Dijodohkan Dengan Ketos Galak

Dijodohkan Dengan Ketos Galak
eps 36


__ADS_3

"Kakak sengaja ya?" tanya Nindy marah


"Sengaja apaan sih gak jelas banget deh" jawab Leo seraya masuk menggendong Cia


"Kenapa beli disini?" tanya Nindy


"Emang kenapa?" tanya Leo yang mendudukan Cia di sofa


"Lo tau? apartemen yang di depan kita itu punya Bryan " ucap Nindy


"Terus kenapa? Lo kan cuma tinggal di depan apartemennya gak serumah, ribet deh" jawab Leo seraya menyandarkan tubuhnya di kursi


"Kalo gak mau gak apa apa, tapi gue gak akan beliin apapun lagi kalo Lo nolak ini" lanjut Leo membuat Nindy semakin kesal


"Mama sama Dady berantemin apa sih?" tanya Cia


"Tau nih mama kamu minta apartemen udah di kasih masih aja ngeluh" ucap Leo sengaja mengeraskan suaranya


"Mama gak boleh gitu mama kan bilang apa yang kita punya hari ini itu yang wajib kita syukuri" ucap Cia membuat Nindy malu


"Hehehe iya Alhamdulillah, makasih kakak tersayang" ucap Nindy seraya memeluk Leo


"Cia laper gak?" tanya Nindy dan Cia hanya mengangguk


"Mau makan apa?" tanya Nindy lagi


"Gue mau pizza beliin " ucap Leo manja


"Dih udah tuir juga sok manja, gue gak nanya elu" ucap Nindy membuat Cia tertawa melihat tingkah Leo yang selalu membuat Nindy kesal


"Kita cari makan di luar aja yuk?" ajak Nindy yang di jawab antusias oleh Cia


"Asyiiik Cia mau" jawab Cia


"Gue lagi males keluar panas lagian gak laper juga" ucap Leo tiba tiba


"Buodo amaat" ucap Nindy lalu pergi menggandeng tangan Cia


"Eemmhh udah lama gak kesini, apa gue jual aja ya apartemen nya toh gak kepala juga" gumam Bryan yang menatap ke bangunan apartemen


Dia melangkahkan kakinya menuju kamar apartemennya


baru saja dia keluar lift wajahnya berubah menjadi tidak bersahabat


"Hai sayang" sapa Maria


"Ngapain Lo disini?" tanya Bryan sinis


"Mau ketemu kamu dong" jawab Maria memeluk lengan Bryan


"Tau dari mana lo gue ke sini?" tanya Bryan yang juga berusaha menjauhkan Maria dari tubuhnya


"Dari Reno " ucap Maria


"Sial si Reno " gumam Bryan


"Mending sekarang Lo pergi, gue ada kerjaan gak mau di ganggu" ucap Bryan menepis tangan Maria dan berjalan menjauh


Maria mengejar Bryan dia berlari lari kecil seperti anak anak


di juga terus memanggil nama Bryan membuatnya muak


saat Bryan menoleh ke arah Maria untuk memarahinya dia tidak sadar di belakangnya ada seseorang


Bryan membalikkan tubuhnya dan dia menabrak tubuh seseorang


hingga orang itu terjengkang ke belakang dan Bryan jatuh di atasnya


"Awwwww" pekik Nindy memejamkan mata memegangi pinggangnya


Ketika matanya perlahan terbuka mata mereka saling bertemu


bukannya berdiri Bryan terus menatap wajah Nindy dan Nindy seolah tidak sadar dia hanya diam saling menatap


Nindy tersadar kala Cia menggoyang tangannya seraya memanggil namanya


Nindy buru buru bangun dan tanpa aba aba Bryan juga masih di posisi yang sama otomatis kepala mereka terbentur


"Awwwww... Bryan kenapa Lo diem aja" bentak Nindy memegangi keningnya


" Ohh sorry " ucap Bryan menyentuh kening Nindy dan memeriksanya


"Gue gak apa apa " Nindy langsung menepis tangan Bryan


"Masih aja caper sama tunangan orang dasar ganjen" sindir Maria


"Mama ayo" ucap Cia menarik tangan Nindy


Nindy pun pergi dengan Cia tanpa berbicara apapun


Bryan mematung menatap kepergian mereka sementara Maria mendengus kesal


"Tuh kan dia udah punya anak ngapain masih ngarep sama dia" ucap Maria


" Lo GK tau apa apa mending diem" ucap Bryan lalu masuk ke apartemennya mengunci pintu


