
Nindy mengerjapkan matanya saat terbangun dari tidur
dia bergegas melakukan kewajibannya beribadah
setelah itu membangunkan bryan untuk melakukan sembahyang juga
rasa sakit itu hilang saat dia bangun tidur
"Sayang aku kekantor pagi pagi sekali hari ini, ada meeting jam 7 pagi aku harus menyiapkan materinya, doain ya biar proyeknya aku yang dapat" ucap Bryan mengelus kepala Nindy dan mencium keningnya
"Doaku selalu menyertaimu" ucap Nindy memasangkan dasi pada Bryan
"Apa ada jadwal keluar hari ini? kalo ada tunggu aku pulang makan siang" ucap Bryan
"Gak ada aku akan tinggal di rumah aja hari ini"
"Oke.. biar Cia di antar supir ya aku harus berangkat pukul 5:30 " biar gak macet di jalan" ucap Bryan
"Sarapan kamu gimana? " tanya Nindy
"Mungkin setelah atau sebelum meeting"
"Aku buatin bekal aja ya, takutnya kamu sibuk gak sempet cari makan nanti" ucap Nindy
"Istriku emang yang terbaik"
...'ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bangun tidur Wina memeluk Damar yang tidur membelakanginya
Wina menarik tangannya yang melingkar di pinggang Damar
"Tidurpun bahkan dia gak peluk aku, mungkin dia emang gak suka sama aku" lirih Wina hendak bangun dari tempat tidur namun sebuah tangan menahan pinggangnya
"Kamu mau banget di peluk ya? " goda Damar menarik tubuh Wina hingga terjatuh di dadanya
"Siapa yang mau di peluk? ngaco deh" ucap Wina salah tingkah
"Ohh.. jadi barusan aku salah dengar? " tanya Damar
"Mm.. mung.. mungkin" ucap Wina tergagap
"Berarti sia sia aku meluk kamu semalaman kalo kamunya gak mau di peluk" ucap Damar pura pura kecewa
"Gak gitu, aku gak tau kamu peluk aku semalam" Wina menahan tangan Damar yang hendak melepaskan pelukannya
"Kalo tau emang kamu mau apa? " goda Damar
"Isshh nyebelin" Wina menghempaskan tangan Damar lalu pergi ke kamar mandi
"Wina gak mau peluk lagi? " teriak Damar
"Gak mauuu" teriak Wina dari kamar mandi
"Mandinya cepetan kita harus pulang" ucap Damar
"Iyaaaa''
Wina sudah keluar dari kamar mandi dengan bathrobenya
Damar menatap Wina dari atas sampai bawah
Wina mengangkat sebelah alisnya seolah mengatakan 'apa'
" Kamu mau pakai baju disini? " tanya Damar
__ADS_1
"Gak, aku mau ganti di kamar mandi" ucap Wina seraya membuka lemari
"Kenapa gak disini aja? " Wina tersentak saat suara Damar berada persis di samping telinganya
"Ahh.. kamu kapan kesini? " pekik Wina terkejut
"Jangan mendes** kita harus kekantor hari ini" goda Damar dengan berbisik
"Maksudnya apa? apa hubungannya sama kantor" tanya Wina yang lemot
"Hah gak ada, aku mau mandi" ucap Damar frustasi lalu masuk ke kamar mandi
Mereka berdua pergi ke kantor bersama sama
di kantor mereka menjadi perbincangan hangat beberapa hari ini
apa lagi Wina yang di anggap beruntung dapat menikah dengan atasannya
"Selamat pagi bapak, ibu" ucap setiap karyawan yang mereka lewati
"Aku risih dan gak terbiasa" gumam Wina
"Biasakan tegakkan tubuh kamu biar kelihatan berwibawa" ucap Damar menggandeng tangan Wina
"Perhatian semuanya" ucap Damar membuat para karyawan diam di tempat
"Sekarang Wina adalah istri saya tolong hormati dia seperti kalian menghormati saya, dan tolong bantu dia jika ada yang tidak di mengerti dalam perkerjaannya" lanjutnya
"Baik Pak" ucap mereka serempak
"Enak banget ya hidupnya gagal nikah sama ikan teri malah dapet ikan kakap" sindir salah satu staf yang memang tidak suka melihat kedekatan Wina dan Damar sejak awal
"jangan asal ngomong kalo di denger bapak di PHK baru tau lo" ucap yang lain
