Dijodohkan Dengan Ketos Galak

Dijodohkan Dengan Ketos Galak
eps 72


__ADS_3

Sebulan sudah hidup Nindy kembali tenang dan bahagia meskipun harus kembali jauh dengan ayahnya karena harus mempertanggung jawabkan perbuatannya


Mark menyerahkan diri di tempat asalnya meski telah mencelakai banyak orang namun hukumannya termasuk ringan karena dia menyerahkan dirinya


Nindy sekarang tinggal di rumah Bryan yang sudah lama kosong


sedangkan Leo pindah ke apartemen yang dulu di belinya dengan Nindy


hubungan Leo dan Dara juga semakin dekat dan hari ini mereka akan pulang ke kampung halaman Dara untuk melamar


"Udah siap belum? " teriak Leo memenuhi seisi rumah Bryan


Karena keluarga kecil Bryan juga ikut jadi mereka memutuskan berangkat bersama


"Jangan teriak teriak di rumah orang" Dara mencubit lengan Leo


"Lama banget pada ngapain sih" gerutu Leo


"Kalo udah punya anak pasti ribet apa lagi Nindy gak mau pake jasa art, santai ajalah gak di ada yang mendesak juga" Dara menarik tangan Leo duduk di sofa


"Ini mendesak sayang" ucap Leo membuat Dara menautkan alisnya


"Mendesak apanya? "


"Ya mendesak, aku pengen cepet cepet halalin kamu biar kita juga bisa repot ngurusin anak" goda Leo memajukan wajahnya


"Udah udah pacaran mulu, udah siang cepet berangkat" ujar Bryan yang baru saja turun tangga sekeluarga


"Lo yang lama, sekarang malah ganggu lagi" gerutu Leo menatap malas wajah adik iparnya itu


"Udahlah nanti bisa di lanjut" ucap Bryan dengan santainya melenggang keluar


"Adik ipar yang breng*k" maki Leo membuat ketiga wanita menggeleng


Mereka sudah bersiap memasukan barang bawaannya ke mobil


tiba tiba sebuah mobil masuk ke gerbang rumah Bryan


"Siapa? " tanya Dara pada Nindy namun Nindy menggedikan bahunya


"Meira" ucap mereka bersamaan


"Mau pada kemana? " tanya Meira membuat mereka celingukan


"Mau nganter nih pasangan lamaran" jawab Bryan


"Iya Meira kak Leo dan Dara akan mengadakan lamaran" ucap Nindy sambil tersenyum


"Boleh gue ikut" ucap Meira tapi mereka malah saling pandang satu sama lain


"Boleh, tapi mobil yang ini udah penuh" jawaban Dara membuat Leo menyenggol lengannya


"Kenapa di ajak" bisik Leo


"Gak enak kalo nolak kesannya kayak kita jahat banget" bisik Dara


"Istriku memang baik hati" ujar Leo mencubit pelan dagu Dara membuat Bryan menunjukan wajah mual

__ADS_1


"oek" ekspresi Bryan seperti akan muntah


"Sirik aja lo" hardik Leo


Mereka berangkat dengan Meira terpisah membawa mobilnya sendiri


sambil menyetir Meira sesekali mengusap air matanya


kenapa dia harus selalu menyukai milik orang lain dan tak pernah dapat kesempatan untuk memilikinya


"Tuhan sungguh tidak adil" gumam Meira mengusap air matanya


"Gak apa apa biar pun gue gak bisa miliki dia cukup liat dia bahagia gue rela, ini sebagai bukti kalo cinta gue tak terbatas" Meira lalu senyum menunjukkan wajahnya baik baik saja


Mereka sampai pada waktu isya Cia yang kelelahan sampai tidak terganggu saat di pindahkan ke dalam rumah


rumah Dara tidak terlalu besar namu rumahnya nyaman jauh dari kebisingan kendaraan


halaman yang luas banyak bunga bak taman bunga mini dan hamparan kebun th dan sungai yang indah di belakang rumah


juga tidak terlalu banyak rumah disana


"Aku ajak berkeliling besok" Dara menggandeng tangan Leo masuk


Mereka bersalaman dengan kedua orang tua Dara juga makan malam bersama


setelah makan mereka beristirahat Bryan satu kamar dengan keluarga kecilnya, Dara dan Meira di kamar Dara sementara Leo sendiri


