Dipaksa Mencintai

Dipaksa Mencintai
bab 51


__ADS_3

" ini bukan yang pertama untuk saya nyonya..."


" apa maksudmu....Zain ?! " Almayra bertanya dengan tergagap.


" waktu itu usia saya masih delapan belas tahun, sama seperti saat ini...saya tidak tahu jika saya hamil. Andai Ricko tak hendak melakukan perintah putra anda untuk memaksa saya, mungkin saya tak akan pernah tahu jika saya sedang hamil hingga anak itu lahir, mungkin..." Alika menceritakan nasibnya begitu saja pada wanita itu.


Matanya menatap jauh kedepan, seakan ada teks tulisan yang coba ia baca untuk di ceritakan kepada wanita cantik di sampingnya itu.


Untuk pertama kalinya Alika merasa nyaman menceritakan apa yang sebenarnya menimpa dirinya.


" perintah Zain...?! "


" iya nyonya...saya sangat sakit hati dan terpukul, putra anda telah tega mengambil apa yang bukan haknya kepada saya, kemudian dia juga memberi izin kepada Ricko untuk melakukan hal yang sama seperti yang dia lakukan pada saya...seolah saya adalah barang bekas miliknya yang dapat seenak hatinya ia berikan kepada siapa pun yang dia mau " kata Alika sembari matanya masih menatap jauh kedepan.


" apa kau percaya itu ?! " tanya Almayra lagi, rasanya tidak mungkin Zain melakukan itu. Di lihat dari reaksi Zain waktu itu...putranya itu terlihat sangat mencintai gadis ini.


" entahlah nyonya...putra anda sudah begitu banyak menoreh luka di hati saya sejak awal kami bertemu....." kata Alika pelan, wajahnya penuh kekecewaan dan luka yang dalam.


Tanpa ia sadari, dua orang pria beda generasi mendengar semua percakapannya dari balik pilar di belakangnya.


" maaf..." terucap pelan dari mulut Almayra.


Alika seketika menoleh kepadanya.


" maaf...karena putraku.."


" ini bukan salah anda nyonya...takdir ku saja mungkin yang buruk karena bertemu dengan putra anda " jawab Alika kemudian, membuat salah satu pria di belakangnya sana memejamkan mata sejenak.


Sementara pria satunya menepuk bahunya pelan.


Belum hilang rasa terkejutnya Zain karena Alika yang ternyata dahulu keguguran anak pertamanya dengannya karena omongna Ricko yang bullshiet.


Bukan karena sengaja menghilangkan nyawa anaknya, ah....anaknya...membayangkan saja Zain sudah sangat bahagia. Alika sama sekali tak berniat membunuh anaknya. Benihnya yang ia semai dengan cara paksa.


Kini ia kembali terkejut karena dianggap takdir buruk bagi gadis itu. Malang benar nasib tuan muda Zaidan Almeer Al Kahfi itu.

__ADS_1


Dia yang bak bintang bersinar di hadapan banyak orang pemujanya, nyatanya ia tak lebih berharga dari apapun bagi wanita yang tengah duduk berjemur di depannya sana.


Almayra terus menatap wajah sendu di hadapannya itu, dia sangat mengakui kecantikan alami seorang Malayka Khumaira Rasyid.


Kulitnya yang putih, hidungnya yang kecil dan mancung...belum bibir yang tercetak mungil dan tipis serta warnanya sang semerah cerry meski tanpa pewarna bibir di sana.


Wajar jika dua tuan muda itu tergila gila pada gadis ini. Sebenarnya ia pun mengacungi jempol putranya yang bergerak cepat menahan gadis ini untuk menjadi miliknya meski cara yang ia gunakan tidak bisa di benarkan.


Andai ia berjuang secara normal, dapat Almayra pastikan Zain tidak akan mampu bersaing dengan Ohan. Bukan perkara Zain kalah tampan dari Ohan...tapi lebih kepada sikap Ohan yang jauh lebih hangat dan romantis.


Jauh dari sikap Zain yang diktator, egois dan satu lagi yang sangat fatal....Zain tipe pria yang sedingin kulkas empat pintu.


" nyonya sudah....saya bisa membukanya sendiri..." kata Alika mencoba menolak suapan jeruk dari tangan Almayra kepadanya.


" aku tahu kau bisa...tapi aku ingin....kau tahu, aku punya Zain sebagai anakku...aku ingin sekali punga anak perempuan...tapi sayang, sepertinya aku kurang beruntung dalam hal ini..." kala Almyra


" ah..kenapa bicara hal seperti itu...ayo kita bicara yang lain saja " kembali Almayra berkata. Alika tersenyum manis kepada Almayra. Kemudian wanita baya itu mengelus kepala Alika.


