Dijodohkan Dengan Ketos Galak

Dijodohkan Dengan Ketos Galak
eps 63


__ADS_3

Pagi pagi sekali handphone Nindy berdering di kamarnya


Bryan yang baru saja keluar dari kamar mandi mengambil handphone Nindy dari atas nakas


"Nomor baru" gumam Bryan


Bryan membawa handphone Nindy ke dapur karena si empunya handphone sedang memasak


dengan masih berbalut handuk Bryan memeluk Nindy yang sedang memasak


sontak Nindy berbalik menghadap Bryan


"Ngagetin deh" ujar Nindy


"Pagi" Bryan mencium bibir Nindy sekilas


"Tadi ada nomor baru telepon" Bryan menyerahkan handphonenya pada Nindy


"Kenapa gak di jawab? " tanya Nindy


"Keburu mati" jawab Bryan sambil berjalan kembali ke kamar


Nindy yang penasaran menelpon kembali nomor tersebut


2 kali 3kali tidak di jawab juga akhirnya Nindy menyimpan kembali handphonenya dan kembali memasak


...Ddrrtt ddrrtt...


"Hallo" nomor tersebut menelpon kembali dan Nindy segera menjawabnya


"*Halloo? " Nindy kembali bicara


"Mamaaaaaa*" terdengar suara Cia yang bersemangat


"*Nak kamu dimana? "


"Aku sama grandpa ma"


"Grandpa siapa? jangan main main nak, mama jemput sekarang"


"Mama gak usah khawatir kakak baik baik aja ma, kakak jalan jalan jauuuuuuuh banget naik pesawat mau ketemu grandma*"


"Kakak" gumam Nindy berlinang air mata


Nindy merasa bahagia mendengar Cia masih hidup dan baik baik saja


dia juga mengganti panggilannya menjadi kakak karena tau dia akan memiliki adik


Nindy tidak menjawab dia masih terngiang ngiang mendengar kata kakak yang di ucapkan cia


"Ma.. mama dengerin kakakkan? " ucap Cia dari sebrang telepon


"*Iya sayang, pulang nak mama khawatir sama kamu, kamu baik baik aja kan? "


"Baik sangat sangat baik, Cia seneng sama grandpa bisa kabulin apa aja permintaan kakak" celoteh Cia


"Kakak sayang kasih tau dimana kakak nanti mama jemput ya"


"Kakak gak tau ma, coba tanya grandpa "


"Kasih handphonenya nak, mama mau bicara"


"Kata grandpa gak mau ma"


"Kasih tau grandpanya anterin Cia pulang ya, mama kangen nak" Nindy terisak menahan agar suara tangisnya tidak di dengar Cia


"Kata grandpa nanti malam mau ketemu mama, tapi jangan bilang siapa siapa" Cia bicara berbisik di akhir kalimatnya


"Iya sayang iya, bilang sama Grandpa nanti share lokasinya"


Tiba tiba telepon terputus


"Hallo.. hallo nak"


Pertahanan Nindy* roboh dia terduduk memegangi dadanya


rasa rindu dan kekhawatirannya pada Cia terobati meskipun masih ada rasa cemas yang menghinggapi nya


dia takut semua ini hanya jebakan dari orang orang jahat itu


Bryan yang baru saja keluar kamar berlari menghampiri Nindy yang menangis tersedu


dia segera membawa Nindy ke dalam pelukannya


"Ada apa? " tanya Bryan


"Cia.. cia.. "


"Kenapa dengan Cia? "


Nindy menceritakan semuanya dengan terperinci


Bryan mengernyitkan keningnya mendengar kata grandpa dan grandma


sesaat Bryan hanya mematung mendengarkan Nindy yang berbicara sambil tersedu sedu


"Ikut aku" Bryan menuntun tangan Nindy keluar


"Kita mau kemana? "


"Menemui Leo"


Sesampainya di kediaman Damar keluarga mereka sedang sarapan pagi


mereka semua serempak menoleh ke arah Bryan dan Nindy yang baru saja datang


"Pagi semua" sapa Bryan

__ADS_1


"Tumben pagi pagi udah kesini" ucap leo


"Gue ada perlu sama lo"


Setelah sarapan mereka membahas semua yang di bicarakan Nindy


disana hanya ada Roy, Leo dan Bryan sementara Nindy bersama orang tua Damar di lantai bawah


"Siapa yang di sebut grandpa dan grandma? apa mungkin Mark dan istrinya? tapi setauku Mark tidak pernah menikah" Leo berpikir keras


"Itu dia bukannya ayah mu sudah meninggal? " tanya Bryan


"Ada apa sebenarnya di balik ini semua" gumam Leo


"Coba putar rekaman CCTV yang waktu itu" titah Leo pada Roy


"Liat ini" mereka kembali menonton rekamannya


"Kenapa bisa Cia terlihat akrab bahkan tidak takut sama sekali pada Mark? " gumam Bryan


