Dijodohkan Dengan Ketos Galak

Dijodohkan Dengan Ketos Galak
Eps 102


__ADS_3

Semua staf di kantor Damar sudah pulang kecuali Wina


dia masih mengetik beberapa kata untuk akhir pekerjaannya


"Huh akhirnya" Wina meregangkan otot ototnya


"Pulang sekarang win? " tanya Damar


"Loh bos belum pulang? "


"Bus bos Bus bos, kalo ada disini berarti belum pulang" ucap Damar membuat Wina cengir kuda


"Aku anter pulang" lanjut Damar


"Boleh deh itung itung ngirit ongkos" Wina mengikuti langkah Damar dari belakang


Sesampainya di halaman kantor mobil Damar sudah menunggu Wina masuk


baru saja Wina duduk di kursi penumpang tiba tiba jendela mobil Damar di ketuk


ternyata itu adalah tunangan Wina


"Keluar" ucapnya mengetuk jendela mobil


Baru saja Wina membuka pintu mobilnya tangan Wina langsung di tarik paksa


"Sorry, duluan ya" ucap Wina pada Damar seraya melambaikan tangan


"Kamu kerja di kantor gedean dikit langsung bertingkah, kamu mau deketin bos kamu? " cecarnya


"Gak, dia cuma temen SMA aku, aku gak ada niat deketin dia" ucap Wina


"Cepet masuk" Wina di dorong masuk ke mobil tunangannya


"Kamu mau pernikahan kita batal dan bikin orang tua kamu malu? " bentaknya mencengkram tangan Wina


"Gak gitu, lepas ini sakit" Wina berusaha melepaskan pegangannya


"Jauhi dia kalo kamu mau pernikahan kita tetep lanjut" Wina hanya menundukkan wajahnya yang sudah berlinang air mata


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Leo masih enggan beranjak dari tempat tidur meski sudah memakai pakaian kerjanya


dia masih memeluk istrinya yang sudah cemberut karena Leo tidak mau melepaskannya


"Leo aku mau mandi " gerutu Dara


"Sebentar lagi"


"Kamu mau kerja gak sih nanti bajunya kusut"


"Makanya kamu diem biar bajuku gak kusut"


"Menyebalkan"


handphone Leo berdering membuat Dara lega akhirnya Leo melepaskan pelukannya


Leo kembali keranjang dan duduk ditepi ranjang mengusap kepala Dara


"Aku berangkat dulu" ucap Leo


"Iya, hati hati"


"Emm aku harus kembali ke Amerika beberapa hari perusahaan disana ada sedikit masalah daddy gak bisa handle"


"Berapa hari? " tanya Dara sepertinya enggan di tinggalkan


" Aku belum tau mungkin sampai semuanya selesai "


"Jangan lama lama"


"Kamu mau ikut? " ajak Leo


"Mau tapi aku masih bantu siapin pernikahan Wina" lirih Dara


"Lalu? kamu maunya gimana? "


"Emangnya gak bisa ya berangkatnya 2 minggu lagi nunggu Wina nikah dulu" ucap Dara pelan


"Sayang ini urusan kerjaan kalo pergi jalan jalan mungkin bisa di undur"


"Ya sudah terserah kamu aja, aku mau mandi dulu" Dara meninggalkan Leo ke kamar mandi


"Sayang kamu jangan gini dong aku kerja buat kamu" Leo menggedor pintu kamar mandi


Handphone Leo kembali berdering Roy menelpon untuk memberitahu meeting akan di lakukan 30 menit lagi

__ADS_1


"Sayang aku berangkat dulu, jangan lupa makan" ucap Leo lalu pergi


"Dasar gak peka di bujuk dulu kek" gerutu Dara yang sedang cemberut di balik pintu


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hari ini Bryan baru saja kembali dari luar negeri untuk memeriksa langsung proyek disana


di dalam pesawat dia bersebelahan dengan seorang gadis cantik


gadis itu ramah dan supel dia selalu mengajak Bryan berbicara


tiba tiba pesawat mengalami sedikit goncangan membuatnya panik


gadis itu memeluk sebelah tangan Bryan dan Bryan menepuk bahunya untuk sedikit menenangkan lalu kembali menarik tangannya


"Sudah tidak apa apa hanya sedikit guncangan" ucap Bryan menepuk bahunya


"Maaf tuan saya tidak sengaja"


"Tidak apa apa"


Sesampainya di bandara gadis tersebut hendak mencari Bryan


dari sekian banyaknya orang gadis itu tidak bisa menemukankannya


"Ahh aku lupa berkenalan" gumamnya sambil senyum senyum sendiri


Sementara itu Bryan telah keluar bandara di jemput anak istrinya tercinta


"Kita makan di luar ya aku gak masak" ucap Nindy di kursi penumpang sebelah Bryan


"Iya sayang terserah kamu aja" jawab Bryan tersenyum mengelus rambut Nindy


"Pa kita ke restoran seafood ya" ucap Cia


"Tanya mana dulu sayang takutnya nanti mama mual" jawab Bryan


"Gimana ma? mau ya cia mau makan lobster"


"Ya udah mama juga mau makan seafood Saus padang deh kayaknya"


"Yes" seru Cia di kursi belakang


"Sayang nanti malam aku ada janji makan malam sama tuan Anwar apa kau mau ikut? " ajak Bryan


"Sebenarnya cape tapi aku udah terlanjur janji, sepertinya kalo kamu ikut pasti akan mengurangi rasa capenya"


"Gombal" seru Cia dari belakang membuat kedua orang tuanya terkekeh


"Terus nanti Cia di ajak gak? " tanya Cia


"Kamu di rumah aja sama bibi ya, papa sama mama pasti pulang malem kamu kan gak kuat tidur malem malem"


