Dijodohkan Dengan Ketos Galak

Dijodohkan Dengan Ketos Galak
eps 4


__ADS_3

Setelah turun dari kamar karena takut Bryan Nindy duduk menonton televisi dengan cemilan di tangannya


ibunya pamit pergi ke rumah saudara yang sakit jadi di rumah hanya tinggal mereka berdua


Mungkin Desy memberi waktu agar Nindy dan Bryan dapat berduaan di rumah


bryan turun setelah ganti baju dia menghampiri Nindy dan mengambil cemilan di tangannya


" Iihh apaan sih ini punya gue" Nindy berebut bungkus cemilan dengan Bryan


Bryan hanya diam mengunyah makanan nya


terjadi tarik menarik antara Bryan dan Nindy sampai akhirnya Bryan melepaskan bungkusnya dan bbrruukkkk Nindy terjatuh dari sofa membuatnya meringis memegangi bokongnya


melihat Nindy jatuh Bryan bukan menolongnya tapi malah pergi meninggalkan Nindy keluar rumah


" Bryaaaaannn... sialaaaaaannnnn" umpat Nindy


" Awas ya gue bales nanti" gumamnya


Puas menjahili Nindy Bryan bersantai di depan rumah sambil memainkan handphone


banyak para ibu ibu dan gadis gadis yang lewat memperhatikan Bryan ada yang berbisik bisik sampai ada yang tersandung, kepentok tiang listrik saking tidak fokusnya berjalan karena melihat Bryan


Bryan yang di perhatikan biasa biasa saja


adzan Maghrib berkumandang Bryan masuk hendak ke mesjid untuk sholat berjamaah


setelah mengambil wudhu dia melihat Nindy berbaring masih memainkan ponselnya


" Nin udahan dulu maen handphonenya GK denger adzan apa?" ujar bryan


"Iya pak ustadz kalo mau ke mesjid ke mesjid aja entar gue sholat kok" jawab Nindy masih memainkan ponselnya


Bryan merampas handphonenya dan mengancam akan membantingnya jika Nindy masih membantah perkataan nya


"Oya bawel banget sih pake ngancem ngancem segala sok berkuasa iiiiihhhhh" umpat Nindy gemas


" Ngedumel sama suami dosa, lagian di suruh sholat aja susah" kata bryan


Setelah selesai sholat Bryan menyuruh Nindy masak sementara dirinya sibuk dengan laptopnya


masakan sudah siap Nindy memanggil Bryan untuk makan


Bryan tidak menyangka ternyata Nindy pintar memasak


Bryan pun duduk dan menuangkan nasi dan lauk pauk ke dalam piring saat sudah menyantapnya


wajah Bryan berubah menjadi merah padam dia memuntahkan makanan yang ada di mulutnya saat sedang minum Bryan juga memuntahkan airnya karena asin


Nindy tertawa mengunci pintu kamarnya


"Rasain" gumam Nindy


"Nindy buka GK kalo GK gue dobrak nih pintu" ujar bryan


"Dobrak aja Bray kalo bisa" ejek Nindy


Nindy pikir Bryan akan main main dengan ucapannya ternyata Nindy salah


Bryan benar benar mendobraknya


belum sempat pintu di buka paksa Nindy membuka kuncinya Bryan yang akan mendobrak pintu pun tidak bisa menahan tubuhnya dan jatuh menimpa Nindy


Nindy segera bangkit menjatuhkan tubuh Bryan


saat akan pergi Bryan menahannya dan mengunci pintu


kuncinya ia simpan di saku celana depannya


" Bray jangan macem macem deh" ucap Nindy dengan wajah panik


" GK macem macem sayang gue cuma pengen satu macem" ucap Bryan perlahan mendekati Nindy dengan wajah yang di buat mesum


" Cukup jangan mendekat gue GK main main" Nindy menahan dengan tangannya seraya berjalan mundur


" Main main sedikit bolehlah, kita udah sah Nin" ucap Bryan semakin mendekati Nindy yang sudah terpojok di dinding dan kini Bryan sudah mengungkung Nindy yang bersandar di tembok


Nindy semakin panik dia menangis ingatannya kembali mengingat saat dia di lecehkan pria tak di kenal


" Jangan Bryan gue mohon please lepasin gue " Nindy memohon mengatupkan kedua tangannya di dada