"Kita harus membuat jebakan untuk Mark nanti malam"


Malam pun tiba anak buah Leo sudah siaga di tempat persembunyian


Nindy terlihat berjalan sendiri kearah rumah yang di beritahukan Mark


penjaga membukakan pintu untuk Nindy


"Tidak banyak penjagaan" bisik Nindy pada alat komunikasi yang terpasang di balik bajunya


"Mamaaaaa" terdengar suara Cia yang memanggil Nindy di sebuah ruangan


Nindy mengikuti asal suaranya dan masuk kesalah satu pintu disana


ruangan luas tanpa benda apapun hanya ada Cia yang di gendong seorang pria


"Kau? " Nindy melihat dengan jelas wajah Mark


"Mamaaaaa " Cia berlari memeluk kaki Nindy


"Apa yang kau inginkan? " teriak Nindy menyembunyikan Cia di balik tubuhnya


Mark tidak menjawab dia hanya memandangi Nindy dengan tatapan yang sulit di artikan


Mark perlahan mendekat dan Nindy perlahan mundur


"Stop.. jangan mendekat" Nindy memberi peringatan pada Mark


"Stooopppp... lepaaassss" teriak Nindy


Mendengar teriakan Nindy Leo dan anak buahnya masuk dan berhasil mengalahkan anak buah Mark yang tidak terlalu banyak


Brraakk


Pintu itu di dobrak oleh Leo yang langsung menodongkan senjatanya


"Damar bawa Cia pergi" Damar segera menggendong Cia keluar


"Lepaskan istriku" teriak Bryan melihat Mark memeluk erat Nindy


"Lepaskan adikku sialan, atau aku tembak" mendengar suara Leo Mark melepaskan Nindy


Dia berjalan mendekati Leo dengan menarik lembut tangan Nindy


"Drama apa yang sedang kau mainkan Mark? " tanya Leo sinis


"Apa yang kau inginkan? " lanjut Leo


"Anak kesayangan Gerald Alexander, sikapnya sama persis dengan ayahnya" sarkas Mark


"Apa yang kau bicarakan? jangan bertele tele cepat lepaskan adikku" bentak Leo


"Adikmu? dia adikmu? dia anakku" Mark menunjuk Nindy


"Jangan membual, siapa pun tidak akan percaya" ucap Leo


Nindy hanya menangis ketakutan tubuhnya gemetar tidak dapat bicara apapun lidahnya terasa kelu


"Terserah apa katamu Leo tapi Cecilia adalah anakku" Nindy berusaha melepaskan tangannya yang di genggam Mark


"Dia bukan Ceciliamu, dia adik kecilku" teriak Leo


Mark melemparkan sebuah amplop kehadapan Leo


dia membukanya didalamnya terdapat poto, hasil tes DNA


Leo melihat poto itu satu persatu dimana ibunya sedang berpoto dengan Mark dan terlihat sangat dekat bahkan ada poto poto yang memperlihatkan keduanya sedang berciuman tanpa mengenakan pakaian


Leo meremas semua poto poto itu


"Ini bisa saja hanya akal bulus mu" ucap Leo dengan urat urat yang menonjol meremas semua bukti itu


"Ayahmu membuat kami terpaksa harus berpisah" ingatan Mark kembali ke masa silam


Flashback on


Mark dan Carolina adalah sepasang kekasih


Mark sangat menjaga dan menghormati Carolina sebagai seorang perempuan sampai suatu insiden terjadi


Mark menemukan Carolina tergeletak di apartemennya tanpa menggunakan sehelai benang pun


Wajah dan tubuh Carolina banyak memar juga ada darah di sepreinya


Mark mengangkat Carolina dan menyelimutinya


sesaat kemudian Carolina sadar dia memijat kepalanya yang terasa berdenyut

__ADS_1


"Kau baik baik saja? " tanya Mark


Bukannya menjawab Carolina menangis histeris mengingat apa yang terjadi semalam dengannya


Mark mencarikan baju untuk Carolina dan menyuruhnya berpakaian


"Pakai dulu baju mu" lalu Mark keluar dari kamar Carolina


Setelah berpakaian Carolina keluar dari kamar dan menghampiri Mark yang duduk di sofa


tanpa bicara Mark membawa p3k dan perlahan mengobati memar di wajah dan tubuh Carolina


"Siapa dia? " tanya Mark namun Carolina tidak menjawab


"Siapa bajing*n itu? " tanya Mark kembali


"Aku.. aku tidak mengenalnya, dia tinggal di sebelah apartemenku" Carolina menangis tersedu dia tidak bisa berbicara lebih banyak lagi


