
Cia menuruni anak tangga dengan wajah cemberut Leo yang melihat itu segera menghampiri dan menggendongnya
Cia memeluk leher Leo dan menyandarkan kepalanya di bahu Leo
"Kenapa? " tanya Leo
"Mau ke kamar mama tapi pintunya di kunci" lirih Cia
"Hhmmm" Leo menghembuskan nafas dalam dalam
"Biarkan saja, gimana kalo sekarang kita temuin mommy? " lanjut Leo
"Mommy? " ulang Cia
"Ya sebentar lagi tante Dara akan jadi mommynya Cia"
"Benarkah? yeeee Cia jadi punya dua ibu" seru Cia senang
"Jadi mau ikut gak? " tanya Leo
"Mauuu"
Leo berjalan menggendong Cia pergi di halaman depan Damar baru saja pulang dari kantor
berpapasan dengan Leo dan Cia
"Mau kemana Le? " tanya Damar
"Mau nemuin calon istri" ucap Leo
"Cih lagak lo, calon istri " ejek Damar
"Dari pada pacaran sama anak bau kencur " Leo tidak mau kalah
"Heh jangan salah biarpun anak bau kencur tapi bodynya beuuhh ngalahin pacar lo" ucap Damar dengan memeragakan tangannya
"Emang lo pernah liat dalemannya gimana? " sarkas Leo
"Udah lah" celetuk Damar
"Dammaaarrrr" teriak mama Damar menjewer telinga anak semata wayangnya itu
"Duduu sakit ma"
"Bye bye Damar" Leo pergi dengan senyum meledek
Sebenarnya Leo melihat mama Damar berada di Belakang Damar
dia sengaja memancing Damar untuk menjahilinya dan akhirnya dia pun mendapat jeweran dan omelan dari sang ibu
Sesampainya di kantor Bryan
Leo dan Cia berjalan ke ruangan Dara untuk memberi kejutan
Dara terlihat sibuk masih berkutat dengan pekerjaannya
"Hai Mommy? " Cia berlari memeluk Dara
"Hai sayang kesini sama siapa? " tanya Dara belum melihat Leo yang masih berjalan ke arahnya
"Daddy" Dara menunjuk Leo yang berada di depannya
"Hai sayang"
"Hai, kalian sengaja kesini atau sekalian lewat? " tanya Dara
"Sengaja kesini Cia bosan di rumah"
"Mommy udah makan? " tanya Cia
"mommy? " gumam Cia
"Ya kata Daddy mommy Dara akan segera menjadi mommy ku, aku mau ngajak mommy makan siang" celoteh Cia
"Ohh tentu anak manis, kita akan makan siang setelah pekerjaan ini selesai" Dara mendudukan Cia di pangkuannya dan kembali mengetik sesuatu di laptop
"Aku bantu" Leo mencondongkan tubuhnya dari belakang Dara
Wajah mereka sangat dekat bahkan Leo menopangkan dagunya di bahu Dara dengan tangan mengetik sesuatu
Jantung Dara berdebar sangat hebat meskipun ini bukan pertama kalinya dia berdekatan dengan Leo tapi jantungnya selalu berdebar kencang Saat Leo berada sangat dekat dengannya
"Selesai" ucap Leo lalu mencium pipi Dara
"Hei ada anak kecil disini" pekik Dara
__ADS_1
"Dia tidak lihat" jawab Leo
"Sekarang ayo kita makan siang" Leo menggendong Cia dan tangan satunya menggandeng Dara
Sepanjang jalan Dara menjadi pusat perhatian karyawan lainnya
bahkan dari mereka mulai bergosip tentang Dara
"Lihat apa semua sekretaris bisa menjadi kekasih dirut? "
"Entahlah tapi kebanyakan selalu bisa menarik perhatian dirut"
"Banyak dari para sekretaris nakal yang menggoda para bos besar"
"Kalian terlalu berpikiran buruk"
"Iya benar, mungkin kalian butuh refresing agar tidak berpikiran buruk tentang orang lain"
"Apakah pacarnya seorang duda? tadi aku mendengar dia memanggil pria itu daddy"
"Kamu ketinggalan jaman sekali, itu anak pak Bryan dan bu Nindy dan pria yang kau sebut itu adalah kakaknya bu Nindy "
"Pantas saja Dara dapat bos besar orang dia sahabatnya bu Nindy" begitulah kira kira para deterjen perusahaan itu nyinyir karena iri
"Gosip aja teros, kalau kerjaan masih banyak salah kerja yang bener kantor bukan tempatnya lambe curah" tegur Reno membuat kerumunan itu berpencar ketakutan
Leo dan Dara akhirnya sampai di sebuah restoran milik Bryan
Cia mengajak mereka kesana dengan alasan ingin mentraktir Leo dan Dara
ada ada saja idenya
"Mommy dan daddy bisa pilih sepuasnya, gratis" ucap Cia dengan percaya diri
"Gen Bryan lebih kuat" ucap Leo membuat Dara terkekeh
"Oke bos cilik sekarang kita mau yang paling enak" seru Dara
"Ssttt sstt sini" Cia memanggil pelayan di dekatnya seperti berbisik membuat Dara dan Leo geleng geleng
"Bawa semua makan yang paaaaaling enak kesini, aunty tau kan aku anak papa Bryan" ujar Cia
"Iya nona cantik tentu poto anda terpampang jelas disana siapa yang tidak mengenal anda" gurau pelayan mendengar ucapan Cia yang lucu
Bryan memasang poto Cia di dinding dengan ukuran yang cukup besar
poto Cia menggunakan pakaian chef membawa pengocok telur membuatnya sangat lucu
Mereka sedang makan sambil bergurau terdengar suara tawa yang begitu lepas
tiba tiba saja Meira datang membuat Dara canggung dan tidak seperti tadi lagi
Leo melihat perubahan Dara sengaja ingin membuatnya cemburu dengan mengajak Meira makan bersama
"Hai, kalian makan disini juga" Sapa Meira
"Ya kebetulan, gabung disini aja bos kecil yang teraktir" jawab Leo
"Apa gue boleh gabung disini Dara? " tanya Meira yang melihat Dara lebih banyak diam
"Ya ya silahkan toh Leo juga udah ngajak kan? " jawab Dara
Leo tersenyum samar melihat Dara yang lebih banyak diam dan terlihat bete
lagi lagi dengan sengaja Leo ingin menyalakan api cemburu pada Dara
entah mengapa baginya itu menyenangkan bisa melihat Dara cemburu buta padanya..
