
Hari ini Nindy dan Dara mengantar Wina fitting baju pengantin
Wina terlihat sangat cantik dengan baju pengantin putih
"Apa ini teman kita? " ucap Nindy memutar tubuh Wina
"Lo cantik banget" ucap Dara
"Ya karena bajunya cantik gue merasa ini bukan gue" Wina mematut dirinya di cermin
"Kenapa calon suami lo gak nganter? " tanya Dara
"Dia bukan pemilik perusahaan seperti suami kalian jadi dia gak bisa ninggalin kerjaannya"
"Oohh.. pernikahan kalian seminggu lagi apa dia gak minta cuti? " tanya Nindy
"Gak tau juga biarin aja lah yang penting dia ada pas akad" ucap Wina
"Kayaknya gak romantis banget calon suami lo" ucap Dara
Selesai fitting baju Nindy membawa mereka ke sebuah cafe milik Bryan
sekalian janjian bersama para suami mereka makan siang disana
"Thanks guys gue gak tau harus bilang apa sama kalian, kalian udah baik banget bantu biaya pernikahan gue" ucap Wina
"Bukan apa apa kita Seneng bantu lo, semoga lo bahagia dengan pernikahan lo" ucap Dara lalu mereka saling berpegangan tangan
"Pada bahas apa sih? " akhirnya para suami datang menghampiri mereka
Damar terlihat canggung dengan keberadaan Wina begitu pun sebaliknya
Damar yang biasanya cerewet lebih banyak diam membuat para temannya heran
"Mar lo sariawan? " ucap Leo
"Hah.. apa? " tanya Damar bingung
"Ngomong dong sepi nih" ucap Nindy
"Gue lagi males banyak kerjaan jadi kepikiran" alasan Damar
"Oohh" jawab mereka serempak
"Oohh lo semua seakan akan mengejek gue" ucap Damar dengan cemberut
"Sensi amat Mar dateng bulan lo" ejek Bryan
"Kagak... ngebet kawin gue, puas? " jawab Damar asal
"Jangan jangan lo patah hati gara gara Wina mau merried? om bilang akhir akhir ini lo deket sama doi" ucap Leo membuat Wina tersedak
"Uhuk uhuk"
"Minum minum" Damar memberikan air minumnya pada Wina
"Ciee yang perhatian" ejek Dara membuat yang lain tertawa
Wina dan Damar hanya menunduk malu
tiba tiba tunangan Wina datang menarik tangan Wina hingga berdiri
semua ikut berdiri melihat tangan Wina di tarik kasar
"Jangan kasar dong apaan sih jadi cowok kok kasar gitu" sungut Nindy yang di pegangin Bryan takutnya istrinya itu berlaku bar-bar
"Dia calon istri gue apa hak lo bicara? " ketusnya
"Dia sahabat kita dan lo sebagai calon suami harusnya bisa berlaku lemah lembut dan penyayang" hanya Nindy yang berani bersuara
"Gak usah banyak ngomong, ayo pergi udah cukup kalian pamer kemesraan " tunangan Wina menunjuk Damar dan Wina bergantian
"Gak usah tunjuk tunjuk lo mau gue bikin remuk? " bentak Damar
Keributan tak terelakkan terjadi Bryan dan Leo melerai keduanya
karena malu membuat keributan akhirnya Wina ikut pergi bersama tunangannya
"Dia punya dendam kesumat apa sama lo? " tanya Leo
"Gila gak dia bentar lagi nikah minggu kemaren gue ketemu dia di club bahkan bukan sekali gue pergokin gue hajar habis habisan buat peringatin dia, tapi dia malah fitnah gue depan Wina sampe dia marah sama gue" gerutu Damar tanpa jeda
__ADS_1
"Pantesan dari tadi kagak mau ngomong" ucap Nindy
"Gimana nin sahabat kita dalam masalah? " tanya Dara
"Kalian peringatkan lagi aja, gue kasih tau dia gak mau percaya bahkan mereka pernah chek in di hotel" ujar Damar
"Pantesan cowoknya bahkan gak luangin waktu saat fitting baju sekali pun" ucap Nindy
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Wina di cecar oleh tunangannya dengan segala pertanyaan tentang Damar
meskipun Wina sudah jujur tapi dia tetap tidak percaya
bahkan Wina sampai di marahi oleh kedua orang tuanya karena tunangannya mengadukan ini pada mereka
"Kenapa mereka gak mau percaya" gumam Wina sambil menangis
Ddrrtt ddrrtt
"Aku jawab telepon dulu" ucap tunangannya lalu pergi keluar
Wina yang penasaran dengan pembicaraannya di telepon akhirnya mengikutinya untuk menguping
karena setiap menjawab telepon dia selalu terkesan sembunyi sembunyi
"*Hallo, kenapa lagi? "
"Gimana bisa telat? gugurin aja" ucapan terakhirnya sebelum mematikan telepon*
Wina segera lari ke kamar setelah mendengar itu pura pura tidur
tapi sepertinya gerak gerik Wina sudah di ketahui olehnya
"Sayang aku harus pergi dulu sepupu aku yang nakal itu hamil dan pacarnya gak mau tanggung jawab, aku mau menyelesaikan masalahnya dulu" ucapnya seraya mengusap kepala Wina
"Jadi yang hamil itu sepupu kamu? " tanya Wina
"Iya, apa kamu mau ikut? " dia pura pura mengajak Wina ikut karena dia tau Wina paling tidak suka ikut campur urusan keluarga orang lain
"Gak itu urusan keluarga kalian, aku juga capek" ucap Wina
"heem pergilah"
