Dijodohkan Dengan Ketos Galak

Dijodohkan Dengan Ketos Galak
eps 103


__ADS_3

Sudah dua hari Leo tidak pulang dan dua hari juga Dara tidak mengangkat telepon dari Leo


bahkan tidak mau membaca pesannya sekali pun


Leo selalu menghubungi para artnya untuk menanyakan keadaan Dara


"Bi nyonya lagi apa? " tanya Leo pada inem


"Nyonya lagi di depan nyiram bunga tuan"


"Saya mau bicara tolong kasih dulu ke nyonya"


"baik tuan"


"Nyonya tuan mau bicara" inem mengulurkan handphonenya


"Saya gak mau bi"


"Tapi nyonya "


"Bi saya gak mau bibi aja yang ngomong"


"Tuan nyonya bilang"


"*Iya saya sudah dengar, loudspeaker bi"


"Sudah tuan"


"Sayang jangan marah lagi ya, maaf aku gak bilang dulu kemarin.. aku pikir kalo bilang kamu gak bakal izinin aku pergi maafin aku ya, dua hari lagi aku pulang kamu mau aku bawain apa*? " Leo bicara panjang lebar


"Gak pulang juga bodo amat" sahut Dara


"Bener nih gak pulang gak apa apa? disini tempat asal aku kamu tau dong disini banyak mantan pacar aku, kamu rela apa mereka datang kesini minta balikan? "


"Bodo amat, aku benci sama kamu" Dara melempar selang yang dia pegang lalu kembali ke rumah


"Yah tuan kenapa ngomong gitu nyonya jadi nangis, orang hamil sensitif" ucap Inem


"Gak apa apa nem, jagain nyonya ya jangan lupa makan sama susunya" ucap Leo


"Baik tuan"


Setelah mematikan sambungan teleponnya Inem segera ke kamar Dara


Inem mengetuk pintu berkali kaki tapi tidak kunjung di buka


"Nyonya mau makan sesuatu? " tanya inem


"Gak nem kamu pergi aja" suara Dara nampaknya sedang menangis


"Tuan sih ahh cari penyakit aja" inem kembali ke dapur


Pukul sebelas malam sebuah mobil masuk ke halaman rumah Leo


seseorang mengetuk pintu dan inem membukanya sambil mengucek mata yang masih sepet


"Loh tuan"


"Nyonya mana? " bisik Leo


"Udah tidur, tadi habis makan langsung tidur inem sama bi sumi tadi sempet cek ke kamarnya"


"Bagus, kamu tidur lagi aja"


Leo masuk ke kamar dan benar saja Dara sedang tidur


Leo ikut masuk ke dalam selimut memeluk Dara


Dara seperti anak kucing meringkuk di pelukan leo dengan menyembunyikan wajahnya di dada bidang Leo


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Damar yang kesal di omeli papanya pergi ke club temannya


dia berniat ingin menghibur diri disana baru saja masuk dia sudah melihat pemandangan yang amat menjengkelkan


dia bisa melihat dengan jelas sekarang wanita yang bersama tunangan Wina


Dia melihat tunangan Wina sedang bercumbu di salah satu sofa dengan minum minuman keras


Damar yang sedang di kuasai amarah sedari rumah langsung menghampirinya


mencengkram kerahnya dan menghadiahkan bogem mentah tepat di wajahnya


"Hey lo gila? " teriaknya yang tersungkur memegangi sudut bibirnya yang berdarah


"Hey tenang bro, ada masalah apa? " teman Damar yang kebetulan ada disana melerai


"Bajingan ini tunangan sahabat baik gue" tunjuk Damar penuh amarah


"Sahabat baik apa emang lo udah suka sama dia? lo deketin dia terus " jawabnya tidak Terima


"Lo bajingan berapa minggu lagi lo bakal nikah, kalo sampai lo kecewain dia gue gak akan segan segan hancurin hidup lo berdua" Damar menunjuk tunangan Wina dan pacarnya bergantian


"Lo cuma bisa ngancem gue gak yakin sama keberanian lo" teriak tunangan Wina saat Damar sudah melangkah pergi

__ADS_1


"Anj*ng lo" Damar kembali menghajarnya lalu pergi


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Bi tolong buka pintunya" teriak Nindy pada art barunya saat mendengar pintu di ketuk


"baik nyonya"


"Nyonya tamunya menunggu di ruang tamu" ucap bibi saat kembali


"Ini tolong di pindahin ke piring saya nemuin tamu dulu" Nindy masak makan malam


Nindy mencuci tangan lalu bergegas ke ruang tamu


baru saja keluar dapur dia sudah melihat Nayla berkeliaran di ruang keluarga melihat lihat foto di atas lemari bufet


