
"Hai" sapa Nindy dan Dara lalu ikut duduk bersama mereka
Leo dan Bryan tersenyum kikuk menggaruk tengkuk mereka, Nindy dan Dara tidak menunjukan wajah kesal mereka
dengan santainya mereka memanggil pelayan dan memilih beberapa menu
"Apa kalian gak mau pesan juga? " tanya Nindy
"Sayang setelah makan kita langsung pulang" ucap Bryan
"Pulang saja dengan nona ini aku masih mau berkeliling sama kakak ipar" jawab Nindy
"Ohh ya tentu" jawab Dara
"Sayang kamu harus banyak istirahat" ucap Leo
"Gimana bisa istirahat dengan tenang kalo suaminya keluyuran gak jelas" gumam Dara yang masih bisa di dengar Leo
"Dan Meira kenapa lo bisa disini? " tanya Dara
"Gue nganter om dan sepupu gue sekalian jalan jalan" jawabnya
"Benar sayang tadi disini ada tuan Anwar tapi sudah pulang" ucap Bryan
"Lalu kenapa kalian gak ikut pulang? mau double date disini? " tanya Nindy dengan nada tinggi
"Dan lo apa lupa perjanjian kita Meira? " ucap Dara
"Apa itu berlaku juga disini? " ucap Meira dengan sinis
Brak
Dara bangun dan menggebrak meja membuat pengunjung lain menatap ke arah mereka, pelayan yang mengantar makanan menaruh semua makanannya di meja,nNindy dan Dara memesan begitu banyak makanan hingga memenuhi meja
"Gak usah buang buang tenaga, ayo pergi" ucap Nindy
"Sorry, pesanan ini dua wanita itu yang bayar" ucap Nindy lalu menarik tangan Dara pergi
Meira dan Nayla di buat cengo belum sempat menolak
malah kedua suami itu panik mengejar istri mereka
membuat kedua wanita itu terpaksa membayar makanan yang di pesan Nindy
"Sayang tunggu kita pulang bareng" Bryan menahan tangan Nindy
"Jangan pegang pegang" Nindy menepis nya
"Sayang kita pulang ya, jangan pulang sendiri" ucap Leo lembut
"Aku emang mau pulang, dan gak mau pulang sendiri" jawab Dara membuat Leo tersenyum
"Ayo nin kita pulang" Dara menarik tangan Nindy membuat dua suami itu mendesah berat
__ADS_1
"Ada singa yang harus di jinakkan" ucap Bryan merangkul bahu Leo
"Gara gara dua wanita itu kita jadi susah" ucap Leo menggelengkan kepalanya
...ππππππππππππππππ...
Siang itu Damar menelpon kedua keluarga dari remaja itu dan menyuruh mereka datang ke rumahnya, beralasan akan membahas kerjasama membuat mereka semangat datang dan dua remaja itu sudah di jemput paksa oleh Damar di sekolah
"Jadi ini pacarmu? " tanya Damar pada anak laki laki
"Iya tuan, memangnya kenapa? "
"Apa kau tau dia hamil? "
"Apa? dia hamil" gadis itu menunduk
mama Damar senantiasa menggenggam tangan menantunya
mendengarkan Damar menginterogasi keduanya
"Apa kalian sering melakukan hubungan i**im? " tanya Damar mereka diam seribu bahasa menundukkan wajahnya
"Oke aku anggap itu sebagai jawaban iya, kita tunggu orang tua kalian kesini" ucap Damar membuat gadis itu panik
Tidak lama setelah itu orang tua mereka datang dan merasa terkejut dengan adanya anak mereka disana
Damar mempersilahkan mereka duduk dan langsung pada inti permasalahannya tanpa basa basi
"Om tante masih ingat saya? " tanya Damar pada orang tua gadis itu
"Saya mengundang kalian kesini karena ingin mengatakan sesuatu, kalian harus siap mendengarkan ini"
"Anak anda hamil dan itu anak keluarga Hudson " dua keluarga itu tercengang matanya terbuka selebar lebarnya
"Apa? " ucap mereka serempak
