
"Na.. Nana buka pintunya na" Damar mengetuk pintu kamarnya berkali kali
Karena tidak ada jawaban akhirnya Damar kembali ke bawah untuk menemui sang ibu, Damar bertanya tenang kunci cadangan kamarnya namun sang ibu tak mau mengeluarkan sepatah kata pun Damar kembali ke atas untuk mencarinya ke ruang kerja
Mendapat apa yang dia cari akhirnya Damar bisa masuk ke kamarnya, Dia melihat Wina yang sedang berbaring menyamping dengan wajah yang di tutupi guling
Damar ikut berbaring di belakang Wina dan memeluknya
Wina menyingkirkan tangan Damar namun berkali kali juga Damar berusaha memeluknya hingga terjadi saling menepis tangan diantara mereka, Akhirnya Damar bisa memeluk Wina dan menelusup kan tangannya
"Lepaskan Damar" Wina menyingkirkan tangan Damar namun tidak bisa
"Aku tidak sudi tidur denganmu, kau sama saja dengan si berengsek itu" suara Wina bergetar
"Aku berbeda sayang dia melakukan itu saat bersama kamu sementara aku itu sudah menjadi masa lalu aku, aku berani bersumpah bahwa anak itu bukan anakku"
"Tetap saja membuat mereka sama sama hamil, kalian memang bajingan aku benci, sekarang jangan sentuh aku pergi "
"Aku tidak bohong, aku akan mencari bukti nanti, lihat saja aku akan menikahkan mereka berdua"
"Aku gak mau tidur sama kamu, pergilah"
"Tatap aku Wina" ucap Damar dengan nada tinggi membalikkan tubuh Wina menghadapnya
"Kamu jangan keterlaluan Wina, aku sudah bilang aku tidak menghamilinya aku akan buktikan itu"
"tapi kalo terbukti itu anak kami biarin aku pergi"
"Itu gak akan terjadi Wina, kamu selamanya punya aku dan gak akan pernah bisa pergi... dia cuma mau aku yang tanggung jawab padahal udah jelas itu bukan anak aku" Damar menghapus air mata Wina dengan ibu jarinya
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Nindy dan Dara sudah sampai di kediaman Dion
betapa senangnya Dion saat mereka datang, Dion yang kesepian karena bertahun tahun anak angkatnya tidak pulang akhirnya bisa berkumpul kembali, Dara di buat takjub dengan mansion ini lebih besar dari pada mansion yang di tinggalinya
"Ini istana" gumamnya
"Ini punya kamu juga, kita akan pindah nanti setelah semuanya selesai"
"Maksudnya? "
"Kita akan pindah kesini dan pindah ke perusahaan utama disini yang di Indonesia itu udah atas nama Nindy " ucap Leo
s
"Wawww... suamiku ternyata kaya dan baik hati" goda Dara
"Kamu baru tahu? aku tampan, kaya, baik hati dan tidak sombong"
__ADS_1
"Dan apalah daya aku yang hanya remahan sereal di tepi meja yang harus siap jatuh kapanpun tertiup angin"
"Apa maksudnya itu, aku gak akan lepasin kamu apapun caranya, kamu ingat waktu pernikahan kita gagal aku sekap kamu di rumah aku akan lakukan hal yang sama kalo suatu saat kamu mau pergi dari aku"
"Iya iya bos yang berkuasa "
Saat makan malam mereka sudah berkumpul di meja makan, kali ini Dion tidak merasa kesepian lagi setelah beberapa tahun anak anak angkatnya tidak bersamanya lagi
"Daddy senang kalian pulang dan berharap jangan pergi lagi"
"Daddy Nindy punya keluarga disana, jadi Nindy hanya akan berkunjung kesini lain kali" jawab Nindy
"Ya kau memang tidak bisa di bujuk"
"Ahh daddy jangan menangis" goda Nindy
"Aku akan tinggal disini daddy tapi setelah semua urusanku selesai" ucap Leo yang membuat wajah Dion begitu berbinar
"Benarkah? " tanya Dion bersemangat
"Ya istri Leo juga setuju, dan mungkin nanti saat lahiran Dara akan berada di sini"
