Dijodohkan Dengan Ketos Galak

Dijodohkan Dengan Ketos Galak
eps 79


__ADS_3

Mereka sudah berkumpul di rumah Damar makan bersama dan barbeque'an sampai malam


Acara selesai sampai tengah malam Dara yang tidur dengan Cia terpaksa jadi tidur sendiri karena Cia menangis tengah malam mencari orang tuanya


setelah mengantar Cia ke kamar Nindy Dara kembali ke kamarnya tapi lampu kamar dalam keadaan mati


"Loh kok mati" gumam Dara masuk lalu mencari saklar


Klek


Lampu menyala tapi saat berbalik betapa terkejutnya Dara tiba tiba Leo ada di hadapannya


Leo memepet Dara ke dinding dan mengungkungnya


"Kenapa kesini, malu nanti ketauan orang" Dara mendorong tubuh Leo


"Kita sebentar lagi nikah mereka gak akan berkomentar"


"Leo keluar please keluarga kamu semua kumpul disini aku gak mau di cap cewek murahan"


" Bilang aja aku yang maksa"


"Jangan keras keras" bisik Leo membuat wajah Dara langsung memerah


"Awas aku mau tidur" Dara memukul bahu Leo sebelum berbaring


"Kalo keluar tutup pintu" ucap Dara yang tidur menelungkup


"Siapa bilang aku mau keluar aku mau tidur disini" ucap Leo naik ke tempat tidur memeluk Dara


"Leo nanti ketahuan orang" Dara menghadap Leo memintanya untuk pergi


Dara terus memgomel membuat Leo gemas dan langsung membungkam bibir Dara dengan bibirnya


cukup lama sampai akhirnya Dara memukul dadanya karena kehabisan nafas


"Hah hah kamu mau aku mati? " sungut Dara


"Bibir kamu manis" ucap Leo kini berada di atasnya kembali menciumi Dara


"Leo stop" Dara benar benar mendorong tubuh Leo


"Keluar sana" usir Dara


"Gak mau aku mau tidur disini, aku janji gak macem macem lagi" Leo mengacungkan dua jarinya


Waktu subuh tiba seperti biasa Nindy membantu mama Damar memasak karena art akan datang 2-3 hari hanya untuk beres beres rumah


Nindy masuk kamar Dara tanpa mengetuk pintu


terlihat Dara yang tidur membelakangi Leo dan Leo memeluknya erat


"Bangun bangun bangun" Nindy dengan kesal menjambak rambut Leo


"Auuww aduh sialan apa sih" Leo duduk mengusap kepalanya


"Lo yang sialan belum sah juga tidur di kamar perempuan"


"Gue udah suruh keluar semalem nin dia gak mau" ucap Dara yang baru saja bangun sambil mengucek matanya


"Cepet keluar dari sini lo mau daddy liat? bisa di gampar lo" ucap Nindy menarik tangan Leo agar berdiri


"Gimana semalem enak? " goda Nindy pada Dara

__ADS_1


"Apaan? " Dara menautkan alisnya


"Semalem gue denger akhh emh ouh" suara Nindy mendayu dayu


"Gila lo nguping? " Ucap Dara dengan wajah terkejut


"Gak sih cuma kebetulan lewat terus denger bikin gue merinding merinding syedap gitu" ucap Nindy dengan centilnya


"Gue.. gue.. gak seperti yang lo pikir" bantah Dara takut Nindy berpikiran macam macam


"Gue boongin lo, gue cuma becanda tapi ternyata haha" Nindy tertawa ngakak melihat wajah Dara semerah tomat


"Dasar gilaaaa" Dara meneriaki Nindy yang sudah kabur keluar


Semua berkumpul di rumah Damar karena hari ini hari minggu


para orang tua berbincang di satu kursi dengan Damar


Nindy menyuapi buah pada Bryan dan Cia yang duduk di pangkuan Bryan


sementara Leo berdamping dengan Dara kerna Leo meminta Dara memotong kukunya


pandangan Damar bergantian menatap kedua pasangan itu


"Kenapa Mar iri? " celetuk Leo


"Diihh apaan, gak ada iri irinya gue" jawab Damar


"Mana pacarmu Mar bawa sekalian kesini" ucap Dion


"Jangan bahas pacarnya dad nanti dia nangis lagi" celetuk Nindy seraya terkekeh


"Lo putus Mar? " tanya Leo


"Gue gak bakal curhat lagi sama lo" ucap Damar dengan wajah cemberut menunjuk Nindy