Maria terus mengetuk pintu apartemen Bryan tapi Bryan tidak kunjung membukanya


dengan tidak tau malunya dia menunggu di depan pintu apartemen Bryan


karena sudah lama disana sampai sampai Nindy yang mencari makan pun sudah kembali ke apartemen


Nindy berjalan bersama Cia mereka tertawa karena lelucon yang Nindy ceritakan


sesampainya di pintu apartemen Nindy membuka kunci maria yang ada di sebrangnya langsung mencecar Nindy


"Ngapain Lo disini?" tanya Maria seraya menarik tangan Nindy yang hendak masuk


"Apaan sih" jawab Nindy ketus menepis tangan Maria


" Lo sengaja pindah kesini biar Deket sama Bryan kan? Lo gak tau malu banget sih dia tunangan gue sekarang jadi jangan pernah Lo deketin dia apalagi berpikir dapetin dia lagi" ancam Maria menunjuk wajah Nindy


"Ambil aja bekas gue" ucap Nindy dengan nada menyindir


Plakkk


Satu tamparan mendarat di pipi mulus Nindy


Maria yang kesal menampar Nindy di hadapan Cia


Cia yang panik menjerit memanggil Leo


"Dady.. Dady.... ada orang jahat" teriak Cia


Leo yang terkejut mendengar teriakannya langsung berlari menghampiri mereka


Leo melihat Nindy memegangi pipinya dan menatap Maria yang menatap nyalang pada Nindy


Leo menggendong Cia lalu menghampiri Nindy


"Are you okay?" ucap Leo membelai pipi Nindy yang memerah


"Dadd.. Dady? " gumam Maria


" Sekali lagi Lo berani sentuh mereka gue gak segan segan buat patahin tangan Lo" ucap Leo dengan garang nya membuat Maria sedikit gemeteran


Nindy menghentikan Leo yang sudah mendekati Maria


Nindy menahan dada Leo dengan satu tangannya dan maju membuat Leo berada di belakangnya


dia tau Leo orang yang keras dia bisa tempramen pada siapa saja kecuali dirinya


"Gue gak akan ganggu Lo sama tunangan Lo itu, gue udah punya kehidupan sendiri gue udah bahagia punya anak dan suami yang sayang sama gue, jadi Lo tenang aja tunangan Lo cuma buat Lo" ucap Nindy lalu pergi menggandeng tangan leo yang menggendong Cia


"Meskipun anak itu bukan anak kandung Lo dan Lo lupain gitu aja anak Lo yang hilang?" ucap Maria


mendengar kata kata itu amarah Nindy memuncak

__ADS_1


dia bisa menerima tamparan itu tapi dengan. kata kata seperti itu dia bisa sangat marah


Nindy kembali menghampiri Maria, Leo yang seperti tau akan terjadi apa selanjutnya segera membawa Cia masuk dan menutup pintunya


"Lo gak berhak komentari hidup gue dan perlu Lo inget sampai kapan pun gue gak akan pernah lupa sama anak gue" bentak Nindy dengan sorot mata tajam


"Dengan Lo punya kehidupan baru yang kata Lo bahagia itu gue gak yakin Lo masih inget sama anak Lo" ucapan Maria terus mengomporinya


" Diiaaammmm" teriak Nindy


plakkk plakkk plaakk


Nindy menampar keras pipi Maria bertubi tubi hingga dia tersungkur


Nindy mendorong tubuh Maria hingga terlentang dan dia menduduki perutnya


Nindy memukuli wajah Maria


Bryan yang baru saja keluar di buat terkejut oleh kejadian di depannya


"Stooppppppp" teriak Bryan seraya menarik tubuh Nindy agar menjauh


Bryan memeluk Nindy agar dia tenang awalnya Nindy berontak tapi Bryan tidak melepaskannya sampai Nindy benar benar tenang


