sayang sama Nindy " ucap Nindy


"Gak mungkin sayang Bryan cinta banget sama kamu" ucap bunda


"Nindy gak bohong Bun, maafin Nindy kalo Nindy ada salah sama bunda, Nindy gak bisa pulang Nindy gak mau ketemu kak Bryan " ucap Nindy seraya mematikan teleponnya


"Halo sayang halo" teriak bunda


Bunda berusaha menelpon keduanya tapi tidak ada jawaban


Nindy malah mengirimkan Poto tak senonoh Bryan


bunda lemas sampai terjatuh dan menangis sejadi jadinya


Ayah yang baru masuk kamar terkejut melihat bunda menangis tersedu


terduduk di lantai mencengkram karpet


ayah segera menghampiri bunda dan memeluknya


"Bunda sayang bunda kenapa?" tanya ayah bunda memberikan handphonenya dengan tangan gemeteran


Ayah tidak kalah terkejutnya dengan bunda


sekarang ayah sedang murka apalagi saat mereka berdua tidak dapat di telepon

__ADS_1


Di tempat lain Nindy berjalan entah kemana arah dan tujuannya sekarang


dia mematikan handphonenya karena tidak ingin di telepon siapapun


Tanpa dia sadari sedari tadi ada yang mengikutinya sampai jalan yang begitu sepi


motor mereka mengelilingi Nindy membuatnya teringat kejadian dulu saat dia masih SMA


Di kejauhan Maria baru saja datang menghampiri Meira


setelah memotret dirinya dan Bryan dia bergegas pergi ingin melihat Nindy mati malam ini


flashback on


Bryan baru selesai meeting mewakili ayahnya saat semua orang pergi Bryan juga keluar dari tempat itu


tapi siapa sangka dia di bius dan di bawa ke hotel oleh Maria dan menjebaknya Maria membuat beberapa tanda merah di leher Bryan agar saat dia pulang dia terlihat habis melakukan sesuatu dengannya


lalu memotretnya


flashback off


Nindy terjatuh memegangi perutnya tapi preman itu tidak memiliki rasa kasihan


mereka turun dari motor mendekati Nindy


mereka menyentuh Nindy sesuka mereka


Nindy menjerit menangkis tangan mereka


tapi kekuatannya kalah dengan para lelaki itu yang bahkan berjumlah lima orang


Nindy sebisa mungkin melawan saat mereka melecehkannya


bahkan Nindy menendang salah satu diantara mereka membuatnya marah


dia menendang perut Nindy hingga darah segar mengalir dari pahanya


Nindy menjerit kesakitan tapi mereka tidak menghentikan aksinya sama sekali


Nindy meludahi mereka membuat mereka sangat murka


sreeetttt


Sebuah pisau menancap di paha Nindy membuatnya semakin kesakitan


Sekarang bukan hanya perutnya tapi sekujur tubuhnya juga sudah terasa remuk redam


"To..tttollooonng hentikan aku mohon hiks hiks" lirih Nindy memegangi perutnya


Nindy hendak mengambil handphonenya yang terjatuh tapi preman itu menendang handphonenya dan menginjak tangan Nindy


"Aaakkkkhhhhhh... tolong maafkan aku jika aku punya salah sama kalian" ucap Nindy


"Hiks hiks kalo kalian ingin nyawaku setidaknya tolong se..selamatkan anakkuuh" ucap Nindy


"Ya Allah lindungilah aku dan anakku, selamatkan kami ya Allah" ucap Nindy dalam hati


Kini baju putihnya sudah di penuhi dengan darah


dia memegangi perutnya berusaha bergeser dari duduknya tapi preman itu tidak membiarkan Nindy


mereka menyiksanya habis habisan


Meira yang melihatnya merasa iba mendengar jeritan pilu Nindy


"Mau kemana Lo? mau bantuin dia? Lo mau jadi sasaran selanjutnya?" ancam Maria membuat Meira tidak bisa berkutik


"Tolong hen.. ttii.. kkaann" ucap Nindy terbata dengan menghela nafas susah payah


Saat akan kembali memukuli Nindy tiba tiba sebuah tembakan melesat ke kaki salah satu preman


membuat mereka semua kabur termasuk preman yang tertembak


"Hei kembali kalian" ucap segerombolan pria bertubuh kekar


Mereka memeriksa keadaan Nindy yang sudah tergeletak tak berdaya


keadaannya yang sudah acak acakan dengan gaun yang robek dan dipenuhi darah membuat siapa saja yang melihat akan merasa iba