"Lo juga suka bahas aib gue" Nindy membalas Damar yang selalu menggodanya


"Aib yang mana? yang leher lo belang belang merah waktu itu? " celetuk Damar sengaja mengeraskan suaranya membuat semua orang menatapnya


Bryan langsung tersedak mendengar perkataan Damar


dan yang lain tertawa terbahak apa lagi mama Damar yang mengingat Damar akan memelihara macan tutul padahal itu candaan untuk Nindy


"Iya tante inget waktu Damar izin mau pelihara macan tutul padahal dia lagi candain Nindy" ucap mama Damar sambil terkekeh


"Jangan di bahas" lirih Nindy menutup wajahnya dengan tangan semakin di tertawakan


"Makanya jangan suka bahas aib orang kalo aib sendiri gak mau di bahas" balas Damar memeletkan lidah pada Nindy


"Gak nyangka ya Damar yang waktu sekolah kalem banget sekarang gokilnya kebangetan" ucap Dara di sela tawanya


"Kalian di tipu sama Damar dari dulu dia emang gitu cuma pura pura cool aja" timpal Damar


"Apa lagi dulu Damar ngejar ngejar Nindy" timpal Bryan


"Udeh udeh jangan bahas masalalu gue mulu, dari pada Leo bandelnya dari dulu... waktu kuliah di LN pernah mabuk bawa cewek ke rumah sampe di tabok om Dion iyakan nin? " celetuk Damar langsung mendapat tatapan tajam dari Leo


Suasana jadi hening apa lagi para orang tua pergi ke lapangan golf


"Gak apa apa semua orang punya masalalu, iya kan? " Dara mencairkan suasana


"Iya betul betul banget" Leo mengalungkan sebelah tangannya ke pundak Dara namun Dara menepisnya

__ADS_1


"Roman romannya cuaca mulai gak enak nih, gue jalan dulu ya" Damar kabur menyambar kunci mobilnya


"Kita ke kamar yuk ma Cia mau nonton kartun" Nindy dan Bryan juga pamit ke kamar


"Aku juga mau pulang udah siang" ucap Dara


"Aku anterin" Leo mengikuti langkah Dara


"Terserah"


Dara tertidur di dalam mobil 20 menit kemudian Dara terbangun tapi masih belum sampai tujuan


"Loh ini bukan jalan pulang" Dara melihat ke sekitar


"Kamu mau bawa aku kemana? " tanya Dara


"Aku mau jual kamu" Leo menyeringai


"Jangan main main Leo" bentak Dara


Leo tidak menjawab dia melajukan mobilnya dengan kencang


dan rem mendadak untung saja Dara memakai sabuk pengaman


"Kamu gila ya? ini rumah siapa? " tanya Dara


"Ini rumah baru tuan kamu, kamu aku jual disini" Leo membuka pintu mobil Dara dan membopongnya seperti karung beras di pundak


"Leo turunin gak.. kamu jangan gila" Dara berontak menendang nendangkan kakinya


Leo tak bergeming dengan teriakan Dara dia terus membawa Dara masuk ke rumah


dan membawa Dara kesebuah kamar


Dara di lempar ke ranjang besar membuat Dara ketakutan dan hampir menangis


"Leo kamu kenapa? aku salah apa? " Dara berkaca kaca melihat Leo merangkak perlahan ke arahnya


"Leo kamu kerasukan apa gimana" Dara beringsut ke kepala ranjang


Leo menarik kaki Dara hingga merosot kebawah kungkungannya


Leo mengungkungnya dan ingin menciumnya tapi Dara menolak mendorong tubuh Leo di atasnya


"Leo kamu kerasukan apa sih? " Dara kesal Leo menciumnya secara kasar


"Leo please jangan gini" Dara merengek air matanya mulai mengalir


"Hahaa" Leo terkekeh di ceruk leher Dara


"Jangan nangis" ucap Leo mengusap air mata Dara dan menciumnya lembut


"Ini rumah buat kamu" bisik Leo lalu mencium seluruh wajah Dara


"Seriously? kamu gak jual aku kan? "


"Hahahaaa sayang mana mungkin aku jual istri aku, aku cuma ngerjain kamu doang" Leo tertawa melihat Dara ketakutan


"Jahat kamu jahat banget aku hampir kena serangan jantung tau gak? " Dara memukuli Leo


Leo menangkap tangan Dara dan membawanya ke dalam pelukan


"Ini rumah yang aku janjikan, apapun yang terjadi aku harap kamu tidak akan pergi dari sini"

__ADS_1


__ADS_2