Dipaksa Mencintai

Dipaksa Mencintai
bab 100


__ADS_3

Nadira menghabiskan makanannya hingga tandas dengan pengawasan Ricko di hadapannya. Pria itu tak ingin kecolongan lagi.


Kemaren bibik yang mengantar makanan untuk Nadira, dan wanita itu tidak memakannya malah justru membuangnya di wc kamar mandi.


Ricko mengetahuinya ketika ia ke kamar mandi dan menemukan sisa nasi di sana.


" maaf jika caraku salah...tapi aku hanya tidak ingin kamu sakit " kata Ricko kemudian sambil menatap Nadira dengan sendu.


Sementara Nadira, wanita itu hanya diam tanpa ekspresi.


" apa yang kau inginkan dariku...?! " tanya Nadira tanpa menatap kearah Ricko.


Ricko berdiri kemudian melangkah kearah Nadira. Ia berjongkok di hadapan wanita itu. Menggenggam erat jemari Nadira.


" hatimu dan cintamu....izinkan aku berusaha mendapatkannya, aku berjanji...sampai kau bisa menerimaku...aku tidak akan pernah memaksakan diriku padamu. Cukuplah dengan selalu berada di sisiku " jawab Ricko dengan yakin dan tatapan penuh harap.


" tidakkah kau sadar kita berbeda...aku bukan mencari orang yang mencintaiku, tapi orang yang akan membersamaiku di hadapanNya kelak " jawab Nadira berusaha memberi pengertian kepada Ricko.


Ricko cukup paham arah kata kata Nadira.


" aku memiliki keyakinan yang sama denganmu sudah sejak lama...apa kau tak tahu itu ?? Keyakinanmu bukan hal yang baru bagiku. Wajahku saja yang kebarat baratan..." jawab Ricko percaya diri.


Nadira semakin melempar pandangannya ketempat lain. Seketika wajahnya terasa panas karena menahan malu. Ia memang tak pernah tahu tentang pria di hadapannya itu.


Dirinya hanya terpaksa menjalin kerjasama dengan Ricko karena Ricko yang bersedia memberinya informasi tentang Alika. Selebihnya tak ada lagi selain pure kerjasama bisnis semata.


Ricko mencium punggung tangan Nadira...


" bagaimana....kau bersedia mencoba menerimaku sekarang ?! Tidak ada alasan bagimu untuk tidak menerimaku bukan ?! " tanya Ricko masih dengan penuh percaya diri.


" kita lihat saja nanti seberapa besar keinginanmu dan sabarmu terhadapku..." jawab Nadira acuh.


Ricko tersenyum, ia bangkit dan duduk di sisi Nadira, Nadira sangat terkejut dengan posisi Ricko yang terlalu dekat dengannya

__ADS_1


Ia sedikit bergeser tapi Ricko menarik pinggangnya hingga keduanya tak lagi berjarak.


" ok...langkah pertama, izinkan aku mendekat kepadamu...jangan menjaga jarak dariku " bisik Ricko di telinga Nadira.


" kau bilang kau....." Nadira tak dapat melanjutan kata katanya karena di potong oleh Ricko.


" jangan khawatir, aku sungguh akan menunggu sampai kau menerima ku " potong Ricko


" i love you my wife...cup " Ricko kembali berbisik di telinga Nadira kemudian mencuri ciuman di pipi wanita yang telah sah menjadi istrinya itu.


Dan segera berlaku dari tempat itu dengan santainya sembari membawa piring kotor bekas makan Nadira.


Sudut bibirnya melengkung keatas.


Nadira terdiam membeku di tempatnya.


🌺🌺🌺🌺🌺


Zain sedang berada di taman samping rumahnya yang dulu ia beli sebagai hadiah pernikahan untuk Alika.


Rumah sederhana itu kini menjadi bergaya minimalis modern dengan halaman luas di depan dan samping kanan kiri yang mengelilinginya. Di hiasi tanaman tanaman hias yang sangat cantik tapi tak berbunga yang justru sangat di sukai Alika.


Dan jangan di tanya akan adanya kolam ikan koi di sana.


Zain meminta orang membuatkan kolam untuk ikan koi di halaman samping rumah itu. Dimana tanaman tanaman hias kesayangan Alika juga berada.


Anthorium juga berbagai aglonema....tanaman hias cantik tapi tak berbunga.


Untuk setiap harinya ketika dirinya dan Alika tak berada di sana, ia meminta Alex mencari orang untuk merawat rumahnya itu.


Hampir setiap sore Zain berada di taman samping itu menunggui sang bidadarinya di sana sedang sibuk menyirami tanamannya.


Meski kini perutnya yang kian membesar, tak menyulutka niat Alika merawat tanaman tanaman kesukaannya.

__ADS_1


Zain terlihat tegang saat bicara dengan Alex.


" bagaimana kau bisa kecolongan seperti ini Alex..." Zain terdengar sangat geram. Baru sebulan lalu ia berhasil membujuk Alika untuk mau ikut dengannya meski tak kembali ke rumah besarnya di Surabaya.


Dan kini..sebuah berita yang sangat menggemparkan jagat media sosial. Mengenai pemberitaan tentang dirinya dan Alika tentunya.


" skandal sang pewaris Al kahfi...tertangkap kamera bersama seorang wanita yang diperkirakan sebagai simpanannya. Jelas wanita itu bukan sang istri sah...karena nona Nadira terlihat di Jakarta di waktu yang bersamaan "


sebuah kabar yang beredar cepat di dunia maya, dengan gambar Zain yang sedang melangkah sembari menggenggam jemari Alika.


" maafkan saya tuan muda...saya benar benar melewatkannya...." jawab Alex sambil menunduk penuh penyesalan.


Zain hendak melangkah kedalam ketika sebuah pesan masuk pada Smart phonenya.


** bawa istrimu pulang...dady tak ingin terjadi apa apa pada cucu cucu dady **


Satu pesan dari sang ayah. Zain mangkah lebar mencari Alika.


" mencari nona tuan muda ?! " bik Sumi yang sudah sejak sebulan juga di bawa Zain segera mendekat ketika mellihat pria itu sepertinya agak cemas.


" iya bik...di mana istriku..?! " tanya Zain


" di taman belakang bersama mbak Desy dan teman temannya " jawab bik Sumi


" ah baiklah...terima kasih bik " jawab Zain.


" iya tuan muda..sama sama "


Zain semakin mempercepat langkahnya, tapi ia hanya melihat Atika di sana.


" di mana istriku...?! " tanya Zain sedikit khawatir


" di kamar tuan muda..." jawab Atika, tanpa mengucapkan apapun ia segera memutar tubuhnya dan sedikit berlari menuju kamar keduanya.

__ADS_1


" cklek..." Zain membuka pintu, matanya sedikit melebar melihat Alika seperti tengah mempersiapkan sesuatu.


__ADS_2