Bryan mengerutkan keningnya dia lupa jika Nindy punya kenangan pahit oleh pria


Bryan tetap memaksa mencium nindy


meskipun Nindy berontak meronta ronta


Nindy semakin memohon badannya gemetaran


saat bryan berhasil menciumnya Nindy berteriak teriak seperti kesurupan


membuat Bryan panik


" Lepaass, lepasin gue aaaaaaaaa lepaaaaasssss" teriak Nindy membuat Bryan panik lalu memeluknya


Nindy masih berontak tapi bryan memeluknya erat


Bryan meminta maaf terus menerus tapi Nindy seakan tidak mendengar dan terus berteriak


" Nin maafin gue Nin ini gue Bryan" Nindy masih tak bergeming tapi Bryan tidak melepaskan pelukannya sampai Nindy mulai tenang dengan tangis yang masih sesegukan


" Maaf Nin gue gak kontrol gue lupa kalo Lo punya trauma" ucap Bryan masih setia memeluk Nindy


" Kalian jahat Lo jahat" itu yang keluar dari mulut Nindy lalu tidak sadarkan diri


Pagi hari Nindy bangun tubuhnya terasa berat


Nindy mengucek matanya melihat apa yang ada di atas perutnya


betapa terkejutnya Nindy sebuah tangan kekar melingkar di perutnya


Nindy berteriak membuat bryan terbangun


"Aaaaaaaaa pergi" teriak Nindy seraya menyingkirkan tangan Bryan


" Berisik banget sih ganggu orang tidur aja" ucap bryan lalu kembali tidur membelakangi Nindy


Nindy yang kesal menendang Bryan sampai terjatuh dari ranjang


bbrruukkkkk


Bryan bangkit berlalu ke kamar mandi


tanpa bicara sepatah kata pun


" Apa dia marah ya, bodo amat ahh" gumam Nindy mengingat semalam Bryan mengerjainya


Sekarang Nindy memasak sarapan untuknya dan Bryan


setelah selesai Nindy menatanya di meja makan

__ADS_1


saat sedang menata bryan turun dari tangga dengan tas dan jaket di tangannya


Saat makan mereka tidak ada yang bicara satupun hanya dentingan sendok yang terdengar


Nindy membereskan bekas makan mereka dia memikirkan akan pergi sekolah dengan Bryan atau naik angkutan umum karena motornya belum selesai


" Motor Lo udah beres ada di depan" hanya itu yang keluar dari mulut bryan


"Bryan gue berangkat sama siapa" tanya Nindy canggung


"Lo bisa berangkat sendiri" jawab bryan yang kembali mengecek buku di tasnya


"Gue ta.. takut Bryan" ucap Nindy tergagap


"Sama orang lain takut suami sendiri ditendang, kalo jago nendang ngapain takut" ucap Bryan kesal


" Maaf" ucapnya lirih


"Jadi Lo mau berangkat bareng gue?" tanya Bryan di jawab gelengan oleh Nindy


" Terus maunya gimana? lanjut Bryan


"Lo mau gak ikutin gue dari belakang" jawab Nindy ragu


"Ya udah cepetan entar telat" ucap Bryan seraya pergi mendahului nindy


Nindy berangkat dengan diikuti Bryan dari belakang


meskipun Bryan kesal karena di tendang pagi pagi tapi bryan tidak tega melihat nindy ketakutan


" Nindy" sapa Wina dan dara


"Pagi kak" sapa Nindy Wina dan dara yang bertemu dengan bryan di parkiran


"Ya pagi" singkat Bryan


Nindy dan sahabatnya berjalan hendak ke kelas


dijalan mereka bertemu Meira, Meira sengaja menabrak tubuh Nindy


karena tidak siap Nindy pun terhuyung jatuh


dibelakang nya ada Bryan dan Nindy jatuh bersama Bryan


Nindy jatuh di atas tubuh Bryan


sejenak mereka saling pandang


sampai akhirnya Meira menarik tangan Nindy agar bangun


"Iihh my Hero kenapa kamu GK menghindar aku GK rela dia peluk peluk kamu" ucap Meira seraya menggandeng tangan Bryan dengan nada manja


"Apaan sih lebay banget" ucap Bryan menepis tangan Meira lalu pergi meninggalkan mereka


