Dijodohkan Dengan Ketos Galak

Dijodohkan Dengan Ketos Galak
eps 92


__ADS_3

Pagi itu Leo mendesah berat pasalnya Dara tak mau melepaskannya pagi itu


bukan karena berc***a tapi Dara selalu ingin memainkan adik kecilnya di waktu waktu tertentu


"Dia sangat lucu" ucap Dara yang bersandar di dada Leo


"Sayang kenapa kamu jadi seperti ini? " tanya Leo yang heran dengan perubahan sikap Dara yang manja


"Seperti apa? "


"Akhh aku gak bisa tahan ini sayang"


"Mau kemana? " tanya Leo


Saat Dara melepaskannya dan pergi ke kamar mandi


"Mau mandi emang di kamar mandi mau apa lagi? masak? " jawab Dara


"Selalu saja menggantung, sangat menyiksa" gerutu Leo dan akhirnya mengikuti Dara ke kamar mandi


"Kamu mau apa? " pekik Dara saat Leo ikut masuk


"Mau nerusin yang tadi" Leo Menyeringa memepetkan Dara ke dinding


"Gak mau"..


" Ayolah sayang" Leo menutup pintu kamar mandinya


.


.


Nindy dan Cia sedang di perjalanan menuju kantor Bryan


di tengah perjalannya dia melihat pria yang pernah dia antar waktu di minimarket


seperti sedang menunggu sesuatu


"Tuan anda sedang menunggu seseorang? " tanya Nindy


"Ya saya sedang menunggu angkutan umum" jawabnya


"Saya antar" Nindy menawarkan diri


"Tidak usah, saya tidak mau merepotkan"


"Tujuannya kemana? " pria itu memberikan alamat di selembar kertas


"Ini kantor suami saya, saya juga mau kesana kita sama sama saja"


Akhirnya pria itu masuk di kursi belakang


"Mama kenal? " tanya Cia


"Gak juga, tapi mama pernah ketemu di minimarket"


"Kata mama jangan bicara sama orang asing tapi kenapa mama membawa om ini? " celoteh Cia


"Emmhh om ini perlu bantuan sayang dan dia sepertinya orang baik"


"Tuan apa tujuan anda ke kantor ini? " tanya Nindy


"Saya sudah 2 hari kerja disini sebagai Scurity" jawabnya


"Siapa namamu? " tanya Nindy


"Ashok"


"Sudah sampai" Nindy memarkirkan mobilnya


"Terimakasih nyonya" ucap Ashok saat mereka sudah turun


Ashok menatap punggung Nindy yang berjalan masuk ke kantor


sekilas dia seperti melihat seseorang di masa lalu saat melihat Nindy


"Sekilas dia nampak seperti Carolina" gumamnya


Ya Ashok adalah pria yang di sebut Mark tempo hari membawa kabur bayinya atas permintaan carolina


dia tidak kembali saat kejadian itu dia bersembunyi karena sangat hafal karakter Mark yang tidak lain adalah mantan bosnya


Flashback on


Saat tabrakan itu terjadi mobil yang di bawa Dion diikuti sebuah mobil


itu mobil anak buah Mark yang tidak lain adalah Ashok


Ashok di perintah untuk membunuh mereka semua tapi misinya melenceng


Ashok melihat Carolina yang tergeletak jauh dari mobil


sepertinya dia merangkak di takutkan mobilnya akan meledak


setengah sadar dia menggendong bayi kecil itu


Ashok menghampirinya menodongkan sebuah pistol


"As.. shok kau ingin membunuhku? " karena selama ini dia berhubungan dengan Mark otomatis Carolina pasti hafal dengan orang kepercayaan Mark


"Ini perintah nona" jawab Ashok dingin


"Kenapa dia tega membunuh darah dagingnya sendiri? " Ashok hanya terdiam Merampas bayi nya, Mark memang terkesan jahat dia ingin menghabisi keluarga Alexander tapi kenapa dia harus membunuh anaknya pula


"Kau boleh membunuhku Ashok tapi tolong jangan sakiti bayiku"


Ashok seketika memandang bayi yang sedang berceloteh melambai lambaikan tangan


Ashok menatap manik mata coklat itu indah


bayi itu tersenyum tanpa di duga menyentuh rahang Ashok yang berjenggot lalu tertawa dengan gemas karena geli Ashok ikut tersenyum melihat wajah bayi itu


Terdengar suara mobil dan derap kaki Carolina juga tidak sadarkan diri


dengan bergegas Ashok membawa bayi itu pergi dari sana


beberapa hari bersama ashok membuatnya kewalahan karena tidak mengerti bagaimana meredakan tangisan bayi, mengganti popok dan menidurkan bayi


"Melelahkan" Ashok menjatuhkan dirinya di sofa setelah menidurkan bayi


"Aku harus secepatnya membawa bayi ini pergi Mark pasti sedang mencariku sekarang" setelah berpikir cukup lama akhirnya Ashok membawa bayi itu terbang ke Indonesia


Mustahil baginya menjaga bayi ini dengan dirinya yang tidak punya tempat tinggal dan tidak punya pekerjaan


Akhirnya Ashok menaruh bayi itu di sebuah panti asuhan

__ADS_1


Pada awalnya dia masih sering memantau di sekitar panti asuhan


tapi entah kenapa bayi itu tidak pernah terlihat lagi


sampai akhirnya Ashok berpikir mungkin bayi itu di adopsi orang


Ashok sempat di kejar oleh orang suruhan Mark dan akhirnya dia bersembunyi di gubuk kecil tengah hutan


Flashback off


.