"Gadis ini meminta saya yang bertanggung jawab tapi saya merasa tidak ikut andil menghamilinya" ucap Damar membuat keluarga gadis itu semakin marah
"Dia yang pertama melakukannya ma pa" isak gadis itu menunjuk Damar
Berbeda dengan wajah orang lain yang tercengang Damar terkesan santai membenarkan posisi duduknya dan membenahi jasnya
"Kalo kamu lupa saya bisa ingatkan, pertama kamu yang mengajak saya ke hotel hari itu menggoda dengan kata kata vulgar, dan setiap kamu menginginkannya kamu menghubungi saya, bisa anda lihat " Damar melempar beberapa lembar kertas yang sudah dia print
Kertas kertas itu berisi chat terdahulu dia dan gadis itu
papa gadis itu meremas kertasnya dan menarik paksa lengan gadis itu pergi, begitu pun anak laki-laki itu sudah dapat di pastikan mereka akan kena amuk orang tua mereka
Damar menghampiri Wina yang sedari tadi di pegangi mamanya, Damar memandang mamanya dan mengisyaratkan dengan wajahnya menyuruh mamanya pergi dengan wajah kesal mamanya pergi menuruti
"Sayang aku udah buktikan, gak boleh marah lagi ya" Damar memeluk Wina dan menyandarkan kepalanya di bahu Wina
"Kamu bekas orang, aku bayangin aja kamu cium aku kamu lakuin itu sama aku, aku dapet bekas dong" ucap Wina membuat Damar mematung
__ADS_1
"Aku mau ke kamar mama" Wina bangun dan pergi ke kamar mertuanya
Damar mengacak rambutnya frustasi ternyata Wina sampai berpikir segitunya tentang dirinya
butuh perjuangan ekstra sepertinya untuk meluluhkan Wina kembali
...πππππππππππππππ...
Nindy di temani Dara pergi ke penjara menemui Mark
Nindy melihat daddynya yang sekarang lebih kalem
berhadapan dengan sang anak Mata Mark berkaca kaca
"Dimana Cia? " tanya Mark
"Dia ada di rumah daddy Dion"
"Sudah menemui mommy? " Tanyanya lagi
"Belum dad, sepertinya besok baru akan kesana.. bagaimana keadaan daddy? " tanya Nindy
"Cukup baik, tapi aku merasa sangat sangat baik ketika melihat mu disini" ucap Mark dengan berkaca kaca
"Bolehkah daddy memelukmu? " tanya Mark mengusap airmatanya
Nindy bangun dan berjalan ke arah Mark memeluk ayahnya itu dengan penuh kehangatan
Dara ikut meneteskan air mata melihat sahabatnya yang sedari dulu rindu akan sosok sang ayah kini telah bertemu
Berbeda dengan Nindy dan Dara yang penuh haru
suami suami mereka sudah sampai di mansion sedang kelabakan mencari keberadaan mereka berdua
sampai sampai Leo mengerahkan anak buahnya untuk mencari
Bryan merutuki dirinya sendiri dia khawatir dengan Nindy karena tahu kandungan istrinya sangat lemah
tapi Nindy sangat tidak penurut saat Bryan menyuruhnya tetap tinggal di rumah
"Bagaimana ada kabar? " tanya Leo yang sedang menelpon
"Belum ada tuan, masih mencari" jawab anak buahnya
"Tidak bisa di andalkan, kalau saja Roy tidak di Indonesia dia pasti sudah menemukan mereka.. dasar tidak becus" hardik Leo
"Jadi mereka kemana? " gumam Bryan
"Gue takut terjadi sesuatu sama Nindy, kandungannya lemah dia gak boleh kecapean" Bryan terus bergumam sendiri sambil bolak balik
"Gue juga khawatir sama Dara gue takut terjadi sesuatu sama mereka" ucap Leo
"Ayo kita pergi cari mereka lagi" ujar Leo kembali keluar dari Mansion
__ADS_1
"Jangan pulang sebelum mereka ketemu" ujar Bryan yang di angguki Leo
jangan lupa like komen dan vote ya karena itu semangat author untuk up setiap hari 😁