"Dia masih hidup bos" ucap bawahannya


"Kita bawa kerumah sakit" ucapnya lalu bergegas pergi dengan mobilnya


Maria membuntuti kemana pria itu membawa Nindy


Di hotel Bryan sudah mulai siuman dia melihat keadaannya tanpa sehelai benang pun merasa aneh


kepalanya begitu sakit tapi dia tidak bisa mengingat apa pun


hanya ada sebuah surat di meja kemudian dia meraihnya


"*Lo jahat Bryan kenapa lolakuin ini sama gue, Lo udah jebak gue renggut kehormatan gue


gue emang cinta sama lo tapi bukan ini yang gue mau


gue bukan cewek murahan, gue minta pertanggung jawaban dari lo.


Maria* "


Kurang lebih seperti itu surat yang di tinggalkan Maria


Bryan memijat pelipisnya dia masih memahami semuanya


kepalanya masih terasa berat dan pusing


dia mencari handphonenya dan ternyata mati saat dia aktifkan handphonenya dia melihat banyak panggilan dari orang tuanya dan Nindy


mengingat Nindy dia segera memakai bajunya dan pergi ke restoran tempat dia janjian


Tapi disana tidak ada Nindy dia menelpon tapi tidak di angkat


dia mengabaikan panggilan orang tuanya yang sedang khawatir karena Nindy belum juga pulang


Bryan menanyakan kepada para pelayan dan seorang pelayan melihat saat dia buang sampah Nindy pergi ke arah berlawanan dengan jalan pulang


Bryan segera mengikuti arah yang di tunjuk pelayan tersebut


Mobilnya melaju pelan berharap dia dapat bertemu Nindy di jalan


jalan yang di laluinya semakin sepi dan mengarah ketanah lapang tidak ada rumah sama sekali


bahkan sepertinya jarang di lewati orang


Bryan berhenti saat melihat sesuatu menyala dia turun dari mobil dan mengeceknya


ternyata itu adalah handphone Nindy

__ADS_1


setelah mengambil handphonenya dia berjalan maju tidak jauh dari sana masih ada darah segar menggenang dan jejaknya hilang begitu saja


Bryan menjadi tidak tenang melihat handphone Nindy yang rusak dan banyak darah


pikiran Bryan sudah kacau dia tau Nindy tidak baik baik saja


dia mencari sekeliling tapi tidak menemukan Nindy


Dia teringat orang tuanya yang sedari tadi menelpon


mungkin Nindy sudah di bawa pulang oleh orang tuanya


Bryan menelpon mereka tapi bukan Nindy yang dia temukan tapi dia mendapat amukan dari ayahnya


"Halo Bun apa Nindy '' ucap Bryan


"Pulang kamu brengsek, saya tidak pernah mengajarkan kamu berbuat seperti itu, kamu bertingkah layaknya binatang kamu tidak bisa bilang baik baik kalau kamu sudah tidak mencintai istrimu? saya tidak pernah mengajarkan kamu untuk semena mena pada perempuan, pulang sekarang atau saya akan menyuruh orang untuk menyeret kamu" bentak ayah


Tanpa pikir panjang Bryan Langsung pulang dengan kecepatan tinggi


sesampainya di rumah baru saja dia masuk dan menutup pintu


tapi sebuah tamparan membuatnya tersungkur


"Akhirnya pulang juga kamu anak brengsek" maki ayah


"Ada apa ini yah? kenapa ayah memarahiku?" tanya Bryan


"Ada apa katamu? kamu ini bodoh atau pura pura bodoh? apa tanda merah di leher kamu itu tidak menyadarkan apa yang sudah kamu perbuat?" ucap ayah otomatis Bryan langsung menyentuh lehernya


"Lihat sendiri dan jelaskan pada Nindy saat dia pulang nanti" ucap ayah melempar handphonenya ke wajah Bryan


Bryan mengambil handphonenya dia terkejut dengan Poto di handphonenya


dia segera naik ke kamar bundanya untuk bertanya


tanpa mengetuk pintu Bryan masuk menghampiri bunda yang sedang menangis di tenangkan ayah


