
Hai para pembaca yang masih setia
Terimakasih untuk dukungannya selama ini
Yang sudah berikan like, komen dan votenya
Dan juga terimakasih yang sudah menjadikan novel ini sebagai favorit
Maaf untuk segala typo dan alur cerita yang kurang memuaskan para pembaca sekalian
Dan untuk kalian yang masih baca dan belum like, komen dan vote mohon dukungannya ya
Beri apresiasi dan semangat untuk author agar semangat up nya
Akhir kata saya ucapkan terimakasih sebanyak banyaknya
Jangan lupa baca juga novel lainnya ya cek profil ku
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Seorang anak perempuan sedang berjalan di pinggir jalan
sepertinya dia sedang kebingungan mencari ruang kelasnnya
Anak perempuan yang manis dengan tinggi sekitar 155cm kulit putih dengan rambut hitam yang di gerai
dia berjalan tidak tau apapun dan tidak kenal siapapun disana
saat dia berhenti untuk melihat handphonenya tiba tiba sebuah bola terbang mengenai kepalanya
Duuggg
Dia terjatuh memegangi kepalanya yang terasa berdenyut karena tertimpa bola
__ADS_1
samar samar terlihat seseorang mendekat dan mengulurkan tangannya sebelum akhirnya gadis itu pingsan
"Heeii bangun" seorang pria menepuk pipinya
.
.
Setelah beberapa waktu dia pingsan matanya mulai terbuka perlahan
sketsa wajah seseorang perlahan mulai jelas terlihat
"Apa Lo baik baik aja?" tanya Danendra melambaikan tangannya
"Oohh iya, ini dimana?" Allea menatap sekeliling
"Lo di UKS, tadi kepala Lo kena bola gara gara gue, sorry ya" ucap Danendra
"Gak apa apa, bisa minta tolong gak?" ucapnya pelan saat meminta tolong
"Gue anak baru jadi gak tau kelas, boleh minta tunjukkin kelas Xll IPA 2 " ucap Allea
"Oohh kebetulan kelas itu ada di samping kelas gue, kita ke kelas bareng aja" Danendra membantu Allea untuk bangun
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hanin mendatangi salah satu temannya untuk meminta pekerjaan
Dia menawarkan sebuah pekerjaan menjadi pelayan di tempat dimana ia bekerja
"Bagaimana apa kau mau? " Tanya Vera
__ADS_1
"Kerjanya seperti apa dulu? " Hanin agak ngeri mendengar tempat kerja Vera
"Hanya mengantarkan minuman atau paling sekedar menemani para tamu jika mereka mau " Jelas Vera
"Menemani? " Tanya Hanin mengerutkan keningnya
"Ya menemani berbincang menuangkan minuman ya kurang lebih seperti itu" Jelas Vera
"Tidak lebih kan? " Hanin meyakinkan
"Tidak jika kita memang tidak mau"
"Oke, aku ikut kalo gitu"
Malam itu tiba Vera membawa Hanin ketempat dimana dia bekerja
Vera mengenalkannya pada Dika pria yang punya club malam itu
Tatapan dika menelusuri tubuh Hanin dari atas sampai bawah dengan tatapan yang sangat mengerikan
"Kenapa dia menatapku seolah ingin menelanjangiku" Bisik Hanin pada Vera
"Diam saja kau mau kerja apa tidak? " Vera menggenggam tangan Hanin
"Baiklah kau boleh bekerja disini, ver kau ambil dulu seragam kerjanya kesini"
"Kau cantik cukup cantik, Ingat jangan buat pengunjungku kecewa" Bisik Dika seraya mengelus lengan Hanin membuatnya bergidik ngeri
"Tuan bolehkah saya mengajukan permintaan?" Tanya Hanin ragu ragu
"Apa itu? " Tanya Dika memegang bahu Hanin memutari tubuhnya
"Saya hanya jadi pelayan mengantarkan pesanan tidak lebih, saya tidak mau..." Hanin menggantung perkataannya tapi Dika sepertinya tahu kemana arah pembicaraan Hanin
__ADS_1
"Sedikit mengecewakan baby, but no problem ada pengecualian untuk wanita se polos kamu" Ucap Dika menyentuh ujung rambut Hanin dan menciumnya