"Awwwww jleebbb" ucap Dara dengan gaya menusuk dada dengan kepalan tangannya di sambut tawa cekikikan dari Nindy dan Wina


"Awas loh" ucap Meira menunjuk mereka bertiga lalu pergi


Sesampainya di kelas Hendrico menghampiri Nindy


sekedar basa basi dia hanya memastikan kabar Nindy


kini rasa suka Hendrico berubah menjadi dendam karena tak kunjung mendapat balasan dari nindy


"Hai nin apa kabar?" ucap Hendrico seraya memegang pundak nindy


Nindy segera menepisnya kasar terlihat raut wajah Nindy seperti ketakutan Hendrico senang lalu dia pergi begitu saja


Wina yang menyadari itu segera memeluk Nindy


disusul dara mereka berdua memeluk Nindy hingga Nindy merasa lebih baik


" Udah gak apa apa ada kita disini yang jagain Lo" ucap Wina


"Thanks guys"


Pelajaran di mulai semua murid fokus belajar


tapi berbeda dengan Bryan ada perasaan mengganjal di hatinya


dia memikirkan tentang Nindy


sebenarnya siapa orang orang yang berbuat tidak senonoh pada Nindy


apa mungkin orang itu kenal Nindy


mengingat Nindy melihat orang itu ada di sekolah


Bel istirahat berbunyi banyak murid berhamburan ke kantin


tapi Nindy dan sahabatnya masih di kelas


Nindy enggan ke kantin sahabatnya membujuk agar Nindy mau makan di kantin


" Nin ayo kita makan entar Lo sakit kalo GK makan" ucap Dara


''Iya... apa gue harus panggilin Bryan?" ucap Wina


'" Gak usah Win Bryan mungkin lagi marah sama gue" ucap Nindy yang meletakkan kepalanya di meja di atas lipatan tangannya


" Siapa yang marah?" ucap Bryan tiba tiba muncul


" Bryan dia ambekan, dia ngerjain gue tapi di kerjain balik ngambek" ucap Nindy masih membelakangi Bryan


Wina dan Dara buru buru pergi karena sudah ada yang menjaga Nindy


Pleetaakk


Bryan menjitak kepala Nindy


Nindy meringis mengelus kepalanya


ketika Nindy mengangkat kepalanya


betapa terkejutnya Nindy kini wajahnya dan wajah Bryan berjarak sangat dekat


"Eehh mau ngapain " Nindy memundurkan tubuhnya tapi kursi yang didudukinya malah terjengkang ke belakang


"Awwwww sakit" ucap Nindy meringis


Bryan menahan tawanya mengangkat tubuh Nindy


tapi Bryan tidak bisa menahannya lagi dan tawanya pecah


Nindy yang kesal memukul mukul bahu bryan


Bryan lari dan Nindy mengejarnya di depan pintu Nindy kembali terjatuh menabrak seseorang


"Eehh sorry" ucap Nindy seraya bangkit tanpa melihat siapa yang dia tabrak


"Iya gak apa apa" ucap Hendrico berlalu pergi dia merasa kesal melihat bryan yang dekat dengan Nindy

__ADS_1


" Lo gak apa apa Nin?" ucap Bryan menghampiri Nindy


"Gara gara Deket Ama Lo sial deh gue" ucap Nindy


" Bukan gue yang bawa sial tapi Lo yang kualat sama sua.." bryan hendak menyebut suami tapi Nindy membekap mulutnya


" Gak usah sebut sebut suami entar ada yang denger" bisik Nindy


" Tangan Lo bau ikan asin" ucap Bryan setelah melepas tangan Nindy dari mulutnya lalu kabur menjauhi Nindy


" Bryaaaaannn sialan Lo bilang gue bau ikan asin" teriak Nindy yang kesal setelah dia juga mengendus tangannya


"Orang GK bau juga" gumamnya lalu menyusul Wina dan dara ke kantin


Sesampainya di kantin nindy mencari keberadaan mereka tapi saat itu Meira menghampirinya


menghadang Nindy seraya mendorong bahu Nindy


Nindy hanya mengerutkan keningnya


" Lo punya hubungan apa sama bryan" ucap Meira


"Gak ada" ucap Nindy akan pergi tapi di tahan oleh Meira


" Jawab gue" teriak Meira membuat seisi kantin memperhatikan mereka


Wina dan Dara melihat itu bergegas menghampiri Nindy


" Kalo gak ada apa apa gue harus bilang apa" ucap Nindy


"Jangan coba coba dekati Bryan atau Lo bakal tau akibatnya" ancam Meira menunjuk wajah Nindy


