Dijodohkan Dengan Ketos Galak

Dijodohkan Dengan Ketos Galak
eps 73


__ADS_3

Dara mengajak mereka berkeliling di kampungnya


beberapa warga kerap menyapa Dara yang selama ini jarang pulang dan sekalinya pulang membawa suami bule


"Dara geulis eta kenalken atuh calon suaminya" ujar ibu ibu yang sedang berkerumun di warung menunggu Dara lewat


"Ohh iya, ini Leo, ini adiknya dan keluarga kecilnya dan ini teman Dara bibi" Dara memperkenalkan mereka


"Hallo salam kenal" mereka yang di perkenalkan tersenyum ramah


"Alah udah bisa bahasa Indonesia gening, minta poto na atuh mister " ucap salah satu ibu ibu


Leo memandang Dara lalu mengangkat alisnya


Dara tersenyum mengangguk dan mendorong pelan Leo agar bergabung bersama ibu ibu itu


Leo yang terkejut membulatkan matanya ke arah Dara namun Dara tidak memperdulikannya malah mengambil handphone salah satu ibu ibu dan mulai Memotret


"Senyum dong" titah Dara membuat Max terpaksa tersenyum


"Dara baik pisan, geulis sama kasep cocok si aa na teu judes meni gemes " Ujar ibu ibu mulai mencubiti pipi dan lengan Leo bahkan ada yang mencubit pinggang dan perutnya


"Aduh sayang tolong" Leo meminta bantuan Dara yang malah hanya mentertawakannya bersama meira dan keluarga kecil Bryan


"Udah ibu ibu ya kami permisi, lain kali kita ngobrol ngobrol lagi" Dara menggandeng tangan Leo pergi dari sana membuat ibu ibu kecewa


"Serem banget mereka, pulang harus mandi lagi nih" Leo melihat lengannya yang di cubiti ibu ibu


"Jahat banget sampe harus mandi lagi" ucap Dara


"Bukan jahat sayang aku cuma gak mau di pegang cewek lain selain kamu" ucap Leo mencubit dagu Dara dengan gemas


Cup


Leo mencium pipi Dara begitu saja saat berjalan membuat Dara mendengus kesal


lain halnya dengan Dara Meira yang ada di belakang mereka memalingkan wajahnya melihat itu


"Tau tempat dong mesra mesraannya nanti di kamar" celetuk Bryan


"Siapa ya yang ngajarin mesra mesraan di depan umum? eemm sepertinya gue sedang mencontoh adik ipar " ucap Leo mendapat gelak tawa dari yang lain


.


.


Di temat lain Reno merasa gelisah dia tahu dara Dan Leo akan lamaran hari ini dar Bryan


ini lah akibatnya tidak bicara terus terang pada Dara dan malah selalu menggoda Dan mengerjainya sekarang Dara jadi milik orang lain Reno bisa apa


"kalo aja gue gak sok cuek Dan galak sama Dara, salah gue juga kenapa gak pernah berani nyatain perasaan gue depan dia" Reno mengacak rambutnya frustasi


Nasi Sudah menjadi bubur sekarang semua Sudah terlambat


Dara akan segera memiliki suami dan Reno harus mulai bersikap biasa saja pada Dara


.


.


Sementara itu


Maria pulang kerumah di antar Ashok namun keluarganya menolak mentah mentah


karena perbuatan Maria perusahaannya di buat bangkrut oleh Leo

__ADS_1


polisi juga menyatroni kediaman mereka mencari Maria membut mereka di gunjing tetangga


Maria merasa semakin hancur dan dendam pada Leo dan Nindy


sekarang wajahnya sudah jelek karena luka saat jatuh dari tebing


dia tidak bisa menjadikan kecantikannya lagi untuk mencari uang


Karena kasihan pada Maria Ashok memutuskan untuk bekerja dan mencari kontrakan untuknya dan Maria


hidup Maria kini penuh dengan kesengsaraan karena ulahnya sendiri


bahkan semua yang di berikan oleh Mark di ambil kembali


untung saja ada Ashok yang masih mau menerimanya bagai ayah sendiri kalau tidak dia akan luntang lantung di jalanan


"Gue akan balas kalian" gumam Maria mengepalkan tangannya kuat kuat


.


.