Maria beringsut duduk bersandar di dinding dia kesal bukannya memeluknya yang babak belur Bryan malah memeluk Nindy


"Ada apa ini?" tanya Bryan melepaskan pelukannya


"Dia selalu bilang gue lupain anak kita tapi itu semua gak bener sampe Sekarang pun gue masih cari dia" ucap Nindy berapi api


Mendengar kata kita Bryan senang dia merasa Nindy tidak bisa melupakan anak dan dirinya


Bryan kembali memeluk Nindy membuat Nindy mengerutkan keningnya


"Gak usah peluk peluk" ucap Nindy mendorong tubuh Bryan


"Gue yang luka Bryan kenapa dia yang Lo peluk?" tanya Maria di bawah tapi Bryan tidak menggubrisnya


Tiba tiba pintu apartemen di belakang Bryan terbuka muncul Leo yang bersandar di pintu


Nindy segera memeluk Leo dia tau ini drama Nindy karena Bryan ada disana


Bryan yang tadi merasa bahagia sekarang merasa harapannya di patahkan begitu saja


dia melihat Nindy memeluk erat Leo dengan Leo yang mengelus rambutnya


hatinya menjadi panas


Bryan menarik paksa tangan Nindy yang memeluk Leo


menyeret ke apartemennya Leo hanya membiarkannya dia tahu Bryan sedang cemburu


berbeda dengan Leo Maria justru merasa aneh kenapa Leo tidak marah Nindy di bawa oleh Bryan


"Kenapa Lo gak marah?" tanya Maria yang masih duduk memegangi sudut bibirnya yang berdarah


"Bukan urusan Lo, biarin aja mereka selesaikan urusan yang belum kelar" ujar Leo


"Mbak sini tolong bawa orang ini dan obati lukanya" ucap Leo pada orang yang bersih bersih lalu dia pergi masuk


"Sial kenapa hidupnya bikin gue penasaran" gumam Maria dalam hati


" Biar saya bantu nona" ujar cleaning servis


Bukannya menjawab Maria malah menepis tangannya dan berlalu pergi


"Mama kemana?" tanya Cia


"Mama ada urusan dulu, Cia bobo aja" jawab Leo seraya menyalakan TV


Di apartemen Bryan saat dia menyeret Nindy masuk dan menghempaskannya ke lantai


mata Bryan sudah merah di liputi amarah


Nindy berdiri mundur menjauhi Bryan


Nindy melawan menunjukkan sedikit bela dirinya


membuat Bryan terkesan karena kemampuan Nindy


"Ohh hebat sekarang bisa bela diri rupanya" ucap Bryan seraya bertepuk tangan


"Sebenarnya apa mau Lo?" tanya Nindy


"Gue mau Lo lakuin kewajiban Lo sebagai istri" jawab Bryan


"What?" Nindy setengah berteriak


Glekk


Nindy dengan susah payah menelan salivanya


dia benar benar takut Bryan akan meminta haknya


ketika Nindy terdiam diam diam Bryan mendekatinya membuat Nindy terkejut


"Kalo orang lain dengan mudah Lo peluk dan tinggal bersama lalu apa susahnya buat Lo layanin gue seperti suami istri pada umumnya" ucap Bryan memeluk pinggang Nindy dari belakang


"Lepas " Nindy berusaha melepaskan tangan Bryan


"Lawan gue kalo gue menang Lo bebas kalo Lo kalah turutin kemauan gue" ucap Bryan melepaskan pelukannya


"Gak mau, gue mau pergi" ucap Nindy seraya berlari ke arah pintu


Nindy menarik narik pintu tapi ternyata di kunci


Nindy berbalik menatap Bryan yang bersandar pada dinding menggantung gantungkan kunci di tangannya


Nindy dengan malas kembali menghampirinya


mau tidak mau dia mencoba menerima tantangan dari Bryan


setiap serangan Nindy dapat di tangkis oleh Bryan


Bryan tidak sedikit pun menyerang Nindy


Nindy kelelahan dia duduk di sofa tanpa mendengarkan ocehan Bryan


"Jadi nyerah nih? ngaku kalah dong?" ucap Bryan menghampiri Nindy


Nindy hanya diam tidak menanggapinya dengan nafas ngos-ngosan


Bryan memberikan segelas air dingin bukannya diambil Nindy malah memandangi gelas itu