Bryan bersimpuh di hadapan bundanya memegang kedua tangan bundanya


meskipun ayahnya sudah menjauhkan Bryan tapi Bryan terus berusaha mendekatkan dirinya


"Jangan sentuh istri saya" ucap ayah tegas Bryan memeluk kedua kaki bunda yang menjuntai di ranjang


"Bun Bryan gak tau apa pun Bun tolong percaya sama Bryan, Bryan yakin Bryan di jebak" ucap Bryan bersimpuh


"Tolong kembalikan Nindy Bun, Bryan gak bisa hidup tanpa Nindy " ucap Bryan mulai menangis


"Bunda tidak tau Nindy ada dimana?" ucap bunda tanpa menatap Bryan


"Bunda pasti bohongkan? kalian sembunyikan Nindy kan?" tanya Bryan menangis bunda menggeleng


"Jadi handphone dan darah itu'' ucap Bryan


"Handphone? darah? apa maksudnya Bryan? kemana Nindy?" tanya bunda histeris mencengkram kedua sisi kerah baju Bryan


Bryan menyerahkan handphone Nindy yang kacanya pecah


bunda langsung tidak sadarkan diri dia syok melihat handphone Nindy dengan keadaan tidak baik dan lagi Bryan menambahkan ada kata darah


Bryan menangis gemetar dia khawatir dengan dua wanita yang dia cintai


juga merasa bersalah dia juga bingung sebenarnya apa yang terjadi padanya


Bryan kembali mengambil kunci mobilnya dan pergi


Bryan kembali ke tempat dimana dia menemukan handphone Nindy


dia mencari Nindy kesana kemari tapi tidak menemukan Nindy juga


dia hanya menemukan potongan baju Nindy di tempat yang berlumuran darah


"Aaarrrggghhhhh sayang jangan main main, aku bersumpah sayang aku gak tau apa apa aku di jebak" teriak Bryan jatuh berlutut


Bryan menangis sejadi jadinya semua perkataan Nindy terngiang ngiang di kepalanya


"Kalo kamu berani selingkuh aku bakal tinggalin kamu, aku bawa baby sama aku biar kamu gak bisa ketemu kita lagi"


"Nindyyyyyyy , sayang kamu dimana? jangan tinggalin aku aaarrrggghhhhh" teriak Bryan dengan bercucuran air mata


Di rumah sakit Nindy masih kritis dia di pisahkan dari bayinya


seseorang terlihat sedang menungguinya di luar sesekali dia hanya melihatnya dari kaca


tiba tiba handphonenya berdering


" *Halo... apa kamu sudah menemukannya?'' tanya seseorang di sebrang telepon


"Belum bos kita lagi tolongin seorang wanita" ucapnya


"siapa? memangnya dia kenapa?" tanyanya


"Dia di siksa Sam preman bos, keadaannya mengkhawatirkan bos apa lagi dia lagi hamil" ucap pria tersebut


"Kirim saya alamat rumah sakitnya, besok saya kesana" ucapnya


"Baik bos*"


Ternyata masih ada orang baik di dunia ini


meskipun mereka tidak mengenal Nindy tapi mereka membantu bahkan menjaga Nindy selayaknya mereka sudah mengenalnya


Bryan kembali kerumah mengecek keadaan bunda


tapi kata bibi bunda sudah sadar dan sedang tidur membuatnya lega


Bryan ke ruangan kerja ayahnya dia mendengar ayahnya sedang menelepon


"Baik saya tunggu kabar baik secepatnya, tolong temukan menantu saya dalam keadaan baik baik saja" ucap ayah


Bryan mengetuk pintu lalu masuk


ayah masih tidak bicara tapi tiba tiba Bryan bersimpuh di kaki ayahnya


dia menangis bersumpah bahwa dia tidak melakukan apapun


Bryan memeluk kaki ayahnya meminta bantuan untuk menemukan Nindy


dia juga memperlihatkan robekan baju Nindy yang berlumuran darah


membuat ayah juga semakin khawatir


"Jangan kasih tau bunda soal ini, ayah akan cari tau apa yang sebenarnya terjadi" ucap ayah


"asal kamu benar benar tidak pernah melakukan seperti yang di tuduhkan ayah akan memaafkanmu jika terbukti kamu tidak bersalah" ucap ayah


"Terimakasih ayah" ucap Bryan bangkit memeluk ayah seraya menangis

__ADS_1


*Like komen and vote**😍*😍😍


__ADS_2