Dijodohkan Dengan Ketos Galak

Dijodohkan Dengan Ketos Galak
eps 70


__ADS_3

Sudah tiga hari Leo menemani Nindy di rumah sakit pada malam hari


ya sekarang semua kembali seperti semula karena bantuan Dara


Mark tidak tahu lagi harus dengan cara apa agar Leo bisa memaafkannya dan kembali bicara pada Nindy


sampai akhirnya dia melihat Dara dan Leo yang begitu dekat Mark pun meminta bantuan Dara untuk mempertemukannya dan Leo


"Kak.. bangun" Nindy mengguncang bahu Leo yang tidur di sofa


Leo menunggu Bryan semalaman sedangkan Nindy tidur di sofa


pada waktu subuh Nindy bangun dan Leo bergantian tidur


"Jam berapa? " tanya Leo dengan suara masih parau


"Jam 8, emang gak ke kantor? "


"Ada Roy disana, gue masih ngantuk" Leo kembali meringkuk membelakangi Nindy


"Hiiss... mentang mentang bos kerja semaunya" Nindy kembali ke tempat duduk di samping Bryan


Dengan telaten Nindy mengelap tubuh Bryan dengan air


seraya terus berbicara apa saja yang sudah ia lewati tanpa Bryan


sesekali dia juga mengelap air matanya


"Aku sama Cia kangen, tadinya aku mau kasih tau bunda tapi kata ayah sakit jantung bunda kambuh aku gak mau bunda khawatir" ucap Nindy sambil mengelap wajah Bryan


Setelah selesai Nindy menyimpan wadah bekas airnya di kolong tempat tidur


ketika dia mengangkat kepalanya dia melihat jari Bryan bergerak


karena tidak percaya dia mengucek matanya takut dia salah melihat


namun tangan itu kembali diam membuat Nindy kecewa


"Gak apa apa sekarang tangan dulu cepet buka mata sayang" Nindy mengecup Kening Bryan lalu meletakkan kepalanya di lengan atas Bryan


"Kalo udah bangun mau ngapain? "


"Aku mau peluk mau cium aku kangen saat saat kita berdua" ucap Nindy tanpa sadar siapa yang bicara


"Ooohh... kamu sangat mencintai suamimu ini? "


"Sangat... saaanggaaat" jawab Nindy


"Suamimu ini? Suamimu... " Nindy bergumam baru menyadari dia seperti mengenal suara ini


Nindy bangun dan menatap wajah Bryan yang masih pucat


namun matanya sudah terbuka dan sedang menatapnya sambil menaik turunkan alisnya


Nindy tidak bereaksi dia mematung bahkan tidak berkedip


"Siapa tadi yang mau peluk cium kenapa sekarang malah bengong" bukan menjawab perkataan Bryan Nindy langsung saja memeluk erat Bryan seraya menangis sesegukan


"Kamu mau aku mati? aku sesak nafas" ujar Bryan yang di peluk terlalu kencang

__ADS_1


"Maaf maaf aku seneng banget" Nindy mengusap air matanya


"Jangan nangis, terlalu banyak air mata yang kamu keluarkan.. maaf aku gak ada di masa sulit kamu" ucap Bryan membelai pipi Nindy


"Jangan tinggalin aku lagi" Nindy mengambil tangan Bryan yang mengelus pipinya lalu dia cium


"Aku panggil dokter dulu" belum Bryan menjawab Nindy langsung berlari keluar ruangan


"Leo dia kelelahan" Bryan menatap Leo yang meringkuk di sofa masih memakai setelan kerja


Setelah dokter memeriksa Bryan dan semuanya baik baik saja


bahkan luka Bryan sudah mengering


Bryan koma selama kurang lebih satu bulan


Sekarang Bryan sudah mandi dan bersiap untuk pulang karena hasil pemeriksaan semuanya sudah normal


"Apa sekarang ada pasien baru di rumah sakit ini? " tanya Bryan melihat Leo yang tidak terganggu dengan bisingnya orang berbicara


"Dia pasti kelelahan pulang kerja langsung jagain kamu" Nindy berjalan mendekati Leo


"Kakak ipar yang baik" ujar Leo


"Kak bangun ada Dara" bisik Nindy membuat Leo langsung bangun dan terduduk meski matanya susah untuk di buka