"Coba ini, ini sangat enak" Leo menaruh makanan di piring Meira
Sontak saja Dara menjadi geram dan memotong makanannya secara kasar
"Mommy coba ini, mommy pasti suka" Cia seakan tau wajah Dara sedang kesal mencoba mengalihkannya
"Terima kasih sayang" Dara tersenyum manis pada Cia
"Mommy? " Meira mengulang kata kata Cia
"Ya mommy, Daddy akan segera menjadikan tante Dara mommy ku" celetuk Cia
"Selamat ya, semoga lancar sampai hari H " ucap Meira
'Dengan tidak tau malunya dia ikut makan disini membuatku jengkel ' gumam Dara dalam hati
"Aku harus kembali ke kantor masih banyak kerjaan" Dara berdiri hendak pergi
__ADS_1
"Sayang kamu Mommy kerja dulu ya, nanti waktu libur Mommy ajak jalan jalan" ujar menekankan kata mommy seraya mengusap kepala Cia yang ada di sampingnya
"Oke mommy hati hati" Cia menarik tangan Dara dan mengecup pipinya
"Anak pintar, Daahh sayang" Dara beranjak pergi dari kursi
"Sayang mau kemana? " tanya Leo
"Aku lagi gak nafsu makan, lagi diet" celetuk Dara lalu pergi
"Daddy Cia udah kenyang"
"Oke sayang, Meira terimakasih sudah mau bergabung kita duluan, tenang saja makanan itu gratis" ujar Leo menggendong Cia lalu pergi menyusul Dara
Hati Meira mencelos menatap kepergian Leo yang berlari menyusul Dara
Meira tersenyum miris lalu pergi Dari sana menuju parkiran
di parkiran dia melihat Leo yang membujuk Dara untuk ikut di mobilnya
"Sayang ayolah, aku hanya ingin membuatmu cemburu itu saja gak lebih"
"Aku naik taksi aja" Dara menyingkirkan tangan Leo yang menghalangi jalannya
"Oke kalo kamu nolak aku paksa cium kamu disini" ancam Leo
"Jangan gila" Dara mendorong tubuh Leo yang semakin mendekat
"Ayo cepat, ah lama" Leo mengangkat tubuh Dara seperti karung di pundaknya lalu memasukkannya kedalam membuat Dara meronta
"Apa Leo benar benar begitu mencintai Dara? apa ada kesempatan buat gue ada di hati lo meskipun cuma sedikit" gumam Meira yang melihat mereka Dari jarak yang tidak terlalu jauh
"Sayang " Leo menyentuh tangan Dara namun selalu di hempaskan
"Kamu kenapa? " tanya Leo seolah olah tidak tau apa pun
"Gak apa apa"
"Aku ada salah? " tanya Leo pura pura bodoh
"Gak kamu gak salah apapun, ngajak cewek lain gabung ngasih makanan di piring dia itu gak salah gak sama sekali" gerutu Dara lalu memalingkan wajahnya keluar jendela
Leo malah tertawa mendengar omelan Dara membuat Dara mendengus kesal
"Sayang aku cuma mau bikin kamu cemburu" ucap Leo setelah selesai tertawa
"Dan berhasil, ya selamat" sarkas Dara
"Kalo pun kamu beneran suka sama dia aku gak apa apa, aku mundur asal kamu bahagia" lanjutnya masih tidak ingin menatap Leo
"Hei kenapa ngomong gitu, aku gak bermaksud" Leo menepikan mobilnya
"Udah stop gk usah ngomong apa apa lagi sekarang jalan lagi" ucap Dara malas
"Gak mau, sebelum kamu gak marah lagi"
"Kamu yang bikin aku marah, ya udah aku keluar" Dara hendak keluar tapi Leo menahan tangannya
" lepas" Dara menatap Leo lebih tepatnya memelototi Leo
"Kalo gak mau gimana? " Leo melepas sabuk pengamannya dan mulai mendekat kearah Dara
"Mau ngapain? jangan gila disini ada Cia" Dara mendorong Bahu Leo yang terus mendekat
"Dia udah tidur dari tadi" Cia memang sudah tidur dari tempat parkir tadi karena kekenyangan
Cup
Cup
Cup
Leo mencium bibir Dara bertubi tubi membuat Dara menjadi bungkam
"Masih marah? atau mau lebih? " goda Leo menaik turunkan alisnya
"Gak, sekarang jalan"
"Gak nya itu gak apa? gak marah lagi atau gak mau lebih? " Leo semakin menggoda Dara
"Gak dua duanya" jawab Dara lalu memalingkan wajahnya
Percayalah sekarang wajahnya sudah memerah seperti kepiting rebus
Leo mengacak pelan rambut Dara sebelum melanjutkan perjalanannya
__ADS_1