Acara lamaran selesai tapi Meira malah tidak ada disana membuat seisi rumah panik mencari


karena hari sudah malam dan Meira juga tidak tau jalan disana membuat mereka panik dan segera mencari Meira


"Perempuan sebaiknya di rumah biar kita yang cari" ucap Leo mengajak Bryan ayah Dara pergi


"Gimana kalo Meira kenapa napa" Dara mulai panik berjalan mondar mandir


"Tenang aja dia pasti ketemu" Nindy menenangkan Dara


Bryan dan Leo berpencar sementara ayah Dara meminta bantuan warga untuk mencari


sudah satu jam berlalu Meira belum di temukan


"Jangan jual mahal atuh cantik kita cuma mau ngajak seneng seneng" ujar pemuda yang sedang mabuk


"Tolooong.. tolooong, jangan mendekat atau saya teriak" bentak Meira


"Sok teriak aja yang keras ini udah malem gak ada yang dengar juga" ujar pemuda yang lain


Meira menendang salah satu dari mereka namun saat hendak kabur mereka mendorong Meira hingga tersungkur


mereka mulai mendekati Meira yang hanya mundur perlahan lahan seraya berteriak minta tolong


"Hentikan bajingan" Leo menarik salah satu pemuda yang sudah mengoyak baju Meira


Perkelahian tak terelakkan Leo sendiri melawan tiga pemuda yang mabuk


salah satu dari mereka membawa pisau tapi Leo berhasil menangkis pisau itu hingga terlempar jauh


namun sayang Leo tidak sempat merampas sebuah botol yang melayang ke arah kepalanya dia hanya menahan dengan tangannya


Praannggggg


Botol itu pecah dengan tangan Leo yang bercucuran darah


kemeja putih itu di penuhi darah namun ketiga pemuda itu sudah tepar meski Leo melawan mereka dengan keadaan terluka


"Leo lo gak apa apa? " Bryan memeriksa tangan Leo yang mengeluarkan darah


"Gak.. sini pinjem jaket lo" Leo memasangkan jaketnya ketubuh Meira


"Saya minta maaf atas kejadian hari ini, mereka memang sering mengacau kami akan bawa mereka ke kantor polisi" ucap pak RT dan membawa pemuda babak belur tersebut dengan warga

__ADS_1


"Makas.... " belum sempat Meira bicara dia sudah pingsan


"Lo bawa bray" ucap Leo hendak pergi


"Gak mau.. nanti istri gue marah marah gak jelas gue gendong cewek" jawab Bryan membuat Leo menghentikan langkahnya


"Masa mau suruh mertua gue? sinting lo" gerutu Leo


"Lo bawa aja, lagian kan yang bawa dia kesini Dara tanggung jawab lo juga berarti" ucap Bryan lalu pergi mengajak ayah Dara


"Menyusahkan" gerutu Leo menggendong Meira


sesampainya di rumah semua orang khawatir melihat darah di tangan Leo


Setelah membawa Meira ke kamar Dara Leo lantas mandi membersihkan lukanya


saat keluar kamar mandi di kamarnya sudah ada Dara membawa P3k


"Obatin dulu" ucap Dara dengan wajah yang tidak bersahabat


Leo duduk di samping Dara masih menggunakan handuk


Leo memandangi wajah Dara sambil tersenyum senyum sendiri


"Apa liat liat? " tanya Dara sewot


"Kamu lagi marah? " tanya Leo


"Siapa yang marah? biasa aja tuh" jawabnya ketus


"Galak gitu jawabnya"


"Berisik" Dara memasang wajah semakin kecut


"Cemburu aku gendong Meira? " tanya Leo


"Gak, mau gendong mau cium mau tidur berdua juga bodo amat, makan nih makan" Dara menekan kuat tangan Leo dengan geram


"Awww aww sakit" Leo mengusap lukanya


Leo mendorong tubuh Dara dan mengungkungnya dari atas


Dara dengan susah payah menelan salivanya wajah Leo begitu dekat dengan tetesan air dari tubuhnya membuatnya lebih seksi apa lagi otot ototnya yang menonjol


"Aku tau kamu cemburu" goda Leo


"Gak, awas aku gerah" Dara memalingkan wajahnya mendorong Leo


"Kalo gerah buka aja bajunya" dengan jahilnya Leo membuka satu kancing piyama Dara


"Masih gerah? aku bantuin buka lagi" Leo membuka kembali kancing Dara yang hanya mematung seperti orang bodoh


"Udah pasrah ya" goda Leo membuat Dara langsung mencengkram bajunya rapat rapat dan menggeleng


"Kenapa tadi kayak Macan sekarang malah seperti anak kucing"


"Udah ya takutnya kamu gak kuat, kamu mesum banget" goda Leo sambil terkikik


Merasa di permainkan oleh Leo Dara mendorong Leo dan menyentil kening nya


ingin rasanya dia menampol kepala Leo


Leo tertawa terbahak mendengar Dara Menggerutu keluar dari kamarnya


***LIKE KOMEN DAN VOTE

__ADS_1


JANGAN LUPA***


__ADS_2