Dijodohkan Dengan Ketos Galak

Dijodohkan Dengan Ketos Galak
eps 98


__ADS_3

Meira kembali setelah beberapa hari menemani ibunya di luar negeri


setelah mendengar kepulangan Meira Leo melaporkan semuanya pada polisi


sampai akhirnya Meira di panggil ke kantor untuk di mintai keterangan


Di kantor polisi Meira baru saja sampai begitu pun Leo dan Dara


pertanyaan demi pertanyaan di jawab jujur oleh Meira


namun saat akan di berikan vonis hukuman Leo lebih dulu bicara


"Dia tidak perlu di tahan pak, ini atas permintaan istri saya cukup dia tidak perlu menunjukkan wajahnya lagi di hadapan keluarga saya dan jika tidak sengaja bertemu jangan dekati keluarga saya minimal 200meter" ucap Leo membuat Meira tercengang


"Baiklah tuan, sebaiknya buat pernyataan tertulis dan tanda tangani"


Setelah semuanya selesai Leo dan Dara keluar lebih dulu


Meira dengan langkah besarnya menyusul Leo dan Dara


Meira mendahului mereka sengaja menabrak bahu Leo


"Lo emang gak pernah punya rasa malu" hardik Leo


"Lo gak punya hati Leo, kenapa lo gak pernah sedikitpun hargai apa yang gue lakuin buat lo? " ucap Meira


"Gue bener bener gak tau lo ngomong apa, lo sekarang Seolah olah sedang mempermalukan diri lo sendiri.. jangan bicara omong kosong lagi sekarang jauhi keluarga gue atau lo akan di seret sama polisi"


"Sayang udah" Dara mengusap dada Leo karena takut emosinya meledak tiba tiba


"Ayo sayang" Leo merangkul bahu dara dan membawanya masuk ke dalam mobil


Di dalam mobil sepertinya Leo masih kesal karena bertemu Meira


Leo tidak puas jika hanya memberikan dia syarat untuk menjauh


seperti sebelumnya dia ingin musuhnya hancur tak bersisa


"Sayang" panggil Dara menyentuh lengan Leo


"Iya" Leo menoleh sambil tersenyum


"Aku harap kamu tidak melakukan hal macam macam setelah ini" lirih Dara


"Apa istriku jadi peramal? kenapa dia bisa menebak isi otakku? " goda Leo


"Jadi kamu sedang memikirkan sebuah rencana? " tanya Dara


"Aku bercanda sayang" Leo mengusap pucuk kepala Dara


"Aku kira" Dara bernafas lega


Hari ini Dara dan Leo pergi kerumah sakit untuk cek kandungan


Dara mengantri seperti ibu hamil lainnya meskipun Leo bisa masuk langsung tanpa mengantri


Dara terlihat duduk tidak nyaman dia bergerak gerak kesana kemari


Leo yang menyadari itu mengangkat alisnya seolah bertanya ada apa


"Aku pegel pengen nyender" bisik Dara


Memang di belakang Dara tidak ada dinding kursinya pun tanpa sandaran


hanya ada tiang kecil di samping Dara


Leo merapatkan duduknya dan menggenggam tiang besi itu lalu menyuruh Dara bersandar di tangannya


"Apa sudah lebih baik? " tanya Leo, Dara hanya mengangguk dan tersenyum


Perlakuan Leo sontak menjadi perhatian ibu ibu lain


mereka ada yang tersenyum senyum sendiri, ada yang memberi kode pada suaminya, ada yang baper


"Hamil anak pertama ya dek? " tanya seorang ibu ibu disampingnya


"Iya bu, ibu hamil anak ke berapa? " tanya Dara


"Ini anak ke 8 nak, semoga nanti kita lahiran anak sama ibunya sehat ya" jawab ibu itu


"Iya bu amiin" Dara menjawab meski awalnya sempat melongo


"Doakan kita bu biar bisa mengikuti jejak ibu" ucap Leo mendapat kekehan dari ibu itu berbeda dengan Dara yang langsung memukul lengan Leo


"Ohh istri saya mau lebih bu" ucap Leo membuat pipi Dara merona merah mendapat tawa dari ibu ibu lain

__ADS_1


"Udah ganteng, sayang istri, humoris, idaman banget" ucap Ibu muda yang lain


...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...