" kau sangat cantik jika tersenyum seperti itu, tapi....kau tak pernah berikan senyum itu padaku.." desis Zain pelan.


Sang dady yang berdiri di belakangnya mengelus bahu putranya.


💦


Di sebuah cafe yang terbilang cukup mewah seorang wanita cantik dengan pakaian syar'inya juga hijab yang menjuntai panjang menutupi dadanya nampak duduk sendirian menunggu seseorang.


" maaf lama menunggu nona...Nadira " kata seorang pria yang tiba tiba menyapanya.


" ah...tidak apa apa tuan Ricko, silahkan duduk " jawab wanita cantik itu yang ternyata adalah Nadira sembari menangkup kedua tangannya di depan dada. Kemudian mempersilahkan Ricko untuk duduk.


Paham dengan tipe wanita seperti apa dirinya berhadapan, Ricko menarik tangannya yang telah terulur. Lalu ia pun duduk di hadapan Nadira.


" kita langsung saja tuan Ricko...aku ingin tahu tentang sejauh apa kau mengenal suamiku dan wanita itu..." Nadira tak ingin bertele tele, ia bicara langsung pada pokoknya.


" dan satu hal....yang sebenarnya...." peringatan keras Nadira berikan pada pria di hadapannya itu

__ADS_1


Ricko menghela nafas berat. Ia tahu persis siapa seorang Nadira Ibrahim Khan. Putri salah satu pengusaha sukses di perbatasan India dan Timur Tengah, juga sepak terjang keluarganya dalam bidang bisnis.


Ia pun sadar...tak ada pilihan lain baginya selain mengatakan yang sebenarnya kepada wanita di hadapannya itu.


Perusahaannya sedang guncang, mungkin karena imbas perbuatannya kemarin kepada Alika, Zain sengaja membalasnya dengan mengguncang busnisnya....ah ia sadar, ia telah salah langkah. Sungguh ia tak tahu Alika masih berhubungan dengan Zain.


Bahkan terdengar jelas di telinganya, Zain berteriak sayang kepada wanita itu. Wanita yang tidak bisa membuatnya bersama wanita lain meski cinta itu tak pernah berbalas sejak tiga belas tahun lalu hingga kini.


beberapa investornya menarik saham mereka, ia membutuhkan suntikan dana


dan wanita ini, menjanjikan itu kepadanya.


Tentu itu tidak gratis, wanita itu minta imbalan.


" kami satu sekolah dulu saat SMA....awalnya yang aku tahu dia adalah pacar Ohan, dan entah bagaimana ceritanya aku juga tidak tahu...Zain tampak selalu membersamainya " Ricko memulai ceritanya dan Nadira mengerutkan keningnya.


" dari yang aku lihat...sepertinya Zain selalu memaksa Alika untuk bersamanya.."


" yang aku tahu...Alika menyukai Ohan, aku juga menyukainya. Namun ia tak pernah melirikku " lanjut Ricko dengan tersenyum hambar.


Nadira menghela nafas mendengar cerita Ricko. Sekarang ia tahu wanita kedua suaminya adalah sosok yang selalu di bawa sang suami kemanapun ia pergi,


Karena Zain yang menjadikan wanita itu sebagai asisten pribadinya bahkan juga konsultan keuangannya.


Wanita yang sejak awal pernikahannya dengan Zain telah menjadi duri dalam daging meski ia tak pernah tahu namanya bahkan wajahnya.


" dia adalah Malayka Khumaira Rasyid...." desis Nadira pelan.


" ya..dia adalah Malayka Khumaira Rasyid." Ricko menegaskan.


" siapa dia...?! " tanya Nadira lagi dengan tanpa melihat kearah Ricko.


" dia bukan siapa siapa....dia hanya seorang gadis beruntung yang dapat sekolah di sekolah kami karena beasiswa. Dia gadis yatim piatu malang yang mampu menyihir kami dengan pesona yang sebenarnya tak pernah ia tunjukkan..." kata Ricko penuh penyesalan.


Ya...Ricko sebenarnya menyesal pernah berkata buruk kepada Alika, juga perbuatannya kemaren kepada gadis itu...ia sesali.

__ADS_1


Cinta yang besar dan tak berbalas membuat mata hatinya buta.


Di tambah ia yang tak pernah mampu melupakan gadis itu.


__ADS_2