
Pagi ini Leo sangat bahagia setelah mengetahui Dara sedang hamil
bahkan dia memberi perhatian lebih pada Dara meskipun di hadapan Meira dan Tamara
Tamara semakin geram melihat tingkah manja Dara pada Leo
Leo pamit pada Dara untuk ke kantor, niatnya membawa Dara ia urungkan karena takut kondisi Dara memburuk
Leo hanya menyuruh tiga pelayan itu mengikuti Dara dan melayaninya dengan baik
"Jadi semalam siapa yang menghancurkan mobil anakku? " tanya Tamara
"Aku" jawab Dara lantang
"Kenapa kamu melakukannya? " sungut nya
"Karena ingin lalu apa lagi? " ketus Dara membuat tiga pelayan yang melayaninya mengulum senyum
"Apa kau punya uang untuk menggantinya? rumah saja kau masih numpang disini tidak tau malu" ujar Tamara
"Leo akan menggantinya" jawabnya santai
"Leo? berani sekali kamu meminta uang pada suami anakku" Tamara terpancing emosi tapi Meira berusaha menenangkannya
"Ma sudah ma jangan ladeni dia, dia mungkin sudah gila" ucap Meira
"Dia juga suamiku " ucapan Dara membuat Tamara tersentak Meira menggeleng memberi kode agar Dara tidak bicara apapun lagi
"Apa kau bilang berani kau berbual seperti itu? " teriak Tamara
"Nyonya tidak mungkin Leo seperhatian itu padaku jika aku bukan istrinya, dan lihatlah perbedaan antara aku dan anakmu aku selalu di layani bukan? " Dara sudah sangat kesal dengan kedua lalat ini mungkin hormon kehamilan juga mempengaruhinya
"Dara stop jangan lanjutkan lagi" ucap Meira
"Lihatlah anakmu takut aku bicara lebih banyak, anakmu sebenarnya.... " ucapan Dara terhenti saat Meira lebih dulu bicara
"Aku istri pertama dan dia istri kedua ma, Leo menikahinya karena memang mereka ingin menikah tapi dia menikahiku karena terpaksa" ucap Meira
"Meira jangan pernah menyerah padanya, rebut kembali Leo dari tangannya" tegas Tamara
"Suka merebut milik orang lain ck ck ck, aku baru tahu ada ibu yang ingin menjerumuskan anaknya"
"bibi, inem, surti bawa buah itu ke taman belakang, anakku muak berhadapan dengan dua lalat ini" ucap Dara bergegas pergi diikuti pelayannya
"Dara jangan keterlaluan" teriak Meira
"Tadi dia bilang anak? " tanya Tamara
"Mungkin" jawab Meira dengan nafas tersengal menahan emosinya
"Dia sedang hamil? " Tamara shok memegangi kepalanya
"Ma sudah ma jangan pikirin ini nanti aku cari cara supaya Leo kembali sama aku, besok mama harus berangkat"
"Mama gak jadi berangkat"
"Ma ini demi kesembuhan mama, aku akan mengatasi ini, mama istirahat aku harus segera pergi ke rumah sakit pasien menunggu"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di rumah Bryan pagi pagi juga terdengar kegaduhan
Nindy di buat pusing dengan anak dan ayah yang sama sama super lelet
Nindy terus mengomel yang hanya di angguki oleh anak dan suaminya
"Kalian kenapa sih susah banget di kasih tau?? anak sama bapak sama aja hah hah hah" Nindy mengambil nafas setelah lama mengoceh
"Mama sabar, nanti mama sesek nafas" ucap Cia santai sambil menikmati sarapannya
Entah kenapa sekarang sifat menyebalkan Bryan turun pada Cia
membuatnya seperti kucing dan tikus dengan Nindy
Bryan hanya mengulum senyum mendengar anaknya menggoda mamanya
"Apa lagi senyum senyum, ini gara gara kamu anakku jadi menyebalkan" gerutu Nindy menatap tajam Bryan
"Kok jadi aku sih? " tanya Bryan
__ADS_1
"Iya gen menyebalkan turun dari kamu membuat aku pusing setiap hari" ocehnya
"Ayo pa kita berangkat, mama jangan marah marah nanti darah tinggi" ucap Cia membuat Nindy melotot padanya
"Cia berangkat dulu ma, assalamu'alaikum" Cia mengambil tangan Nindy lalu menciumnya dan kabur secepat mungkin
"Kamu liat? itu keturunan kamu" ucap Nindy
Bryan memeluk dan mencium Nindy sekilas
"Sudah marahnya? dia cuma menggoda kamu sayang" Bryan kembali mendaratkan kecupan di bibir Nindy
"Hah dia menyebalkan sepertimu"
"Tapi kamu cinta iyakan? " ucapan Bryan membuat Nindy tersenyum manis
"Gitu dong senyum cantik" Bryan memagut bibir Nindy
Semakin lama ciuman itu semakin menuntut Nindy menyadari sesuatu dan mendorongnya Bryan pelan
"Udah telat sayang" ucap Nindy
"Aku berangkat"Bryan kembali mencium Nindy sekilas
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Damar baru saja pulang dari luar negeri untuk urusan bisnis
dia berjalan terburu-buru hingga menabrak seseorang
Damar membantu memunguti satu persatu barangnya yang berhamburan
