
"Dara.... dara... " teriak Nindy seperti anak kecil uang ingin mengajak main
"Apa sih teriak teriak kayak di hutan tau gak" jawab Dara yang menghampirinya
"Gue mau langsung to the poin aja" ucap Nindy
"Apa? "
"Bujuk kak Leo supaya pergi ke Amerika sama gue, please banget sekalian kita jalan jalan disana bisa shoping ayolah ya.. ya.. ya" Nindy memegangi tangan Dara
"Mau apa jauh jauh ke Amerika? " tanya Dara
"Mommy sakit katanya mau ketemu sama gue, tapi kayaknya kak Leo gak mau ikut karena kecewa mommy gak sebut nama dia padahal dia kangen mommy dari kecil"
"Kasihan Leo tapi gue ragu, apa gue bisa bujuk dia lo tau sendirikan dia itu keras kepala" ucap Dara
"Ya makanya gue ngomong sama lo karena dia gak mau dengerin omongan gue, please ya"
"Gue coba, tapi kalo gak berhasil gue gak bisa apa apa"
"Gue yakin kak Leo akan dengerin omongan lo"
"Jadi lo kesini cuma mau ngomongin ini? " tanya Dara
"Gak sih gue juga mau numpang makan "
"Apa Bryan jatuh miskin sekarang sampe istrinya numpang makan di rumah orang? " goda Dara
"Sial lo ngatain suami gue miskin, gue kangen aja makan sama lo"
"Alasan"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setelah makan siang Damar memanggil Wina untuk masuk ke kantornya
Wina masuk dengan membawa laporannya yang belum selesai
dengan ragu dia masuk takut Damar marah karena laporannya belum selesai juga
"Damar maaf laporannya belum selesai juga" lirih Wina menunduk
"Emangnya siapa yang mau tanya laporan? " sejenak Wina mengingat sesuatu
"Aku cuma manggil kamu kesini gak nyuruh bawa laporan kan? " ucap Damar
"Iya juga sih" Wina manggut manggut
"Masuk ke kamar itu dan carikan aku dokumen penting buat rapat nanti sore" titah Damar Wina hanya menurut saja
Masuk ke kamar itu mencari dokumennya
Wina membuka lemari dan laci namun tidak ada apapun disana
"Damar dokumennya seperti apa? " teriak Wina
Namun Wina di kejutkan dengan sebuah tangan yang melingkar di pinggangnya
"Akkhh " pekik Wina
Sebenarnya saat Wina mencari dokumennya Damar juga masuk dan mengunci pintunya
Damar memeluk tubuh Wina dan menyembunyikan wajahnya di Tengkuk Wina
"Damar lepas, geli" Wina mengguncang tubuhnya
"Tadi manja manja coba sekarang " Damar membalikkan tubuh Wina
"Ohh tadi ya.. tadi aku cuma kesel aja"
__ADS_1
"Jadi kalo gak kesel gak mau manja manjaan kayak tadi? " ucap Damar mengusap wajah Wina dengan telunjuknya juga mengusap telinganya
Wina memejamkan matanya gelenyar aneh itu kembali ia rasakan
Damar mendekatkan wajahnya dan mencium Wina
ciumannya menjalar ke pipi telinga dan lehernya
Wina mendadak lemas di buatnya Damar menuntun Wina ke ranjang
Tok tok tok
"****" umpat Damar saat pintu kamarnya di ketuk
"Damar buka ini papa"
"Gangu aja" Damar bangkit dan membuka pintu
"Papa ganggu aja" Damar membuka pintu
Papa Damar mengintip kedalam mereka mengira Damar bersama wanita lain
namun ternyata dia melihat Wina beringsut membenarkan roknya
membuat papa Damar cengir kuda
"Maaf nak papa ganggu dulu ya, ada meeting dadakan" Wina hanya senyum dan mengangguk dengan wajah yang memerah
"Benerin dulu bajunya Damar" ucap papanya melihat baju Damar yang sudah tidak beraturan
"Iya.. papa pergi duluan nanti Damar nyusul" Damar kemudian menutup pintunya
"Dasar anak kurang ajar, jangan lama" hardik papanya