"Emang bener kan? trik apa coba yang dia pake biar bisa dapetin hati bos kita" ucapnya lagi semakin keterlaluan membuat semua staf menjauhinya karena takut terkena masalah
Wina memikirkan cara untuk membuat mulut nyiyirnya itu jera
kebetulan Damar lewat bersama sekretarisnya hendak melakukan meeting di luar
"Sayang? " Wina berteriak melambaikan tangannya
Damar mengerutkan keningnya mendengar Wina memanggilnya sayang
namun berjalan mendekat
"Sayang makan siang ada waktu? " ucap Wina dengan manjanya mengelus dada Damar
"Aku usahakan, kamu mau sesuatu? " tanya Damar melihat sikap Wina yang aneh
"Aku cuma mau makan siang sama kamu, bisakan? " ucapnya lagi kini menempelkan kepalanya di dada Damar dan mengelus dadanya
"Iya aku akan batalkan meeting waktu jam makan siang"
"Makasih sayang... muach'' Wina mengecup pipi Damar di hadapan para staf membuat Damar tercengang
Damar dapat melihat arah pandangan Wina pada Seorang staf yang memandang sinis ke arah mereka
Damar tau Wina sedang membuat seseorang cemburu
" Cuma karena itu kamu buat meeting aku telat? kamu harus membayarnya " bisik Damar sesaat kemudian memagut bibir Wina
Wina yang mendapat serangan dadakan tidak bisa menolak
Wina memukul mukul dada Damar karena menciumnya untuk waktu yang lama
__ADS_1
Sorak sorai para staf memenuhi ruangan itu bahkan ada yang memotret untuk jadi bahan gibah di grup whatsapp
"Semua kembali bekerja" ucap Damar setelah melepaskan pagutannya
"Benar benar argghhh" gumam Wina yang wajahnya sudah memerah karena malu
Wina berjalan ke kursi staf yang tadi nyinyir padanya
dia duduk di sudut mejanya mengayunkan kakinya
"Begitu caranya biar bisa dapet ikan kakap, deketin pepet teroos sampe dapet kalo perlu naek ke ranjangnya" Ujarnya membuat staf itu bungkam seribu bahasa
Staf lain mulai berbisik bisik melihat Wina menjawab langsung sindiran di depan wajahnya
"Coba deh siapa tau dapet ikan kakap atau kalo enggak salmon, patin, gabus, lele mungkin juga ikan nila, kalo gak di coba gak bakal tau kan" ucap Wina lalu kembali ke kursinya
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Leo sedang di perjalanan menuju rumah Nindy
Untuk memberikan informasi tentang ibu mereka
meskipun merasa kecewa mommynya tidak mengingat dirinya tapi dia tidak tega jika harus membiarkannya sakit ingin bertemu Nindy
Sesaat kemudian dia sudah sampai di halaman rumh Nindy
Tok tok tok
"Bi tolong lihat siapa yang datang? " ucap Nindy
"Siapa bi? " tanya Nindy saat melihat bibinya kembali
"Tuan Leo"
"Lo makan mulu perasaan badan udah bengkak juga" ledek Leo mengambil cemilan di tangan Nindy
"Bengkak apaan orang gue langsing kok" ucap Nindy mengerucutkan bibirnya
"Mata lo langsing"
"Apaan sih ahh datang datang rese"
"Gue ada kabar tentang mommy" ucap Leo
"Mommy kenapa? " tanya Nindy panik
"Mommy sakit dia pengen ketemu sama lo, Roy dapet alamatnya dari Mark"
"Apa kita akan kesana? " tanya Nindy
"Lo aja yang kesana, gue gak bisa banyak kerjaan" ucap Leo
"Tapi kak dia orang tua kita, bukanya kakak pengen ketemu sama mommy dari dulu? " tanya Nindy
"Dia cuma pengen ketemu sama lo dia gak pernah inget sama gue, udah gue cuma mau bilang itu aja jaga kesehatan kandungan lo... gue balik" ucap Leo seraya mengacak pelan rambut Nindy
"Kak dengerin gue dulu" Nindy mengejar Leo
"Gak, keputusan gue udah bulat lagian Dara lagi hamil gak bisa di tinggal" Ucap Leo benar-benar pergi dengan mobilnya
"Kak Leo pasti kecewa" lirih Nindy
Nindy bergegas ke rumah Dara di antar Supir
dia harus bisa membujuk Leo agar ikut menemui ibunya
__ADS_1
Nindy ingin keluarganya berkumpul dan bahagia
dia harus membujuk Leo lewat Dara