" Maaf saya Buru buru" ucap Damar
"Iya gak apa apa" sejenak mereka saling pandang
"Wina/ Damar" ucapnya bersamaan
"Hei kamu apa kabar? " tanya Wina
"Baik, kamu makin cantik" ucap Damar
"Kamu Baru nyampe atau mau pergi? " tanya Damar
"Aku nyampe kemarin lagi nunggu seseorang"
"Udah kasih tau Nindy dan Dara? " tanya Damar
"Enggak aku kehilangan kontak mereka sejak lama, dan aku juga gak pernah suka main sosial media" jawabnya
"Pasti kamu ketinggalan banyak berita"
"Aku berpikir begitu, besok aku akan menemui mereka, apa mereka masih di tempat yang sama? " tanya Wina
"Dara dan Leo punya mansion sendiri dan Nindy tinggal di mansion Bryan" tutut Damar
"Aku gak sabar ketemu mereka"
"Sayang" panggil seseorang dari belakang
"Ini siapa? " tanya nya pada Wina
"Ini Damar teman sekolah aku, Damar ini Raihan tunangan aku" mereka berjabat tangan
"Kalo gitu aku pergi duluan ya masih ada kerjaan" ucap Damar pergi meninggalkan mereka
"Dia mantan pacarmu? " tanya Raihan
"Bukan sayang teman sekolah, dulu dia menyukai Nindy"
"Ohh baguslah dia bukan mencintai dirimu"
"Kita pergi sekarang? " tanya Wina
"Iya sudah ke apartemenku atau ke apartemenmu? " Raihan balik bertanya
"Ke apartemenmu saja, kamu baru datang harus istirahat"
"Oke baby kamu selalu perhatian"
__ADS_1
Sepanjang perjalanan Damar terus saja menelpon sepertinya akhir akhir ini dia sangat sibuk
jarang ada di rumah selalu bepergian untuk urusan bisnis
urusan hatinya kini sedikit terlupakan karena padatnya pekerjaan
"Hah melelahkan " Damar menyandarkan tubuhnya di kursi belakang
"Tuan kita kemana? " tanya supir
"Mansion Leo" jawabnya lalu memejamkan mata
Beberapa saat kemudian Damar sudah sampai di mansion Leo
dia turun menyeret kopernya masuk ke dalam
Damar sampai disana sore hari kebetulan Leo sudah pulang kerja
"Mar lo kabur dari rumah? " tanya Leo
"Bego lo gue baru balik dari Jepang, lo gue telepon suruh jemput gak nyambung nyambung" ketus Damar
"Hp gue mati lagi di charger"
Leo membantu Damar menyeret kopernya masuk
mata Damar tertuju pada Meira dan Tamara yang sedang duduk menonton TV
Damar menunjuk dengan ekor matanya meminta penjelasan dari Leo
lalu Leo membawa Damar ke meja makan
"Masuk dulu, makan abis itu lo pilih kamar sendiri"
"Oke gampang, Dara dimana? "
"Ngapain lo nanyain istri gue? " sewot Leo
"Istri lo bukannya yang ono" Damar menunjuk dengan menonjol kan lidahnya
"Gue udah cerai sama dia gue nikahin Dara diem diem dan sekarang dia lagi hamil"
"Woow amazing, gue ketinggalan berita dong" Damar menunjukkan ekspresi terkejut yang berlebihan
"Biasa aja mukanya" Leo mengusap wajah Damar
"Mantan mertua lo juga disini? "
"sstt dia gak tau gue sama Meira udah cerai dia lagi sakit parah, besok gue kirim dia ke luar negeri biar gue bisa usir anaknya"
"Kenapa lo usir pelihara aja siapa tau nanti lo butuh kalo Dara lagi ngambek" bisik Damar sambil terkekeh
"Emangnya lo yang suka mainin cewek? gue mah setia
gue pusing ada dia disini selalu bikin gue ama Dara ribut, terlalu berani gue gak suka
kemaren malem aja mobilnya Dara ancurin" mendengar perkataan Leo Damar semakin tercengang
"Waaw kok bisa? " tanya Damar melongo
"Semalem papa lo juga berangkatkan ke acara kolega kita, terus istrinya dia temen Meira, Meira boongin gue katanya mobilnya mogok jadi mau nebeng istri gue denger karena gue gak ajak dia jadi ngamuk, dia nyalain mobil Meira dan boom mobilnya dia ancurin pake tongkat baseball karena gak mogok"
"Anjirrr sekeren itu seorang Dara, gue suka gayanya" ucap Damar
"Keren tapi gue pusing" gerutu Leo
"Tapi kalo gue jadi dia udah gue bikin penyok lo berdua" ucap Damar dengan tawanya
"Btw kenapa lo gak ajak dia? " tanya Damar setelah berhenti tertawa
"Gue sama dia nikah diem diem, pemberitaan di kuarkan lo tau sendiri gue gagal nikah sama dia dan di paksa nikah sama Meira, apa jadinya nanti kalo dua wanita itu ada disana, gue takut dia denger omongan orang yang engga engga gue takut dia kepikiran"
"hhmmm rumit, btw selamat adek kecil lo jitu juga"
"Siapa dulu dong " ucap Leo bangga menepuk dadanya
"Lo masih belum hebat yang hebat si Bryan sekali tembak langsung jadi" ucap Damar
"Kebayang gak kalo selingkuh sekali tembak jadi wiihh bisa bikin panti asuhan di Nindy " ucapnya sambil tergelak
__ADS_1
"Kalo dia berani gue pisahin kepala ama badannya" tutur Leo