.


"Kamu mau berangkat? " tanya Dara yang sedang duduk di pangkuan Leo


"Iya, kamu mau sesuatu? " tanya Leo namun Dara menggeleng


Entah kenapa Dara ingin Leo mengajaknya ke kantor tapi Leo tidak juga berkata demikian meskipun Dara sudah lama duduk di pangkuannya


"Udah siang sayang aku harus berangkat" Leo merapihkan anak rambut di wajah Dara


"Sekarang? " Leo mengangguk


"Ya sudah hati hati" lanjut Dara wajahnya menjadi sendu


"Hei kamu mau sesuatu? " Dara mengangkat dagu Dara namun Dara menggeleng


"Sayang hari ini ada meeting penting, aku gak bisa ninggalin kerjaan hari ini" Leo mengira Dara tidak mau dirinya pergi


"Iya pergi aja" jawab Dara


Leo mengecup bibir Dara singkat lalu mengelus pipinya


"Aku berangkat ya, nanti siang aku pulang makan siang sama kamu" belum sempat menjawab handphone Leo berdering dan dia segera menjawab panggilan


"Sayang 30 menit lagi meeting di mulai, aku berangkat" Leo mengecup bibir Dara kembali


"Huh padahal aku mau dia ngajak ke kantor" lirih Dara


Dara turun dari tangga setelah Leo


di bawah Leo tampak sedang berbincang dengan Meira


entah apa yang mereka bicarakan namun tampaknya Meira sangat senang


"Apa yang kamu lihat? " tanya Tamara melihat Dara mematung di tangga


"Kamu cemburu? jangan jadi perusak rumah tangga orang" sinis Tamara


'Apa dia tidak salah? bukannya anaknya yang tidak tau malu itu yang suka jadi pelakor ' Dara membatin


Dara mengacuhkan perkataan Tamara dan melewatinya begitu saja


"Nyonya mau di buatkan sarapan? " tanya inem


"Kenapa kalian memperlakukan anakku dan wanita ini sangat berbeda? " sungut Tamara pada inem


"Karena cuma dia nyonya ku" inem menggandeng tangan Dara dan membawanya ke meja makan


"Apa hebatnya wanita itu" teriak Tamara namun tidak di pedulikan


"Mau makan apa nya? " tanya Inem


Waktu berlalu siang hari sudah terlewatkna Leo lupa janjinya makan siang bersama karena pekerjaan yang sangat sibuk


Sore hari Leo masih belum berdiri dari kursi kerjanya


sampai sebuah panggilan berkali kali menganggu kerjanya


"Apa bi? " tanya Leo sedikit kesal


"Nyonya gak makan dari pagi tuan gak keluar kamar"


Deg


Leo tidak sempat membereskan meja kerjanya dan langsung melesat pulang


sesampai di rumah Dara hanya duduk di ranjang mengayunkan kakinya


"Sayang, maaf aku sibuk tadi" Leo duduk di samping Dara dan memeluknya


"Gak apa apa" jawab Dara


"Kamu belum makan? " tanya Leo


"Udah " bohong Dara


"kata bibi kamu gak makan dari pagi"


"Aku lagi gak nafsu makan"


"Aku suapin ya? "


"Gak usah kamu beresin aja kerjaan kamu" Dara kemudian membelakangi Leo


"Sayang sebenarnya kamu mau apa? Kalo kamu gak ngomong mana aku tau"


"Gak mau apa apa"


"Aku salah tadi siang gak nepatin janji maaf ya" Leo berbaring di belakang Dara sambil memeluk


"Bukan itu" ketus Dara


"Lalu? atau kamu gak mau di tinggal? " kali ini Dara diam


"Jadi bener kamu gak mau di tinggal? yaampun sayang aku kerja gak aneh aneh berani sumpah deh" Dara masih diam


"Kalo gitu besok kamu boleh ikut" mendengar perkataan Leo Dara langsung berbalik dengan wajah yang berseri


"Bener boleh? "


"Iya sayang, jadi kamu ngambek gini gara gra mau ikut ke kantor? " tanya Leo lalu terkekeh


"Kamu gak mau ngajak aku" Dara kembali cemberut


"Gak gitu aku kira kamu lebih nyaman di rumah"


"Jadi besok boleh gak? "