"Gak gue racun kok, nih liat" ucap Bryan seraya meneguknya


"Nih minum" lanjut Bryan mengulurkan gelasnya


"Gue harus minum bekas Lo gitu?" tanya Nindy


" Bukannya dulu Lo paling suka minum di gelas yang sama? atau mau langsung dari mulut gue?" goda Bryan


"Gak usah di bahas" ucap Nindy mengambil gelas dan menengguknya sampai habis


"Jadi mulai hari ini ikutin semua perintah gue" ujar Bryan


"Ya ampun gue lupa di apartemen gue ada Cia " ucap Nindy lalu berdiri untuk pergi


"Kalo alesan Lo pergi buat menghindar dari gue jangan harap" ucap Bryan yang sudah tau akal Nindy untuk pergi


"Tapi Cia..." ucapan Nindy terhenti


"Gue bakal bawa dia kesini" akhirnya Nindy tidak bisa pergi kemana pun


Di negara lain Roy menemukan petunjuk tentang hilangnya ibu Leo dan Nindy dulu


mereka kini sedang mengintai di sebuah bangunan yang terbengkalai

__ADS_1


Mereka tidak bisa masuk dan mencari informasi lebih lanjut karena penjagaan yang sangat ketat


dia hanya di beri tahu orang suruhan mereka yang tertangkap saat memata matai rumah Dion


flashback on


Roy dan Dion sedang membicarakan sesuatu di teras rumah


mereka duduk menikmati secangkir teh mereka selalu membicarakan sesuatu dengan santai agar tidak di curigai orang


Roy melihat bayangan di bawah dari balik dinding yang menuju ke belakang


Dia segera mengirim pesan mengintruksikan agar semua pintu di tutup


semua anak buahnya mengepung rumah itu


tanpa sepengetahuan si pengintai


"Paman ada seseorang yang mengintai kita, tepat di belakang paman" pesan yang di tulis Roy untuk Dion


Setelah mengetahui hal itu mereka berbincang seperti biasa agar orang itu lengah dengan mendengarkan percakapan mereka


ketika orang itu sedang fokus mendengarkan dari belakang dia di ringkus oleh anak buah Roy


mereka mengikat dan menyeretnya kehadapan Roy


wajahnya tidak memancarkan rasa ketakutan sedikit pun padahal dia sudah tertangkap basah


"Siapa yang mengirimmu kesini?" tanya Roy


"Tidak ada, apa kau tidak lihat seragamku? aku bekerja disini" ucap orang itu


"Ohh masih tidak mau mengakuinya? apa aku harus mematahkan jarimu satu persatu?" bentak Roy


Orang itu masih tidak mau mengaku dia berpikir Roy tidak akan berani melakukan apa pun padanya


dia menganggap Roy hanya bagian keluarga itu saja padahal mereka tidak mengetahui bahwa Leo memiliki banyak anak buah yang terbilang kejam


Kretakk


Roy mematahkan jari telunjuk orang itu membuatnya menjerit kesakitan


kini Roy sudah memegang jari jarinya yang lain


dengan pertanyaan yang Roy lontarkan dia memegang seluruh jarinya satu persatu


ketika dia menolak menjawab maka dia akan mematahkan jarinya


"Aaarrrggghhhhh ampun... ampuni saya tuan" teriaknya kesakitan


"Minta ampun sekarang ya hmmm? kemana keberanian dan keangkuhan yang tadi kau tunjukkan?" cecar Roy tapi dia tidak menjawab dia merintih kesakitan


"Sekarang katakan apa yang kau cari disini?" tanya Roy


"Sssa.. ssaya di suruh memata matai rumah ini tuan" ucapnya


"Siapa yang menyuruhmu?" tanya Roy


"Saya ti.. ttidak tau tuan" jawabnya


"Bohong, kau mau aku patahkan semua tulang mu?" bentak Roy


"Ssu.. sssungguh tuan, saya hanya di bawa ke gedung terbengkalai dan di tawari pekerjaan untuk memata matai tuan Dion tapi saya tidak tau siapa dia kami hanya berbicara lewat telepon" jelasnya


