Dijodohkan Dengan Ketos Galak

Dijodohkan Dengan Ketos Galak
eps 86


__ADS_3

10 menit


15 menit


sampai ke menit 20 Leo merasa ada yang salah dengan tubuhnya


Meira terus mengajaknya bicara tapi Leo jadi tidak fokus


dia berkeringat sesekali mengipas ngupas bajunya


"Kenapa? " tanya Meira


"Gerah kayaknya gue harus pulang" jawab Leo berdiri namun sudah tidak seimbang


"Biar gue bantu" Meira membantu memapah Leo


Meira memapah Leo dan hendak memasukannya ke sebuah kamar namun masih ada sisa kesadaran membuat Leo menepis tangan Meira dan menelpon Roy yang juga sedang di club malam itu


Roy datang membawa Leo keluar membuat Meira menatap nanar punggung mereka yang perlahan menjauh dan menghilang


Meira menjadi kalut dalam pikirannya apa yang akan terjadi pada Dara jika sampai Leo pulang ke rumah yang di tempati Dara


Sesampainya di mansion Leo


Dara sedang menonton TV di ruang tengah pintu tiba tiba terbuka dengan kasar dan muncul Leo yang terlihat berantakan bahkan atasannya sudah polos hanya tinggal celana panjang yang ia pakai


tiga pelayan sampai melongo melihat tubuh tuannya itu bahkan mungkin ilernya sudah pada jatuh


Leo melihat Dara yang sedang menelungkup memakan cemilannya segera menarik paksa tangan Dara hingga berdiri


Dara yang terkejut belum sempat melayangkan protesnya bibirnya sudah di bungkam secara kasar membuat Dara berontak dan memukul mukul Leo


"Kamu bisa berlaku manis sama Reno? tapi kenapa sekarang kamu gak bisa berlaku manis sama aku? " mata Leo terlihat sayu dan memerah


Dara hanya diam


tanpa menunggu Dara bicara Leo mengangkat tubuh Dara seperti karung beras di pundaknya


Dara menjerit meronta meminta tolong pada pelayannya


dia tau sesuatu terjadi pada Leo mulutnya tercium bau alkohol dan Leo memepetkan bagian bawahnya kebagian bawah Dara


membuatnya menyadari sesuatu telah tegak di bawah sana


"Bibi tolong" Dara meronta mengulurkan tangannya


"Tuan tolong jangan" ucapan bibi tertua terpotong kalau Leo menatap tajam kearah mereka


"Menyeramkan, tatapannya seperti iblis" ucap salah satu pelayan


"Iblis itu mungkin akan berkembang biak sekarang" ucap Roy yang baru saja masuk dan menaruh kemeja serta jas Leo yang di tanggalkan di dalam mobil

__ADS_1


para pelayan melongo mendengar ucapan Roy


belum selesai keterkejutannya terdengar jeritan Dara meminta tolong dan meminta Leo sadar dan melepaskannya


"Aku pergi selamat menjadi pendengar setia" ucap Roy melenggang pergi keluar


Bukannya pergi ketiga pelayan itu malah kepo dan naik ke tangga untuk menguping


jeritan jeritan itu terdengar pilu dan tertahan


"Leo aku akan membencimu kalo kamu sampai berani macam macam" teriak Dara


"Aku akan bertanggung jawab, dan setelah ini kamu gak akan bisa kabur lagi'' jawab Leo dengan suara berat dan nafas tersengal


" Aaaa Leo hentikan sebelum semuanya terlambat"


"Leo aku mohon aku akan menurut aku tidak akan kabur lagi"


"Bukan masalah janji Dara aku udah gak bisa tahan, ini menyiksa"


"Kamu menyakitiku"


mereka menghitung berapa kali Dara terdiam mereka berpikir itu adalah jeda yang Leo berikan dan kembali pada Dara


"Ini udah 2 jam, apa nyonya akan baik baik saja? " bibi tertua sangat menghawatirkan Dara


"Sudah 4kali jeda omg tuan sangat kuat" entah pujian atau apa yang di lontarkan inem


"Ayo pergi semoga nyonya baik baik saja" kata sumi setelah tidak terdengar suara Dara menarik kedua pelayan yang masih betah berdiri di pintu kamar Leo


.


.


Dara yang sudah pingsan


setelah puas Leo menjatuhkan dirinya di samping Dara dan tertidur dengan pulasnya


.


.


Keesokan harinya pukul 07:30 Leo bangun lebih dulu


dia menatap wajah Dara yang berantakan dan nampak sembab


Leo menyingkirkan rambut yang mengganggu di wajah Dara


mengecupi wajah Dara tapi tidak membuat tidurnya terganggu


"Maaf sayang" Leo kembali mengecup kening Dara

__ADS_1


Setelah mandi dan bersiap ke kantor Leo turun dari tangga mengancingkan lengan bahunya


Inem dan surti menatap Leo dengan penuh arti


"Tuan sarapan dulu" ucap sumi menabrak bahu dua pelayan yang bengong


"Gak bi saya udah telat, nanti kalo nyonya bangun tolong di bantu ya siapain apapun yang dia mau" ucap Leo menyambar tasnya lalu pergi


"Nem kebayang gak, ganteng, gede, kuat, tahan lama" ucap surti dengan genitnya langsung mendapat tabokan di b*k*ngnya oleh bi sumi


"Aku lebih khawatir sama nyonya" tatapan inem seperti sedang mengawang membayangkan sesuatu


"Ini pasti pertama kalinya buat nyonya terdengar dari jeritannya, duh gimana ya bi" ucap inem pada sumi


"Kalian kerjain kerjaan rumah aku mau jagain nyonya takutnya nanti bangun" sumi langsung pergi ke kamar atas


Lama sumi menunggu di kamar Leo hingga pukul 12 siang


Dara memijat keningnya yang terasa pusing tubuhnya bergetar saat hendak duduk


tatapan bi sumi mengiba, tapi wanita paruh baya ini tidak tau apa yang terjadi semalam dengan tuannya hingga tega memaksa Dara


"Nyonya butuh sesuatu? " tanya sumi


"Minum" suara Dara nyaris tidak terdengar


BI sumi segera menyerahkan satu gelas air dan di teguk hingga tandas


Dara memejamkan matanya merasakan tubuhnya yang terasa remuk dan sakit di bagian bawahnya


tubuhnya bergetar ngilu dan kakinya lemas seperti tidak bertulang


"BI bantu ke kamar mandi" pinta Dara


Bi sumi memapah Dara yang hanya di lilit handuk yang di berikan sumi


Dara di biarkan berendam di air hangat


Dara memejamkan matanya sungguh menderitanya dia walaupun hanya untuk berjalan


Sumi menatap nanar tanda merah di sekujur tubuh Dara


setelah Dara berendam sejenak BI sumi merapihkan tempat tidur dan mengganti seprei


seprei kotor tergeletak di bawah bi sumi memungutnya


bercak darah yang di tinggalkan di seprei bahkan cukup banyak jika itu bekas pertempuran semalam


Bi sumi membayangkan betapa menderitanya Dara semalam saat jeritan jeritan pilu itu dia dengar


bi sumi sampai merinding di buatnya

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN VOTE


__ADS_2