"Ekhem" suara Nindy mengejutkannya


"Selamat malam nona Nindy" ucapnya


"Ya selamat malam, ada perlu apa kamu kemari? " tanya Nindy


"Aku di suruh ayah untuk mengantar beberapa berkas ini" Nayla memegangi mapnya


"Sini nanti saya kasih sama suami saya" ucap Nindy


"Gak bisa saya mau ngasih langsung " jawabnya


"Takutnya dia lembur, gak baik wanita pulang malam malam" ucap Nindy


"Kalau begitu bukankah tuan Bryan bisa mengantar aku pulang nanti? " ucap Nayla berjalan ke arah sofa di depan TV


"Sayang lihat aku bawa apa" ucap Bryan yang baru saja pulang


Seperti biasa saat dia pulang selalu memeluk dan menciumi wajah istrinya


Nindy memeluk erat Bryan dengan bertingkah manja


Bryan hanya terkekeh saat Nindy beberapa kali mengecupi bibirnya


"Selamat malam tuan Bryan" ucap Nayla yang merasa kedua insan itu melupakan dirinya


"Ohh ada tamu rupanya, selamat malam" Bryan merangkul bahu Nindy mendekatinya


"Iya ayahku memintaku untuk memberikan ini padamu" Nayla tersenyum manis menyerahkan berkasnya


"Terimakasih sudah repot repot mengantarnya, kenapa tidak di titip saja di istri saya" ucap Bryan


"Saya... " ucapan Nayla terpotong


"Oh ya sebentar lagi makan malam jika berkenan kau bisa ikut makan malam dengan keluargaku" ucap Bryan basa basi


"Dengan senang hati" Bryan tidak menyangka ajakan basa basinya di iyakan oleh Nayla


"Sayang bantu aku mandi dulu aku gerah" ucap Bryan seraya mengusap kepala Nindy


"Iya, kamu bisa tunggu di meja makan" ucap Nindy pada Nayla


"Ma... makan malam udah siap belum" Cia baru saja keluar kamarnya


"Udah sayang tunggu di meja makan ya mama mau bantu papa mandi" ucap Nindy


"Oke" Cia langsung saja pergi ke ruang makan tanpa menyapa Nayla yang ada di hadapan orang tuanya


Di ruang makan Cia sedang memainkan handphone Nindy yang lupa di letakkan di meja makan


Nayla menatap malas Cia yang mengacuhkannya dia juga bosan menunggu Bryan dan Nindy yang belum juga keluar hampir satu jam


Akhirnya Nindy dan Bryan turun dengan pakaian Nindy yang sudah memakai dress tidur dan sama sama basah rambutnya dengan Bryan


ada tanda merah di leher Nindy saat dia duduk Nayla bisa melihatnya dengan jelas


Nayla adalah wanita dewasa pasti dia paham apa yang terjadi tadi di kamar


"Sayang simpan handphonenya" Nindy mulai memasukkan beberapa makanan ke piring suami dan anaknya


"Oke"


"Mhh masakannya enak siapa yang masak? " tanya Nayla saat mencicipi makanannya


"Istriku, dia memang serba bisa" puji Bryan membuat Nindy tersenyum


"Tuan anda harus coba ini, istri anda sangat pandai memasak" Nayla hendak menaruh ikan asam manis ke piring Bryan


" Maaf tante papaku tidak suka makanan ini" Cia mengulurkan piringnya diatas piring Bryan


"Ohh maaf aku tidak tahu cantik, lalu kenapa makanan ini ada di meja? " tanyanya


"Aku dan mama yang suka" jawab Cia dingin, Cia merasa tidak suka pada Nayla yang terlalu berani


Saat makan malam hening tidak ada pembicaraan


Nindy memang mengajarkan Cia jangan bicara saat makan


Nayla terlihat mencuri curi pandang pada Bryan

__ADS_1


Nindy menangkap hal itu sengaja memberi perhatian lebih pada Bryan


membuat Nayla tidak bisa berkutik menggenggam erat sendoknya


"Ma Cia udah selesai, ke kamar dulu ya HP nya pinjem bentar" Cia tersenyum lebar menunjukan deretan giginya yang gingsul seperti papanya


"Iya jangan lama lama nanti langsung tidur" ucap Nindy


"Oke" Cia mendekati kedua orang tuanya seperti biasa mendapat ciuman dari keduanya sebelum tidur


"Tuan ini sudah malam saya harus pulang, tapi bisakah anda mengantar saya pulang? " ucap Nayla