Nindy sedang berbelanja beragam macam cemilan di mini market


dia baru keluar dari goa persembunyiannya karena persediaan cemilannya sudah habis


jangan ditanya berat badannya dari sebulan sudah naik 5 kilo


dia belum periksa ke dokter karena ketakutan mendengar hasilnya


Tiba tiba seseorang menabrak tubuhnya hingga Nindy sedikit kehilangan keseimbangan


sikunya tergores rak membuatnya sedikit berdarah


"Awww" pekik Nindy


"Sorry" ucap Maria dengan wajah mengejek


"Lo emang biang masalah" ujar Nindy


"Waw kita bertemu lagi Nindy tapi kali ini cewek perfect kok jadi kayak ikan buntal ya? " ledek maria mengelilingi tubuh Nindy


"Ehh gue gemuk karena terlalu bahagia ya, tapi gue liat liat lo kayak kurusan? pasti susah ya jadi gembel" hardik Nindy diakhiri dengan tawa


Maria menggeram bisa bisanya sekarang Nindy mengejeknya


dari sejak hamil entah mengapa Nindy jadi sering mengejek dan mengomel saat sedang kesal


"Lo berani beraninya" geram Maria


"Kenapa lo gak Terima kalo gue berani lawan lo? "


"Lo lupa gue bisa lakuin apapun sama lo" mendapat ancaman dari Maria Nindy malah mendekat hingga jarak mereka benar benar dekat


"Lo lebih tau lo sedang berurusan sama siapa, apa luka ini kurang? kak Leo bisa aja menguliti lo kalo lo macem macem sama keluarganya" Nindy membelai pipi Maria yang memiliki bekas luka


"Gue gak pernah takut sama lo"


"Ohh ya" Nindy semakin mendekat dan mendorong Maria hingga rak yang berjajar disana ikut ambruk


"Wooww Maria dosa lo terlalu banyak sampe rak aja gak kuat nahan beban lo hhaha" ucap Nindy seraya tertawa


"Hey apa yang kalian lakukan? " Nindy menoleh disana sudah banyak pegawai mini market yang sudah menatap nyalang mereka


kesempatan yang bagus untuk Nindy menahan Maria


Nindy segera menelpon Bryan dan Leo sementara Maria bingung entah siapa yang harus dia telepon


"Sayang kenapa bisa ada di kantor polisi? " tanya Bryan yang baru saja datang di susul Leo


"Maaf tuan nona ini ribut di sebuah minimarket hingga membuat kerusakan" jelas polisi


"Astaga" Bryan mengusap kasar wajahnya


"Kakak liat deh siapa yang ribut denganku di minimarket" seru Nindy pada Leo menujuk Maria yang hanya menunduk


Leo membalikan tubuh Maria menghadapnya


wajah Maria jadi memucat melihat Leo menyeringai di hadapannya


terdengar seseorang yang baru saja datang memanggil nama Maria


"Paman Ashok" ucap Nindy


"Nyonya juga disini" ucap Ashok terlihat bingung


"Apa yang kamu lakukan hingga berada disini? " tanya Ashok pada Maria


"Mereka ribut di minimarket hingga membuat kerusakan" ucap polisi


"Tuan nyonya maafkan dia" Ashok membungkuk di hadapan Nindy dan Bryan


"bukannya anda security baru di kantor? " tanya Bryan


"Benar tuan, saya mengucapkan maaf yang sebesar besarnya" ucap Ashok


"Merekalah penyebab aku terluka di tepi jurang dulu" ucap Maria menunjuk bergantian pada Leo dan Nindy


"Jangan bicara sembarangan atau mulut lo gue robek" Nindy menjambak rambut Maria hingga dia menengadah


"Aww lihat sendiri dia yang kasar" Maria pura pura kesakitan


"Dasar brengsek terus aja pura pura gue sumpahin lo botak, kudis, panu, kutu air, lo bisa banget nyalahin orang lain buat kesalahan lo sendiri dasar gak tau malu" hardik Nindy

__ADS_1


"Stop jadi bagaimana ini harus di selesaikan? kalian masih harus mengganti rugi untuk kerusakan di minimarket" teriak polisi


"Bapak jangan marah marah dong suami saya akan beli minimarketnya jadi saya gak perlu ganti rugi, iya kan sayang? " tanya Nindy namun Bryan hanya diam


"Sayang kamu tuli ya aku suruh kamu beli minimarketnya, apa kamu udah jatuh miskin sampe gak mampu beli minimarket gituan doang, kalo kurang duitnya minta sama kak Leo tambahin" ucap Nindy lalu pergi begitu saja