"Boleh sayang boleh" Leo memeluk gemas kepala Dara


"Aku pengap" Dara mencubit lengan Leo yang hanya terkekeh


Setelah berbaikan Dara kembali bersikap manis

__ADS_1


bahkan saat makan malam tidak berhenti tersenyum meskipun dapat sindiran dari Tamara tapi Dara seperti tidak mendengar


hingga Tamara masuk ke kamarnya


"Sayang" panggil Dara merentangkan tangannya


"Uuhh jadi manja banget sih istri aku" Leo memeluk Dara yang masih mengunyah buah di meja makan


"Angkat" ucap Dara dengan nada manja


Leo mengangkat Dara seperti koala di depannya naik ke kamarnya


Dara memeletkan lidahnya pada Meira yang tengah menatapnya kesal


"Kekanak-kanakan" gumam Meira sinis


Baru dua jam Dara tidur setelah di keloni Leo dan seperti biasa memegang sesuatu


Leo sudah berpakaian rapih dengan setelan jasnya


sebelum pergi mencium pipi Dara yang sedang tertidur membuatnya terusik dan bangun


"Mau kemana? " tanya Dara melihat Leo sudah rapih


"Hari ini ada kolega mengadakan acara sayang, aku lupa bilang tadi"


"Berangkat sendiri? " tanya Dara


"I.. iiyya"


"Leo Dara udah tidur? gue tunggu di luar" ucap Meira dari luar setengah berbisik


Membuat Dara menatap tajam pada Leo yang menjadi tersenyum kikuk


"Kamu ajak Meira? " tanya Dara


"Gak sayang, istri kolega aku temennya mobilnya mogok jadi mau nebeng sama aku " jawab Leo dengan ragu


"Kamu gak ngajak aku? " tanya Dara sambil menunjuk dirinya sendiri


"Sayang mereka tau berita kita, apa jadinya nanti kalo kamu ikut kamu juga gak akan nyaman"


"Begitu? jadi kamu lebih memilih pergi bersama Meira? " amarahnya sudah di ubun ubun Dara keluar dari kamar


Membuka kamar Meira tapi Meira sudah di luar dia melihat kunci mobilnya dan langsung mengambilnya ke luar


Dara membuka pintu mobil Meira membuat Meira dan Leo yang baru keluar Tercengang


Dara menyalakan mobil Meira dan ternyata sesuai dugaan mobilnya baik baik saja


Dara keluar dari mobil menuju gudang belakang dan di susul Leo


"Sayang kamu cari apa? " Leo mengikuti Dara


Tidak menghiraukan ucapan Leo Dara membawa tongkat baseball dari gudang


Leo panik bukan main


Prang prang


Dara memukul habis mobil Meira lalu melemparkan tongkat itu kehadapan Leo


"Tadi mobilnya gak rusak sekarang udah beneran rusak, silahkan pergi" ucap Dara lalu kembali masuk


Leo menganga tak percaya melihat kelakuan Dara yang berani


Meira mengelilingi mobilnya yang hancur penyok kacanya pecah


Meira memegangi kepalanya yang terasa ingin pecah


"Ribut ribut apa tadi? " Tamara keluar dan shok melihat keadaan mobil Meira


"Ini kenapa? " tanya Tamara


"Kena meteor" ucap Leo lalu pergi menyusul Dara


Baru saja membuka pintu kamar Dara yang baru keluar dari kamar mandi tiba tiba ambruk


Leo berlari mendekati Dara yang keningnya berdarah karena terkena sudut meja


"Sayang bangun" Leo menepuk nepuk wajah Dara


Terlalu khawatir Leo membawa Dara ke rumah sakit mengacuhkan Meira yang ingin memeriksa Dara


mobil melesat kerumah sakit


"Gimana dok?" tanya Leo yang panik


"Sepertinya masalah serius tuan, bawa istri anda ke bagian obgyn" ucap dokter


Bagai di sambar petir leo segera membawa Dara tanpa berkata kata lagi


dokter hanya tersenyum sambil menggeleng


setelah di periksa di bagian obgyn Dara mulai sadar


"Nyonya kapan hari terakhir haid anda? " tanya dokter


"saya lupa dok tapi sepertinya bulan ini telat beberapa hari atau minggu"


Dokter meletakkan alat USG di perut Dara dan muncullah gambar gambar yang tidak mereka mengerti


Leo mengernyitkan keningnya melihat layar tersebut


"Jadi penyakit serius apa yang di derita istri saya? " tanya Leo panik


"Cukup serius tuan istri anda akan mengalami perut kembung selama 9 bulan" ucap dokter sambil tersenyum


"Penyakit macam apa itu? " tanya Dara


"Anda sedang mengandung nyonya usia kandungan anda baru 6 minggu" ucap dokter


Mata Dara berkaca kaca mendengar penuturan dokter


raut bahagia terpancar dari wajah Leo


"Istri saya hamil dok? " Leo meyakinkan


"Ya tuan selamat" dokter mengulurkan tangan tapi Leo memeluk dokter itu karena sangat bahagia


"Terimakasih dok saya sangat bahagia hari ini" Leo melepaskan pelukannya beralih memeluk dan menciumi pipi Dara


"Kamu dengar disini ada baby" Leo mengusap perut Dara


Dara speechless hanya bisa menangis terharu

__ADS_1


__ADS_2