"Dimana alamat gedung yang kau maksud?" tanya Roy


Orang itu menjawab setiap pertanyaan Roy dengan jujur


dia tidak sanggup menahan sakit akibat beberapa jarinya di patahkan oleh Roy


anak buah Roy membawanya ke penjara bawah tanah setelah di obati oleh dokter


Flashback off


Setelah mengetahui letak gedung yang di maksud Roy kembali pulang kerumahnya


kondisi tidak memungkinkan untuk mereka masuk akhirnya mereka memutuskan kembali


Roy menghubungi Leo tentang kabar ini


Sontak Leo terkejut dengan kabar ini dia yang sedang bermain dengan Cia pun menyerahkan Cia pada Nindy


yang sekarang di tahan di apartemen Bryan


Ting tong ting tong


Leo memencet bel apartemen Bryan dengan menggendong Cia dan barang bawaannya


ketika Bryan membuka pintu Leo dengan tergesa gesa menyerahkan Cia ke gendongan Bryan


Bryan yang tidak tau apa apa pun hanya menerima dengan raut wajah bingung


"Kak keluarin aku dari sini" ucap Nindy manja melihat ada Leo


"Udah disini aja dulu gue ada urusan penting, gue titip Cia ya" ucapnya pada Bryan


"Tapi gue.." ucapan Bryan terhenti saat Cia memanggil Leo


"Dady.. Cia ikut Dady mau kemana?" rengek Cia


qa


"Sayang Dady titip disini dulu ya jangan nakal nurut sama mama, Dady pasti cepet cepet balik lagi ya, daahhh " ucap Leo mengelus kepala Cia lalu pergi


"Dady.. mama?" gumam Bryan heran menatap Nindy


"Kalian udah?" pertanyaannya tergantung saat Nindy mengambil alih Cia


" Mama Dady mau kemana? tadi Dady janji mau ngajarin gambar" ucap Cia memeluk leher Nindy dan membenamkan wajahnya disana


"Lain kali aja ya Dady kerja dulu cari uang buat kita" ucapan Nindy semakin membuat Bryan terbakar api cemburu


"Lo udah nikah sama dia di saat Lo masih berstatus istri gue?" bentak Bryan


Nindy mengisyaratkan Bryan agar diam dengan mengacungkan lima jarinya


lalu dia menyuruh Cia agar tunggu di kamar dan jangan keluar


"Kalo ngomong itu liat situasi ada anak kecil kalo dia ngikutin kebiasaan buruk bentak bentak orang itu gak bagus" ucap Nindy


Bryan yang kesal menarik Nindy kedapur agar menjauh dari kamar yang di tempati Cia


Bryan mendorong Nindy ke kulkas dan memepetkan tubuhnya


Nindy hanya menggerakkan wajahnya ke kiri dan ke kanan karena wajah Bryan terus mendekati wajahnya


"Jadi sedekat apa Lo sama Leo?" tanya Bryan yang hidungnya kini sudah menempel dengan hidung Nindy saking dekatnya


"Gu.. ggue gue " tenggorokan Nindy terasa tercekat dia tidak bisa mengeluarkan kata kata yang sudah dia siapkan


Jantung mereka berpacu bahkan mereka bisa mendengar detak jantung satu sama lain


wajah Bryan semakin mendekat bahkan kini dia memiringkan wajahnya seperti akan. mencium Nindy


dengan refleks Nindy memejamkan matanya


Bryan melihat mata Nindy sudah terpejam dia mempunyai ide untuk mempermalukan Nindy


dia berbelok ketelinga Nindy dan berbisik membuat bulu kuduk Nindy meremang


"Kenapa gak bisa jawab?" bisik Bryan lalu pergi


Nindy mengerjapkan matanya setelah mendengar kalimat itu


kini dia sedang merutuki kebodohannya dia berbicara dalam hati seraya memukul mukul pelan kepalanya


***Like komen dan vote

__ADS_1


kasih aku semangat ya 😍😍***


__ADS_2