"Nona tunggu" teriak polisi


"Biar saya yang urus " ucap Leo


"Benar benar sikap bar bar Mark mendarah daging " Leo berkata sambil menggeleng


"Saya mengajukan beberapa laporan untuk nona ini pak, ini saya sudah merinci semuanya tinggal bapak selidiki dan interogasi pelaku" ucap Leo sambil memandang Maria yang menunduk


Polisi membaca laporan dari Maria membuat Ashok tercengang


wanita yang selama ini ditolongnya adalah penjahat yang sebenarnya


dia selalu menceritakan kisah pilu hidupnya disakiti seseorang hanya untuk membuat Ashok iba


"Pak saya sudah tidak ada hubungan dengan nona ini silahkan proses secara hukum" Ashok lalu mengejar Leo yang langsung pergi setelah memberikan laporannya


"Tuan tunggu tuan" Ashok menghentikan langkah Leo


"Ya ada yang bisa saya bantu? " tanya Leo


"Nyonya Nindy apa anda tadi membahas soal Mark? "


"Kau mengenalnya? " tanya Leo


"Apakah nama ibunya adalah Carolina? " tanya Ashok


"Ya benar"


"Kalau begitu anda adalah anak Alexander? " tanya lagi


"Iya.. iya apa anda mengenal mereka"


Leo membawa Ashok ke sebuah coffee shop untuk mendengar ceritanya


Ashok berkali-kali minta maaf dulu telah membawa Nindy sesuai perintah Carolina


dia benar benar menyesal sepanjang hidupnya terbayang bayang mata kecil yang bersinar itu senyum manis di wajahnya itu saat dia menyimpannya di panti asuhan


"Kau membuangnya karena perintah mommy? " tanya Leo


"Iya pada saat itu Mark berniat melenyapkan seluruh keluargamu, saat kecelakaan itu Carolina tak berdaya menggendong seorang bayi dia menyuruhku untuk membawanya sejauh mungkin, aku saat itu akan mencarimu juga tapi anak buah Mark sudah lebih dulu datang lalu aku memutuskan untuk membawa bayi itu denganku" jelas Ashok


" Banyak kepahitan yang di alami adikku, gadis malang itu tumbuh di tempa rasa sakit bertubi tubi, aku bersyukur menemukannya waktu itu walaupun keadaannya sangat kacau karena ulah Maria " ucap Leo


"Sekarang kau tidak perlu khawatir Ashok hidupnya sudah terjamin, kebahagiaan sudah kembali padanya" lanjut Leo


"Aku bersyukur, setidaknya aku bisa bernafas lega jika anak itu baik baik saja dan bahagia"


...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...


Sementara saat sebelum Leo ke kantor polisi Dara sedang melakukan pemeriksaan oleh dokter


Leo menatap monitor yang tampak bergerak kesana kemari


"Apa bayinya baik baik saja? " tanya Leo


"Dia tumbuh sehat tuan, dan ada kabar baik lainnya" ungkap sang dokter


"Apa itu dok? " tanya Leo


"Janin yang nyonya kandung kembar, anda bisa lihat janin kecil ini adalah dua makhluk yang tubuh di rahim anda"


"Sayang kita dapat jackpot" ucap Leo mengecup kening Dara berkali kali


Dara tidak dapat bicara dia amat sangat senang matanya berkaca-kaca


tidak lama kemudian air matanya lolos Leo mengusapnya lembut seraya tersenyum


"Jangan nangis, kata kata aku mau ngalahin rekor ibu itu sebentar lagi tercapai" ucap Leo sambil terkekeh membuat Dara ikut terkekeh mengusap air matanya


"Untuk kegiatan suami istri bagaimana dok? " tanya Leo membuat Dara tersipu pipinya merah merona


"Sebaiknya tunggu sampai 3 atau 4 minggu lagi tuan, apa anda sudah tidak sabar? " kini dokter itu terkekeh


"Bukan saya dok tapi istri saya" ucap Leo mendapat tatapan horor dari Dara sesaat kemudian wajahnya terlihat semakin merah menahan malu karena ulah Leo


Jangan lupa like komen dan vote juga dukungan lainnya ya 😍😍


Ada masukan nih aku kabulin ya, Terima kasih sudah setia membaca 🥰🥰🥰

__ADS_1



__ADS_2