"Hah selalu gak di ajak" ucap Cia memberangus kesal


"Hari minggu papa janji ajak Cia main kemanapun Cia mau"


"Oke tapi janji ya awas kalo gak jadi"


"siap princess"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Malam semakin larut Dara hanya mondar-mandir di depan pintu menunggu kepulangan Leo


"Leo kemana ini udah jam 10 malam" Ucap Dara terus menelpon Leo namun handphonenya mati


"Nyonya tidur duluan aja mungkin tuan masih banyak kerjaan" ucap bi Sumi


"Saya gak bisa tidur bi kalo dia belum pulang" ucap Dara


"Kenapa gak telepon tuan Roy aja "


"Ya ampun saya lupa bi" ucap Dara lalu menekan layar handphonenya


"Hallo Roy, apa Leo bersamamu? " tanya Dara


"Bukannya tadi sore tuan langsung berangkat ke Amerika? apa tuan tidak mengatakannya? "


"Ohh aku tidak tau, terimakasih Roy" Dara mematikan teleponnya lalu pergi ke kamar tanpa mengatakan apapun


"Aduh nyonya kenapa tuh" gumam bi sumi melihat Dara kembali ke kamar dengan wajah lesu


"Dia bahkan gak bilang mau berangkat, Daddy kalian jahat" gumam Dara mengusap perutnya


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Nindy dan Bryan bersiap pergi ke rumah koleganya


Nindy cantik dengan gaun warna maroonnya


Bryan berjalan menggandeng Nindy saat memasuki mansion tuan Anwar


"Selamat malam tuan Bryan, sudah lama saya mengundang anda dan hari ini anda baru bisa memenuhi permintaan saya" tuan Anwar menjabat tangan Bryan


"selamat malam tuan, maafkan saya akhir akhir ini saya sibuk mengecek proyek di luar negeri"


"Anda memang pengusaha muda yang hebat, dan siapa wanita cantik ini? " tanya tuan Anwar mengulurkan tangannya


"Ohh anda belum tahu ini istri saya"


"Nindy" Nindy menjabat tangannya


"Ahh anda sudah punya istri? saya kira anda masih lajang dan istri anda sangat cantik" tanya tuan Anwar lalu mempersilahkan mereka duduk


"Terimakasih pujiannya tuan, saya malah akan menjadi ayah kembali"


"Ya anak pertama saya baru masuk sekolah dasar"


"ckck kalian masih terlihat seperti Abg" ucap tuan Anwar terkekeh


"Saya awalnya ingin menjodohkan anda dengan anak perempuan saya yang baru saja pulang dari Washington tapi ahh sudahlah " ucap tuan Anwar dengan candaan


"Tapi saya sudah punya bodyguard" Bryan menatap Nindy yang sedang tersenyum ke arahnya


"Ayah" panggil seorang gadis yang baru saja turun tangga


"Hey sayang, perkenalkan tuan Bryan gadisku Nayla"


"Nayla/Bryan / Nindy " Nayla memperkenalkan diri pada Bryan dan Nindy


"Saya tinggal dulu sebentar ada telepon" Anwar pergi dari sana


"Tuan Bryan masih ingat sama aku? " ucapnya tiba tiba


"Apa kita pernah bertemu? " tanya Bryan


"Tadi siang di pesawat, aku tadi mencarimu saat di bandara aku ingin meminta maaf tadi memeluk anda di pesawat"


"Memeluk? " Nindy menatap tajam Bryan


"Iya dia ketakutan ada sedikit guncangan di pesawat" jawab Bryan


"Kau juga memeluknya? " Nindy menatap sinis


"Tidak dia hanya memeluk lenganku"


"Nona ini siapa tuan? " tanya Nayla


"Aku istrinya" jawab Nindy tegas


"Ohh aku kira tuan Bryan belum menikah, aku kira Nona ini hanya sekretaris "


"Ohh sebentar, aku punya hadiah parfum untukmu ini kelauran terbatas" Nayla bangun dan berdiri di samping Bryan


Nayla menyemprotkan parfum itu di bahu Bryan lalu mencium wanginya


Nindy yang melihat itu sampai melotot menarik tangan Bryan hingga menjauh dari Nayla


"Tidak perlu seperti itu nona bukankah itu tidak sopan, lagi pula sepertinya bayiku tidak menyukai baunya aku benar benar mual" Nindy menunjukkan ekpresi mualnya


"Benar kamu mual? apa sebaiknya kita pulang saja? " tanya Bryan


"Ya sebaiknya kita pulang saja aku pusing dan mual" jawab Nindy memasang wajah pura pura pusing


"Kau.. kau hamil? " tanya Nayla


"Ya nona, ini anak kedua kami, apa kau tidak akan mengucapkan selamat? " ucap Nindy


"Selamat untuk kalian berdua " ucap Nayla


"Waahh sepertinya kalian sedang asyik mengobrol" ucap Anwar yang baru saja kembali


"Tuan senang bisa berkunjung ke rumahmu tapi saya harus pulang istri saya mual dan pusing" ucap Bryan


"Sayang sekali baru saja makan malam akan di sajikan, tapi tidak apa apa trimester pertama memang seperti itu, semoga cepat stabil kembali nona Nindy"


"Terimakasih tuan, maaf saya membuat acara anda berantakan"


"Tidak apa apa lain kali kita akan adakan janji kembali"


"Saya permisi tuan, nona Nayla"


" Hati hati" mereka berjabat tangan dengan Anwar dan Nayla

__ADS_1


ketika Nayla hendak cipika cipiki dengan Bryan Nindy mendorong tubuh Bryan dan menggantikannya


__ADS_2