Selama seminggu ini Wina di pingit tidak bisa kemana mana
orang tuanya juga sudah datang bersama keluarga yang lain
selama seminggu itu juga Wina hanya diam di rumah
kedua sahabatnya hanya sesekali kerumahnya karena kesibukan masing masing
Pada saat hari pernikahan
Nindy dan Dara membantu segala keperluan hingga kini menemani Wina di rias
tidak lupa mereka juga merias diri sebagai pendamping pengantin
senyum tak henti hentinya mengembang di bibir Wina hari ini adalah hari istimewa untuknya
Saat ini semua masih berjalan lancar Nindy dan Dara menuntun Wina turun untuk melakukan ijab kabul
tapi ternyata mempelai laki laki belum juga datang
kedua keluarga sudah datang tapi tadi pengantin lakiaki pergi setelah sampai di tempat acara untuk melakukan sesuatu katanya
Satu jam berlalu semua panik karena pengantin pria tak kunjung datang
Nindy dan Dara mondar-mandir seperti setrikaan tapi suami mereka menghentikan mereka dengan memegang kedua bahunya
"Hah perut aku keram" Nindy meremas perutnya membuat mereka tambah panik
"Sayang duduk dulu" Bryan membawa Nindy duduk
"Mama kenapa? "
"Gak apa apa sayang"
"Lo sih di suruh jangan kecapean gak nurut" gerutu Leo juga mendudukkan Dara
Leo membantu meluruskan kaki Nindy semetara Bryan meminta pelayan membuatkan air minum hangat
__ADS_1
"Jangan terlalu banyak pikiran nin rileks" Dara mengusap ngusap punggung Nindy
"Kamu juga jangan sampai bikin kita tambah panik" Leo jadi menggerutu pada Dara
"Iya iya kenapa jadi aku yang di marahin" ketus Dara
Di tengah kecemasan Wina meremas jari jarinya menghampiri Nindy
dia duduk di hadapan Nindy dan Dara memegang kedua tangan Sahabatnya
"Tenang sebentar lagi pasti sampe" ucap Nindy mengusap bahu Wina yang hanya mengangguk pasrah
"Maaf saya terlambat" suara itu membuat kelegaan di hati semuanya
Acara ijab kabul langsung di lakukan tanpa menunggu lagi
Dara memeluk bahu Nindy begitu pun sebaliknya menangis haru
sementara Cia duduk di antara Leo dan Bryan
"Saya nikahkan dan kawinkan engkau..... "
"Stooooppp" teriak seorang wanita menghentikan acara
"Siapa kamu? " tanya Wina
"Hentikan pernikahan ini, kamu harus tanggung jawab aku hamil" teriaknya sambil terisak
Semua orang disana saling berbisik ibu Wina sampai lemas tak berdaya memegangi kepalanya
air mata Wina mulai mengalir ternyata selama ini yang dia bilang sepupu itu tidak lain adalah pacarnya sendiri
Malu, sakit hati sudah pasti Wina menutup wajahnya terisak di pelaminan
Dara dan Nindy di buat shok hingga menganga tanpa berpikir untuk menenangkan Wina
"Kamu jangan bicara sembarangan anakku tidak mungkin seperti itu" bentak mertua Wina
"Kalian bisa tanyakan sendiri pada anak kalian ini, dia meniduriku tanpa mau bertanggung jawab dan malah menyuruhku menggugurkan kandungan" teriaknya
"Kamu sebagai wanita apa kamu akan menerimanya setelah apa yang dia lakukan padaku dan dia mengkhianatimu? " ucapnya menghampiri Wina
"Jangan dekati istriku" bentak tunangan Wina
"Jangan panggil aku dengan sebutan itu bajingan" teriak Wina lalu menampar laki laki di sampingnya itu
"Berani sekali kamu menampar anakku" bentak mama mertuanya
"Ambil anak laki lakimu yang tidak berguna ini dan pernikahan ini batal aku tidak sudi menikah dengan bajingan sepertinya" Wina mendorong laki laki itu hingga terjungkal ke bawah
Tak sanggup menahan malu karena kelakuan anaknya keluarga itu pergi dengan rasa malu dan kecewa yang besar
Wina menangis sejadi jadinya menutupi wajahnya tidak sanggup menatap para tamu
para tamu bingung harus apa setelah ini mereka saling pandang satu sama lain
Seorang laki laki duduk dengan gagah di sebelah Wina dengan membenarkan jasnya
"Lanjutkan" ucapnya lantang mengulurkan tangannya pada penghulu
Wina membuka penutup wajahnya dan menatap laki laki itu dengan terheran-heran
laki-laki itu duduk dengan wajah tegasnya tiba tiba suara tepuk tangan riuh terdengar
Mama Damar memijat kepalanya melihat kelakuan anaknya yang tiba tiba meneruskan pernikahan orang lain
ya sebagai atasan Wina mereka pasti datang di acara itu meski terlambat
"Itu wanita yang papa bilang selalu di dekati Damar" bisik papanya
"Tanpa di duga kita akan punya menantu pa" lirih mama Damar
Ijab kabul di ucapkan dengan lantang hanya dalam satu kali bacaan
Wina masih melongo menatap Damar hingga akhirnya mereka sah
Damar mengulurkan tangannya untuk Wina cium namun Wina hanya bengong
Damar meraih tangan Wina dan mencium kan tangannya
suara para tamu semakin riuh terdengar menyaksikan drama hari ini
__ADS_1