"Cepet banget kalo soal Dara" gerutu Nindy


"Lo apaan sih gak lucu" Leo menyentil kening Nindy yang berlutut di bawah sofa


"Lo masih mau tidur? ya udah gue sama Bryan mau pulang" ucap Nindy melihat Leo yang akan berbaring kembali


"Bryan? " Leo mengucek matanya melihat Bryan yang melipat tangannya di dada


"Lo sadar lama banget gue kira lo bakal mati" ucap Leo ngasal


"Gue gak rela istri gue jadi janda makanya gue bangun" celetuk Bryan


Leo bangun dan mengambil jasnya yang di taruh di sandaran sofa


lalu merangkul pundak Bryan sambil berbincang pergi dari sana


Nindy yang masih duduk berlutut memberangus kesal


bisa bisanya dia malah di abaikan


Nindy berjalan sangat cepat sampai mendahului mereka dan sengaja menabrak Bryan yang bahunya masih di rangkul Leo


"Ada yang lagi marah" ucap Leo sambil tertawa melepaskan rangkulannya


"Gara gara lo gue pasti gak dapet jatah malam ini" celetuk Bryan membuat Leo berdecih


Mereka pulang pisah mobil saking kesalnya Nindy meninggalkan suami dan kakaknya itu pulang lebih dulu


sepanjang jalan Nindy hanya menggerutu sampai di rumah Damar


"Mama udah pulang? " Cia menyambut Nindy dan langsung di gendong


"Iya sayang papa udah sadar jadi sekarang kita bisa sama sama lagi" ucap Nindy

__ADS_1


"Horeeee Cia bisa tidur sama mama papa lagi" ucap Cia senang memeluk leher Nindy mencium pipinya kiri kanan


"Syukurlah kalo Bryan udah sadar tante ikut seneng" ucap Mama Damar


"Makasih ya tan, makasih buat semuanya maaf Nindy ngerepotin"


"Tante gak merasa di repotkan lagi pula tante seneng bisa rawat Cia" Nindy memeluk mama Damar dengan sebelah tangannya


"Nindy istirahat dulu ya tan" Nindy pun naik ke kamarnya


Setelah beberapa saat di kamar dengan Cia Nindy mendengar suara pintu terbuka dia tidak menoleh karena tau itu pasti Bryan


benar saja Bryan langsung memeluk Cia dan mengangkatnya tinggi tinggi membuat Cia tertawa menjerit jerit


"Apa kabar anak papa? papa kangen" Bryan memeluk Cia dan menghujani wajahnya dengan ciuman


"Cia juga kangen sama papa" Cia memeluk erat leher Bryan


"Sekarang gimana sekolahnya? apa lebih baik? " tanya Bryan


"Cia dapat banyak temen tapi Cia belum pernah di anter mama papa" Raut wajah Cia berubah sedih


Selama Bryan koma Cia baru saja masuk sekolah dasar


yang membuatnya sedih dia hanya di antar mama Damar atau damarnya sendiri


"Maaf ya sayang mulai hari ini papa janji akan mengantar tuan putri kemana pun" ujar Bryan membuat Cia kembali ceria


"Oke papa harus janji, mana kelingkingnya" Cia menautkan kelingkingnya dan Bryan sebagai ikatan janji


"Daddy juga ada di sini, Cia pasti kangen" ucap Bryan


"Cia mau nemuin Daddy dulu, daahh mama daah pa Cia mau main dulu" Cia keluar dari Kamar Nindy


Bryan segera mengunci pintu dan memasukkan kuncinya kedalam saku


mendekati Nindy yang hanya diam membelakangi nya


"Ada yang marah nih? " Bryan memeluk Nindy dari belakang dan mengendus leher Nindy


"Bisa diem gak sih" ucap Nindy


"Kalo kamu marah makin seksi "


"Lepas" Nindy menjauhkan tubuhnya namun lagi lagi Bryan menariknya


"Katanya kangen mau peluk cium? " goda Bryan


"Gak peluk cium aja kak Leo" sarkas Nindy


"Aku mau kamu, udah lama kita gak.. " Bryan tidak meneruskan perkataannya


Jangan lupa apa?


Like komen dan vote 😍


kalo boleh kasih author hadiah 😁😁


*Terima kasih buat pembaca setia yang selalu dukung karya aku

__ADS_1


semoga kalian sehat selalu, di mudahkan rezekinya dan di lancarkan semua apa yang di inginkan


see you bye bye 😘*


__ADS_2