"Rumah lo asri, sejuk nyaman banget" ucap Meira


"Jangan terlalu terpaku pada kenyamanan nanti sulit untuk pergi"


"Gak cuma pengen aja ngomong gitu, nanti lo gak mau pulang lagi" ucap Dara sambil tertawa kecil


"Kalo bisa gue juga pengen punya kenyamanan yang sama sama rumah lo, tapi sayang itu cuma sebatas angan angan" lirih Meira


"Lo keliatan gak baik baik aja, kenapa? " Dara berbaring di samping Meira


"Gue baik baik aja, mungkin cuma kelelahan" jawab Meira lalu membelakangi Dara


"Lo suka sama Leo? " celetuk Dara tiba tiba


"Kenapa lo bisa berpikiran ke situ? "


"Gue gak bodoh Meira, meskipun ini pengalaman pertama gue pacaran tapi gue bisa liat rasa suka di mata lo buat Leo" Dara mulai serius


"Dara seperti apapun rasa suka gue sama Leo itu gak akan ngerubah apapun, Leo milik lo gue cuma sebatas mengagumi gak ada niat lebih" jawab Meira kini menelentangkan tubuhnya


"Gue harap omongan lo bisa di pegang, jangan jadi Meira yang dulu sekarang kita berteman jangan hancurkan hubungan itu" ucap Daraa


"Gue tau Dar, gue gak akan lakuin sesuatu yang buat kalian membenci gue lagi" sesaat kemudian mereka tertidur


Matahari telah menampakkan sinarnya daun daun di basahi embun


pemandangan pagi yang membuat siapapun kagum melihatnya


Nindy, Leo dan Bryan sudah berada di halaman rumah namun Dara dan Meira masih belum juga muncul

__ADS_1


"Neng.. neng bangun atuh neng malu masa ada calon suami tidurna cara kebo" ibu Dara mengetuk ngetuk pintu


"Biar saya saja bu" Leo menghampiri pintu


"Silahkan kalo gitu ibu masak dulu "


Leo masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dulu


kedua wanita ini masih tidur meringkuk di bawah selimut


dengan jahil leo membuka selimut yang menutupi tubuh Dara


"Meira sini selimutnya dingin" Dara bergumam dengan suara masih serak dan mata tertutup


"Udah hangat belum "bisik Leo yang sedang memeluk Dara dan ikut tidur di sisi Dara


" Hhmm" jawab Dara mengusek ngusek kepalanya di dada Leo


"Bangun kucing kecil" suara Leo membuat Dara terperanjat


"kamu ngapain disini" ucap Dara pelan


"Bangunin istri lah"


"Aku udah bangun sana keluar" Dara bangun mendorong Leo yang berdiri di hadapannya


"Cium dulu" Leo menunjuk bibirnya


"No.. "


"Cium"


"No... " tidak mendengarkan penolakan Dara Leo menarik tengkuk Dara dan mencium bibirnya


Setelah melepaskan ciumannya Dara memukul bahu Leo dan mendorongnya agar pergi


"oke aku pergi, cepet mandi"


"Iyaaaa" jawab Dara geram


"Mau lagi" Leo kembali berbalik


"Leooo" bentak Dara membuat Leo tertawa


Setelah Dara masuk kekamar mandi seseorang bangun dari tidurnya mengusap air matanya


dia melihat semuanya karena dia tidak tidur dan hanya pura pura


"Ternyata sakit pura pura ikhlas" gumam Meira


"Siapa gue kenapa gue harus merasa sakit hati bahkan Leo gak pernah melirik gue sedikit pun" gumamnya lagi


Meira mengedarkan pandangannya ke jendela dimana disana Nindy Bryan dan Cia sedang tertawa


dia dulu pernah berusaha ingin menghancurkan keluarga itu namun mereka cukup kuat dengan sangat menyesal Meira mengingat semuanya


"Gue gak akan pernah lagi lakuin hal yang sama" ucap Meira

__ADS_1


Like komen and vote ya 😍😍


__ADS_2