"Tadi saya sudah katakan simpan berkas-berkasnya dan pulang, suami saya lelah pulang bekerja" jawab Nindy ketus


"Maafkan sikap istri saya nona tapi dia benar saya sedang lelah, biarkan supir saya yang mengantar anda pulang" ucap Bryan lalu pergi untuk mencuci tangan


"Nayla kamu wanita terpelajar saya harap kamu tidak akan mempermalukan ayah anda dengan menempeli suami orang" tegas Nindy


"A... aaapa maksud anda? " jawabnya gugup


"Jangan mencari cari alasan untuk bertemu suami saya, saya bisa melihat anda punya motif lain" ketus Nindy


"Sayang kau lupa minum susu" Bryan kembali membawa segelas susu


"Terimakasih sayang kamu memang suami terbaik" Nindy meminum habis susunya dan Bryan mengecup pucuk kepala istrinya


"Tuan tadi anda memanggil saya? " Bryan menelpon supirnya saat di dapur


"Iya, tolong antar nona ini pulang"


"Siap tuan"


"Saya pamit pulang dulu, Terima kasih untuk makan malamnya " Nayla menghampiri Bryan bersalaman


saat hendak cipika cipiki Nindy kembali menarik lengan Bryan dan menggantikannya membuat Nayla kesal


Bryan hanya menyunggingkan senyumnya


"Banyak ulet bulu" ucap Nindy ketika Nayla sudah pergi


"Kamu cemburu? " Bryan menarik pinggang istrinya memeluknya dan mencium sekilas bibirnya


"Sangat, aku tidak suka saat ada wanita yang mencoba menarik perhatian kamu" Nindy memagut bibir Bryan


Bryan menggendong Nindy kembali ke kamar tanpa melepaskan pagutannya


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pagi pagi tidur Dara terganggu saat bibirnya terasa basah ada sesuatu yang menubruk nubruknya


Leo dengan jahilnya mengecup bertubi tubi bibir Dara


Dara membuka matanya perlahan samar samar melihat bayangan seseorang


"Good morning" Leo menangkup wajah istrinya dan memagut bibirnya


Dara mendorong dada Leo lalu tidur membelakanginya


Leo tau istrinya sedang marah karena dirinya tidak memberitahu bahwa hari itu juga berangkat ke Amerika


"Sayang mommy kalian marah Daddy harus bagaimana? " Leo bicara mengelus perut Dara


tapi Dara menepis tangan Leo


"Ayolah sayang kamu gak rindu dua hari gak ketemu? " ucap Leo menciumi tengkuk Dara


"Enggak, diem Leo awas aku mau mandi" Dara menyingkirkan tangan Leo yang memeluknya


"Ahh" pekik Dara saat Leo membalik tubuhnya dan mengungkungnya dari atas


"Satu kali baru kamu boleh pergi" ucap Leo ambigu menaik turunkan alisnya


"Gak mau Leo aku lelah" jawab Dara memalingkan wajahnya, Leo terus membujuknya dan tidak melepaskannya sebelum dia memaafkan Leo


"Apa kamu masih marah? " tanya Leo namun Dara hanya diam memandang Leo dan menggeleng


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Selamat pagi Wina" ucap Damar yang sama sama berjalan ke dalam kantor


"Pagi pak bos" ucap Wina tersenyum


"Wina tunggu ada yang mau aku omongin" Damar menahan lengan Wina


"Semalam aku melihat tunanganmu di club malam dengan seorang wanita" ucap Damar


"Batalkan pernikahan kalian aku takut kamu terluka setelah menikah" mendengar perkataan Damar Wina menghela nafas kasar


"Damar awalnya aku gak mau percaya sama omongan tunangan aku yang katanya kamu mendatanginya dan menyuruhnya menjauh dari aku tapi sekarang aku percaya, maaf Damar kamu gak perlu berbuat seperti ini dan jangan menuduhnya yang bukan bukan" Wina menepis tangan Damar


"Wina aku cuma peduli sama kamu sama pertemanan kita aku gak mau kamu sampai terluka nanti"


"Aku mengenalnya Damar dia laki laki baik tidak mungkin seperti yang kamu bicarakan, Jangan bicarakan ini lagi kalo kamu masih mau kita berteman baik dan minta maaf sama dia karena kamu udah mukulin dia" ucap Wina lalu pergi


"Wina aku gak asal nuduh" ucap Damar tapi Wina berlalu begitu saja

__ADS_1


"Sial si bajingan itu malah memfitnah gue, awas aja lo sampe nyakitin Wina " gumam Damar


__ADS_2