Mark yang geram segera pergi dari sana dan menggedor pintu apartemen Gerald


Seseorang membuka pintu dengan hanya menggunakan celana pendek dengan bertelanjang dada


mark mendorongnya masuk dan menghajar Gerald tanpa basa basi


"Stop.. stop... " teriak seorang wanita dengan lingerie seksinya


"Kau telah merusak wanitaku, dasar bajingan akan ku habisi kau disini" Mark terus saja memukuli Gerald


"Wanitamu yang mana? aku tidak mengerti" jawab Gerald dengan senyum merendahkan


"Beraninya kau" Mark kembali menghajar Gerald


"Pergi dari sini atau kau juga akan ku habisi" ucap Mark pada wanita seksi itu


Mark membawa Gerald yang sudah babak belur ke kursi dan mengikatnya


"Kenapa kau menyakiti wanitaku? " Mark mencengkram wajah Gerald yang masih saja tersenyum mengejek


"Wanitamu yang mana? "


"Wanita sebelah apartemenmu, yang kau siksa dan kau perkosa bajingan" Mark berteriak tepat di hadapan Gerald


"Aku kira dia wanita yang aku pesan, aku hanya salah kamar, dia berpenampilan seksi dan pintu apartemennya pun tidak di kunci jadi wajar saja aku.. ahh sudahlah haha" Mark bisa mencium bau alkohol dari Gerald sepertinya dia sedang mabuk berat


"Hanya kau bilang hanya salah kamar? " Mark mencengkram wajah Gerald semakin kuat


"Aku sudah memberinya uang dia menolak aku kira dia j*l*ngku " Gerald dengan santainya bicara seperti itu


"Apa kau tidak punya hati nurani saat dia meminta pertolongan? kau iblis " Mark kembali meninju wajah Gerald


Singkat cerita sebulan kemudian Mark dengan telaten merawat Carolina yang sedang sakit


hingga akhirnya Mark membawa Carolina ke dokter


hasil pemeriksaan dokter membuat Mark dan Carolina tercengang


Mark pergi dari ruangan itu meninggalkan Carolina sendiri


Setelah menyendiri cukup lama Mark memutuskan untuk kembali menemui Carolina dan akan bertanggung jawab untuk anak yang dikandungnya yaitu Leo


"Biarkan aku yang bertanggung jawab " ucap Mark


"Tidak aku tidak pantas bersamamu, aku wanita kotor aku wanita kotor" Carolina menggeleng seraya menangis


"Tapi aku akan tetap menyayangi kalian meskipun anak itu bukan anakku"


Tok tok tok


Percakapan mereka terhenti saat mendengar pintu di ketuk


Carolina membuka pintu ada 4 orang laki laki di hadapannya


salah satunya adalah orang yang melecehkannya


"Boleh kami masuk?" ucap pria paruh baya


Carolina mempersilahkan mereka masuk dan Carolina menyuruh mark pergi meskipun mark menolak dan bersikeras untuk bertanggung jawab


"Saya sudah tau semuanya dan saya selaku orang tua akan mempertanggung jawabkan kesalahan anak saya" ucap ayah Gerald


Carolina hanya mematung dia memandang wajah laki laki yang kini tengah menunduk


'Bajingan' gerutu Carolina dalam hati


"Bagaimana? apa anda bersedia menikah dengan anak saya? " tanyanya lagi


"Tidak tuan lebih baik saya tidak pernah menikah dengan orang seperti iblis" jawab Carolina


"aku tau kau sedang hamil, lantas siapa yang akan menjadi ayahnya? apa kau akan membiarkan anakmu lahir tanpa seorang ayah? apa kau akan tega membiarkan laki laki lain bertanggung jawab yang bukan anaknya? "


"Aku anggap diammu sebagai jawaban iya" ucapnya


singkat cerita pernikahan terpaksa itu berjalan dingin selama tiga tahun


selama itu Carolina merasa kesepian dengan sikap dingin dan tidak menganggap Carolina ada hingga dia kembali menjalin hubungan dengan Mark


Hubungannya dengan Mark menjadi panas saat Carolina dan Gerald sudah menikah hingga sering melakukan hubungan suami istri di belakang Gerald


menginjak pernikahan yang ke tiga tahun Gerald sedikit demi sedikit dapat membuka hatinya untuk Carolina begitupun sebaliknya


Baru saja seminggu mereka menjalani rumah tangga yang normal Carolina hamil dan anak yang di kandungnya bukanlah anak Gerald melainkan anak Mark


Saat Mark ingin memastikan hubungannya dengan Carolina namun Carolina lebih dulu memutuskan hubungannya karena mulai jatuh cinta pada Gerald


Dendam Mark masih membara apalagi setelah dia masuk ke keluarga ayah Gerald


setiap hari melihat keharmonisan dan kemesraan Gerald dan Carolina membuatnya gelap mata untuk menghancurkan keluarga itu

__ADS_1


Flashback off


__ADS_2