Damar membenarkan bajunya lalu menghampiri Wina
"Jangan kecewa gitu dong" goda Damar
"Aku gak bisa lanjutin sekarang bakal lama, nanti malam aku janji bakal puasin kamu" ucap Damar menaik turunkan alisnya
"Ihh apaan sih" Wina memukul dada Damar lalu keluar dari ruangannya dengan menggerutu
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
pukul tujuh malam Leo baru saja pulang dia benar benar lelah dengan pekerjaan hari ini
dia langsung ke kamar dan menjatuhkan dirinya di ranjang
"Mandi dulu baru tidur" ucap Dara
"Ngapain mandi kamunya kan lagi marah gak akan ada yang cium juga" jawab Leo
Dara teringat perkataan Nindy tadi siang dengan perlahan dia duduk di sebelah Leo yang sedang memejamkan matanya
"Sayang mau aku sediakan air panas? " ucap Dara membuka satu persatu kancing kemeja Leo
"Kamu lagi goda aku? " Leo menangkap tangan Dara
"Aku cuma mau kamu mandi" Dara kembali membukakan kancing baju Leo
"Kamu udah gak marah? " tanya Leo yang hanya di jawab dengan menggeleng oleh Dara
"Apa kamu menginginkan sesuatu? " tanya Leo yang tidak biasanya Dara mengambil inisiatif menggodanya
Dara duduk di atas Leo dan tidur di dada bidangnya dengan melukis abstrak di sebelah dada Leo
"Aku mau ketemu mommy boleh? " tanya Dara
"Ini pasti kerjaan Nindy" ucap Leo dingin
__ADS_1
"Tapi sayang aku bener bener mau ketemu mommy kamu gak mau kenalin aku sama mommy? " kini wajah Dara berada di atas wajah Leo
"Dia aja gak kenal sama aku apa lagi kamu, jangan aneh aneh"
"Kalo kamu goda aku buat hal ini kamu gagal" ucap Leo
Dara menunjukkan wajah kecewanya dan turun dari pangkuan Leo
Dara tidur membelakangi Leo
Leo menghela nafas kasar pindah kebelakang Dara
Leo memeluk Dara dari belakang
"Aku cuma mau ngerasain kayak orang orang punya mertua" Dara terisak
"Hey jangan nangis, kenal atau enggaknya mommy itu gak akan ngerubah apapun" Leo membalikkan tubuh Dara
"Ya udah gak usah, mungkin kamu malu kenalin aku sama mommy" Dara kembali membelakangi Leo
"Gak gitu sayang" Leo memeluk Dara namun dia tepis
"Buktinya gitu, dari dulu aku juga udah bilang kalo kita gak selevel, aku gak pernah layak sama kamu"
"Astaga... gak gitu"
"Aku cukup tau"
"Oke oke kita ikut jangan nangis lagi" Leo mengusap air mata Dara
Dara memeluk Leo dan bersorak di dalam hatinya
sungguh cara yang licik mengandalkan kelemahan Leo untuk bisa ikut menemui mommynya
"Ternyata kelemahannya adalah air mataku" batin Dara senyum senyum sendiri memeluk Leo
Ketika Leo sedang mandi
Dara menelpon Nindy untuk memberi tahu tentang hal ini
"*Hallo Nindy gue berhasil bikin Leo mau ikut"
"What... gue seneng gue seneng banget lo emang bisa di andalkan"
"Jadi kapan jadwal kita kesana? " tanya Nindy
"Kata Leo kapanpun gue mau"
"Besok.. lebih cepat lebih baik"
"Lo gak becanda kan masa langsung berangkat besok kita harus berkemas"
"Yaudah lusa, sekalian ajak Wina siapa tau dia bakal honeymoon" jawab Nindy
"Si Wina udah di unboxing belum ya? " tanya Dara
"Gue rasa dengan sifat Damar yang kayak gitu mungkin dia udah di hajar habis habisan" jawab Nindy
"Iya gue rasa*"
"Telepon siapa sayang? " tanya Leo yang baru keluar kamar mandi
"Ini Nindy kita lagi bahas Wina"
"oohh, jadi kapan mereka berangkat? " tanya Leo
"Lusa"
"Oke lusa aku kosongkan jadwal"
__ADS_1
"Makasih sayang"