" Dan Lo jangan terlalu berharap, gue kasihan entar Lo gila" ucap Nindy lalu pergi menyenggol bahu Meira


"Byeeee" ucap Wina dan Dara seraya melambaikan tangannya


Meira geram dengan Nindy yang sekarang semakin berani padanya


kini dia merencanakan sesuatu untuk membalas Nindy


Dikelas Wina dan dara mengajak Nindy ke mall


tapi Nindy belum izin pada Bryan dan hp nya pun mati


sepulang sekolah Nindy berniat minta izin pada Bryan


" Tunggu dulu gue mau ke kamar mandi sekalian minta izin sama Bryan" ucap Nindy pada sahabatnya


" Iya jangan lama kalo Lo GK di izinin kasih tau biar kita gak nunggu" ucap Wina di angguki Nindy


Nindy masuk ke toilet tapi dari luar ada yang mengunci pintu dan menyiramnya dengan seember air


Nindy menggedor meminta tolong tapi tidak ada orang karena sebagian murid sudah pulang


Bryan mencari Nindy dan bertanya pada sahabatnya


tapi sahabatnya bilang Nindy ke kamar mandi dan hendak meminta izin pada Bryan


Bryan menyuruh Wina dan Dara pergi berdua saja nanti dia akan menyusul dengan Nindy


Bryan mencari Nindy ke toilet


benar saja saat Bryan masuk ada yang meminta tolong dari dalam toilet


" Nin apa Lo di dalem?" ucap Bryan


" Bryan.. iya gue di dalem tolong gue kedinginan" jawab Nindy


Bryan tidak melihat kunci di pintu akhirnya mendobrak pintu toilet


" Mundur nin gue dobrak" ucap Bryan


Bryan berhasil mendobrak pintu


betapa terkejutnya bryan melihat Nindy menggigil dengan baju yang basah


Bryan melepaskan jaketnya lalu memakaikannya pada Nindy


Bryan berjalan di belakang Nindy


sampai di parkiran Bryan menghampiri satpam sekolah


"Pak apa kunci toilet ada sama bapak??" tanya Bryan


" Ohh iya den tadi non Meira yang ngasih katanya suruh Aden" jawab satpam sekolah


" Bener dugaan gue" gumam Bryan


"Makasih ya pak" ucap bryan


" Sama sama den"


Bryan kembali menghampiri Nindy di parkiran


Nindy tidak jadi ke mall karena bajunya basah kuyup


Nindy dan Bryan memutuskan untuk pulang


karena Bryan akan mengajaknya ke psikolog


untuk mengobati trauma Nindy


" Ibu belum pulang ya" ucap Nindy seraya membuka kunci


" Ibu pulang lusa katanya" jawab Bryan


" Kok ibu malah kasih tau kamu bukan sama aku" ucap Nindy kesal ibunya malah memberi tau bryan bukan dirinya


" Mungkin Lo udah GK di anggap anak" ucap Bryan seraya berjalan masuk membuat Nindy cemberut


Nindy dan Bryan sudah bersiap hendak pergi


tapi Nindy masih ragu


Bryan meyakinkan Nindy sampai akhirnya Nindy mau pergi


Di perjalanan Nindy melihat seseorang memakai sweater yang sama persis dengan yg di pakai orang yg melecehkannya


" Bryan liat itu salah seorang yang kemaren" ucap Nindy seraya menunduk


suara Nindy terdengar oleh orang itu dan orang itu menoleh sekilas lalu menjalankan motor dengan kencang


Bryan mengejarnya tapi di pertigaan dia kehilangan jejak karena terhalang truk besar


"Sial dia kabur" ucap Bryan


" Orang itu gak asing deh kayaknya" ucap Nindy


" Ya benar, tapi dia hanya melirik sekilas tidak begitu jelas wajahnya" ucap Bryan


lalu melanjutkan perjalanan mereka

__ADS_1


__ADS_2