"Daddy senang sekali"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Damar di panggil dan sedang di interogasi di ruang keluarga
Wina hanya bisa menangis di pelukan mama Damar karena takut melihat kemarahan papanya
"Pa udah Wina ketakutan"
"Maaf sayang kamu bisa ke kamar papa harus mendidik laki laki bajingan ini" ucap papa Damar dan Damar hanya diam tanpa menjawab
Kedua pipinya sudah merah dan beberapa luka memar bekas tamparan papanya, Damar tidak menjawab satu katapun dia membiarkan papanya memukulinya saat tangan papa Damar mengayun di udara untuk menampar Damar Wina berdiri segera memeluk Damar
"Maaf pa tapi Wina mohon berhenti pukul kak Damar" Wina terisak menyembunyikan wajah Damar di dadanya
"Istri kamu begitu menyayangi kamu, kalo sampai kamu kecewain dia papa gak segan segan buat kamu babak belur dan jabatan kamu di perusahaan akan di ganti menjadi staf biasa" ucap papanya lalu pergi
Mama Damar berdiri menghampiri Wina yang masih memeluk Damar, dia mengusap punggung menantunya itu seraya memeluknya
"Obati Damar" hanya itu yang di katakannya lalu pergi menyusul suaminya
Damar meraih tubuh istrinya dan memeluknya erat
begitu pun Wina memeluk Damar
"Kita tidur" ucap Wina melepaskan pelukannya lalu berjalan lebih dulu ke kamar
__ADS_1
Damar sejenak menatap punggung istrinya yang semakin menjauh lalu mengikutinya, Wina duduk di tepi ranjang melihat Damar masuk dia menepuk ranjang disampingnya menyuruh Damar untuk duduk Wina mengoleskan salep dan membersihkan luka Damar, Damar menatap wajah Wina dari jarak dekat
"Maaf" ucap Damar namun Wina hanya diam saja
"Maaf buat masa lalu aku, dulu aku emang bukan pria baik baik tapi aku janji sekarang aku berubah buat kamu aku akan menjadi suami dan ayah yang baik buat anak anak kita" ucap Damar mengelus wajah Wina
"Aku percaya" jawab Wina lalu merebahkan dirinya
"Aku sayang sama kamu na" Damar memeluk Wina dari belakang
Setelah Wina benar benar terlelap Damar bangkit dari tempat tidur untuk menelpon seseorang, tidak butuh waktu lama orang tersebut berhasil mendapatkan informasi yang di minta Damar
"Baiklah sayang kita akan akhiri ini besok" gumam Damar
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Nindy dan Dara memutuskan untuk jalan jalan sementara anaknya dia tinggal bermain bersama Dion
Leo dan Bryan pergi menemui klien di perusahaan Leo
sebagai kakak ipar yang baik Leo juga memperkenalkan Bryan pada klien kliennya yang lain
"Kita kemana lagi Nindy? " tanya Dara saat Nindy menarik tangan Dara
"Kita makan, gue punya beberapa tempat favorit disini" jawab Nindy
Setelah berada di sebuah restauran mereka duduk dan mulai memilih makannya
pandangan Dara terkunci pada seseorang yang tidak jauh dari tempat mereka duduk
"Nin liat deh bukannya itu Leo ya? " tanya Dara yang hafal walaupun melihat punggung suaminya
"Iya sama Bryan tuh, samperin gak? " tanya Nindy
"Tapi kayaknya mereka lagi sama orang takut ganggu kerjaan mereka" jawab Dara
"Udah ayo kita pura pura pilih tempat duduk aja" Nindy langsung menarik tangan Dara
Mereka berjalan mendekat ke arah Leo dan Bryan
betapa terkejutnya mereka saat melihat siapa yang ada di hadapan para pria itu
Nindy mengepalkan tangannya begitu pun Dara
"Ulet bulu" gumam Nindy
"Dan ulet keket" sahut Dara
"Waktunya beraksi" ucap keduanya serempak mendekati suami mereka
__ADS_1